Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 25. Patah Hati Berjama'ah


__ADS_3

Dengan cepat Asisten Dwi Saputra menutup laptoplnya. Berharap wanita yang baru datang tidak sempat melihat apa yang telah dilakukan. Paling tidak hanya fokus pada Juan Mahardika saja dan tidak melihat dirinya yang tadi fokus melihat laptop.


Wanita itu langsung duduk di pinggir sofa yang diduduki oleh Juan Mahardika. Tangannya mengelayut manja di leher Juan Mahardika. Tanpa menghiraukan ada asisten yang ada di depan.


"Kami masih mengadakan meeting, sebaiknya kamu keluar dulu!" perintah Juan Mahardika dengan tegas.


"Ooo rajin banget sih, Honey. Baiklah Sherly tunggu di luar ya, satu jam lagi sudah harus selesai!"


"Hhmm."


Dengan mengusap pipi dan dagu Juan Mahardika, Sherly Crash bergegas meninggalkan kantor pribadi calon tunangan. Matanya terlihat memerah menahan amarah, tetapi bibirnya tersenyum manis. Berjalan melenggang seolah sedang berada diatas catwalk.


"Huff ...!" Asisten Dwi Saputra mengembuskan napas dengan kasar karena gugup.


"Mengapa tidak bilang sih, Tuan. Tunangan Anda ada di belakang saya."


"Aku juga tidak tahu, tadi aku memejamkan mata sambil membayangkan wajah gadis yang bernama El itu."


"Untuk apa membayangkan gadis itu, padahal dua jam lagi Anda akan bertunangan dengan Nona Sherly."


"Entahlah ...?"


Hanya dalam satu jam saja Asisten Dwi Saputra sudah mendapatkan informasi tentang Sherly Crash. Model kelahiran Australia dua puluh lima tahun yang lalu. Wanita dewasa yang mengawali karir sejak duduk di bangku SMA.


Sering berlenggak-lenggok di atas catwalk dengan menggunakan produk pakaian dalam. Mengisi majalah dewasa dengan menunjukkan lekuk tubuh. Juga sering menjadi model dalam produk fitalitas orang dewasa.


Dalam kehidupan pribadi, Sherly Crash adalah wanita yang hidup bebas. Pernah menjalin cinta dengan artis terkenal yang ada di Australia. Pernah juga hidup bersama tanpa ikatan pernikahan selama satu tahun dengan seorang pengusaha restoran terkenal.

__ADS_1


Ada banyak orang terkenal yang pernah berhubungan dengan calon tunangan Juan Mahardika. Foto kebersamaan mereka banyak tersebar luas di media sosial ataupun di akun pribadi model itu. Sebagian besar dari mantan pasangan adalah orang terkenal dan kaya raya.


Mulai dari foto, berita dan unggahan di media sosial sudah cukup bukti untuk diberikan kepada Juan Mahardika. Tanpa harus menyelidiki atau mencari informasi di luar sana. Semua sudah dapat dilihat dengan jelas tanpa disensor sedikitpun.


"Ini silahkan Tuan baca sendiri, sudah saya kumpulkan jadi satu berita tentang calon tunangan Anda!"


Asisten Dwi Saputra mendorong laptop dan menunjukkan berita dan postingan yang sudah dikumpulkan menjadi satu. Dengan mudah Juan Mahardika membaca semua tanpa terkecuali. Ada juga prestasi yang diraih dalam dunia modeling.


"Seburuk ini kah wanita yang dijodohkan dengan aku?" tanya Juan Mahardika setelah selesai membaca semua berita itu.


Asisten Dwi Saputra tersenyum devil sambil bergumam dalam hati, 'Ada kata bijak yang mengatakan orang yang baik akan mendapatkan jodoh yang baik pula, tetapi orang yang kurang baik pasti jodohnya juga kurang baik pula.'


"Ada juga prestasi yang baik kok, Tuan." Asisten Dwi Saputra menghibur agar tuannya tidak bad mood.


Juan Mahardika masih memperhatikan foto-foto Sherly Crash yang berpose sangat fulgar. Baik foto sendiri, saat menjadi model ataupun saat dengan mantan pasangan. Bentuk tubuhnya memang menjadi salah satu daya tarik dan menjadi idaman para setiap laki-laki yang melihatnya.


Juan Mahardika langsung melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanan. Waktu kurang setengah jam lagi acara pertunangan akan segera dimulai. Namun, belum sama sekali mempersiapkan diri untuk acara itu.


"Baru selesai, Mom. Tunggu sebentar Juan bersiap-siap ya!"


Juan Mahardika langsung berdiri meninggalkan kantor menuju kamar. Tidak menunggu Mommy Vera dan Sherly yang ingin duduk dan berbincang. Hanya memberikan kode kepada sang asisten dengan mengedipkan mata.


"Baik, Tuan."


Acara pertunangan berlangsung dengan singkat saja. Hanya bertukar cincin berlian yang harganya selangit. Itupun yang membeli cincin bukan Juan Mahardika sendiri, melainkan Mommy Vera dengan mengajak calon menantu.


Selesai bertukar cincin, makan bersama sembil bercincang akrab dengan dua keluarga. Tanpa ada wartawan atau infotaiment yang datang meliput. Acara yang diadakan di taman belakang rumah mewah keluarga Mahardika sangat tertutup untuk orang luar termasuk komplek perumahan elit yang ada disekitarnya.

__ADS_1


Saat masih berlangsung acara pertunangan. Asisten Dwi Saputra memilih duduk di pojok taman dengan duduk di bangku panjang dekat kolam renang sendirian. Sekarang ini dia sering melakukan chatting dengan Rena yang ada di desa Mami Mitha.


Asisten Dwi Saputra masih sering menghubungi Rena walaupun tidak pernah sama sekali mengetahui identitas gadis itu. Mereka semakin akrab walaupun tanpa status pacaran. Hanya sekedar teman dan saling bercerita hal pribadi ataupun pekerjaan.


Berita orang terkenal sering saja ada paparazi yang mengetahui walaupun di sembunyikan. Dua hari setelah pertunangan Juan Mahardika dan Sherly Crash mulai tersebar di media sosial. Ada foto Juan Mahardika saat sedang menyematkan cincin tunangan pada model terkenal Sherly Crash.


Tak terkecuali berita itu tersebar di kampus Elfa. Berita dan kabar burung itu seolah menggemparkan kampus. Yang awalnya Juan Mahardika dipuja dan dikagumi oleh seluruh kampus terutama mahasiswi, sekarang ini seolah para mahasiswi sedang patah hati berjama'ah.


Banyak yang awalnya ingin menghadiri pertemuan mata kuliah tiga minggu lagi. Sekarang ini membatalkan kehadiran mereka dengan membatalkan dan konfirmasi pada panitia. Terutama para mahasiswi yang bukan dari fakultas bisnis telekomunikasi dan informatika.


Sampai juga berita pertunangan Juan Mahardika di telinga Elfa dan Shella Jannes. Elfa hanya cuek bebek dan tidak perduli sama sekali. Namun, Sheilla Jannes seperti sedang kebakaran jenggot karena gadis itu sangat mengidolakan sosok tampan Juan Mahardika.


"El, Shei sedang patah hati sekarang, kesal sekali hari ini!" teriak Sheilla Jannes sambil memeluk Elfa dengan erat.


"Laki-laki begitu kamu tangisi, rugi banget dong, Shei," jawab Elfa sambil menggelengkan kepala.


"Shei itu sangat menyukai ketampanan dia, El."


"Jangan cuma tampan saja yang dilihat, Shei. Otak dan hatinya juga dilihat."


"El tahu tidak tunangan si idola Shei itu?"


"Tidak siapa dia?"


"Itu lo, El. Model majalah dewasa yang sudah go international yang bernama Sherly Crash."


"Oooo?" Elfa tidak menanggapi cerita Sheilla Jannes.

__ADS_1


Elfa termenung dan teringat dengan apa yang dilakukan saat dulu di villa sesaat sesuatu yang berharga hilang. Pernah melakukan hypnoterapy kepada pusaka bumerang milik laki-laki casanova itu. Jika saat ini dia bertunangan, apa mungkin hypnoterapy yang dilakukan sudah tidak berfungsi lagi, batin Elfa dalam hati.


__ADS_2