
"Silahkan dilanjutkan, saya sudah merestui pernikahan ini!" perintah Alfian Alfarizi memecah ketegangan terutama Juan Mahardika.
"Alhamdulillah terima kasih, Bang." Juan Mahardika menganggukkan badan.
"Langsung dipimpin oleh ayah kandung mempelai wanita, 'kan?" tanya Pak Penghulu lagi.
"Benar, Pak. Saya yang akan menikahkan mereka," jawab Papi Alfarizi.
Pak Penghulu mulai membantu dan membimbing Papi Alfarizi untuk menikahkan putri kandung. Dengan mengulurkan tangan dan langsung disambut oleh Juan Mahardika. Sesekali melirik Elfa yang duduk di sampingnya dengan gelisah.
"Sudah siap, Nak Juan?" tanya Papi Alfarizi.
"Insyaallah siap, Papi."
"Saudara Juan Maharedika bin Hans Mahardika, aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Elfamitha Alfarizi Zulkarnain binti Alfarizi Zulkarnain dengan mas kawin emas permata sebesar dua ratus tiga gram dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Elfamitha Alfarizi Zulkarnain binti Alfarizi Zulkarnain dengan mas kawin tersebut di atas dibayar tunai," jawab Juan Mahardika dengan satu tarikan napas.
"Bagaimana, saudara semua Sah?" tanya Pak Penghulu.
"Sah!" teriak keluarga bersamaan.
"Alhamdulillah."
Juan Mahardika langsung menghadap ke Elfa dan mencium keningnya. Elfa meraih dan mencium punggung tangan suami yang baru saja resmi. Rasa bahagia di hati Juan Mahardika hampir tidak bisa dilukiskan lagi.
Acara dilanjutkan dengan tukar cincin. Juan Mahardika menyematkan cincin di jari manis tangan kiri. Elfa bergantian menyematkan cincin di jari manis.
Meminta restu keluarga dengan berkeliling mendatangi keluarga satu persatu. Tidak lupa meminta doa restu kepada seluruh keluarga tanpa kecuali. Selalu diabadikan dengan kamera baik dari ponsel ataupun dari fotografer profesional.
"Selamat ya, Nak. Mami harap kalian bahagia dan rukun Selalu, jika ada masalah harus salah satu mengalah, jangan egois sendiri."
"Terima kasih, Mami."
__ADS_1
"Papi berdoa semoga kalian samawa, masa lalu tinggalkan di belakang dan untuk pelajaran. Juan mulai sekarang El adalah pasanganmu seumur hidup, Papi harap jangan sekalipun kamu sakiti dia.
"Aamiin, ya Pi. Insyaallah hanya bahagia yang akan Juan berikan untuk putri Papi."
"Alhamdulillah, Papi pegang janji Juan."
"Mom, kami mohon doanya," kata Juan Mahardika kepada Mommy Vera.
"Selamat menempuh hidup baru, semoga kalian bahagia. dan rukun selalu." Selain mencium punggung tangan, Mommy Vefe memeluk pasangan pengantin baru bergantian.
"Dad berpesan selalu terbuka dengan pasangan adalah kunci keharmonisan rumah tangga. Selamat menempuh hidup baru, Tuhan selalu memberkati kalian."
"Aamiin, terima kasih, Daddy."
Resepsi pernikahan benar-benar dilakukan dengan sederhana. Tidak ada temu manten seperti adat jawa seperti biasa. Elfa memilih melakukan walimah untuk mengumpulkan tetangga dan tamu undangan.
Walimah atau wallimatul 'ursy adalah jamuan makan yang diselenggarakan berkenaan dengan pernikahan. Biasanya walimatul 'ursy dilaksanakan setelah akad nikah. Ditambah dengan ceramah ustad ternama dengan tema nasihat untuk bekal pengantin baru mengarungi hidup baru.
Yang diutamkan dalam acara walimah Elfa adalah menu hidangan untuk masyarakat. Ada kambing guling, menu nasi rames, soto, bakso dan gado-gado. Sebagai makanan penutup ada salad buah, lupis cenil plus gula merah cair dan buah-buahan beraneka ragam.
Hampir tiga jam tamu tidak berhenti datang, Elfa dan Juan Mahardika selalu ramah dan menemui tamu dengan tersenyum. Terutama Juan Mahardika selalu mengikuti apa yang dilakukan Elfa. Laki-laki itu tidak memahami sama sekali adat dan cara masyarakat desa mengadakan pesta.
"Sayang, istirahat dulu, nanti capek dari tadi jalan terus," bisik Elfa setelah selesai menemui tamu dan duduk di samping Papi Alfarizi dan Mami Mitha.
"Tinggal sebentar lagi selesai, Kak."
"Sampai jam berapa tamu datang?"
"Sampai asar saja."
"Ooo setelah asar sudah tidak ada tamu lagi?"
"Ada juga, tetapi tidak sebanyak antara zuhur sampai asar."
__ADS_1
Jika pesta pernikahan secara umum, biasanya akan dilaksanakan dari pukul sepuluh pagi sampai pukul sembilan malam. Namun, jika hanya walimah waktunya hanya dua sampai tiga jam saja.
Selesai solat asar Elfa beristirahat di kamar. Hanya para orang tua yang menemui tamu yang masih ada datang. Juan Mahardika juga masih berbincang dengan Alfian Alfarizi tentang bisnis. Ada banyak pembahasan tentang bisnis yang sebenarnya milik Elfa.
"Perusahaan kami memang tidak sebesar perusahaan kamu, tetapi kamu harus tahu sebagian adalah milik Elfa, dari dulu El tidak pernah mau untuk mengelola bisnis."
"Maksudnya, Bang?"
"Mungkin akan Abang serahkan kepada kamu yang menjadi hak Elfa."
"Tidak perlu, Bang. El sudah memiliki segalanya dari perusahaan Juan, El tidak akan kekurangan sampai tujuh turunan sekalipun karena apa yang Juan miliki semua milik El juga."
"Kamu harus terima, tidak hanya untuk kalian berdua. Suatu saat nanti untuk keturunan kalian."
"Baiklah kalau begitu, tetapi jangan sekarang ya, Bang?"
"Nanti saja kalau kamu kembali ke Jakarta?"
"Kami akan ke Australia terlebih dahulu setelah dari sini, Bang. Mom juga ingin mengadakan pesta pernikahan."'
Pukul lima sore tamu sudah tidak ada lagi, sebagian keluarga beristirhat di kamar. Juan masuk kamar Elfa yang sekarang ini dihias kamar pengantin. Melihat Elfa tidur terlelap miring sambil memeluk guling, Juan Mahardika hanya tersenyum tipis di pinggir tempat tidur.
"Mengapa tidur saja kamu cantik sekali sih, El. Akak sangat mencintai kamu," monolog Juan Mahardika dengan lirih agar tidak terbangun.
Juan Mahardika bergegas masuk kamar mandi setelah tanpa diminta pusaka terbangun sendirinya saat memandangi wajah dan bibir Elfa yang menggoda. Sudah berjanji tidak akan memaksa sampai Elfa tidak trauma lagi. Lebih memilih menghabiskan waktu untuk meredamkan pusaka yang mulai memberontak setelah bertemu dengan pemilik asli.
Sambil berendam di buth-up kamar mandi, Juan Mahardika termenung teringat hampir dua minggu ini. Dengan jungkir-balik mengejar gadis pujaan hati. Ketetapan hati karena lebih mengenal agama adalah yang paling disyukuri sampai hari ini.
Kenangan masa lalu yang buruk hanya akan di kubur dalam-dalam. Hanya akan dijadikan pelajaran yang tidak ingin lagi terulang. Debaran hati kini hanya tertuju kepada pemilik pusaka saja, walau entah kapan pusaka akan bertemu dengan pemilik yang sebenarnya.
Sudah bertekad akan menunggu dan tidak akan memaksa. Hanya kebahagiaan yang akan diberikan kepada pujaan hati yang sekarang ini sudah sah menjadi pemilik pusaka. Nikmat mana yang akan didustakan saat ini, semua harapan dan cintanya tergapai sudah.
Juan Mahardika bergegas ke luar kamar mandi setelah selesai membersihkan diri. Hanya melilitkan handuk di pinggang dan melenggang menuju lemari baju miliknya. Sambil melirik Elfa yang masih terlelap membuka lemari perlahan.
__ADS_1
Belum sempat mengenakan baju, baru memilih baju yang akan dikenakan. tiba-tiba ada bantal dan guling melayang terkena punggung, "Akak, mengapa ada di kamar El, sana keluar!"