
Mou Qin Ruan meletakan kepala putri nya Yi Hua diatas pangkuan nya , air mata nya jatuh tidak terbendung lagi .
"Bunga Ying telah luruh ,
*M**usim semi telah berlalu* ,
Musim kering akan datang ,
Namun hati ku kini tidak akan pernah bersemi lagi" .
Mou Qin Ruan bersenandung lagu yang sering disenandungkan oleh putri nya itu .
"Ayah !, ayah jangan menangis , Yi Hua jadi sedih , lagu itu khusus buat kakak Shin Liong ayah , tolong panggil dia , Shi Er tahu tempat nya ayah , cepat lah ayah , tolong kabulkan permintaan putri mu yang terakhir ini ayah , bila memang ayah sayang Yi Hua !" rengek Yi Hua dengan suara memelas .
Tanpa menghiraukan istri nya lagi , Mou Qin Ruan segera menyuruh pembantu nya kerumah Shi Er untuk meminta Shin Liong datang kerumah nya .
Beberapa saat berlalu , akhirnya Shin Liong dengan ketiga orang istri nya pun datang .
Dengan wajah pucat nya , Yi Hua tersenyum bahagia melihat kehadiran Shin Liong di tempat itu .
"Shin Liong , maukah kau memeluk tubuh ku , aku merasa kedinginan Shin Liong !" pinta Yi Hua setengah menghiba .
Shin Liong menganggukkan kepala nya , lalu di letakan nya kepala Yi Hua di dada nya , dan tubuh gadis yang telah basah oleh darah itu di peluk nya dengan erat .
Yi Hua menggenggam jemari Shin Liong dengan erat , seolah takut akan berpisah , mulut nya bersenandung perlahan .
"Bunga Ying telah luruh ,
Musim semi telah berlalu ,
Musim kering akan datang ,
Namun hati ku kini tidak akan pernah bersemi lagi" .
"Aku selalu menyanyikan lagu itu bila aku rindu kepada mu , maafkan aku ya Shin Liong , aku benar benar menyesali segala nya , aku sadar aku mencintai mu , tetapi setelah semua nya terlambat , aku tetap mencintai mu Shin Liong ku , semoga di kehidupan lain , aku ditakdirkan menjadi selir mu , cium lah aku sayang !" ucap Yi Hua dengan suara yang sudah sangat pelan .
Shin Liong mencium kedua pipi gadis cantik itu , lalu ujung hidung nya , air mata nya bersatu dengan air mata Yi Hua .
Perlahan , genggaman jemari Yi Hua pun terlepas , dan kepala gadis itu terkulai di dada Shin Liong , dengan senyuman indah nya .
Beberapa saat Shin Liong tetap memeluk tubuh Yi Hua , dara cantik nan lincah seperti burung Pipit di tangkai padi .
"Selamat jalan putri cantik ku , semoga di kehidupan lain , takdir menyatukan kita " bisik Shin Liong di telinga Yi Hua .
Meskipun dia kuat menahan semua duka derita yang menimpa nya , tetapi kali ini , tak urung , air mata nya jatuh juga beberapa tetes ke pipi Yi Hua .
Tangan lembut Dewi Teratai putih membelai rambut Shin Liong .
"Dia sudah pergi kak , putri nan jelita itu sudah mendahului kita , relakan Dia kak !" bisik Dewi Teratai putih di telinga Shin Liong .
__ADS_1
Diletakan nya jasad Yi Hua di lantai , lalu dengan agak sempoyongan , dia berdiri di bantu oleh Dewi Teratai putih .
Dewi Xuan Yi segera menghapus air mata sang suami dengan ujung selendang nya .
"Dia sudah bahagia kak , di akhir kisah hidup nya , cinta nya tersampaikan !" ujar Dewi Xuan Yi sambil memeluk sang suami nya itu .
Kali ini hati nya benar benar seperti di iris iris melihat suami yang di cintai nya dan di bangga kan nya itu bersedih dan menetes kan air mata .
Sekuat kuat batu karang , air laut jua yang mengalahkan nya , dan setinggi tinggi nya puncak gunung , elang akan tetap bersarang diatas nya .
Manusia pun begitu juga adanya , air mata adalah lambang kejujuran , dia akan hadir mewakili perasaan hati yang terdalam .
Tidak perduli dia seorang kultivator, ataupun seorang Kaisar , bahkan seorang Dewa sekalipun , tetap memiliki air mata .
Air mata bukan lambang kelemahan hati dan ke cengeng an , tetapi air mata lambang ketulusan hati seseorang .
"Bunga Ying ku telah gugur di taman hati ,
Selamanya tak akan bersemi kembali ,
Kurangkai kan doa bersama air mata ,
Melepas mu pergi ke pusara ,
Selamat jalan bunga Ying ku " ...
Dewi Xuan Yi terisak memeluk tubuh sang suami dari belakang .
Begitupun dengan Dewi Ying Fa dan Dewi Teratai putih , mereka saling berpelukan dengan air mata yang berderai jatuh .
"Paman Mou !, siapa yang sudah melakukan ini paman !" tanya Shin Liong dengan suara bergetar .
"Dua orang dari Si Giam Lo'ong , mereka juga membunuh kedua orang putra ku , kini aku benar benar sebatangkara sekarang nak , semua ini karena wanita berhati Iblis ini , dia akan sengsara melihat orang lain senang , dan senang melihat orang lain sengsara , aku tahu selama ini dia selalu bermain main dengan para pembunuh bayaran itu , sudah berulang kali ku ingatkan , agar menghentikan hal itu , tetapi ternyata masih saja dia lakukan juga , apakah dia tidak tahu , bahwa aturan para pembunuh bayaran , jika teman mereka tewas dalam tugas , maka nyawa nya , akan mereka tagih kepada sang pemesan !" kata tuan besar Mou Qin Ruan bergetar sambil menunjuk kearah Zhang Liu jiau .
Shin Liong kembali bersimpuh di sisi jasad kedua kakak Yi Hua .
"Bibi Juan !, aku sudah tidak lagi mengingat masalah kebusukan mu dahulu , aku mencoba berbaik sangka kepada mu bibi , tetapi rupanya yang ada di dalam dada mu bukan hati manusia , tetapi hati Iblis , aku memang bukan lagi keluarga Zhang , apalagi penerus marga Zhang , namun kau masih saja tidak rela melihat aku hidup , sebenar nya kau manusia atau iblis bibi ?" tanya Shin Liong dengan suara lantang sambil menuding kan telunjuk nya ke arah Zhang Liu jiau .
Zhang Liu jiau tertunduk tidak berani menatap kearah Shin Liong yang sudah sangat murka itu .
Mata pemuda itu kini sudah berubah menjadi putih perak semua , dengan putik mata nya berwarna kuning emas .
Ketiga orang istri nya itu ingat , bila keadaan itu terjadi , tanda tanda bahwa hati sang suami sedang sangat murka sekali , dan dia bisa saja berubah menjadi seekor Dewa Naga , lalu mengamuk menghancurkan segala gala nya .
Ketiga orang Dewi itu langsung memeluk tubuh sang suami nya , dan mencoba menenangkan hati nya .
"Kakak !, tenangkan hati mu kakak , segala nya sudah ada yang mengatur nya , kita cuma menjalankan garis takdir yang sudah ditentukan oleh Thian yang maha kuasa !" bisik Dewi Xuan Yi di telinga Shin Liong .
"Kau bukan hakim yang dapat menentukan siapa salah dan siapa yang benar nak , kita cuma pemain yang tidak dapat memilih peran masing masing , kuasai hati mu nak , jangan menyerah dengan kemurkaan mu ini !" terdengar suara merdu yang lembut bergema di ruangan itu .
__ADS_1
Bersamaan dengan gaung suara itu , didekat Shin Liong tiba tiba muncul Dewi Chang 'e dengan begitu anggun nya .
Wanita cantik itu segera memeluk sang putra dari depan nya .
Dibenamkan nya wajah putra nya di dada nya .
"Ibu , betapa hancur hati ku melihat orang orang yang dekat dengan ku gugur satu persatu , menjadi tumbal kebencian wanita jahat itu ibu !" ratap Shin Liong di dada ibu nya .
Wajah Zhang Liu jiau menjadi pucat pasi setelah melihat siapa wanita yang baru muncul itu .
"Kau kau bukankah kau sudah mati puluhan tahun yang lalu ?" kata nya gugup .
"Kalau yang kau maksudkan Bao Yu , ya dia telah lama mati karena racun yang kau berikan pada nya terlalu kuat , sehingga epek nya , putra nya juga menanggung derita karena racun itu , itu bagian dari wujud manusia ku , sedangkan wujud sebenar nya dari tubuh ku tidak akan dapat mati , karena aku seorang Dewi , nama ku Dewi Chang 'e !" kata Dewi Chang 'e .
Mou Qin Ruan menatap kearah Zhang Liu jiau dengan tatapan kebencian yang luar biasa .
Dengan suara bergetar karena kesedihan yang luar biasa , laki laki itu bangkit berdiri sambil menudingkan telunjuk nya kearah Zhang Liu jiau , "kau memang wanita yang sangat biadab , tidak puas kau menghancurkan keluarga Zhang , kini keluarga Mou kau hancurkan juga , sepuluh kelahiran pun aku masih tidak bisa memaafkan semua kejahatan mu , mulai sekarang , kau bukan lagi bagian dari keluarga Mou , pergilah jauh jauh dan jangan dekati keluarga Mou lagi , kau bukan bagian dari kami !" bentak nya dengan sangat murka .
Zhang Liu jiau tersentak mendengar ucapan suami nya itu .
Laki laki yang selama ini dibawah pengaruh nya itu , ternyata kini balik melawan dan menekan diri nya .
Selama ini dia hidup dari hasil meminta kepada sang suami nya itu , tanpa sedikitpun mau belajar bekerja mengelola toko mereka .
Apabila dia berpisah dengan Mou Qin Ruan , dia akan menjadi gelandangan tanpa bisa bekerja apapun .
"Suami ku !, jangan berkata seperti itu , aku ini kan istri mu , aku seperti sekarang ini kan demi untuk mu juga !" jawab Zhang Liu jiau memelas .
"Apa ? apa ? Apa ?, demi untuk ku kata mu , lalu apa untung nya kau menghancurkan rumah tangga adik mu sendiri sehingga marga Zhang terputus , adik mu mati karena penyakit kotor , ayah mu juga mati karena beban batin , rumah tangga nona Jian juga hancur karena mu , kini giliran keluarga ku yang terancam terputus karena mu , Shin Liong satu satu nya harapan penerus keluarga Zhang , namun sumpah tidak bisa dicabut oleh orang lain , harus oleh yang bersangkutan , sementara tuan muda Zhang telah meninggal sebelum sumpah itu di cabut , kini kau kembali ingin menghancurkan Shin Liong yang sejati nya adalah keponakan mu sendiri , dan akhirnya putra putri ku yang menjadi tumbal kebodohan mu itu , mulai saat ini , aku tidak Sudi melihat mu lagi , pergilah menjauh dari keluarga Mou sebelum keluarga ini benar benar hancur seperti keluarga Zhang mu , pergilah !, pergiiiiiii !" teriak tuan besar Mou yang hati nya benar benar sudah hancur itu .
Beberapa orang pengawal keluarga Mou datang menghadap pada Thai cu (tuan besar) Mou .
"Pengawal !, seret wanita ini keluar , dan jangan biarkan dia masuk , mulai sekarang , dia bukan bagian dari keluarga Mou lagi , siapapun yang berdekatan dengan nya , akan kena sial , lihatlah keluarga Zhang yang hancur , kini keluarga Mou juga akan hancur , cepat seret wanita ini keluar !" teriak Thai cu Mou dengan suara lantang .
Beberapa orang pengawal pribadi keluarga Mou segera menyeret Zhang Liu jiau keluar dari gerbang kediaman keluarga Mou .
Kini sang Ratu telah kehilangan singgasana nya , kehilangan kemewahan nya , kehilangan harga diri nya , dan kehilangan kekuasaan nya .
Para pelayan yang selama ini diperlakukan bak budak Belian , mengiringi kepergian Zhang Liu jiau dengan cibiran dan cemoohan .
Bila dulu Thai cu Mou ini bertahan karena putra putri nya , kini setelah semua nya sirna , tidak ada lagi yang dapat mempertahankan diri nya menjauh dari kehidupan Zhang Liu jiau yang dia anggap biang kesialan itu .
Nasi telah menjadi bubur , dan bubur pun sudah tumpah ke lumpur , apa boleh buat , tangan yang bertindak , bahu jua yang memikul .
...****************...
*Bunga Ying ( Sakura).
"Kilau Emas akan tetap dihargai , meskipun bersanding dengan batu. Akik !" .
__ADS_1