Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Mian Nyi Mo Xiau.


__ADS_3

Hari baru saja lewat tengah hari, ketika seekor kuda coklat besar yang di tunggangi oleh dua orang itu berlari keluar dari desa Muk kua menuju kearah jalan besar yang menghubungi kota Fansau dan kota Yufing itu.


Meskipun mengangkut beban dua orang di punggung nya, kuda itu berlari seperti tidak merasakan beban sama sekali.


Hingga ketika sudah berlari beberapa saat lama nya, kuda itupun tiba di sebuah jalan besar yang banyak di lewati orang berlalu lalang dari kota FanSau di sebelah kiri dan kota Yufing di sebelah kanan.


Shin Liong dan Dewi Teratai putih yang menunggangi kuda coklat tinggi besar itu mengambil jalan ke sebelah kanan, arah kota Yufing.


Hari itu suasana jalanan tidak terlalu ramai, tetapi tetap saja ada yang lewat meskipun cuma satu dua orang saja baik gerobak sayur, maupun kereta kuda.


Ketika hari menjelang sore, mereka tiba di sebuah rumah singgah yang di bangun oleh Kaisar di sepanjang jalan utama.


Dewi Teratai putih segera mengeluarkan peralatan memasak mereka.


Karena Kaisar cuma menyediakan rumah singgah saja, tanpa menyediakan dapur nya, maka masing masing mereka yang singgah bermaksud untuk menginap di situ, memasak makanan di luar rumah singgah itu.


Tetapi yang pasti, setiap rumah persinggahan, selalu di bangun di dekat sungai ataupun danau, atau paling tidak ada sumur.


Di bawah sebatang pohon Tao yang tumbuh rindang, Dewi Teratai putih menyalakan api untuk menanak nasi, sementara Shin Liong sedang memberi makan dan minum kepada si coklat kuda mereka.


Namun baru saja Dewi Teratai putih selesai memasak nasi,dan bersiap memasak lauk nya lagi, tiba tiba dari arah kota Fansau datang seekor kuda yang berlari sangat kencang, di tunggangi oleh dua orang gadis cantik.


Yang satu orang, sedang mengendalikan kuda, namun mulut nya mengeluarkan darah, sedangkan yang seorang lagi sedang tertelungkup di punggung kuda di depan gadis yang terluka tadi.


Ketika memasuki halaman rumah singgah itu, kuda itu masih saja berlari dengan kencang, hingga hampir menabrak pohon Tao.


Dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti oleh mata, Dewi Teratai putih bergerak menahan laju lari nya kuda itu.


Kuda berwarna hitam itu berhenti tepat tidak jauh dari pohon tempat Dewi Teratai putih menyalakan api.


Setelah kuda itu berhenti, gadis penunggang kuda itu pun langsung tumbang pingsan, sedangkan teman nya tidak di ketahui, entah masih hidup,atau sudah mati.


Dewi Teratai putih segera menyambar tubuh gadis yang tersungkur hampir mencium tanah tersebut, sedangkan Shin Liong segera menarik kuda hitam itu dan menambatkan nya di bawah sebatang pohon, lalu dengan hati hati, dia menurun kan tubuh gadis yang meringkuk di punggung kuda itu.


Di raba nya nadi gadis itu, masih terasa, meskipun agak lemah.


Di baringkan nya tubuh gadis itu di samping teman nya yang juga sedang pingsan itu.


Dewi Teratai putih segera menyalurkan hawa murni ketubuh gadis pertama, sedangkan Shin Liong menyalurkan hawa murni ke tubuh gadis kedua.


Selang beberapa waktu, kedua gadis itupun siuman dari pingsan nya.

__ADS_1


Dewi Teratai putih segera memijat di beberapa bagian tubuh kedua gadis itu, lalu memberikan mereka masing masing dua buah pil pengobatan luka dalam.


Setelah meminum pil dari Dewi Teratai putih itu, wajah kedua gadis itupun kini kembali memerah, tidak pucat seperti tadi.


Kedua gadis itupun menjura berkali kali di hadapan Dewi Teratai putih dan Shin Liong.


"Terimakasih nona muda, terimakasih tuan muda, saya Ah Mei dan ini saudara seperguruan saya Yun Yun, kami berasal dari perguruan walet Emas berhutang nyawa kepada nona muda dan tuan muda" kata gadis pertama yang bernama Ah Mei itu.


"Sudah lah nona Ah Mei,dan nona Yun Yun, sudahlah nona, ada apa sehingga kalian berdua terluka parah seperti itu?" tanya Dewi Teratai putih .


"Huu, huu," tangis kedua gadis itu, " tadi pagi kami bertemu seorang pemuda tampan dan terlihat baik hati, dia mengajak kami berjalan bersama nya, dan kamipun bersedia, tetapi ternyata di tengah jalan dia berubah menjadi jahat, muka nya yang semula tampan berubah menjadi sejelek setan, dan dia mencoba memperkosa kami berdua, Yun Yun terkena pukulan nya secara telak, sedangkan saya juga terkena,tetapi tidak terlalu telak, dengan menggunakan asap tipuan,saya berhasil melarikan diri membawa Yun Yun yang sudah pingsan dari awal" jawab Ah Mei sambil terisak Isak menangis.


"Sudahlah, kalian sudah aman disini bersama kami" kata Shin Liong menenangkan kedua gadis tadi.


"Tetapi penjahat yang bernama Mian Nyi Mo Xiau (iblis kecil bermuka dua) itu terus mengejar kami,dan kalau dia melihat nona, pasti nona akan menjadi korban juga!" kata gadis Ah Mei ketakutan.


"Tenang saja kalian, suami ku akan bisa mengatasi iblis itu bila dia mengejar kalian kesini" kata Dewi Teratai putih meyakin kan kedua gadis itu.


"Hah?, apakah kalian?" tanya Yun Yun agak ragu ragu.


"Ya, kami sepasang suami istri, nama ku Dewi Nuwa, dan itu suami ku bernama Shin Liong, kalau cuma iblis cabul itu saja, suami ku seorang saja bisa mengatasi nya" kata Dewi Teratai putih.


"Tetapi Nana Dewi, penjahat itu berada di tingkat alam Brahmana akhir, sedangkan suami nona berada di,,," Ah Mei nampak ragu ragu dengan perkataan dari Dewi Teratai putih itu.


Dewi Teratai putih segera mengajak Ah Mei dan Yun Yun untuk makan bersama mereka di bawah pohon Tao itu.


Namun baru saja mereka bermaksud mau makan, tiba tiba dari arah jalanan melesat masuk seorang laki laki dengan tampang mengerikan sambil mempergunakan ilmu meringan kan tubuh.


Muka laki laki itu merah seperti darah, dengan gigi gigi yang besar besar menonjol keluar tidak beraturan.


Melihat laki laki itu, kedua gadis tadi segera berlindung di balik tubuh Dewi Teratai putih dengan muka pucat pasi.


"Nona muda, dialah Mian Nyi Mo Xiau itu nona, dia bisa berubah ubah muka nya sesuai dengan isi hati nya"kata Ah Mei berbisik di telinga Dewi Teratai putih .


Dewi Teratai putih meneliti laki laki bergelar Mian Nyi Mo Xiau atau iblis kecil bermuka dua itu, lalu dengan tersenyum, dia berkata, "tenang saja nona nona, suami ku akan bisa mengatasi iblis besar omong itu!"...


"He he he he, rupanya kalian berlindung di tempat ini, Ho ho ho, ini nama nya rejeki nomplok, aku malahan bertemu dengan bidadari dari Swargaloka yang turun ke bumi, hei kalian berdua!, cepat ikut aku bila masih ingin hidup lama di dunia ini, dan kau juga nona cantik jelita, sebagai ganjaran karena sudah menolong korban ku, kau juga harus ikut bersama ku!" perintah Mian Nyi Mo Xiau dengan nada kasar, Namum pelan pelan wajah nya berubah kembali menjadi seorang pemuda tampan.


"Kau datang datang membuat rusuh di sini, meminta hal yang bukan hak mu, bagai mana bila aku tidak mengijinkan siapapun disini ikut dengan mu!" kata Shin Liong mulai geram melihat tingkah Ibis kecil itu.


"Kalau kau tidak mengijinkan, maka yang pertama kali harus mati itu adalah diri mu!" kata iblis kecil itu sambil menuding kan telunjuk nya ke arah Shin Liong .

__ADS_1


"Hei iblis muka dua, aku khawatir yang besar cuma nama mu saja, sama besar nya dengan omongan mu itu!" kata Shin Liong sambil menertawai laki laki itu.


"Kurang ajar!, kau rupanya memang sudah bosan hidup!" kata Mian Nyi Mo Xiau sambil bergerak secepat kilat sudah berada di belakang tubuh Shin Liong.


"Ah nona!, habislah suami mu itu sekarang!" teriak Ah Mei sambil menutup muka nya.


Dengan kuku kuku panjang dan runcing yang tiba tiba muncul di jari tangan nya, Mian Nyi Mo Xiau segera menyerang belakang tengkuk Shin Liong.


Terlihat jelas, beberapa kejap lagi, leher Shin Liong akan putus terkena sabetan kuku Mian Nyi Mo Xiau si iblis kecil muka dua itu.


Namun ketika cakaran tangan Mian Nyi Mo Xiau hampir mencapai leher Shin Liong, tanpa di duga, tiba tiba tubuh Shin Liong lenyap dari hadapan Mian Nyi Mo Xiau, dan tahu tahu,


"Plak!".


Hantaman telapak tangan tanpa tenaga menghantam kuping Mian Nyi Mo Xiau.


Meskipun hantaman itu tidak menggunakan tenaga, tetapi bagi Mian Nyi Mo Xiau terasa seperti kejatuhan sebongkah batu besar dari puncak gunung, dan menghantam kuping nya.


Kuping kanan Mian Nyi Mo Xiau langsung hilang pendengaran nya,dan dari lobang kuping kiri nya, muncrat darah segar, pertanda, kedua kuping nya sudah tidak lagi berfungsi.


Mian Nyi Mo Xiau terhuyung huyung beberapa saat, kejadian yang benar benar di luar dugaan nya.


Karena melihat tingkat kultivasi Shin Liong yang cuma di tingkat alam Taruna menengah, dia menyepelekan nya.


Memang bila dilihat dari tingkat kultivasi, sangat aneh bila Shin Liong yang terlihat berada di tingkat Taruna menengah itu bisa mengalahkan seseorang yang sudah berada di tingkat alam Brahmana akhir, karena perbedaan tingkat yang sangat sangat jauh, bagai langit dan bumi.


Tetapi itulah kenyataan nya, pandangan meremehkan dari Mian Nyi Mo Xiau tadi, kini harus di bayar nya dengan bayaran yang sangat mahal sekali, pukulan sejati inti semesta yang di arahkan ke gendang telinga Mian Nyi Mo Xiau, langsung menghancurkan gendang telinga laki laki itu, tanpa merusak organ lain nya.


Mian Nyi Mo Xiau benar benar sangat marah sekali, dicobanya menggeleng gelengkan kepala nya,tetapi keheningan lah yang dia dengar,telinga nya tidak merespon suara apapun yang berasal dari luar.


Muka Mian Nyi Mo Xiau menjadi merah membara, gigi gigi nya bertonjolan besar besar tidak beraturan lagi.


"Kurang ajar!, kali ini aku bener benar akan membunuh mu keparat!" teriak Mian Nyi Mo Xiau segera menyerang kearah Shin Liong dengan kecepatan penuh dan kekuatan maksimal nya.


Kuku nya yang panjang dan runcing serta tajam itu berseliweran di sekitar tubuh Shin Liong.


Di mata Ah Mei dan Yun Yun, serangan dari Mian Nyi Mo Xiau itu sudah sangat cepat sekali, bahkan hampir tidak bisa di ikuti oleh mata biasa.


Tetapi lain halnya dengan penglihatan dari Dewi Teratai putih dan Shin Liong, dimata mereka, serangan dari Mian Nyi Mo Xiau itu masih terlalu sangat lambat dan membosankan.


Mian Nyi Mo Xiau atau iblis kecil bermuka dua ini tahu bahwa kini dia sudah menjadi cacat pendengaran se umur hidup nya.

__ADS_1


Dia benar benar tidak menyangka,anak kemarin sore, bisa memiliki ilmu sedahsyat itu.


Kini yang ada di dalam hati nya adalah, membuat setidaknya anak muda di depan nya itu cacat permanen juga, bila tidak bisa membunuh nya.


__ADS_2