
Pusaka bumerang memang tidak pernah mengenal waktu. Jika sudah terbangun sempurna, tidak perduli waktu masih sore tetap saja mampu membuat El tidak mampu menolak pesonanya. Sekuat apapun Elfa menghindar, sekuat itu juga senjata bumerang bisa membalikkan keadaan.
Karena aksi pusaka bumerang yang menghabiskan tenaga. Setelah makan malam, Elfa baru bisa melanjutkan cerita kisah Krisnawati dan Jonny Evans. Bercerita di kamar sambil santai di depan televisi besar di mini teater yang ada di ujung kamar.
Cinta memang bisa membuat orang yang merasakan melakukan yang tidak masuk akal. Ibarat kata kotoran kucing rasa coklat itu benar adanya. Hanya karena cinta bisa memaafkan kesalahan sebesar gunung Merapi sekali pun.
Dengan alasan ayah membutuhkan uang untuk pendidikan adik-adik. Jonny Evans membutuhkan modal untuk kafe yang hampir bangkrut. Krisnawati dengan mudah memaafkan dua laki-laki beda usia yang sangat berarti dalam hidupnya.
Rela melepas satu-satunya yang berharga dalam hidup demi orang yang dicintai. Hanya dengan rayuan dan rela menerima apa adanya karena masih sangat mencinta. Akhirnya kembali menjalin kasih hampir satu tahun lamanya.
Krisnawati selalu diperlakukan manis dan di manja oleh Jonny Evans. Di belikan apa saja, diajak ke salon dan belanja baju dengan merk terkenal. Makan di restoran dengan romantis juga selalu di lakukan.
Benda yang bernama uang memang menjadi magnet yang paling ampuh bagi orang yang ingin kaya dengan cara instan. Setelah Krisnawati menjadi cantik dan pandai berdandan. Peristiwa itu berulang kembali bahkan tidak cuma satu kali.
Hanya bedanya dengan alasan untuk tambah modal dan demi masa depan. Tetap dengan persetujuan ayah tercinta. Dengan hasil uang mahar juga dibagi dua ayah dan kekasih hati.
Sampai Krisnawati menyadari karena semakin hari pikiran semakin dewasa. Dengan diam-diam ikut paket untuk mendapatkan ijazah SMA. Belajar dengan tekun walau dengan sembunyi-sembunyi agar bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.
Yang terakhir ketika Jonny Evans meminta untuk terakhir kalinya menikah sirri dengan warga dari daratan Eropa. Karena tawaran mahar tiga kali lipat dari biasanya. Sang ayah juga mendesak untuk menerima karena jumlah uang yang bisa untuk membeli tiga rumah yang lebih besar dari yang dimiliki.
Krisnawati menyetujui dengan syarat harus bertemu dengan calon suami yang berani membayar mahar fantastis. Hanya akan bertemu empat mata tanpa ada pendamping dari pihak keluarga. Ayah dan kekasih setuju karena melihat Krisnawati adalah gadis yang lugu dan penurut.
Tidak di sangka, Krisnawati berhasil meyakinkan warga Eropa untuk mentransfer uang mahar di nomor rekening milik pribadi sebesar delapan puluh persen dari jumlah perjanjian. Yang sepuluh persen untuk ayah dan sang kekasih juga hanya menerima sepuluh persen. Alasan bisa diterima karena sang warga Eropa mengatakan akan mentransfer sisanya setelah akad nikah terjadi.
Setelah perjanjian selesai, Krisnawati menghilang bak ditelan bumi bagi keluarga dan Jonny Evans. Bersembunyi dengan pindah ke kota Bogor. Belajar dengan tekun walau sudah lulus dari paket sekolah SMA.
Krisnawati ikut tes bea siswa kuliah di Australia melalui online. Bertemu dengan Rena Marlina dan Elfa karena ada di deratan dua dan tiga nilai terbaik setelah Elfa. Menjadi sahabat sejati karena memiliki kemiripan sifat yang sederhana dan pantang menyerah.
"Kapan Kris kembali ke desa setelah itu, Sayang?" tanya Juan Mahardika setelah Elfa selesai bercerita.
__ADS_1
"Setelah lulus S1."
"Apakah langsung di terima oleh keluarga Kris?"
"Kris tidak pernah pulang ke rumah sampai ayahnya meninggal dunia."
"Innalilahi wa inna ilaihi rojiun, sekarang bagaimana?"
"Sekarang Kris yang menjadi tulang punggung keluarga dan adiknya kuliah semua."
"Alhamdululillah, Bagaimana hubungan dengan Jonny?"
"Bagi Kris, Jonny adalah musuh yang harus dihancurkan."
Juan Mahardika membulatkan mulutnya sambil mengangguk. Mulai bisa menyambungkan dari cerita Elfa dengan Jonny Evans yang menjadi sahabatnya. Mulai memahami semua usaha dari jalan yang salah pasti akan berakhir dengan cara yang tragis.
"Mengapa sekian lama baru sekarang Kris berhasil?"
"Benar juga, dia memiliki pengawal pribadi, dan sangat pandai bermain di kegelapan."
Elfa sekarang gantian yang mengangguk, jalan benar atau jalan salah itu pilihan pribadi. Semua akan ada resiko yang setimpal sesuai jalan yang ditempuh. Akan ada manfaat bagi yang menjalankan di jalan yang benar.
Elfa mulai tenang setelah mengetahui kafe Jonny Evans sekarang ini sudah ditutup dan pasangi police line. Karyawan yang terbukti bersalah menjadi tersangka bersama bosnya. Ada beberapa karyawan yang tidak terbukti bersalah terpaksa di rumahkan.
Dengan ditutup kafe esek-esek milik Jonny Evans. Ada sedikit perubahan di lingkungan desa Mami Mitha. Tidak banyak orang tua yang memanfaatkan putrinya untuk bisa mendapatkan uang dengan cara instan.
"Oya Sayang. El mau ke villa kapan, soalnya pernikahan Rena dan Asisten Dwi tinggal tiga minggu lagi?"
"Tidak tahu, Kak. El pingin bertemu Opa dulu."
__ADS_1
"Apakah Opa masih di Ngawi?"
"Masih, kata Mami kemarin Opa tidak enak badan. Jadi tidak boleh pulang ke Riyadh sama Papi sampai kesehatan Opa kembali seperti semula."
"El mau ke Ngawi?"
"Entahlah, El masih bingung."
"Kenapa, Sayang?"
"Pekerjaan Akak masih banyak, El tidak mau konsentrasi Akak terpecah antara kantor dan El. Waktu pernikahan Rena juga sebentar lagi."
Juan Mahardika memeluk Elfa dengan erat, "Akak tidak mungkin bisa menemani El ke Ngawi. Namun Akak tidak mungkin sanggup kalau El di sana dan Akak di sini."
"Kalau seandainya El di villa, bagaimana?"
"Akak masih bisa berangkat dari villa ke kantor dan pulang kembali ke villa. Yang terpenting malam kita bisa bersama."
Elfa teringat Papi Alfarizi pendengar jawaban Juan Mahardika. Papi sering mondar-mandir antara villa dan kantor saat Mami Mitha tinggal di villa. Perjalanan jauh sanggup ditempuh yang terpenting selalu bisa bersama.
Terkadang Papi Alfarizi tiba di villa langsung tidur karena merasa lelah setelah perjalanan panjang. Tanpa berbincang dengan Mami Mitha yang terpenting bisa tidur di sebelah istri tercinta. Bahkan, harus berangkat pagi buta saat sang istri masih terlelap dalam mimpi.
Dulu sering marah karena merasa kasihan saat melihat Papi kelelahan. Walau ada sang sopir yang menyetir, tetap saja Papi Alfarizi merasa lelah. Meminta untuk Papi Alfarizi tidak mondar-mandir kantor dan villa.
Sekarang baru mulai menyadari alasan yang sebenarnya. Papi Alfarizi pasti tidak akan bisa tidur tanpa berada di sisi Mami Mitha seperti sang suami yang tidak sanggup jika malam berpisah.
"El lebih memilih mengunjungi Opa dulu di Ngawi daripada ke villa, Akak."
"Bagaimana dengan Akak, mana sanggup Akak malam tanpa El?"
__ADS_1
"Gampang saja, setelah selesai bekerja Akak pulang ke Ngawi dengan helikopter dan paginya bekerja lagi menggunakan helikopter juga."
"Waduh?"