Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
The Kwat Liang.


__ADS_3

Tuan besar Liem seperti mendapatkan kekuatan baru yang luar biasa besar, badan nya yang biasa nya loyo karena faktor usia, kini sangat bersemangat, Seluruh anggota tubuh nya terasa kembali menjadi laki laki empat puluhan tahun kembali, dan secara berangsur angsur, meskipun proses nya lambat, tetapi sangat jelas terlihat, jika kerutan di wajah nya satu persatu semakin menghilang.


"Dengarlah oleh kalian semua, aku pun bersumpah, mulai sekarang, siapapun yang memusuhi kedua tuan penolong ini, maka dia pasti akan menjadi musuh keluarga Liem juga!" seru tuan besar Liem dengan suara yang tidak lagi bergetar karena usia tua, tetapi sangat bersemangat seperti laki laki yang masih muda saja layak nya.


Mendengar seruan dari tuan besar Liem itu, Liem Ao Gwan dan Liem Tan Ouw serta nona muda Nio nio segera bersimpuh sambil berseru, "kami semua mendengar dan mematuhi nya tuan besar Liem!"...


"Aku juga akan mendengarkan dan mematuhi semua perkataan dan perintah dari kakek!" tiba tiba gadis cantik Ling Ling juga ikut berlutut serta menyatakan ikrar setia nya kepada tuan besar Liem.


"Kau!, kau!, kau memang gadis biadab Ling Ling, ayah mu terbunuh oleh mereka, tetapi sekarang kau malah membela mereka!" hardik wanita paro baya yang berwajah cantik seperti masih gadis itu.


"Maafkan aku ibu!, bukan aku tidak berbakti kepada ayah ku, tetapi aku tahu, siapa orang yang telah menghasut ayah ku, andaikan saja ibu tidak mengajak ayah menjadi murid kuil api, ayah pasti tidak akan berubah jahat, karena hawa Qi kegelapan, hati ayah ku berubah menjadi hati setan pula, dan andaikan ibu tidak terus menerus menghasut ayah ku untuk mengambil alih semua harta kekayaan akung ku, pasti ayah ku tidak akan berkhianat kepada akung, jadi ini semua gara gara ibu, itu karena ibu adalah murid utama sekte Dewa api, iya kan Bu!" kata Ling Ling dengan suara yang sangat lantang.


Dia ingat, beberapa tahun yang lalu, ibu kandung nya tiba tiba saja meninggal secara aneh, dan setelah itu, tidak terlalu lama berselang, ayah nya pun datang membawa istri baru sebagai pengganti istri nya yang telah tiada.


"Kau memang tidak tahu diri, anak tidak tahu di untung, anak yang tidak berbakti, kau lihat saja, akan ku bunuh semua keluarga mu ini!" kata wanita cantik paro baya itu.


"Ibu, apa ibu pikir aku tidak tahu, jika ibu pula lah yang memberikan ayah ku jamur setan untuk meracuni akung secara perlahan lahan, guna menguasai semua harta kekayaan akung, dan apa ibu pikir aku tidak tahu, jika ibu sedang mengumpulkan dana dan kekuatan untuk mendukung pasukan pemberontak yang akan menggulingkan kaisar negeri Zhao yang sekarang ini dalam keadaan sakit keras, dan pucuk pemerintahan sekarang di pegang oleh jendral Kwee?" tanya nona Ling Ling dengan bersemangat.


Namun pernyataan dari nona Ling Ling tadi, sukses membuat pemuda Hao Cun tersentak kaget seperti tersambar petir.


"A' apa benar semua yang nona katakan?" tanya pemuda Hao Cun kaget.


"Tuan penolong!, selama beberapa waktu terakhir ini, saya menyelidiki tentang kematian ibu saya yang aneh dan misterius itu, hingga akhirnya penyelidikan saya ber ujung kepada dia!, ( sambil menunjuk ke arah ibu sambung nya) tahukah tuan penolong siapa dia?, dia adalah The Kwat liang, putri The Lin Cuang sang jendral besar negeri Zhao, pendukung utama pangeran Chen Dong Bagian pangeran putra dari selir untuk menggulingkan tahta sang kaisar Chen Tio Liang!" kata nona Ling Ling dengan suara yang lantang.


"Kep*rat!, jah*nam!, rupanya kau sudah tahu siapa aku gadis jal*ng, kalau begitu, baiklah, sekalian saja, kalian semua akan ku binasakan!" kata wanita paro baya itu sambil melepaskan Kungkungan penyekat tingkat kultivasi nya, sehingga kini sangat jelas terlihat jika tingkat kultivasi nya tidaklah bisa di anggap remeh, karena wanita cantik itu sudah berada di tingkat Dewa Laut akhir, sama seperti tingkatan Hao Cun atau pangeran Chen Chao Kai.


Orang orang yang tingkat kultivasi nya masih berada di tingkat alam manusia, langsung jatuh berlutut karena tertindih aura kegelapan yang begitu pekat nya, kecuali Hao Cun dan Hao Shen,serta tuan besar Liem yang masih berdiri dengan tenang nya.


Hal itu tentu saja sangat mengagetkan hati wanita cantik bernama The Kwat Liang itu sendiri.


Hao Shen tahu, jika bertarung dengan kakak nya, meskipun tidak mudah, tetapi wanita itu akan memenangkan pertarungan, karena memiliki ilmu kebal berbagai senjata seperti empat api pilar Dewa yang tadi bertarung dengan nya.


"Mundurlah kakak!, jaga para gadis itu!" kata Hao Shen berbisik halus ditelinga kakak nya.


"Tapi adik!!"...


Hao Cun masih mau maju bertarung dengan wanita itu.


"Tubuh nya kebal dari segala senjata kak, bahkan yang sekelas mustika Dewa sekalipun, biarlah saya yang akan menghadapi nya!" pinta Hao Shen kepada sang kakak nya.

__ADS_1


Hao Cun juga sadar, seandainya sang lawan tidak memiliki ilmu kebal terhadap senjata tajam, tentu dia mampu melawan nya, tetapi dengan keadaan kebal terhadap senjata apapun juga, ke untungan, jelas berada di pihak wanita itu.


Akhirnya Hao Cun cuma bisa menuruti perkataan adik nya itu.


Dengan tersenyum sinis dan merendahkan, wanita itu menatap kearah Hao Shen.


"Alangkah bodoh nya kau mau melawan ku anak muda, dengan tingkatan mu saat ini, kau sama saja berkhayal mencapai bintang, tetapi tanpa sayap, lebih baik kau melawan aku di tempat tidur saja!" ejek wanita itu lagi .


Pemuda Hao Shen yang sering mendapatkan cacian, umpatan, hinaan bahkan fitnahan itu, sedikitpun tidak terpengaruh dengan perkataan wanita itu.


"Begini saja bibi, bila aku kalah, maka bibi bisa mengambil kakakku yang tampan itu untuk teman tidur mu, tetapi bila aku menang, aku akan mengambil nyawa mu, bagai mana bibi?" tanya Hao Shen.


"Hi hi hi hi, kau pikir aku ayam potong ya?, kau terlalu cepat seribu tahun berkhayal nak, persiapkan saja diri mu agar kematian mu tidak terlalu menyakitkan!" ujar wanita bernama The Kwat Liang itu sambil menyerang Hao Shen dengan tangan kosong nya.


Namun dengan langkah Dewa Dewi nya, Hao Shen selalu saja berhasil menghindarkan diri dari serangan wanita itu.


Karena semua serangan nya tidak satupun yang membuahkan hasil, wanita itu akhirnya mengerahkan seluruh kekuatan maksimal nya untuk menyerang Hao Shen.


Karena merasakan adanya peningkatan kekuatan serangan lawan, Hao Shen pun meningkatkan kekuatan nya menjadi tiga perempat dari kekuatan nya.


Beberapa kali benturan energi besar terjadi antara mereka, dan menghasilkan tubuh wanita itu terjajar beberapa tindak ke belakang, sedangkan Hao Shen, juga terjajar satu tindak ke belakang.


Pedang itu berwarna merah membara, seperti warna besi yang berpijar, dengan hawa yang sangat panas.


Serangan dari The Kwat Liang kini bertambah gencar dan cepat, seperti serangan seekor singa yang tiba tiba di beri sayap.


Hingga pada satu kesempatan, tendangan The Kwat Liang berhasil mengenai perut Hao Shen, sehingga pemuda itu terjajar ke dinding.


Dan pada waktu yang bersamaan pula, satu sabetan pedang Naga api, memburu dada nya.


Senyum angkuh nampak menghiasi wajah The Kwat Liang karena yakin sebentar lagi dapat mengakhiri perlawanan dari pemuda itu.


Namun di saat saat terakhir, saat pedang pusaka langit naga api itu hampir mencapai tubuh Hao Shen, tiba tiba secara ajaib, di tangan kanan pemuda itu sudah tergenggam sebuah pedang kristal berwarna putih.


"Sreet!"...


Tiba tiba pedang sekelas pusaka langit bernama Naga api itu jatuh ke lantai bersama potongan tangan The Kwat Liang sebatas bahu nya.


Rupanya terjajar ke dinding tadi hanyalah tipuan dari Hao Shen agar pihak lawan merasa menang dan menjadi lengah.

__ADS_1


Kelengahan itulah yang di pergunakan oleh Hao Shen untuk membabat tangan The Kwat Liang sebatas bahu hingga putus.


Seratus kali bermimpi buruk, sungguh ini mimpi paling buruk yang dirasakan oleh The Kwat Liang, betapa tidak, dia yang sudah sangat yakin tidak akan ada lagi yang bisa mempecundangi nya di seantero semesta ini, karena dia kebal terhadap segala senjata, bahkan yang sekelas senjata mustika langit milik para Dewa sekalipun.


Tetapi tidak ada yang pernah tahu, jika masih ada satu tingkatan senjata lagi, yaitu senjata mustika Dewata yang cuma ada satu satu nya buatan Dewata San Qin ataupun Dewata Sejati, ataupun juga Guru sejati, yang sekarang ini di pegang oleh Shin Liong.


Pedang kristal Katai putih inti bintang ini dibuat oleh Dewata San Qin dari sebuah matahari yang mati dan menciut menjadi sebesar kepalan tangan saja lagi.


Tetapi jangan tanya berat nya, karena asal nya dari matahari yang kehabisan nyala nya, lalu menciut sebesar kepalan tangan, maka berat nya pun sama dengan berat nya sebuah bintang besar.


Shin Liong atau Hao Shen bisa mengangkat pedang itu tanpa memerlukan tenaga, sebenar nya karena pedang itu sendiri yang bergerak seirama kehendak hati Shin Liong sendiri.


Itu terjadi karena roh bintang yang bersemayam di dalam pedang kristal itu, sangat menyukai Shin Liong atau Hao Shen.


"Ba' bagai mana bisa kau melukai tubuh ku, padahal tubuh ku kebal senjata apapun juga?" tanya The Kwat Liang dengan muka pucat pasi.


"Kekebalan jenis apapun tidak berlaku bagi pedang ku ini!" jawab Hao Shen.


Karena merasa sudah tidak mungkin melawan pemuda itu, The Kwat Liang segera mengambil keputusan untuk lari menyelamatkan diri nya.


Maka dengan kekuatan penuh, sekali genjot, tubuh nya bergerak secepat kilat kearah luar rumah itu.


Tetapi baru saja kaki nya hampir menyentuh tanah, didepan nya, ternyata pemuda Hao Shen itu sudah menunggu nya dengan mengayunkan pedang kristal Katai putih inti bintang kearah dada nya.


Sudah tidak ada waktu untuk menghindar lagi, sehingga akhirnya, tubuh nya menjadi mangsa keganasan dari pedang itu.


Seperti memotong pelepah pisang, begitu tajam nya pedang kristal itu.


Setelah menewaskan The Kwat Liang, Hao Shen segera mengambil pedang pusaka langit Naga api itu, dan memasukan nya di dalam cincin ruang nya.


Hari itu terjadi kesibukan di rumah kediaman tuan besar Liem, yaitu penguburan semua mayat secara layak sebagai mana mesti nya.


Malam nya, Hao Cun dan Hao Shen mendapat undangan kehormatan dari tuan besar Liem yang kini tubuh nya secara ajaib sedikit demi sedikit, berubah menjadi muda lagi itu.


Bukan cuma tubuh nya yang menjadi muda lagi, termasuk seluruh organ dalam nya dan juga sel sel nya menjadi muda kembali.


Kini nampak tuan besar yang sudah berusia delapan puluh tahun itu , kembali menjadi laki laki muda empat puluhan tahun saja.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2