Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 24. Dosen Tamu Idola Kampus


__ADS_3

Elfa langsung menutup mulutnya saat keceplosan menyebut nama si casanova kelas berat Juan Mahardika. Tidak ingin diketahui siapapun tentang peristiwa yang sangat membuat hatinya terluka. Seolah membuka luka lama terkorek kembali dengan menyebut nama itu tanpa sengaja.


"El tidak mengenal dia, kemarin El hanya membaca di berita yang beredar di kampus," jawab Elfa asal.


"Ooo kirain Elfa kenal dengan idola baru kampus kita."


"Tidak." Suara Elfa terdengar kesal dan marah.


"Santai dong, El. Tidak perlu marah juga."


Saat mereka melewati fakultas bisnis telekomunikasi dan informatika. Elfa tersentak kaget ada spanduk dengan foto Juan Mahardika dengan senyum mengembang. Dosen tamu dengan orang yang sama akan diselenggarakan satu bulan lagi.


Sheilla Jannes langsung berjingkrak sambil bertepuk tangan, "El, coba lihat, CEO tampan itu akan datang lagi ke sini bulan depan!" teriaknya.


"Bodo amat, El berharap jangan sampai bertemu dengan laki-laki brengsek itu." Sayangnya Elfa menjawab dengan mengeratkan gigi sehingga Sheilla Jannes tidak memahami ucapan Elfa.


Nama dosen tamu semakin terkenal karena satu bulan lagi akan kembali hadir di fakultas bisnis telekomunikasi dan infomatika. Semakin banyak mahasiswi yang mengidolakan Juan Mahardika. Banyak mahasiswi yang mendaftar walau beda fakultas.


Tujuan sebagian mahasiswi hanya ingin bertemu dan memandang wajah tampan sang dosen idaman. Mereka rela mengantri mendaftar hanya sekedar bersua dengan sang idola. Padahal sebagian dari mahasiswi banyak yang mengetahui sepak terjang dan julukan Juan Mahardika adalah sang casanova kelas berat.


"El, ayo kita daftar ikut mata kuliah itu!"


"Shei saja sana, El tidak tertarik. El tidak ingin kena damprat pembimbing kita," jawab Elfa dengan suara jutek.


"Please dong El, ayolah!"


"Tidak mau, sana Shei sendiri saja!"


"Nanti saja deh, setelah kita bertemu dengan pembimbing," jawab Sheilla Jannes sambil mengerucutkan bibirnya.


Di taman belakang rumah mewah Juan Mahardika saat ini sedang dihias dengan indah. Acara pertunangan Juan Mahardika hari ini akan digelar. Dengan mengundang keluarga terdekat saja tanpa undangan kolega dan rekan bisnis.


Pertunangan dilakukan dua keluarga dan dilakukan secara diam-diam. Tidak juga mengundang wartawan atau infotaiment. Padahal pasangan yang akan bertunangan dengan Juan Mahardika adalah seorang model majalah dewasa.


Semua dilakukan kerena Juan Mahardika ingin pertunangan dilakukan dengan diam-diam. Tidak boleh diketahui oleh masyarakat umum atau media. Termasuk kalangan artis teman-teman model Sherly Crash.

__ADS_1


Mommy Vera sudah berkali-kali memohon agar pertunangan dipublikasikan. Namun, Juan Mahardika menolak dan mengancam akan mundur. Akhirnya Mommy Vera setuju yang terpenting mau bertunangan.


Juan Mahardika memerintahkan Asisten Dwi Saputra untuk datang ke Australia sebelum acara pertunangan di mulai. Ada hal khusus yang akan dibicarakan sebelum dimulai. Dengan dijemput menggunakan pesawat pribadi akan lebih menyingkat waktu.


"Ada apa, Tuan?" tanya Asisten Dwi Saputra saat mereka berada di kantor pribadi Juan Mahardika.


"Tolong kamu selidiki Sherly Crash dengan bukti yang akurat!"


"Wanita model yang akan menjadi tunangan Anda itu, Tuan?"


"Iya."


"Apakah Anda tidak mengenal dia?"


"Tidak, aku baru bertemu dengan dia dua kali, dia sangat agresif aku tidak menyukai dia," jawab Juan Mahardika dengan kesal.


"Mengapa Anda mau bertunangan dengan dia jika tidak suka?"


"Ada banyak alasan aku mau bertunangan dengan dia, terutama agar orang tidak tahu tentang pusaka aku yang masih mati suri."


Juan Mahardika bercerita jika saat pertama kali bertemu dengan Sherly Crash. Sudah berterus terang tidak ingin berhubungan fisik sebelum mengenal lebih jauh. Awalya calon tunangan setuju dan sok manis.


Setelah pertemuan kedua dan sudah disepakati antara dua keluarga. Sherly Crash langsung menyusul masuk kamar Juan Mahardika saat sedang istirahat. Model itu mulai berani mencium bibir tanpa sungkan.


Hanya sayangnya seperti biasa, pusaka Juan Mahardika tetap tidak merspon sedikitpun aksi calon tunangan. Hanya  bisa beralasan tidak ingin melakukan karena sebentar lagi ada meeting penting. Dengan cepat Juan Mahardika ke luar kamar meninggalkan Sherly Crash yang sudah mulai terbawa suasana sendiri.


"Apakah model itu tidak curiga, Tuan?"


"Tidak sama sekali karena memang kebetulan ada yang menghubungi walaupun bukan acara meeting."


Asisten Dwi Saputra mulai membuka laptop. Jika mencari informasi tentang model terkenal apalagi yang sudah bertaraf internasional pasti dengan mudah mencari informasi selengkap apapun.


Baru saja Asisten mengetik nama model majalah dewasa itu. Konsentrasinya terbagi saat Juan Mahardika berbicara dan bertanya sendiri dengan lirih, "Kemarin mengapa pusaka ini bisa menggeliat sebentar ya?"


"Tunggu dulu, Tuan. Coba sekali lagi diulang ucapan Anda tadi?"

__ADS_1


"Kemarin saat saya ada di kampus, pusaka ini menggeliat saat mendengar suara tawa lirih seorang gadis."


Asisten Dwi Saputra mengerutkan keningnya memahami ucapan itu. Berkali-kali diucapkan berulang untuk memahami maksudnya. Menggeliat berarti bisa terbangun dan menegang walau hanya sesaat.


"Berarti dugaan saya benar, Tuan. Ada sesuatu yang terjadi dengan gadis yang bernama El itu."


"Apa mungkin gadis itu sekarang berada di kampus itu?"


"Bisa jadi, Tuan," jawab Asisten Dwi Saputra sambil mengangguk.


"Kemarin aku sudah melihat nama mahasiswi jurusan ekonomi bisnis, tidak ada gadis yang bernama awalan El."


Kembali Asisten Dwi Saputra berpikir, kali ini dia dengan mengetuk dahi berkali-kali. Nama El tidak harus diambil dari nama depan saja. Bisa jadi diambil dari nama tengah atau belakang.


Bisa jadi mahasiswi bukan jurusan ekonomi dan bisnis. Masih ada jurusan selain dari fakultas yang pernah dilihat. Masih banyak jurusan dan nama yang belum di lihat.


"Saya lebih tertarik menyelidiki gadis itu daripada tunangan Anda, Tuan."


"Maksudnya apa?"


"Saya ingin mencari gadis itu di universitas itu, kapan Anda di panggil menjadi dosen tamu lagi?"


"Tunggu sebentar, baru kemarin aku di hubungi universitas itu. Bulan depan akan mengisi materi kuliah untuk fakultas bisnis telekomunikasi dan infoormatika."


"Ok bulan depan saja saya ikut dengan Anda untuk menyelidiki gadis itu."


"Betul itu, sebaiknya menyelidiki secara diam-diam saja karena aku tidak mau seorang pun tahu tentang masalah pribadi."


"Baik, Tuan. Sekarang saya konsentrasi saja menyelidiki tentang tunangan Anda."


"Ya itu saja kamu kerjakan dulu!"


Asisten Dwi Saputra mulai membuka laptopnya yang tadi sempat dimatikan. Mencari informasi tentang model majalah dewasa Sherly Crash. Hanya dengan sentuhan satu jari saja, ada banyak sekali berita baik yang positif sampai yang negartif.


Tanpa disadari ada yang membuka pintu tanpa mengetuk pintu, datang dan berdiri dibelakang Asisten Dwi Saputra sambil tersenyum, "Honey, mengapa kamu belum siap, acaranya sebentar lagi lo?"

__ADS_1


__ADS_2