Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 208. Imunisasi Twins Baby


__ADS_3

Pagi ini, Elfa dan Juan Mahardika ke rumah sakit Aljuzeka bersama twins baby. Nany Sofia menggendong baby Zi dan Bibi Suti menggendong baby Za. Perjalanan pertama twins baby sangat dipersiapkan dengan matang termasuk keperluan tidur dan stroller bayi.


Di kamar khusus milik keluarga yang akan ditempati Elfa dan twins baby sekarang ini sudah siap dengan ditambah fasisilas super lengkap. Bukan pasien yang mendatangi dokter, tetapi tim dokter yang akan mendatangi pasien istimewa.


Tidak hanya keluarga Alfian yang hadir kali ini, Papi Alfarizi dan Mami Mitha juga tidak ketinggalan. Menemani cucu yang akan di imunisasi dan mendampingi Elfa konsultasi pada dokter atau kakak angkat tercinta. Ingin mendampingi disetiap momen pertumbuhan penting cucu tercinta.


Yang pertama diimunisasi adalah baby Zi. Bayi bule itu menangis sejadi-jadinya saat lengan atas terkena jarum suntik. Sedangkan baby Za hanya menangis sebentar saja.


"Sakit, 'kah?" tanya Juan Mahardika dengan khawatir.


"Sakit ini tangan Zi, Dad. Mama Atha suntik Zi." Elfa mewakili baby Zi laporan.


"Sini, Nak. Gendong Daddy, ya?"


Dengan dipeluk dan didekap di dada, perlahan baby Zi berhenti menangis. Juan Mahardika menggerakkan badan sambil mengusap punggung baby Zi. Bayi bule semakin rileks dan berhenti menangis.


"Tidak sakit lagi, 'kan? tanya Mami MItha.

__ADS_1


"Sudah sembuh, Oma. Zi kuat dan pintar," jawab Juan Mahardika menirukan suara anak kecil.


Sambil menggendong baby Zi, Juan Mahardika mendengarkan keterangan dokter Atha dan dokter anak. Terkadang reaksi bayi bermacam-macam setelah diimunisasi. Terkadang akan panas dan demam, ada juga yang biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu.


"Kita menginap satu hari di sini, tolong persiapkan semua!" perintah Juan Mahardika.


Elfa yang selesai memberikan ASI kepada baby Za langsung menyerahkan bayi bule kepada Nany Sofia, "Mengapa harus menginap, Akak?"


"Akak ingin mendapatkan perawatan terbaik untuk twins baby."


Filling Juan Mahardika benar, malam ini twins baby suhu badannya meninggat drastis. Selalu menangis bergantian dan hanya diam jika diberikan ASI.Namun, jika lepas dari dekapan Elfa kembali bayi bule itu menangis sejadi-jadinya.


Berpindah endongan dari Mami Mitha, Nany Sofia, Bibi Suti dan Juan Mahardika, tetapi bayi itu terus saja menangis. Elfa yang paling lemas, lapar dan capek. Juan Mahardika yang paling bingung dah khawatir karena baru pertama kali melihat buah hati rewel dan tidak enak badan.


"Sabar dong, Nak. Daddy tidak punya ASI!"


"Apakah ditambah susu formula saja, Tuan?" tanya Nany Sofia.

__ADS_1


Elfa yang paling tidak setuju jika buah hatinya diberikan susu formula, "Tidak perlu, Nany. Tolong ambilkan makan dan susu ibu menyusui saja agar produksi ASI semakin lancar!"


"Lihatlah, Nak. Mommy lapar, apakah Za mau bantu?" tanya Juan Mahardika mengajak berbincang putrinya dalam dekapan.


Baby Za langsung terdiam seolah mendengar apa yang dikatakan sambil memandang wajah Juan Mahardika, "Ayo, kita ambilkan makan untuk Mommy, ya?"


Juan Mahardika terus mengajak baby Za berbincang sambil menganggukkan kepala. Terkadang bayi bule membuka mulut sambil menggerakkak kepala ke kanan dan ke kiri, "Za mau ikut makan juga atau nanti kalau sedah besar Za masakkan Mommy, ya?"


"Eee, Za mau jadi chef terkenal?" tanya Elfa dari tempat tidur.


Tanpa diduga baby Za kembali menangis setelah mendengar suara Elfa. Membuat Juan Mahardika bingung dan mendekati Elfa, "Mommy, Za mau jadi pengusaha sukses seperti Daddy, bukan Chef," protes Juan Mahardika dan tiba-tiba baby Za terdiam.


"Eeee benarkah itu, Nak?" tanya Elfa


BERSAMBUNG


__ADS_1


__ADS_2