Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 120. Street Food


__ADS_3

Hari ini Elfa dan Juan Mahardika sedang berada di street food yang ada di salah satu sudut kota yang ada di Italia. Setiap negara yang dikunjungi, Elfa lebih memilih mencoba makanan yang terkenal mudah di dapat, dan enggan masuk restoran besar. Seperti saat ini Elfa sedang menikmati jajanan yang bernama Trapizzino.


Trapizzino ini sebenarnya adalah nama merk dagang street food di Italia yang kemudian populer menjadi sebutan makanan. Menginovasi pizza dengan membuatnya lebih tebal berbentuk segitiga. Diisi dengan berbagai macam isian sesuai selera seperti buntut sapi rebus, babat, cumi-cumi, dan masih banyak lagi varian lainnya. Tidak hanya inovasi pada pizza saja, tampilannya juga sederhana sehingga memudahkan saat makan.


"Akak coba satu gigit saja, Sayang!"


"Akak mau, ini!" Elfa menyuapkan dengan cara menggigit roti empuk nan tebal itu.


Sedang asyik menikmati gurih dan lezatnya Trapizzino, ada notifikasi pesan WA di ponsel Juan Mahardika. Ada tulisan nama Henry Alexander yang mengirim pesan. Kemarin saat laki-laki itu meminta nomor ponsel Elfa, nomor Juan Mahardika lah yang dikirim.


"Tuan, Mama Henry ingin bertemu dengan Anda, apakah diizinkan. Kami kebetulan berada di jalan raya yang sama dengan Anda?" tulis pesan WA Henry.


Juan Mahardika langsung menunjukkan pesan itu pada Elfa, "Pesan WA dari Henry, coba baca!"


"Mana mereka, Kak?" tanya Elfa sambil melihat area sekitar street food.


"Jawab saja pesan dia, pasti nanti dia datang!"


"Akak saja yang jawab!"


Setelah pesan dijawab, datang wanita paruh baya berjalan di gandeng oleh Henry Alexander. Wanita yang umurnya kurang lebih seumuran dengan Mami Mitha. Berbadan gemuk dan tinggi, kulit putih dan berambut pirang.


"Selamat siang, Tuan dan Nyonya. Apa kabar?" sapa Mama Henry Alexander.


"Selamat siang, Nyonya. Kami sehat," jawab Elfa dengan membungkukkan badan sebagai tanda hormat.


"Ada yang bisa kami bantu, Nyonya?" tanya Juan Mahardika.


"Kami hanya ingin mengucapkan terima kasih, selama mendiang suami masih bekerja di perusahaan Anda, saya belum pernah bertemu dengan Anda. terima kasih karena perusahaan Anda kami tidak kekuarangan sedikit pun."


"Tidak perlu berterima kasih, Nyonya. Perusahaan sewajarnya memberikan kesejahteraan pada karyawan yang sudah bekerja keras untuk kemajuan perusahaan."


Sedang asyik berbincang dengan akrab. Datang dari kejauhan wanita seksi yang dikenali Elfa. Wanita yang pernah di putar tangannya saat bertemu di Menara Pisa.


"Darling Henry!" teriaknya.


"Magda, dia pacar kamu, Henry?" tanya Elfa sambil menatap tajam wanita yang berlari mendekati.


"Tidak, Mama yang suka dengan dia," jawab Henry dengan sedikit kesal.


Magdalena tidak memperhatikan orang yang sedang berbincang dengan Henry Alexander. Wanita seksi itu datang langsung mendekati Mama Henry dan cipika-cipiki, "Hai Mam!"

__ADS_1


Setelah menyadari ada wanita yang dikenal dan pernah menyakiti. Dengan spontan Magdalena mengusap tangan sendiri seolah masih terasa ngilu. Wajah yang awalnya cerah secerah cuaca hari ini sekarang menjadi seperti mendung tertutup awan.


"Mam, ngapain wanita itu berbincang dengan Anda di sini?" tanya Magdalena dengan suara jutek.


"Hus, yang sopan dengan Nyonya El!"


"Siapa dia, Mam?"


"Beliau adalah pemilik perusahaan di mana Papanya Hendry bekerja."


"Tetapi dia ...!" Magdalena tidak melanjutkan ucapannya setelah melirik Henry Alexander dan Elfa bergantian.


"Kamu mau ngapain ke sini?" tanya Henry dengan kesal.


Magdalena langsung mengubah raut wajahnya yang awal mula mendung kembali berseri-seri. Tidak ingin laki-laki idaman yang sedang diincar menilai negatif. Pura-pura tersenyum walau ada rasa tidak suka.


"Darling, Magda ingin bertemu karena kangen."


Sementara Magdalena berbincang dan merayu Henry. Elfa mendekati Mama Henry dan berbisik di telinganya, "Magda itu calon menantu, Nyonya?"


"Belum sih, Henry tidak mau dijodohkan dengan wanita itu."


"Apakah menurut Anda wanita itu baik dan cocok untuk Henry?" tanya Juan Mahardika sambil berbisik juga.


"Tidak, tetapi kami menilai wanita itu kurang baik untuk putra Anda, dia tipe wanita yang matrialistis."


Magdalena melihat dengan tatapan mata yang datar percakapan Elfa, Juan Mahardika dan wanita paruh baya. Tidak mendengar percakapan mereka, tetapi terkadang Elfa melirik wanita seksi itu yang bembuat curiga. Namun Magdalena tidak berani mendekat karena takut dengan ancaman Elfa waktu kemarin.


"Henry, apakah bisa temani makan siang Magda?"


"Maaf, silahkan makan siang sendiri, kami baru saja makan siang."


"Please Darling, Magda lapar, kita makan di restoran sebelah sana, yok!"


Mama Henry mendekati putranya dan mengusap pundaknya perlahan, "Apakah Magda akan mentraktir kami makan siang?"


Dengan cepat Magdalena menggelengkan kepala, "Tidak dong, Mam. Bukankah biasanya laki-laki yang mentraktir saat makan bersama?"


Elfa dan Juan Mahardika hanya tersenyum saling pandang. Tidak ikut berbincang dengan wanita masa lalu yang terlihat matrialistis. Yang terpenting bagi Elfa. dia kapok dan tidak berusaha mendekati suami tercinta.


Juan Mahardika berpamitan dengan berbisik di telinga Henry Alexander. Elfa berpamitan dengan Mama Henry tanpa menyapa Magdalena. Wanita seksi itu juga hanya memandang saja dan tidak berani menyapa Juan Mahardika.

__ADS_1


"Sayang, gertakan El kemarin sangat ampuh, dia terlihat takut dan tidak berani mendekat kita," kata Juan Mahardika sambil berjalan menjauh.


"Jelas saja pasti kapok, tangan wanita itu El puntir pasti rasanya ngilu."


"Sudahlah, jangan bahas dia lagi. El mau mencari makanan apalagi?"


"El mau lihat-lihat dulu deh."


Elfa berjalan perlahan memperhatikan satu per satu makanan yang di jajakan oleh pedagang pinggir jalan. Ada banyak makanan yang terlihat lezat dan sangat menggoda untuk dicicipi. Namun, Elfa masih memilih dan memilah sambil melihat komposisi dan bahan yang dibuat.


Elfa mendekati gerai makannan yang berbentuk bulat kecil seperti kroket kentang di Indonesia. ada tulisan Polpette di atas gerai dan komposisi terdiri dari bahan kentang dan daging sapi cincang, "Akak, El mau itu ya?"


"Ok, Akak juga suka Polpette ini."


Membeli dua porsi Polpette yang berisi delapan pics. Membayar dengan uang Euro empat lembar dengan nominal Indonesia sekitar empat ratus ribu. Harga satu pisc Polpette sekitar lima puluh ribu jika di rupiahkan.


Belum sempat menikmati gurih dan nikmatnya Polpette. Magdalena datang dan berjalan setengah berlari mendekati Elfa dan Juan Mahardika dengan emosi. Wajahnya terlihat memerah karena marah dan kesal.


'Waaah cari mati nih wanita gila itu.' gumam Juan Mahardika dalam hati.


Elfa tidak melihat Magdalena berjalan mendekat. Karena terfokus dengan mengamati makanan jajanan street food yang berbentuk bulat. Hanya Juan Mahardika yang melihat wanita seksi datang mendekat.


Tanpa diduga, wanita seksi itu menarik pembungkus Polpette yang dipegang oleh Elfa. Dengan otomatis Polpette yang berbentuk bulat itu menggelinding ke berbagai arah, "Kamu mengatakan apa sama Henry dan mamanya sampai mereka menolak Magda!" teriaknya.


BERSAMBUNG


Hai hai


Apakah sudah mampir dicerita Ais dan Abel, Ada juga Kaisar Ar yang menggemaskan lo, yok mampir di sebelah


ini burb nya


Pakar Cinta Terkena Karma


Abelino Abraham laki-laki tiga puluh tahun petualang cinta ulung. Bersama dua sahabatnya selalu bisa menaklukkan setiap wanita yang dirayu. Selalu berakhir di ranjang dan bergulat menikmati indahnya surga dunia.


Suatu saat Abel salah sasaran memberikan obat yang biasa dipakai jika susah menaklukkan wanita. Yang awal tujuannya untuk putri pengusaha besar. Yang meminum temannya gadis berhijab bernama Aisyah Mustafa.


Setelah kejadian satu malam itu. Ais tidak bisa menuntut tanggung jawab karena mengatakan melakukan suka sama suka. Ais harus menanggung aib memiliki putra tanpa pendamping.


Lima tahun berlalu, Mereka bertemu saat Abel di vonis tidak bisa memiliki keturunan karena kecelakaan. Mulai jatuh cinta dan mengejar cinta Ais. Bagaimana perjuangan dia dan apakah Ais menerima cinta Abel?

__ADS_1



__ADS_2