Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 99. Pesta pernikahan


__ADS_3

Juan Mahardika langsung teringat dengan mantan tunangan yang diketahui sedang berbadan dua. Kemungkinan besar Sherly Crash yang yang datang berkunjung. Hanya wanita itu yang berani datang tanpa mengenal waktu.


"Bibi mengenal wanita hamil itu?" tanya Elfa.


"Bibi tidak mengenal dia, Nyonya."


Kembali Juan Mahardika memandang ke arah Elfa. Berarti dugaan pertama salah, tidak mengenal sama sekali wanita hamil selama ini, "Siapa wanita hamil yang mencari Akak, Sayang?"


"Mana El tahu, sebaiknya Akak lihat saja sana!"


"Baiklah, tetapi temani Akak ya!"


Sambil mengangguk Juan Mahardika menggandeng Elfa dengan mesra. Bergegas berjalan menuju pintu utama. Ada rasa cemas tiba-tiba muncul di hati.


Pintu dibuka perlahan, hanya ada koper yang tergeletak di depan pintu. Tidak ada sosok wanita hamil seperti yang dimaksud oleh bibi. Bahkan, Juan Mahardika dan Elfa sampai melihat di sekitar teras rumah.


"Mana orang itu, Akak?"


"Akak juga tidak tahu."


"Aku di sini, Juan!" teriak wanita yang hamil besar berjalan mendekati pintu masuk.


"Caterina!" teriak Juan Mahardika.


Saat wanita hamil itu merentangkan tangan menyambut Juan Mahardika. Tangan Juan Mahardika dilipat di depan dada. Elfa yang akhirnya dipeluk oleh Caterina, "Apakah wanita cantik ini istri kamu?"


"Iya, perkenalkan Elfamitha Mahardika," jawab Juan Mahardika.


"Hai Elfamitha, panggil aku Catty, aku sepupu Juan. Putri dari adik kandung Daddy Hans Mahardika."


"Salam kenal Catty, panggil El saja."


Juan Mahardika masih bingung dengan hal yang terjadi dengan Caterina Mahardika. Wanita berumur hampir empat puluh tahun itu belum pernah menikah. Namun, sekarang ini terlihat sedang hamil tua dan datang seorang diri.

__ADS_1


Keluarga Caterina Mahardika tinggal di Belanda. Mereka diundang di acara resepsi pernikahan tidak cuma satu orang saja. Melainkan semua keluarga besar yang tinggal di Belanda.


"Catty, di mana semua keluarga, mengapa ke sini sendiri?"


"Mereka masih sibuk, kemungkinan besok mereka tiba di sini."


"Kamu datang sendirian, di mana sua ...?" Juan Mahardika tidak sempat melanjutkan ucapannya karena Caterina langsung memotong pertanyaan Juan Mahardika. "Catty belum menikah, Catty mempunyai bayi melalui bayi tabung karena umur sudah tidak muda lagi."


Elfa sebenarnya sudah tidak kaget, tetapi hanya heran mendengar cerita sepupu Juan Mahardika. Di negara yang mayoritas berkeyakinan beda dengan sebagian besar masyarakat Inonesia. Memiliki anak tanpa menikah adalah hal yang biasa bagi mereka.


Satu persatu tamu keluarga datang bergantian. Baik dari luar negeri atau yang datang satu negara. Yang terakhir datang rombongan keluarga dari mempelai wanita yaitu rombongan keluarga Zulkarnain.


Seluruh keluarga menginap di Hotel bintang lima milik keluarga Mahardika sendiri. Dalam satu minggu hotel ditutup untuk umum dan tidak menerima tamu. Dikhususkan untuk mengadakan pesta pernikahan pemilik hotel.


Di Australia pesta pernikahan lebih simpel dan singkat saja. Menggunakan konsep modern sehingga seperti jamuan makan. Tidak ada tradisi leluhur yang dilakukan secara khusus.


Ada satu menu yang khas dalam acara pernikahan di sana yaitu tidak lupa kue lamington yang khas. Kue yang berdasarnya kue sponge berwarna kuning yang dilapis dengan cokelat dan taburan kelapa kering. Dibentuk kotak dadu semakin menambah keunikan kue yang bercita rasa unik.


Pesta di gelar mulai dari tergelincirnya matahari, bagi orang indonesia setelah sholat magrib sampai pukul sepuluh malam. Diawali dengan sambutan dari keluarga yang diwakili oleh suami Auntie Fira yaitu Uncle Marcellino.


Bergantian dari sahabat dan keluarga dekat yang memberikan sambutan, kesan atau pesan. Mulai dari adik, sepupu dan karyawan yang mewakili. Dari pihak rombongan keluarga diwakili oleh Asisten Julio.


Pasangan pengantin memakai gaun pengantin modern rancangan desainer ternama di Australia langganan Mommy Vera. Warna senada dikenakan pengantin pria yaitu putih tulang. Sama juga dengan keluarga sebagian besar memakai gaun yang berwarna putih.


Semua berjalan lancar tidak ada kendala sampai datang artis dan model terkenal mantan tunangan Juan Mahardika. Sherly crash datang sendirian dengan menggunakan gaun longkar berwarna putih berpadu dengan warna merah terang.


Yang menjadi perhatian semua orang bukan masalah sang mantan yang datang dalam acara pesta pernikahan. Namun, Wanita model majalah dewasa itu datang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Datang dalam keadaan setengah mabuk, berjalan pun seolah melayang dan tidak menapak di lantai. Walau wajahnya terlihat tersenyum dan berusaha bersikap biasa saja, tetapi tidak dengan tindakannya.


Sherly Crash seolah lebih percaya diri dan lebih fit, hanya sayangnya mulutnya berbicara melantur. Ada banyak yang memperhatikan wanita itu dengan tatapan mata yang aneh. Tidak banyak yang bersimpati karena sudah hamil besar, tetapi tidak menunjukkan simpati pada bayi yang ada dalam dikandungan.


Sherly Crash mendakati mempelai sambil merentangkan tangan, "Beb, selamat ya kamu ...!" sebelum sampai pada Juan Mahardika Asisten Dwi Saaputra langsung menarik lengan Sherly Crash. "Sebaiknya Anda duduk sini terlebih dahulu, tolong jangan bikin keributan!" perintah Asisten Dwi Saputra dengan tegas.

__ADS_1


"Asisten Dwi, permisi Sherly mau bertemu Beb Juan. Mengapa Sherly dilarang bertemu dengan kekasih hati?"


Juan Mahardika menahan amarah melihat tamu yang mabuk. Menggandeng Elfa begegas mendkati Mommy Vera, "Mom!"


Mommy Vera sedang berbincang dengan teman sosialita sehingga tidak memperhatikan ada Sherly Crash datang, "Ada apa, Nak?"


"Mom mengundang Sherly?"


"Mom mengundang keluarga besar mereka, tidak hanya Sherly saja."


"Coba Mom lihat, dia datang dalam keadaan mabuk!"


"Betulkah?"


"Sebaiknya Mom usir saja dia daripada membuat onar!"


Mommy Vera berlari mendekati Sherly Crash yang sedang berdebat dengan Asisten Dwi Saputra, "Ayo ikut Mom sebentar!"


Tangan Sherly Crash ditarik oleh Mommy Vera keluar gedung resepsi. Hanya sayangnya tenaga Mommy Vera tidak sekuat ibu hamil yang sedang setengah mabuk. Justru Mommy yang mengikuti Sherly Crash berjalan mendekati Juan Mahardika.


Juan Mahardika yang sedang merayu istri dan tidak melihat sang mantan mendekati. Dengan tersentak kaget sambil menarik tangan saat wanita hamil itu menyentuh tangannya, "Astaghirullah!" teriak Juan Mahardika.


"Hai, Beb. I miss you so much," kata Sherly Crash mencoba kembali mencoba untuk meraih tangannya.


"Mom, apa-apaan ini?" Juan Mahardia sudah tidak bisa menahan emosi.


"Sorry, Mom tidak kuat saat di tarik Sherly mendekati kalian."


Elfa mengusap lengan Juan Mahardika dengan lembut. Berbisik di telinga, "Sabar dong, Akak. Jangan marah sama Mom."


"Akak sangat kesal, wanita tidak tahu malu itu datang sambil mabuk dan membuat onar, Sayang."


Sherly Crash seolah tidak merasa bersalah, dia tersenyum mengusap perutnya yang membuncit sambil melirik Juan Mahardika yang terlihat marah, "Lihatlah, Beb. Apa kamu tidak merindukan Sherly dan bayi cantik yang ada dalam kandungan ini?"

__ADS_1


__ADS_2