Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 63. Berita Sang Mantan


__ADS_3

Elfa sedang duduk di ruang keluarga bersama Mami Mitha di rumah yang ada di Bekasi. Setelah boleh pulang dari rumah sakit, Elfa memilih pulang bersama kedua orang tua. Menolak untuk menginap di rumah Alfian Alfarizi, padahal Teteh Rania ingin merawat adik iparnya.


Awalnya Elfa konsentrasi pada laptop sedang melihat dokumen tentang bencana kemarin. Tanpa sengaja mendengar ada berita di televisi tentang Sherly Crash. Mengabarkan tentang kehamilan dan kekasih baru yang berasal dari Indonesia.


Mata Elfa langsung tertuju pada televisi tanpa berkedip. Tidak menyadari jika Mami Mitha memperhatikan Elfa sambil tersenyum. Mami Mitha seolah sedang bercermin pada putrinya saat ini karena teringat masa lalu.


Mami Mitha hanya menebak jika putri kesayangan hatinya mulai terpaut. Melihat dari sikap dan tindakan tidak sesuai dengan hati. Selalu menolak dan tidak mengakui perasaan hati, tetapi ada berita tentang sang mantan tunangan memperhatikan dengan serius.


Saat Elfa melirik Mami Mitha, bergegas Mami Mitha pura-pura ikut memperhatikan tayangan televisi. Tidak ingin putrinya tahu jika beberapa hari ini selalu memperhatikan. Namun, saat Elfa kembali melihat televisi, Mami Mitha kembali pemperhatikan wajah Elfa yang terlihat berseri-seri.


"Apa benar laki-laki yang di berita itu asli Indonesia, Nak?" tanya Mami Mitha setelah infotaiment memberitakan berita artis lain.


"Itu model Indonesia yang terkenal karena skandal perselingkuhan beberapa bulan lalu, Mami."


"Ooo kalau dilihat dari wajahnya seperti orang dari suku Melayu."


"El juga tidak tahu, El izin ke kamar mandi dulu ya, Mi!"


"Hhmm."


Elfa berlari ke lantai atas menuju kamar. Sebenarnya tidak berniat untuk ke kamar mandi. Karena Elfa menerima pesan WA dari Juan Mahardika dan ingin membacanya di kamar.


Ada empat pesan WA dari Juan Mahardika yang masuk. Yang pertama tulisan ucapan salam disertai emot lambaian tangan. Pesan yang kedua ada tulisan I miss you so much ditambah emot hati.


Pesan WA yang ketiga adalah tayangan vedio berita tentang Sherly Crash. Dan pesan yang keempat tulisan untuk segera melihat tayangan vedio. Ditambah permohonan untuk bertemu pada pesan WA yang terakhir.


"Tidak semudah itu ingin bertemu," kata Elfa menutup pesan tanpa menjawab satupun untuk Juan Mahardika.

__ADS_1


Elfa mencari informasi lebih lanjut tentang Sherly Crash di media sosial menggunakan laptop. Ponsel diletakkan di meja begitu saja. Ada lagi pesan WA yang masuk berkali-kali kemungkinan dari orang yang sama.


Elfa terus mencari informasi tentang berita model yang sekarang ini sedang berbadan dua. Ada banyak sekali berita itu di akun pribadi model itu atau di acara gosip. Sebagian besar menceritakan pasangan model dan kehamilan saja.


Hanya sedikit kabar berita tentang hubungan dengan Juan Mahardika. Hanya menceritakan tentang kandasnya hubungan itu karena Sherly Crash yang selingkuh. Dan yang lebih parah lagi, Sherly Crash yang berselingkuh, dia pula yang memutuskan hubungan.


Elfa mengerutkan keningnya memahami berita yang baru dibaca, "Berarti sebenarnya laki-laki itu masih suka dong sama model itu?" monolog Elfa sendiri.


Dengan sedikit emosi Elfa mengambil link berita itu dan dikirim ke Juan Mahardika. Tanpa membaca dulu pesan yang masuk yang baru dikirim. Tanpa ada pesan yang ditulis dibawahnya sebagai keterangan.


Setelah sepuluh menit ada kiriman pesan lagi dari Juan Mahardika, "Berita itu hanya hoak, Akak tahu El cemburu. Coba El lihat vedio yang Akak kirim terakhir. Akak miss El."


Bergegas Elfa membuka kiriman vedio yang dikirim Juan Mahardika. Vedio itu ada rekaman Asisten Dwi Saputra saat berkunjung di apartemen Sharly Crash. Bukti nyata jika Juan Mhardika lah yang memutuskan hubungan.


Selesai melihat bukti, Elfa langsung mematikan ponsel sambil menggerutu sendiri, "El, mengapa emosi sih yang didulukan, kalau begini jadi bagaimana?" Elfa memukuli kepalanya sendiri perlahan.


Dengan mudah Juan Mahardika mengetahui isi hati pujaan hati. Sebenarnya di dalam hati yang paling dalam hati gadis itu sudah mulai terpaut walau tanpa di sadari. Bisa menebak sakit hati karena luka yang dulu ditorehkan belum benar-benar hilang.


"Maafkan Akak atas luka itu, El. Akak janji akan mengganti sakit hati itu menjadi kebahagiaan setiap detiknya. Akak akan menghujani cinta yang tidak bisa kamu bayangkan. Akak sangat mencintai kamu, El." monolog Juan Mahardika sambil terus memandang foto Elfa yang ada di laptop.


Sudah tiga hari berlalu, Juan Mahardika selalu mengirim pesan WA kepada Elfa. Pagi, siang, sore dan malam hari tanpa lelah terus dilakukan. Walau hanya dibaca saja oleh Elfa tanpa ada jawaban sekalipun, tetapi Juan Mahardika tidak pernah menyerah.


Karena kesibukan pekerjaan di kantor, Juan Mahardika tidak bisa berkunjung ke Bogor. Menjelang akhir tahun kesibukan kantor semakin meningkat. Tidak masalah tidak bertemu yang terpenting bisa mencurahkan isi hati walau tanpa jawaban.


Hari Sabtu ini berencana akan berkunjung ke rumah sakit Aljuzeka untuk bertemu Elfa. Memerintahkan Asisten Dwi Saputra untuk mencari informasi posisi sang pujaan hati. Akan mudah meminta izin abang atau orang tua untuk bisa bertemu.


Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, Asisten Dwi Saputra mendapatkan kabar jika Elfa berada di Bekasi. Akan lebih dekat jika ditempuh perjalanan dari apartemen. Mempersiapkan dengan segenap jiwa raga, melakukan perawatan, potong rambut dan penampilan yang sempurna.

__ADS_1


Melunjur menuju rumah yang ada di Bekasi dengan mobil kesayangan. Tidak lupa dua buket bunga mawar putih dan mawar merah. Berencana untuk Mami Mitha buket mawar merah dan kekasih hati buket mawar putih.


Ada banyak harapan dan impian menuju rumah milik Papi Alfarizi yang ada di Bekasi. Bisa bertemu dan melepas rindu hampir satu minggu tidak bertemu. Setidaknya berharap bisa berbincang berdua dari hati ke hati.


Sampai di pintu gerbang rumah Papi Alfarizi, Juan Mahardika turun dan menemui security yang berjaga, "Permisi, Assalamualaikum, Pak."


"Walaikum salam, ada yang bisak kami bantu, Tuan?"


"Saya ingin bertemu dengan Tuan Al atau Nona El."


"Apakah Anda sudah buat janji, Tuan?"


"Belum sih, apakah saya harus membuat janji terlebih dahulu?"


"Tidak juga sih, Tuan."


"Jadi apakah saya bisa bertemu sekarang?"


"Maaf, karena itulah saya bertanya, biasanya Tuan Al akan menunggu tamu sampai datang jika sudah membuat janji, Beliau selalu menepati janjinya."


"Ooo begitu."


"Tuan Al dan Nyonya Mitha baru saja berangkat ke Riyath dua jam yang lalu menggunakan pesawat peribadi."


"Apakah saya bisa bertemu dengan Nona El?"


"Nona El baru saja berangkat ke Ngawi menggunakan helikopter."

__ADS_1


__ADS_2