Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 221. Babak Semi Final


__ADS_3

Kris mengirim emot tertawa dan dua jempol kepada Elfa karena kiriman vedio Jonny Evans yang terkena sodokan kayu kecil panjang. seolah mendapatkan hiburan gratis dalam sela kepenatan kerja. Berharap sang mantan tidak lagi mencari masalah setelah mendapatkan peringatan dari Elfa.


Malam itu juga, tiga sahabat mantan pejuang gadis langsung melakukan VC. Bercerita tentang Jonny Evans yang masih mencari Kris. Bercerita juga usaha kafe yang bangkrut dan sebagian harta disita pemerintah.


Perbincangan tiga sahabat lebih dari satu jam. Tertawa lepas, membahas hal vedio dan yang lain sampai lupa waktu. Tidak melihat waktu hampir mendekati tengah malam.


Juan Mahardika menunggu Elfa sambil mengerjakan file kantor di sofa panjang yang ada di kamar utama villa. Tanpa diduga Juan Mahardika tertidur karena menunggu terlalu lama. Elfa langsung berpamitan untuk beristirahat karena waktu yang sudah larut.


Elfa meletakkan ponsel miliknya di meja rias yang ada di samping tempat tidur. Berjalan perlahan mendekati suami yang duduk bersandar sambil memejamkan mata. Sengaja melampaikan tangan di depan wajah Juan Mahardika untuk memastikan suami terlelap.


Tiba-tiba Elfa berteriak karena tertarik dalam pelukan suami tercinta, "Aaaaaagh!"

__ADS_1


"El harus membayar dobel karena membuat Akak menunggu lama!"


"Ampun, El tidak sengaja," jawab Elfa sambil tergelak dan berusaha lepas dari pelukan.


"Tidak ada ampun untuk El kali ini."


Juan Mahadika langsung bergerilya di sofa tanpa berpindah tempat. Berniat menghabiskan waktu berdua dengan penuh penghayatan. Tidak dilakukan dengan buru-buru agar mendapatkan sensasi yang lama tidak dilakukan.


Kamar utama dan kamar twins baby hanya bersebelahan. Namun, tidak ada pintu penghubung seperti pintu yang ada di rumah Jakarta. Ada alarm yang terhubung di ponsel Elfa dari kamar jika salah satu twins baby terjaga atau menangis.


"Akak, maaf Zi dan Za terbangun!"

__ADS_1


"Tanggung ini, Sayang," jawab Juan Mahardika dengan wajah cemberut dan bibir dimonyongkan lima centimeter.


Elfa mencium bibir dan mata Juan Mahardika sekilas sambil tersenyum, "Maaf, Akak. Break lima menit, suruh bangun terus itu pusaka bumerang dan jangan letoy!"


Elfa langsung berlari ke luar kamar sambil tergelak. Untung masih memakai baju tidur lengkap dan hanya dibuka kancingnya saja. Berlari sambil memasang kancing satu persatu sampai rapi kembali.


Juan Mahardika hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum kecut. Yang awalnya setelan baju tidur hanya terbuka kancingnya saja dengan sengaja di lempar entah kemana. Ingin membairkan pusaka bumerang tetap terjaga seperti keinginan Elfa.


Sudah lebih dari sepuluh menit berlalu pemilik hati tidak kunjung kembali. Badan mulai terasa dingin karena AC yang mendinginkan suasana hati yang panas membara. Mata mulai kembali ke mode mengantuk setelah setengah jam berlalu.


Elfa memberikan ASI kepada twins baby bergantian. Setiap bayi bule membutuhkan sekitar sepertempa jam, sehingga setelah setengah jam berlalu twins baby baru terlelap kembali. Menyerahkan kepada dua pengasuh untuk menina bobokkan twins baby dan bergegas kembali ke kamar.

__ADS_1


Sampai di kamar melihat Juan Mahardika sudah terlelap di sofa. Dari badan ke atas ditutup oleh setelan baju tidur yang tadi dilepas. Sedangkan pusaka bumerang terlelap tidur tanpa tertutupi apa-apa.


"Eeee mengapa letoy, bukankah tadi diperintahkan tetap terjaga?" tanya Elfa sambil mentoel pusaka bumerang berkali-kali.


__ADS_2