Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 62. Tidak Bisa Terima


__ADS_3

Elfamitha membelalakkan mata mendengar Juan Mahardika menyatakan cinta di depan Mami Mitha. Tidak menyangka laki-laki yang dulu sangat dibenci itu sekarang senekat ini. Bukannya mundur setelah mendapat lampu merah dari abang, tetapi menjadi semakin berani.


"Apa .... coba ulang sekali lagi, Anda sedang mimpi atau sedang mengigau?" tanya Elfa hampir tidak percaya.


"Akak serius, El. Saksinya Mami. Akak JM cinta mati sama El."


"Maaf, El tidak bisa menerima cinta Anda."


"Apa alasannya, coba sebutkan biar Akak bisa mengubah seperti yang El mau dan bisa menerima Akak?"


"Pikir saja sendiri, sekarang silahkan keluar dari sini, El mau istirahat!"


"El, please!" Elfa menggelengkan kepala dengan cepat.


Juan Mahadika mengambil napas panjang karena kecewa. Niatnya untuk serius dan mengutarakan cinta disaksikan keluarga agar diterima. Ternyata gagal dan tidak sesuai harapan.


Juan Mahardika mendekati Mami Mitha dengan tatapan mata yang sayu. Duduk berjongkok di depan sambil kembali mencium punggung tangannya, "Apa yang harus Juan lakukan agar putri Mami mau menerima Juan?"


"Maaf, Nak. Mami tidak bisa membantu."


"Saran saja, Mami. Juan ingin layak untuk putri Anda!"


"Saran apa ya? mungkin tentang tunangan, atau maaf kami sudah tahu tentang masa lalu Nak Juan."


"Kalau tentang tunangan, Juan sudah putus dan membatalkan tunangan itu, Mami."


"Benarkah, sejak kapan?"


"Dua hari yang lalu."

__ADS_1


"Baru saja berarti."


"Kalau masa lalu, Juan sudah hampir tiga tahun sudah tidak pernah berpetualang lagi," kata Juan Mahardika sambil melirik Elfa.


Elfa tersenyum sekilas mendengar jawaban Juan Mahardika. Pandangan mata diarahkan ke samping pura-pura tidak tahu jika dilirik. Misteri tentang terapi hypnoterapi sampai sekarang belum terungkap.


"Sebaiknya Nak Juan menyelesaikan dengan tuntas tunangan itu. Jangan sampai kabar gegalnya pertunangan terhubung dengan El. Akan sangat tidak adil jika itu terjadi."


Juan Mahardika mengangguk setuju mendengar nasihat Mami Mitha. Jika diketahui oleh media tentang cinta kepada Elfa saat ini. Kemungkinan besar Elfa akan dituduh menjadi wanita ketiga yang hadir dalam gagalnya pertunangan.


"Anda betul, Mami. Baiklah, Juan pamit dan akan kembali setelah semua persoalan Juan benar-benar selesai."


"Silahkan!"


"El, Akak JM pamit. Tunggu Akak pasti kembali, Assalamualaikum."


"Walaikum salam."


Mami Mitha baru saja ingin membuka mulut untuk berbicara setelah Juan Mahardika ke luar. Elfa langsung meletakkan jari telunjuk di bibir, "Mami, El tidak mau membahas laki-laki itu. El malas banget."


"Tidak, Mami tidak akan membahas dia. Mami jadi teringat Papi zaman dulu saja," jawab Mami Mitha sambil tersenyum sendiri.


Mami Mitha menjawab asal agar Elfa terpancing dan penasaran. Pasalnya perjuangan Juan Mahardika hampir sama seperti Papi Alfarizi zaman dulu. Harus berjuang keras agar bisa meluluhkan hati yang terluka selama bertahun-tahun.


"Mengapa teringat Papi zaman dulu?"


"Papi dulu juga seperti tamu tadi."


"Yaaah, Mami. Ujung-ujunganya kembali ke dia lagi."

__ADS_1


Mami Mitha tergelak mendengar Elfa yang menyadari arah pembicaraan yang dimaksud. Sudah beberapa hari ini mencoba ingin mengetahui kegelisahan hati putri tercinta. Hanya sayangnya sampai sekarang belum juga berhasil.


Juan Mahardika termenung di kantor memikirkan nasihat Mami Mitha. Tidak bisa meminta pertimbangan Asisten Dwi Saputra. Sang asisten saat ini sedang meminta cuti dua hari dengan alasan ingin bertemu orang terkasih.


Memikirkan jalan terbaik tentang pertunangan yang sudah berakhir. Walaupun mantan tunangan itu bersikukuh tidak mau putus pertunangan. Namun, kemarin wanita model itu tidak bisa berkutik saat Mommy Vera melihat rekaman vedio yang ditunjukkan Asisten Dwi Saputra.


"Sebaiknya aku pulang saja untuk menuntaskan masalah dengan Sherly." monolog Juan Mahardika sendiri.


Di hadapan Juan Mahardika ada laptop yang masih aktif. Semua rekaman, foto dan berita tentang Elfa dikumpulkan menjadi satu file. Sehari berkali-kali dilihat dan didengarkan suara suara yang membuat hatinya semakin hari semakin bergetar.


"El, tunggu Akak ya, Akak yakin sebenarnya El juga suka sama Akak. Tunggu saja tanggal mainnya Akak datang lagi!" Kembali Juan Maharika berbicara sendiri sambil mengusap laptop yang ada foto Elfa yang sedang tersenyum.


Ada notifikasi pesan WA masuk di ponsel. Juan Mahardika langsung membuka dengan menggeser membuka pesan dari Asisten Dwi Saputra, "Tuan, lihatlah berita di infotaiment. Ada berita tentang mantan tunangan Anda!"


Tanpa menjawab pesan WA dari Asisten Dwi Saputra. Juan Mahardika berlari masuk kamar yang ada di belakang lemari buku. Menekan tombol on pada remote control televisi setelah sampai di dalam kamar.


Tayangan televisi infotaiment sedang sedang memberitakan Sherly Crash sedang berada di rumah sakit di Australia. Model itu sedang membuat janji dengan dokter kandungan. Dengan datang berdua bersama model asli Indonesia Brian Prayoga.


Yang sangat menghebohkan dari berita itu adalah setelah pasangan ke luar dari ruang dokter kandungan. Dengan bangga pasangan model itu menunjukkan foto USG kepada media infotaiment. Menunjukkan bahwa Sherly Crash sedang berbadan dua.


Dalam wawancara dengan wartawan Sherly Crash mengakui jika bayi yang ada dalam kandungan adalah benih sang kekasih Brian Prayoga. Tanpa merasa malu sepasang kekasih itu menunjukkan kemesraan di depan umum. Dengan bangga mereka mengatakan bayi itu adalah hasil dari buah cinta mereka.


Saat ditanya dengan wartawan tentang pertunangan dengan Juan Mahardika. Sherly Crash menjawab dengan santai bahwa sudah putus sejak ketahuan selingkuh di Jakarta waktu itu. Yang lebih mencengangkan lagi, Sherly Crash mengatakan bukan Juan Mahardika yang memutuskan hubungan, tetapi dirinya sendiri.


Wartawan bertanya kepada Sherly Crash kapan akan mengadakan acara pernikahan. Dengan jujur model majalah dewasa itu mengatakan tidak akan melangsungkan pernikahan. Hanya akan tinggal satu rumah sampai bayi yang ada dalam kandungan lahir.


Bagi negara Indonesia tinggal satu rumah tanpa ikatan pernikahan dilarang. Namun, di luar negeri terutama negara maju itu biasa terjadi. Perbedaan budaya, lingkungan, adat istiadat dan keyakinan sangat terlihat sangat nyata.


Walau Brian Prayoga berasal dari Indonesia, tetapi prinsip hidup bebas sangat cocok dengan Sherly Crash. Sehingga dengan berterus-terang mereka memutuskan untuk tinggal satu rumah tanpa ada ikatan. Akan memikirkan pernikahan setelah mereka cocok dan bayi lahir.

__ADS_1


Juan Mahardika langsung berteriak gembira setelah selesai melihat tayangan infotaiment televisi. Tanpa harus bersusah payah mencari solusi untuk menyelesaikan masalah dengan Sherly Crash. Sekarang ini sudah terjawab dengan sendirinya tanpa harus bekerja keras.


"Semoga El melihat tayangan infotaiment itu, Akak sangat mencintaikamu, El!" teriak Juan Mahardika kegirangan.


__ADS_2