
Juaan Mahadika tergelak mendengar Elfa berteriak. Niatnya ingin mempraktekkan salah satu saran dari trik Abang Alfian. Beraksi tanpa harus masuk, tetapi bisa terpuaskan sampai puncak nirwana dengan istilah masih ada jalan lain menuju goa.
Salah satu tips dari Abang Alfian adalah ketika pusaka bumerang terbangun. Harus menggosokkan di dekat inti tengah antara dua kaki. Disertai membayangkan cinta pada malam pertama.
Bagi sebagian laki-laki waktu satu minggu tidak beraksi adalah waktu yang sangat lama. Contohnya Juan Mahardika, minimal satu minggu dua kali biasanya rutin beraksi. Satu Minggu adalah waktu yang paling lama dilakukan karena saat sedang ada tamu bulanan saja.
"Diam dulu, Sayang. Akak sedang mempraktekkan tips dari Abang Al!"
Hanya dengan menggosokkan pusaka bumerang ke bagian bawah pinggang dan mendekati tengah antara dua kaki. Pusaka bumerang bisa terpuaskan sambil memejamkan mata. Bayangan bercinta saat malam pertama membantu Juan Mahardika bisa menikmati kegiatan yang baru saja dilakukan.
"Akak, mengapa tips sesat dipraktekkan sih?"
"Lumayan kok, Sayang. Dari pada tidak sama sekali."
"Apakah sudah bisa ke luar?"
"Ini lihatlah celana Akak basah!"
"Iiiih, Akak jorok. Sana ke kamar Mandi!"
__ADS_1
Elfa masih memakai sarung yang dililitkan di badan. Sedangkan Juan Mahardika masih lengkap berpakaian hanya terbuka celana bagian depan saja, "El saja yang ke kamar mandi nanti kedinginan!"
"Betul juga ya, El cuma pakai sarung saja. El saja dulu deh."
Setelah Elfa ke luar dari kamar mandi bergantian dengan Juan Mahardika masuk ke kamar mand. Elfa langsung memberikan ASI eksklusif pada twins baby. Seakan waktu berlalu begitu cepat bagi Elfa jarang beristirahat karena memiliki bayi kembar.
Hanya bergantian saja twins baby bangun dan menangis. Walau sudah dibantu oleh Nany Sofia tetap aja waktu banyak tersita untuk buah hati saja. Sambil memperhatikan keperluan Juan Mahardika, waktu bersantai Elfa seolah-olah terkikis habis.
Sebelum sarapan pagi, tugas Juan Mahardika sekarang mengajak twins baby berjemur di dekat kolam renang. Bertiga berbaring di kursi malas Juan Mahardika di tengah dan memakai kaca mata hitam kembar hanya berbeda ukuran.
Hampir setengah jam berjemur, Nany Sofia mengambil bergantian twins baby untuk mandi. Sampai hari ini pun Juan Mahardika belum berani benggendong buah hati. Saat baby Zi mandi, Juan Mahardika masih berjemur bersama baby Za.
"Akak, mengapa tidak diajak masuk baby Za, sekarang waktunya mandi pagi?"
"Belajar dong, Akak."
"Akak hanya ahlli menggendong El saja."
"Jangan bicara yang itu kalau berada di dekat baby Za."
__ADS_1
"Ups, maafkan Daddy, Nak."
"Coba sini tangan Akak, El ajari menggendong baby Za!"
Tangan kiri Juan Mahardika diteluk, Elfa meletakkan baby Za di atas lengan dengan kepala dekat siku, "Tangan kanan Akak pegang sebelah sini!" Elfa menepuk dengan lembut pinggul baby Za.
"Bisa, Kak?"
"Iya, coba El lepas!"
Dengan tersenyum Juan Mahardika menganguk. Ini pertama kali bisa menggendong putri kecilnya. Rasanya seperti menggendong boneka saat mengikuti kelas senam hamil Elfa dulu, hanya bedanya boneka yang bisa bergerak saat digendong.
"Nany, ini baby Za gantian yang mau mandi!" perintah Elfa setelah masuk kamar twins baby.
"Waah Daddy baby Zi sudah pintar menggendong, Ini gantian babay Zi yang meinta gendong!" Nany Sofia mengambil baby Za dan bergantian menyerahkan baby Zi.
Baru saja baby Zi dalam dekapan Juan Mahardika, bayi laki-laki bule itu menangis dengan suara keras, "Eee Sayang, mengapa menangis? Tunggu dulu ya Daddy tidak punya ASI!"
BERSAMBUNG
__ADS_1
mampir yok di novel teman yang rekomen ini, ada di noveltoon juga lo