
Dewi Teratai putih memeluk tubuh Shin Liong yang sudah tidak bergerak lagi itu.
Sekujur tubuh nya penuh dengan luka luka bekas siksaan.
"Shin Liong!!!, Shin Liong!!!, bangun sayang, ayo kita berangkat mencari obat penyakit mu itu sayang, ayo, bangunlah sayang, ini Dewi mu sayang, maapkan aku sayang, aku terlambat menyadari pangeran bangs*t itu mencelakai diri mu, ya ya ini semua karena diri mu pangeran bangs*t, kau harus membayar dengan sangat mahalnya, karena sudah membuat Shin Liong ku seperti ini"kata Dewi Teratai putih seperti tersadar.
Tangan nya di kibaskan kearah putra mahkota, dan tubuh putra mahkota pun terbang seperti daun kering tertiup angin, menabrak dinding hingga jebol,lalu terguling di tanah dengan darah mengucur dari hidung, mulut, dan kuping sang pangeran putra mahkota itu.
"Tubuh tampan mu akan menjadi tubuh tidak berguna lagi pangeran, hingga ajal menjemput mu,kau akan terus berbaring di pembaringan, kau sudah membuat majikan lembah teratai sang Dewi Teratai putih menangis, kau akan menyesali kelakuan mu seumur hidup mu!!" teriak Dewi Teratai putih sangat marah.
andai saja tangan nya tidak di pegang oleh Shin Liong, niscaya istana Alexia itu akan di buat nya hancur lebur.
"De,,, Dewi!" ucap Shin Liong lalu pingsan kembali.
Putri mahkota berdiri termangu tanpa bisa berkata kata lagi.
"Shin Liong !, Shin Liong !, maapkan aku, maapkan aku, permainan ku membawa petaka bagi kalian, maapkan aku!" bisik putri mahkota Alexia.
Dewi Teratai putih melepaskan sisa rantai yang masih melekat di tubuh Shin Liong ,air mata nya mengalir tiada henti henti nya.
"Apa salah kami kepada kalian?, kami cuma sepasang suami istri yang ingin mencari kebahagiaan tanpa mengganggu orang lain, apa salah kami, apa, apa dosa kami kepada kalian?,katakan!!" teriakan Dewi Teratai putih membuat geger orang orang.
sepasukan pengawal istana datang dengan senjata siap di tangan.
Tetapi belum apa apa,mereka malah di buat beterbangan keluar benteng istana,bahkan ada yang sampai tercebur ke Danau oleh pukulan jarak jauh yang di lepaskan oleh Dewi Teratai putih.
Tembok benteng istana Alexia yang terkenal sangat kokoh itu,roboh terkena hantaman Dewi Teratai putih.
Dewi Teratai putih menyalurkan hawa murni kedalam tubuh Shin Liong.
Beberapa saat kemudian, Shin Liong tersadar dari pingsan nya.
Dewi Teratai putih memasukan pil penyembuh luka dalam kedalam mulut Shin Liong, bersama air di dalam kulit labu.
Setelah bersemedi beberapa saat,kesehatan Shin Liong pun pulih.
"Dewi, pangeran itu meminta mu dari ku, aku menyerahkan pilihan kepada mu, bila kau memilih pangeran itu,aku ikhlas melepas mu,asal itu pilihan mu sendiri" kata Shin Liong lemah sambil bersandar di tubuh Dewi Teratai putih.
__ADS_1
"Tidak!, aku tidak ingin mendengar nama jahan*m itu lagi, aku tetap memilih diri mu, bukan kah kita sudah bersumpah janji di depan leluhur sayang, atau justru kau yang sudah tidak sayang dengan Dewi lagi"kata Dewi Teratai putih dengan deraian air mata nya.
"Aku tetap menyayangi Dewi, meskipun nanti Dewi memilih laki laki lain,aku tetap sayang dengan Dewi" kata Shin Liong masih lemah.
Dewi Teratai putih memeluk tubuh Shin Liong kian erat, laki laki ini luar biasa besar hati nya, tidak mungkin ada lagi laki laki seperti dia.
"Bukankah kita sudah berjanji, Dewi untuk Shin Liong, dan Shin Liong untuk Dewi, seribu kelahiran pun kita akan tetap bersama sama, ya kan sayang" ucap Dewi Teratai putih sambil memeluk tubuh Shin Liong yang masih penuh darah itu.
"Shin Liong!, maapkan aku, ternyata permainan ku membawa petaka, maapkan aku ya sahabat, kita masih bersahabat kan?" tanya putri Alexia itu.
Shin Liong menoleh kearah putri nan cantik jelita itu, " putri maapkan aku,mungkin kau salah orang, aku tidak mengenal mu, maapkan aku putri!" kata Shin Liong.
"Masih kah kau tidak mengingat pedang tanduk rusa ini Shin Liong?" tanya putri Alexia.
"Apakah kau, kau," kata Shin Liong sambil menatap ke arah putri itu.
"Ya sahabat,aku adalah Hong Yi sahabat mu, masih kah kau mau bersahabat dengan ku Shin Liong?" tanya putri Hong Yi sedih melihat ke adaan Shin Liong.
"Sekali sahabat,tetap sahabat,kau tetap sahabat ku, tetapi, bukankah dulu wajah mu" kata Shin Liong agak bingung.
"Maapkan aku Shin Liong, aku putri seorang kaisar,kemana mana tidak sebebas kalian, bisa bisa jadi incaran para penjahat, jadi setiap kali aku keluar dari istana, aku harus menyamar Serapi mungkin, agar orang tidak mengenali diri ku" jawab putri Alexia.
"Kalian boleh saja pergi,tetapi bagai mana dengan kakak ku?" tanya putri Alexia.
"Sebenarnya aku ingin memberi pelajaran kepada nya, tetapi mengingat persahabatan tuan putri dengan Shin Liong suami kecil ku ini, dia akan sehat kembali bila berjanji tidak mengganggu hidup kami lagi, kami cuma ingin ketenangan hidup,tidak ingin yang lain" kata Dewi Teratai putih .
"Aku yang akan menjadi jaminan nya,mulai saat ini,dia tidak akan mengganggu hidup kalian lagi,andai dia melanggar janji ini,aku sendiri yang akan mengusir nya,dan mulai sekarang jabatan putra mahkota kucabut untuk sementara dari nya" suara seorang laki laki berwibawa dari belakang mereka.
Putri Alexia menoleh kebelakang, "ayahanda Kaisar!" ...
mereka semua bersimpuh di hadapan sang Kaisar Fang Shao Sheng.
Dewi Teratai putih mengibaskan tangan nya ke arah pangeran Shi Quon, dan tiba tiba saja pangeran itu sudah bisa bergerak seperti sedia kala lagi.
"Sekali lagi maapkan aku Shin Liong, tidak kusangka permainan yang ku buat ber akibat petaka buat mu, maapkan aku, rasa nya, seribu kali pun aku meminta maap,masih belum cukup untuk mengurangi dosa ku kepada mu, mungkin se umur hidup ku akan tetap terbebani rasa bersalah kepada mu, aku sahabat yang tidak baik, maapkan aku!" kata putri Alexia berulang ulang kali.
"Sudahlah putri, sudahlah, aku tidak memikirkan hal itu lagi, aku sudah terbiasa di perlakukan seperti itu,semenjak kecil aku sudah menerima hal semacam itu,caci maki dan hinaan bahkan deraan pun sering ku terima,alam memang sudah menghendaki aku terlahir sebagai bahan hinaan dan caci maki orang lain" kata Shin Liong tersenyum pahit.
__ADS_1
"Tidak sayang, setelah kita menemukan obat untuk mu,kita akan hidup di tempat mu dahulu, dimana tidak ada manusia yang bisa menghina mu lagi, aku akan menemani mu hingga akhir kehidupan ku, kita akan membesar kan anak anak kita yang banyak disana, bersama sama" kata Dewi Teratai putih sambil terisak menangis sedih, memeluk tubuh Shin Liong yang berlumuran darah.
Putri Alexia atau putri Fang Hong Yi juga menangis penuh sesal, betapa permainan yang semula bermaksut untuk membuat kejutan kepada Shin Liong yang dikagumi nya itu, gara gara kakak nya, semua nya jadi berantakan, dan berakibat petaka buat Shin Liong.
Ingin rasanya dia berlari dari istana ini,dan tidak pernah kembali lagi.
Ada juga rasa ingin pergi mengikuti Shin Liong, dan mengabdikan seluruh sisa umur nya kepada Shin Liong, untuk menebus dosa dosa nya, tetapi Shin Liong kini telah memiliki seorang pendamping yang benar benar setia serta mencintai nya.
Air mata putri Alexia kian deras mengalir di pipi nya.
Di tatap nya wajah cantik jelita dari Dewi istri Shin Liong itu, " kakak Dewi, kuserahkan Shin Liong kepada mu, sayangi dia seperti sayang ku pada nya, cintai dia,seperti aku mencintai nya, jaga dia baik baik kak, meskipun nanti nya aku bersama laki laki lain, tetapi percaya lah, hati ku tetap untuk Shin Liong seorang, ketika aku menyamar dulu,cuma dia laki laki yang bersedia berteman dengan ku dengan tulus,jaga dia baik baik"kata putri Alexia sambil terisak-isak sedih.
"Sudah kewajiban ku untuk menjaga dan menyayangi nya,Tian telah menentukan dia sebagai jodoh ku,tentu saja akan ku jaga sepenuh jiwa ku,dia milik ku,akan ku pertahankan sampai mati" kata Dewi Teratai putih sambil mengangkat tubuh Shin Liong yang masih lemah.
Setelah membersihkan tubuh Shin Liong ,dan mengganti pakaian nya,serta mengobati luka luka nya,Dewi Teratai putih segera menggendong tubuh Shin Liong di belakang nya,untuk pergi keluar dari istana yang membawa kenangan buruk bagi mereka berdua itu.
Para prajurit cuma bisa menatap kepergian Dewi Teratai putih membawa Shin Liong di belakang nya, tanpa berani bertindak apa pun.
Dewi Teratai putih terus berjalan dengan membawa Shin Liong di belakang nya, semua pandangan heran dan takjub bahkan sinis,dari orang orang, tidak dia hiraukan.
Hingga tiba disebuah penginapan yang agak sepi, di letakan nya tubuh Shin Liong di kursi kayu, sementara dia memesan kamar untuk mereka menginap beberapa hari.
Setelah mendapatkan kamar,dia kembali menggendong Shin Liong memasuki kamar mereka.
Dibaringkan nya tubuh Shin Liong di atas tempat tidur.
"Maapkan Dewi ya sayang, Dewi tidak menyangka jika jahan*m itu benar benar melaksanakan niat nya, Dewi benar benar berdosa kepada Shin Liong" kata Dewi Teratai putih sambil menyelimuti tubuh Shin Liong.
"Dewi, pangeran itu berkata benar Dewi, hidup bersama ku, akan membuat Dewi menderita, lelaki buruk rupa, miskin lagi, bisa makan,ya bahagia, tidak bisa makan,ya puasa, tidak ada yang bisa diharapkan dari ku, seandainya Dewi memilih pangeran itu,aku dengan rela menyerahkan Dewi kepada nya" kata Shin Liong.
Dewi Teratai putih menatap wajah Shin Liong dengan sedih.
"Kalau sayang menganggap Dewi memandang kemewahan semata, atau rupa yang tampan saja, Dewi sedih sayang, Dewi bahagia bersama mu sayang, Dewi bersikeras membawa mu mencari penawar racun yang ada di dalam tubuh mu itu, bukan karena Dewi ingin kamu menjadi tampan, tetapi Dewi takut, kalau kalau racun itu kelak bereaksi,dan merenggut nyawa mu, Dewi tidak akan bisa hidup tanpa kamu sayang, Dewi sangat bahagia dengan hidup kita sekarang ini, seperti burung burung yang bebas terbang kemana pun juga,cuma satu hal saja Dewi minta, jangan tinggalkan Dewi, ajak Dewi kemana pun kamu pergi, Dewi ingin mencari ayah dan ibu, serta memperkenalkan menantu nya kepada mereka, kau mau kan sayang menemani Dewi mencari ayah dan ibu ku?" tanya Dewi Teratai putih.
"Apa bila kau memutuskan ikut bersama ku,tentu saja aku akan mempertahan kan diri mu, hingga tarikan nafas ku yang penghabisan" kata Shin Liong sambil menggenggam tangan Dewi Teratai putih dengan erat.
Shin Liong menyayangi Dewi Teratai putih bukan tanpa alasan, dari diri Dewi Teratai putih itulah segala sosok yang dia rindukan selama ini hadir, kasih sayang dan kelembutan seorang ibu, kesetiaan dan ke rela an seorang sahabat,semua ada pada diri Dewi Teratai putih.
__ADS_1
...****************...