Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 57. Pertunangan Kita Batal


__ADS_3

Pak Jamal terkena damprat habis-habisan dari Juan Mahardika. Elfa menghilang empat hari bisa diatasi dengan baik dan tidak ada yang tahu. Namun, pertengkaran yang tidak ada satu jam itu kabarnya sampai rumah sakit Aljuzeka.


Yang lebih marah lagi, saat Juan Mahardika membaca laporan Pak Jamal. Jika sore itu juga Elfa dijemput abangnya untuk pulang. Melarang bertemu dengan dua laki-laki yang merebutan Elfa dengan alasan sudah bertunangan.


Saat mendapatkan kabar dari Pak Jamal, Juan Mahardika berada di Australia. Setelah mengantar Elfa, pesawat pribadi langsung menuju negara sendiri. Berniat menyelesaikan semua pertunangan dengan Sherly Crash.


Hanya sayangnya rencana tinggal rencana, setelah melakukan dengan jujur seperti yang Asisten Dwi Saputra. Justru rintangan menghadang, tidak mendapatkan dukungan terutama dari Mommy Vera. Belum sempat cerita tentang Elfa, Mommy Vera tidak setuju Jika memutuskan pertunangan.


"Apa yang membuat kamu mau mundur, namanya artis pasti banyak sekali digosipkan yang negatif, Nak."


"Mommy tidak percaya dengan isu yang terjadi di Jakarta kemarin?"


"Sherly cerita itu hanya isu, Nak. Dia hanya dijebak saja katanya."


Juan Mahardika semakin emosi mendengar Mommy Vera lebih percaya Sherly Crash daripada putra sendiri. Bayangan Elfa yang saat ini dibawa pulang abangnya. Bayangan orang tua Elfa dan Abang yang juga tidak menyetujui jika berhubungan dengan laki-laki yang sudah bertunangan.


"Mom please, Juan tidak mau melanjutkan pertunangan ini, Sherly itu wanita yang tidak baik!"


"Tidak, Mom tetap tidak setuju Juan memutuskan hubungan dengan Sherly."


Juan Mahadika kesal dan menghembuskan napas dengan kasar. Melirik Asisten Dwi Saputra yang sedang konsentrasi pada laptop. Ingin meminta pertimbangan, tetapi waktu yang tidak tepat.


"Ini Sherly belum tahu kalau Juan hari ini pulang, coba kalian bertemu dan bicara dari hati ke hati!"


Sambil tersenyum devil, Juan Mahardika mengangguk setuju. Hanya dengan bertemu langsung bisa menemukan jalan keluar tentang keresahan hati. Masih ingin memegang prinsip seperti yang disarankan sang asisten yaitu dimulai dengan niat baik.


"Mom hubungi Sherly ya, biar dia yang ke sini?"


"Tidak perlu repot-repot, Mom. Juan saja yang sekali-kali menemui dia di apartemen."


"Bagus kalau Juan memiliki niat seperti itu, paling tidak kalian bisa berbincang santai di sana."

__ADS_1


"Iya, Mom. Tidak sekarang Juan ke sana."


"Mengapa harus ditunda?"


"Juan masih banyak pekerjaan, nanti saja setelah pulang dari kantor."


"Terserah Juan saja."


Pagi jam sepuluh, seharusnya Juan Mahardika ada meeting di kantor pusat bersama Daddy Hans Mahardika. Namun, Juan meminta izin untuk terlambat karena ada alasan penting. Sengaja akan datang ke apartemen Sherly Cash pagi hari sebelum model itu melakukan aktivitas.


"Apa maksud Anda datang pagi-pagi begini, Tuan?" tanya Asisten Dwi Saputra mengikuti langkah panjang Juan Mahardika menuju apartemen.


"Tidak ada tujuan apa-apa, hanya ingin melihat dia saat pagi hari sebelum berangkat kerja."


Dalam hati Juan Mahardika ada tujuan lain selain jawaban yang di katakan. Ingin memergoki model majalah dewasa itu jika dia main dengan laki-laki lain seperti yang sering diisukan di media sosial.


Asisten Dwi Saputra yang menekan bel apartemen, sedangkan Juan Mahardika memilih membelakangi pintu. Pintu terbuka perlahan dibuka sendiri oleh tuan rumah. Hanya sayangnya model itu hanya memakai baju tidur minim terbuka di bagian atas dan rambut acak-acakan.


Tanpa diperintah, Asisten Dwi Saputra diam-diam mengambil vedio. Mulai dari Rian Prayoga membetulkan celana sampai Sherly Crash mengikuti masuk apartemen.


"Kamu ...?" Juan Mahardika tidak melanjutkan ucapan karena melihat laki-laki yang terbaring di sofa hanya memakai celana pendek saja, itupun sudah setengah terbuka.


"Baby, Sherly ...?" Model dewasa itu juga tidak melanjutkan ucapannya.


Asisten Dwi Saputra ikut masuk saat pasangan yang sudah bertunangan itu hanya berbicara tanpa dilanjutkan. Kaget melihat ada Rian Prayoga yang hanya mengenakan celana. Bahkan sudah terbuka dan hampir sudah tidak pada tempatnya.


"Oooo jadi seperti ini ternyata yang kamu lakukan?" tanya Juan Mahardika.


Rian Prayoga bergegas berdiri dan membetulkan celana yang tidak pada posisinya. Mengambil kaos yang terlempar di dekat meja dan memakainya dengan cepat. Model asal Indonesia itu terus memandang Sherly Crash yang berusaha meyakinkan Juan Mahardika.


"Bukankah kita sama-sama melakukan hubungan bebas?" tanya Sherly membela diri.

__ADS_1


"Terserah apa kata kamu, mulai sekarang pertunangan kita batal!"


"Tidak bisa begitu dong, Baby. Nanti setelah kita menikah Sherly tidak akan berpetualang lagi."


"Tidak, aku tidak mau melanjutkan hubungan pertunangan kita, ini cincin lebih baik lebih baik kamu berikan pada kekasihmu itu saja!" Juan Mahardika melepas cincin yang melingkar di jari manis.


Cincin awalnya mengenai lengan Sherly Crash kemudian menggelinding tepat di depan jari jempol kaki Rian Prayoga. Dengan cepat model itu mengambil dan berjalan mendekati Juan Mahardika, "Beb, please. Jangan putuskan pertunangan kita!"


"Maaf, keputusanku sudah bulat."


"Mom tidak akan setuju."


"Itu bukan urusan kamu, lebih baik kamu tidak usah mendekati Mom lagi, aku yang akan bicara dengan Mom dan Dad."


"Tetapi, Beb. Sharly sudah ...!" Tangan Juan Mhardika mengisyaratkan untuk menghentikan ucapan model itu.


"Apapun yang sudah diberikan oleh Mom untuk kamu. aku tidak akan mengambil lagi, termasuk mobil mewah yang baru saja kamu terima."


"Baby tahu tentang mobil itu dari mana?"


Juan Mahardika terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Sharly Crash. Teringat sebulan setelah pertunangan, Mommy Vera membelikan mobil mewah untuk Sherly Crash. Hadiah ulang tahun model itu yang dirayakan di rumah Juan Mahardika dengan sederhana.


Mobil mewah yang harganya selangit itu sebagai hadiah kejutan yang tidak diduga. Mommy membeli mobil pada adiknya sendiri Fira di show room yang ada di Jakarta. Dan di kirim langsung dari Jakarta tanpa sepengatahuan Juan Maradika.


Juan Mahardika mengetahui Mommy Vera membeli mobil dari Uncle Marcelinno saat bertemu. Namun, Juan Mahardika tidak perduli dan pura-pura tidak tahu. Selalu membiarkan Mommy Vera memanjakan calon menantu kesayangan.


"Semua yang Mom lakukan, Aku tahu."


"Mom sangat menyayangi Sherly, bagaimana nanti jika Mom marah?"


"Mom tetap masih boleh menyayangi kamu, tetapi hanya sebagai teman atau yang lain. Mulai sekarang kita sudah tidak ada hubungan sama sekali, permisi!"

__ADS_1


Juan Mahardika ke luar dari apartemen Sharly Crash. Diikuti Asisten Dwi Saputra dari belakang sambil terus merekan menggunakan ponselnya. Sherly Crash berjalan mengikuti langkah Juan Mahardika dan masih ingin memohon untuk tidak memutuskan hubungan.


"Baby, please. Sherly tidak mau putus!"


__ADS_2