Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 112. Mengatasi Wanita Seksi


__ADS_3

Juan Mahardika langsung menengok ke arah Elfa yang sedang terlelap. Takut terdengar yang baru saja dikatakan. Tidak ingin membuat masalah dan tidak ingin istri tercinta marah.


Bergegas ke luar kamar perlahan berniat ke kamar Asisten Dwi Saputra untuk mengatasi pesan WA yang baru saja diterima. Lebih memilih menghindari masalah dengan masa lalu daripada akan menjadi maslah dengan sang istri.


Bukan takut pada kemarahan Elfa, tetapi sudah bertekad untuk melupakan masa lalu. Hanya akan menatap masa depan dengan wanita yang sangat dicintai. Tidak ingin menengok masa lalu yang kelam dan penuh dosa.


Setelah mengetuk pintu kamar Asisten Dwi Saputra. Bercerita tentang pesan WA dengan nomor ponsel yang tidak dikenal. Juan Mahardika memerintahkan untuk mengatasi pesan WA yang baru saja diterima.


"Sini pinjam ponsel Anda, Tuan!"


"Ini, kalau bisa jangan kamu balas menggunakan ponsel ini."


Asisten Dwi Saputra tersenyum sambil menggelengkan kepala. Setelah membaca pesan WA yang ada di ponsel itu, masih berpikir cara mengatasi wanita masa lalu yang selalu ada di sekitar Juan Mahardika.


"Sebaiknya Anda kembali ke kamar, Tuan. Takut Nona El mencari Anda!"


"Baik, terima kasih."


Setelah Juan Maharika ke luar kamar menuju kamarnya sendiri. Asisten Dwi Saputra menghubungi teman yang bekerja di perusahaan milik Juan Mahardika cabang Rusia. Meminta bantuan untuk mengatasi masalah wanita masa lalu tuannya.


Sebelum teman Asisten Dwi Saputra datang, kekasih Rena itu ke luar kamar hotel dan duduk di sofa depan lobi. Mencari posisi pemilik nomor ponsel menggunakan GPS. Dengan mudah posisi diketahui bersamaan temannya datang dan duduk di sebelahnya.


"Ada apa, Bro?" tanya Andi teman satu negara yang sudah lama tinggal di Rusia.


"Coba kamu lihat ini!" Asisten Dwi Saputra menunjukkan pesan WA yang ada di ponsel Juan Mahardika dan GPS yang posisinya tidak jauh dari mereka.


"Jangan menengokk ke sana," bisik Asiusten Dwi Saputra kepada Andi.


Ada seorang wanita seksi yang duduk samping lobi hotel sambil menunduk melihat ponsel. Wanita itu duduk sendrian tanpa teman. Wanita seksi itu memakai gaun minim diatas lutut dan dada terbuka.


Andi hanya melirik saja tanpa menengok ke arah wanita seksi itu. Dia langsung tersenyum dan berbisik mendekat ke telinga Asisten Dwi Saputra, "Dia itu mantan karyawan perusahaan dan keturunan Indonesia Rusia."


"Kamu mengenal dia, Bro?"


"Iya, dia sudah menikah dan memiliki satu putra."


"Mengapa menghubungi Tuan Juan?"

__ADS_1


"Dia pernah berkencan dengan Tuan Juan dulu."


Asisten Dwi Saputra mengerutkan keningnya sambil kembali melirik wanita seksi yang duduk dan masih tertunduk. Masih bingung dari mana wanita itu mendapatkan nomor ponsel Juan Mahardika. Pasalnya mengetahui jarang sekali tuannya itu memberikan nomor ponsel pribadi kepada sembarang orang.


"Dari mana dia tahu nomor ponsel Tuan Juan, Bro?"


"Tunggu sebentar aku hubungi security perusahaan sebentar, kemarin ada isu tentang direktur dan wanita itu."


"Direktur perusahaan kita."


"Iya."


Andi bercerita kepada Asisten Dwi Saputra setelah selesai menghubungi security perusahaan. Bahwa direktur perusahaan yang memimpin perusahaan milik Juan Mahardika memiliki afair dengan wanita yang sekarang ini duduk di samping lobi hotel. Mereka sudah berhubungan gelap sekitar setengah tahun terakhir.


Pasangan selingkuh mantan atasan dan mantan anak buah itu belum tercium oleh pasangan masing-masing. Hanya di kalangan karyawan saja yang mengetahui perselingkuhan mereka.


Kemungkinan wanita seksi itu mendapatkan nomor ponsel dari sang direktur kekasih gelap. Ada dua kemungkinan tujuan dari wanita itu. Ingin kembali berkencan dengan Juan Mahardika atau ingin mengincar harta kekayaan saja.


Banyak wanita cantik yang tertarik dengan Juan Mahardika karena tampan dan kaya raya. Mereka mau hanya dijadikan teman kencan sesaat yang penting mendapatkan apa yang diinginkan. Karena dulu setelah berkencan, Juan Mahardika selalu membelikan apa saja yang dimita.


"Semua sudah tahu, mungkin wanita itu ingin berkencan sesaat seperti dulu."


Asisten Dwi Saputra mengangguk dan faham. Di negara besar seperti di Rusia ini pasti akan biasa jika mendengar orang berselingkuh atau kencan sesaat. Karena memang sebagian masyarakatnya yang hidup cenderung bebas tanpa aturan.


Bisa juga menganggap Juan Mahardika masih seperti dulu sering berganti pasangan. Tidak mengetahui perubahan setelah menikah. Hanya ingin mengajak bersenang-senang selama berada di Rusia.


"Jadi bagaimana cara mengatasi wanita itu, Andi?"


"Apakah ini perintah langsung dari Tuan Juan?"


"Iya, ini perintah langsung dari Tuan Juan, dia sangat mencintai istrinya."


"Sebaiknya kita kerjain saja dia," kata Andi sambil tersenyum devil.


"Kerjain bagaimana?"


"Kita manfaatkan dia malam ini."

__ADS_1


"Hus, ngawur saja ingat dosa. Tuan Juan sudah berpesan tidak boleh merusak nama baiknya."


Sambil tergelak, Andi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Melihat wanita yang terlihat seksi dan berpakaian terbuka dan minim hati jadi tergoda. Padahal sang istri sedang menunggu di rumah.


"Sorry, iman aku setipis tisu."


Asisten Dwi Saputra hanya nyengir kuda melihat Andi yang berkali-kali melirik wanita seksi yang masih menunduk melihat ponsel. Temannya itu sudah lama tinggal di Rusia sehingga sudah terbiasa ikut hidup bebas. Tidak lagi memegang teguh ajaran yang dulu didapat saat masih tinggal di Indonesia.


"Jadilah orang Indonesia yang berpegang teguh pada agama," nasihat Asisten Dwi Saputra dengan tegas.


Sedang asyik berbincang berdua, tiba-tiba ada suara notifikasi pesan WA di ponsel Milik Juan Mahardika, "Eee dia mengirim pesan WA lagi," kata Asisten Dwi Saputra kaget.


"Cepat baca saja!"


Sambil mengangguk, Asisten Dwi Saputra membuka ponsel milik Juan Mahardika yang dipegang. Ada tulisan pesan WA dari wanita seksi itu, "Mengapa lama sekali, apakah istri mu belum tidur, aku masih menunggu di samping lobi?"


"Waah sepertinya dia nekad dan tidak perduli kalau Tuan Juan memiliki istri, apa saran kamu, Andi?"


Andi kembali melirik wanita yang duduk tanpa memperdulikan yang ada di sekitarnya. Dia terlihat hanya fokus pada ponsel saja. Seolah sedang menunggu sesuatu dari ponsel miliknya.


Jika diperhatikan sekilas wanita itu tipe wanita yang pantang menyerah. Wanita yang mau melakukan apa saja demi bisa mendapat kemewahan. Malas bekerja hanya suka berfoya-foya saja.


"Kita datangi saja, jika kita biarkan dia pasti akan nekad," jawab Andi dengan tegas.


"Baiklah, mulai dari mana?"


"Tunggu dulu, kita perlu pengawal sebelum bertindak."


"Ok, kamu panggil dua pengawal yang sering mengawal Tuan Juan!" perintah Asisten Dwi Saputra.


"Siap."


Hanya dalam lima menit pengawal itu tiba di lobi. Mereka sedang berada di kafe yang ada di samping hotel sedang mengawasi dari jauh keselamatan Juan Mahardika, "Apa yang harus kami lakukan, Tuan?" tanya salah satu Pengawal itu.


"Ayo ikuti kami!" perintah Asisten Dwi Saputra sambil menekan tombol hijau memanggil nomor ponsel wanita itu sambil diangkat tinggi berjalan mendekati wanita seksi itu.


"Juan ...?"

__ADS_1


__ADS_2