
Salah seorang dari laki laki paro baya yang tadi membawa sesuatu di pundak nya itu , segera meletakan bawaan nya diatas altar batu .
"Pang Cu !, tugas telah kami lakukan dengan sempurna , pangeran kecil itu telah berhasil kami bawa kemari !" kata salah seorang laki laki itu .
Laki laki tua bongkok yang dia panggil sebagai Pang Cu ( ketua perkumpulan ) itu tersenyum simpul melihat hasil yang di bawa oleh orang kepercayaan nya itu .
" Bukalah !, aku ingin melihat seperti apa rupa pangeran kecil yang di perebutkan itu !" perintah sang Pang Cu Hek Long Pang .
Laki laki itu segera membuka kain pembungkus sesuatu yang dia bawa tadi .
Saat kain selimut di buka , nampak seorang anak laki laki berusia sekitar enam tahun , tidur meringkuk dengan sangat pulas nya .
Sangking pulas nya anak laki laki itu tidur , hingga badan nya di bolak balik , dia masih saja tertidur pulas seperti mati .
Semua yang hadir di kiri dan kanan altar , ternganga heran melihat bocah aneh itu tidur seperti bangkai saja layak nya .
"Waaaoooo , inikah pangeran kecil yang menjadi rebutan itu ?, terlihat tidak ada yang istimewa pada nya !" kata salah seorang wanita paro baya yang berdiri di kiri altar batu .
"Iya , terlihat biasa biasa saja , apa yang membuat orang menginginkan nya ?" gum yang lain nya .
Pang Cu Hek Long Pang menatap tajam kearah anak kecil yang tertidur pulas itu beberapa lama , mulut nya komat Kamit , lalu tangan nya seperti menyibak sesuatu .
"Kurang a*ar !, anjing bang*at !, siapa yang sudah melakukan ini semua heh !" teriakan Pang Cu bergema di dalam ruangan Kuil itu .
Semua yang hadir menatap bingung kearah Pang Cu mereka yang sedang marah besar itu .
"A' ada apa Pang Cu ?" tanya salah seorang dari mereka .
"Kalian semua memang to*ol , coba perhatikan baik baik , apa yang sudah kalian bawa ini heh !" bentak Pang Cu Hek Long Pang berang .
Semua yang hadir di tempat itu memperhatikan kembali anak kecil yang tertidur pulas diatas altar batu itu .
Tidak ada yang salah dengan anak itu , masih saja seperti awal nya tadi , cuma tidurnya yang sangat pulas itulah yang membuat semua orang heran .
Beberapa saat kemudian , secara perlahan , tubuh anak kecil itu berubah bentuk nya .
Seluruh yang hadir terpekik setelah melihat wujud sebenar nya dari anak kecil itu .
Ternyata anak kecil itu kini berubah menjadi se ekor kambing jantan yang sudah di totok urat utama nya , sehingga jangan kan bergerak , bersuara saja tidak bisa .
"Hoat Sut !" gumam beberapa orang yang hadir di tempat itu .
"Ya ini sejenis Pek Hoat Sut , tetapi lebih tinggi dari itu , dan hanya di miliki oleh para Dewa dan Dewi saja , semacam ilmu batin yang sangat tinggi !" kata Pang Cu Hek Long Pang .
Pek Hoat Sut ( ilmu Sihir putih) biasa nya di miliki oleh para Biksu tua , atau pertapa yang sudah mencapai puncak kebatinan , sedangkan yang di miliki oleh para Dewa dan Dewi , murni pemberian Thian yang maha kuasa , sebagai buah dari kesucian batin mereka yang tinggi , dan dekat nya mereka dengan Thian yang maha kuasa .
Pang Cu Hek Long Pang menatap ke sekeliling tempat itu memindai kalau kalau ada penyusup diantara para anak buah nya .
__ADS_1
"Siapapun kalian , keluarlah , jangan bersembunyi saja !" suara Pang Cu bergema didalam ruangan itu .
Beberapa saat keheningan meliputi ruangan itu .
"Siapapun kalian , keluarlah segera !" suara Pang Cu kembali bergema di dalam ruangan itu .
Tiba tiba seperti muncul begitu saja dari Dunia lain , di ujung altar berdiri tiga orang wanita cantik jelita .
Semua yang ada di tempat itu , tidak perduli laki laki atau perempuan , semua nya terpana melihat kecantikan tiga orang wanita jelita itu .
"Si' siapa kalian ?" tanya Pang Cu Hek Long Pang belum bisa mengatasi detakan jantung tua nya , yang seakan ingin melompat keluar dari dalam dada nya .
"Tidak usah bertanya siapa kami , yang perlu kau katakan , apa maksud mu ingin menculik putra ku heh ?" tanya Dewi Chang 'e .
"Putra mu ?, siapa putra mu ?, aku tidak mengerti maksud mu nyonya !" kata Pang Cu Hek Long Pang mulai bisa menguasai detakan jantung nya .
"Kau tidak usah berpura pura orang tua , tadi anak buah mu , mencoba menculik putra ku , untung aku sudah waspada , katakan , apa tujuan kalian sesungguh nya !" kata Dewi Chang 'e mulai geram dengan jawaban dari orang tua itu
"Aku benar benar tidak mengenal putra mu nyonya , kalau yang kau maksudkan bocah pangeran kecil itu , ketahuilah nyonya , dia adalah lambang kekuasaan negeri Fangkea ini , siapa saja yang bisa mendapatkan nya , bisa menjadi penguasa negeri ini , tidak masalah dia seorang petani sekalipun !" jawab Pang Cu Hek Long Pang mulai jujur .
Kini Dewi Chang 'e mulai paham , kenapa orang orang memperebutkan sang pangeran kecil ini , semua tidak terlepas dari pada kekuasaan .
"Rupanya kau tidak puas cuma menjadi Pang Cu perkumpulan kecil , dan ingin menjadi kaisar juga ya ?" tanya Dewi Chang 'e lagi .
"Dengarlah nyonya , meskipun cuma menjadi Pang Cu , tetapi aku sudah cukup puas dengan ini , tidak ada ambisi ku untuk menjadi Kaisar !" jawab Pang Cu Hek Long Pang ketus .
"Kau tahu kami adalah orang orang sewaan , kami bekerja berdasarkan upah yang kami terima , siapapun bisa memakai jasa kami !" jawab Pang Cu Hek Long Pang .
"Lalu siapa yang membayar kalian orang tua ?" tanya Dewi Chang 'e .
"Aku tidak akan mengatakan nya nyonya , itu pantangan bagi Hek Long Pang untuk mengungkapkan siapa yang membayar nya !" jawab Pang Cu Hek Long Pang .
"Begitu kah ?, bagai mana jika aku memaksa ingin mengetahui siapa yang membayar kalian ?" tanya Dewi Chang 'e lagi .
Pang Cu Hek Long Pang kali ini tersenyum lebar , "kau kira kau mampu memaksa kami nyonya ?, atau sebaik nya kau ikut dengan kami saja !" ...
"Pang Cu , biarkan saya bermain main beberapa jurus dengan wanita ini Pang Cu !" laki laki yang membawa bungkusan berisi kambing jantan tadi menawar kan diri nya untuk melawan Dewi Chang 'e .
Laki laki merasa malu dan sakit hati dengan kegagalan nya tadi , sehingga timbul niat di hati nya , untuk mempermalukan wanita itu di depan rekan rekan nya .
Bagi Pang Cu Hek Long Pang , tawaran itu tidaklah omong kosong belaka , karena dia tahu sebatas mana kemampuan dari anak buah nya ini .
Anak buah kepercayaan nya ini memang memiliki tataran ilmu tertinggi dari para rekan rekan nya yang lain , sehingga apa bila ada tugas tugas berat , mereka inilah yang sering di tugaskan .
"Majulah !, kau lawan wanita ini , beritahu dia , siapa Hek Long Pang sebenar nya !" kata Pang Cu memerintahkan bawahan nya itu .
Dengan senyum sumringah , laki laki paro baya berbadan kekar itu maju mendekat kearah Dewi Chang 'e .
__ADS_1
"Baiklah nyonya , beri tahu aku bagai mana cara nya memaksa orang orang Hek Long Pang agar mau bicara , tetapi aku saran kan kepada nyonya , agar lebih baik membersihkan tempat tidur untuk kita berdua saja nyonya , kan bisa enak enak dari pada berkelahi , nanti kulit nyonya yang putih halus mulus itu lecet , kan rugi nyo nya !" ujar laki laki itu mulai kurang ajar .
Meskipun kata kata itu bernada sangat merendahkan , tetapi Dewi Chang 'e masih saja menanggapi nya dengan tersenyum yang membuat jiwa kelaki lakian dari laki laki itu seolah meronta ronta di buat nya .
"Kau boleh berkata apapun tuan , itu hak tuan , tetapi bagiku , tuan tidak ubah nya seperti se ekor kucing jalanan yang mencoba menggertak se ekor harimau , majulah tuan , bila memang tuan merasa memiliki kemampuan untuk melawan saya !" kata Dewi Chang 'e mempersilahkan laki laki kekar itu untuk maju terlebih dahulu .
"Kau yang seharus nya maju terlebih dahulu nyonya , dan biarkan aku cuma membela diri saja , aku tidak tega membuat kulit nyonya yang indah itu menjadi lecet , biarlah akan ku nikmati nanti di tempat tidur saja !" ujar laki laki kekar itu semakin jorok saja .
Sekali lagi Dewi Chang 'e menanggapi ocehan laki laki itu dengan senyuman manis nya .
"Baiklah tuan , bila memang itu kehendak tuan , mohon petunjuk dari tuan yang hebat barang satu atau dua jurus , bersiap lah tuan , saya memulai serangan !" kata Dewi Chang 'e sambil mempersiapkan serangan nya .
Tidak tanggung tanggung , Dewi Chang 'e segera mengerahkan seperempat energi nya , untuk menyerang laki laki itu .
"Hiyaat !" terdengar suara dari mulut Dewi Chang 'e sambil bergerak melepaskan pukulan nya kearah dada laki laki paro baya itu .
Laki laki paro baya itu tersenyum melihat serangan dari Dewi Chang 'e yang sangat pasaran itu .
Sambil memiringkan tubuh nya kearah kiri , laki laki itu mencoba menangkap pergelangan tangan Dewi Chang 'e .
Rupanya serangan itu cuma serangan pancingan belaka , karena saat laki laki itu memiringkan tubuh nya , kaki kiri Dewi Chang 'e melayang naik lewat belakang tubuh nya dan bersarang di tengkuk laki laki itu dengan telak nya , sehingga laki laki itu pun jatuh terjerembab mencium lantai Kuil .
"Ah tuan terlalu baik hati , sehingga membiarkan tengkuk tuan terkena tendangan kaki saya !" kata Dewi Chang 'e sambil tetap tersenyum manis .
Marah , gusar , geram , dan malu bercampur menjadi satu membuat wajah laki laki itu berubah ubah warna , antara putih pucat , merah , kemudian menghitam .
"Cuih !, jurus sengatan kalajengking yang sangat pasaran sekali , tadi aku cuma main main , ayo sekarang serang lah lagi !" teriak laki laki itu mulai marah .
"Hi hi hi hi , padahal itu bukan jurus kalajengking tuan , itu jurus yang kubuat buat barusan saja , terimakasih untuk nama nya , jurus sengatan kalajengking , keren juga , awas serangan tuan !" kata Dewi Chang 'e yang segera bergerak menyerang laki laki itu kembali dengan serangan seperti tadi .
Karena tidak ingin kecolongan seperti tadi , kali ini laki laki itu tidak mengelak dengan memiringkan tubuh nya lagi , tetapi Melepaskan pukulan Dewi Chang 'e dengan menangkis nya mempergunakan tangan kanan nya .
"Buk !" ...
Saat tangan kanan nya menangkis serangan dari Dewi Chang 'e , ternyata lagi lagi pukulan itu cuma taktik pembuka saja , karena jurus yang sebenar nya adalah sikutan siku kanan Dewi Chang 'e yang menghantam ulu hati laki laki kekar itu dengan telak nya .
"Bruak !" ...
Tubuh kekar laki laki itu terbanting kebelakang dengan pantat nya terlebih dahulu mendarat di lantai Kuil .
Untuk beberapa saat , laki laki itu kesulitan untuk bernafas .
Laki laki kekar itu duduk di lantai Kuil untuk mengatur nafas nya beberapa saat .
Setelah nafas nya normal kembali , dengan muka merah padam , laki laki itu bangkit kembali .
"Cuih !, ****** hina , ternyata kau tidak bisa di kasihani rupa nya , akan ku remas remas tubuh mu sekarang , aku tidak lagi merasa kasihan kepada mu !" kata laki laki itu sambil mempersiapkan serangan nya .
__ADS_1
...****************...