Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 16. Bertemu Dokter


__ADS_3

Juan Mahardika tersentak kaget mendengar pertanyaan Asisten Dwi Saputra. Mulutnya tanpa sadar berkata untuk berobat. Padahal selama tiga bulan ini menyembunyikan pusaka yang masi mati suri.


"Gue akhir-akhir ini lemas dan tidak bergairah," jawab Juan Mahardika dengan asal.


Asisten Dwi Saputra mengerutkan keningnya sambil memandang wajah Juan Mahardika. Mengetahui setiap malam selalu bersenang-senang di klub malam atau diksotik. Seolah tidak percaya kalau tidak bergairah.


"Maksud anda tidak bergairah bagaimana, Tuan. Bukankah Anda setiap malam mencari wanita cantik?"


Juan Mahardika tersenyum kecut mendengar pertanyaan asisten sendiri. Setiap hari hanya untuk menutupi kekurangan pusaka yang masih mati suri. Tidak seorang pun tahu termasuk wanita yang selalu dikencaninya apa yang terjadi saat ini.


Kebanyakan wanita yang dikencani selalu dibuatnya seolah mereka yang bersalah. Juan yang pandai merayu dan pandai bersilat lidah. Sebagian besar wanita yang dikencani yang merasa bersalah.


Hanya sayangnya tidak seorang wanita pun yang menyadari jika pusaka Juan Mahardika masih mati suri. Mereka rata-rata bisa termakan rayuan Juan Mahardika.


"Entahlah, Setamina gue sekarang ini menurun drastis, sudahlah gue mau berangkat. Kalau ada hal mendesak hubungi segera, mengerti?"


"Baik ... oya Tuan kira-kira Anda berapa hari di Australia?"


"Tidak tahu, tergantung pemeriksaan dokter nanti."


"Siap ...."


Juan Mahardika berangkat ke Australia dengan menggunakan pesawat komersil. Malas menunggu pesawat pribadi yang sekarang ini masih berada perjalanan bisnis Daddy Hans Mahardika ke Eropa. Tidak mau merepotkan orang tua dan tidak ingin mereka tahu apa yang terjadi pada dirinya sendiri.


Dengan kelas bisnis ada banyak wanita cantik dan seksi duduk di sana. Juan Mahardika mulai malas untuk merayu mereka. Ketidak berdayaan pusaka yang terus tidak mau diajak beraksi membuat Juan Mahardika lelah berusaha.


Memilih untuk tidak dikenal oleh orang lain dengan cara memakai masker di mulutnya, kaca mata hitam dan topi. Jika diperhatikan dengan seksama mungkin baru dikenal. Namun jika hanya dipandang sepintas tidak ada yang mengenal.

__ADS_1


Mata, hati dan pikiran Juan Mahardika kini seolah sedang menabuh gender perang. Mata dan hati ingin selalu memandang wajah wanita cantik dan seksi yang ada di sekitar. Namun pikirannya tidak bergairah dan enggan untuk hanya sekedar menyapa saja.


Memilih untuk memejamkan mata agar hati dan pikiran bisa beristirahat. Seolah kini Juan Mahardika lelah jiwa dan raga. Terlelap sampai pesawat mendarat di kota kelahiran baru terjaga.


Sampai Australia tidak langsung pulang ke rumah orang tua. Lebih memilih untuk langsung bertemu dengan dokter pribadi. Dokter yang dulu pernah melakukan vasektomi saat umur dua puluh lima tahun.


Dokter Urologi yang ingin ditemui sudah menunggu di kantor pribadi. Dokter pribadi yang pernah melakukan vasektomi adalah salah satu teman Juan MAhardika saat duduk di bangku SMA. Dokter sekaligus teman petualang merayu wanita.


Sama-sama casanova serta Sama-sama dari kalangan orang berada. Orang tua yang kaya-raya, terpandang dan disegani di dunia bisnis. Mereka berpisah saat kuliah namun tetap berpetualang bersama.


Sementara Elfa sudah menempuh trimester pertama kuliah. Sekarang tanpa ragu menunjukkan jati diri. Yaitu putri seorang pengusaha yang terkenal  kaya raya keturunan Arab.


Penampilan Elfa sekarang ini selalu menjadi trans center mahasiswi satu kampus. Dari penampilan yang selalu modis dengan baju hasil desainer Mami Mitha. Tanpa sengaja Elfa seolah sedang menjadi brand ambasador untuk butik milik orang tua.


Banyak laki-laki yang mengejar Elfa, baik satu fakultas ataupun beda fakultas. Wajahnya yang manis dan senyumnya yang menawan selalu menjadi perhatian. Hanya sayangnya tidak seorang pemuda pun yang bisa menakhukkan hati Elfa.


Salah satu pemuda yang sering mengejar Elfa adalah pemuda keturunan melayu Indonesia yang lahir di Malaysia, tetapi sudah lama tinggal di Australia. Nama pemuda itu Atheer Ahmed putra pengusaha emas intan dan berlian.


Ada satu lagi yang sangat tergila-gila dengan Elfa walau baru kenal. Dokter Urologi yang tampan dan mapan. Dokter Yohan Garnett yang selalu memanfaatkan pekerjaan untuk mendekati Elfa.


Elfa saat ini sedang berada di salah satu rumah sakit yang ada di Australia. Kebiasaan saat di Bogor sering membantu pasien rumah sakit Aljuzeka, membantu pasien yang trauma. Sekarang ini Elfa menjadi salah satu relawan yang membantu pasien depresi di salah satu rumah sakit terkenal di Australia.


Setiap satu minggu dua kali Elfa membantu pasien dengan memberikan terapi, sugesti atau hipnotis. Elfa menggunakan terapi itu sudah lama dilakukan, banyak pasien yang berhasil sembuh dari trauma. Banyak pasien yang merasa tenang jika berbincang dengan Elfa.


Terkadang Elfa tersenyum sendiri saat menghadapi pasien pasangan suami istri. Pasangan yang sering mengalami trauma karena masahan hubungan suami istri. Elfa langsung teringat apa yang dilakukan pada Juan Mahardika.


Pagi ini Elfa berada di ruang rawat jalan bersama beberapa dokter. Sedang berhadapan dengan sepasang suami istri yang sedang bersitegang. Sang suami berselingkuh sedangkan sang istri mengancam ingin memotong burung perkutut milik suami yang sudah dipelihara sejak menetas.

__ADS_1


Awalnya pertengkaran mereka karena sang suami mengira yang akan dipotong adalah burung senjata andalan. Sang Suami sudah panik dan emosi. Marah dan memecahkan semua barang yang ada.


Sejak peristiwa itu sepasang suami istri trauma. Yang istri trauma karena diselingkuhi. Dan sang suami takut senjata andalan dipotong.


Dengan menggunakan sugesti Elfa berangsur-angsur bisa membantu pasangan itu harmonis kembali. Baru selesai melakukan counseling bersama pasangan suami istri. Elfa dipanggil dokter urologi melalui seorang perawat.


"Kak El, dipanggil Dokter Yohan Garnett," kata Perawat dengan sopan.


"Ada apa, Sus?" tanya Elfa.


"Dokter Yohan Garnett meminta Anda mendampingi pasien yang akan operasi membuka vasektomi!"


"Idih lagi-lagi dengan alasan pekerjaan hanya untuk mendekati El," gerutu Elfa sambil mengerucutkan bibir.


Sahabat satu kampus dan satu jurusan tersenyum sambil menyenggol bahu Elfa, "Jangan marah ... nanti jatuh cinta beneran lo!" goda Sheilla Jannes.


"Buat kamu saja, El malas banget."


"Eee ... Dokter Yohan Garnett sukanya sama El bukan sama Sheilla."


"Sheilla suka sama dia, 'kan?"


"Jangan ngawur, sana cepat temui dia. Nanti dia marah dan memberikan tugas pada kita yang tidak masuk akal seperti kemarin!" perintah Sheilla Jannes sambil mendorong Elfa agar berangkat.


"Sama aja El jadi tumbal agar kalian tidak di hukum dong," gerutu Elfa dengan terpaksa menuju ruang operasi yang tidak jauh dari ruangan yang ditempati.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Yok mampir kk di novel teman author yang keren ini



__ADS_2