
Siang itu, awan mendung kesedihan berarak diatas istana Kaisar.
Entah sudah berapa lama nya sang putri Siaw Eng menangis, seakan air mata sang putri ini sebuah mata air yang tidak pernah mengering.
Meskipun tidak lagi mengamuk , tetapi tangisan nya tetap saja tidak berhenti.
Bahkan sang Ratu yang turut membujuk Putri nya itu, juga tidak kuasa ber buat apa pun.
Putri Siaw Eng bangkit berdiri, lalu berjalan cepat kearah luar istana.
Sang Ratu yang khawatir, segera menyuruh para dayang dan inang untuk mengikuti sang putri.
Disebuah rumah mewah yang besar, putri Siaw Eng berhenti, lalu masuk kedalam.
Di ruang depan rumah itu, nampak Shin Liong dan ketiga istri nya sedang duduk.
Bersama mereka , nampak kedua orang tua Dewi Nuwa, dan Dewi Chang 'e.
Sambil berlari, putri Siaw Eng memeluk tubuh Dewi Chang 'e dan kembali menumpahkan air mata nya di dada wanita cantik jelita itu.
"Nenek Dewi !, A Yong nenek , A Yong dalam bahaya besar, dia di tawan seorang penjahat sangat sakti , tolonglah A Yong nenek , cuma nenek yang bisa menolong nya , aku tidak ingin sesuatu terjadi pada nya !" ratap putri Siaw Eng pada Dewi Chang'e.
"Bersabar lah nak , tenangkan hati mu , kuasai diri mu nak , kami sudah mengetahui semua nya nak , ini memang sudah jalan nya, tidak ada yang harus di salah kan , tali hidup adalah takdir , tunangan hidup adalah kematian , dan janji hidup adalah berbuat kebaikan !" kata Dewi Chang 'e dengan suara lembut nya, menenangkan hati Putri Siaw Eng.
Dia tahu perasaan apa yang ada di hati sang putri ini kepada cucu nya, dan dia juga tahu hubungan apa yang telah terjalin diantara mereka.
Mendengar suara Dewi Chang 'e yang lembut serta petuah nya yang bijak, sedikit demi sedikit, beban hati Siaw Eng kian berkurang.
"Ibu !, aku akan ke istana , aku ingin mendengar langsung dari sang Kaisar Bu , tolong jaga Dewi Nuwa, dia benar benar shock mendapat masalah ini Bu" kata Shin Liong yang segera melangkah keluar rumah kediaman mereka.
Putri Xuan Yi dan Dewi Pelangi segera menyusul langkah sang suami di belakang nya, setelah sang mertua memberikan isyarat kepada mereka berdua agar mengikuti sang suami nya itu.
Di istana , nampak kesedihan kian terasa mencekam.
Pangeran Fu Quon, duduk termenung menatap kolam ikan di taman istana.
Dari mata nya yang berkaca kaca , nampak sekali jika sang pangeran ini begitu bersedih nya.
Melihat kehadiran Shin Liong dan kedua istri nya, sang Kaisar Menundukkan kepala nya , tidak kuasa berkata kata lagi.
"Yang mulia , sebelum kalian tahu , saya sudah terlebih dahulu mengetahui nya , tidak ada yang perlu di salahkan atas peristiwa ini , semua nya, baik kita terima , ataupun tidak terima , takdir akan tetap berjalan pada jalur nya , dan tidak mungkin akan berubah cuma karena tangis dan ratapan manusia , saya cuma mau berpamitan pada kalian semua , saya akan pergi mencari putra saya, yang mulia , saya titip keluarga saya di sini !" kata Shin Liong lembut.
"Maafkan aku putra ku !, aku tidak bisa berbuat apa apa , tetapi setidak nya , aku berjanji , bahwa aku akan menjaga dan memperhatikan semua keluarga mu nanti nya !" sahut sang Kaisar.
Setelah meminta ijin dan berpamitan , Shin Liong dan kedua orang istri nya itu segera berlalu, kembali ke rumah kediaman nya.
Ternyata di rumah kediaman nya itu , sudah ada kakek Qin yang sedang memberikan petuah dan wejangan kepada Dewi Nuwa.
"Kakek !, syukurlah kakek datang , Liong hari ini juga akan pergi menyusul A Yong kakek , bisakah kakek membantu ku agar bisa tiba di Dunia Betara itu kek?" tanya Shin Liong .
"Aku kesini justru ingin membicarakan hal itu pada kalian semua , aku bisa mengantarkan kalian ke Dunia Betara itu, tetapi cuma untuk tiga orang saja , dan aku sudah memilih siapa Diantara kalian yang ku anggap mampu ke Dunia Betara itu menyertai Shin Liong cucu ku !" kata kakek Qin.
__ADS_1
"Aku harus ikut kakek !, aku harus menyelamatkan putra ku kek !" ucap Dewi Nuwa cepat cepat.
Dengan tersenyum ramah , kakek Qin menatap kearah Dewi Nuwa.
" Kakek tahu nak !, kau sangat ingin menyertai suami mu untuk menyelamatkan putra mu, tetapi satu hal yang harus kau ketahui nak , Dunia Betara ini bukan Dunia yang bisa dianggap sepele, jangan sampai niat mau menyelamatkan putra mu, yang ada kau malah menambah masalah bagi suami mu nanti nya , yang boleh ikut ke Dunia Betara itu cuma Dewi Xuyi dan Dewi pelangi , karena tatanan ilmu mereka sudah sangat mampu untuk menghadapi orang orang di dunia itu nanti nya , malahan tenaga mereka berdua akan banyak membantu , sedangkan yang lain nya harus menunggu di tempat ini bersama putri ku Dewi Chang'e, kalian mengerti kah ?" tanya kakek Qin dengan lembut, namun terasa ber energi sangat kuat.
Mendengar itu, mereka semua nya terpaksa meng iya kan saja.
"Aku takut mereka dalam bahaya kek !" kata Dewi Nuwa serak.
"Apakah kau pikir aku membiarkan begitu saja cucu dan cicit ku berada dalam bahaya ?, kau tenang saja Nuwa , aku akan terus mengawasi mereka !" kata kakek Qin bersungguh sungguh.
"Maafkan aku kakek , aku cuma tidak ingin kehilangan mereka sekali lagi , bagiku , mereka adalah hidup ku !" kata Dewi Nuwa sambil menunduk.
Dia tidak kuasa menentang wibawa dari pancaran muka laki laki tua itu.
"Dewi !, kau tunggulah aku disini , aku akan membawa putra kita kembali , kau harus mempercayai aku Dewi!" kata Shin Liong sambil mencium kening sang istri nya itu.
"Aku percaya kepada mu kakak , sekarang aku kehilangan biji mata ku , jangan sampai aku kehilangan nafas hidup ku juga !" ucap Dewi Nuwa sambil menangis.
"Kakak Dewi Nuwa!, kami mohon diri kak !" ucap Dewi Pelangi dan Dewi Xuyi bersamaan.
"Ibu , tolong jaga Nuwa untuk ku ya Bu , aku menyayangi kalian semua !" kata Shin Liong sambil bersimpuh di depan sang ibu.
"Doa dan restu ibu menyertai kalian nak !" kata Dewi Chang 'e sambil mencium anak dan menantu nya itu satu persatu.
Setelah selesai berpamitan, Shin Liong dan kedua istri nya segera duduk berhadap hadapan sambil berpegangan tangan dengan erat nya.
Seberkas cahaya putih keluar dari mata kakek Qin mengurung tubuh ketiga orang itu.
Ketika cahaya itu padam, Shin Liong dan kedua orang istri nya telah tidak ada lagi di depan mereka.
Setelah memberikan petuah panjang lebar masalah kehidupan, akhirnya kakek Qin pun berpamitan untuk kembali ke tempat kediaman nya.
Nun jauh di sana, di Dunia yang penuh dengan tragedi dan kejahatan hampir setiap hari nya, Dunia yang dulu nya bernama dunia Permata Biru dan sekarang bernama Dunia Betara itu , seberkas cahaya petir menyambar sebuah hutan nan lebat.
Bersamaan dengan Sambaran petir itu , nampak tubuh tiga orang manusia terduduk diatas rerumputan tidak jauh dari sebatang pohon besar yang rimbun.
"Kakak !, rupanya kita sudah sampai di tujuan kita !" kata Putri Xuan Yi atau Dewi Xuyi sambil bangkit berdiri, di susul oleh Dewi Ying Fa atau Dewi Pelangi dan Shin Liong .
Shin Liong memperhatikan sekeliling nya terlebih dahulu, sebelum menentukan arah mana yang harus mereka tempuh.
Hutan rimba di sekeliling mereka seperti sebuah hutan rimba purba, ini bisa dilihat dari bentuk pepohonan nya yang luar biasa besar besar dan tinggi tinggi sekali, se olah olah sudah berumur ribuan tahun.
"Wuss !"...
"Wuss !"...
Tiba tiba diatas pepohonan itu, terlihat berkelebat beberapa ekor burung sebesar manusia dewasa.
"Kalian melihat nya kah yang tadi terbang melintas di atas kita !" kata Shin Liong pada kedua istri nya.
__ADS_1
"Ya !, seperti nya, dua ekor burung besar yang sedang terbang melintas diatas pucuk pohon sana kak !" kata putri Xuan Yi.
"Tetapi aku melihat tadi seperti manusia kak !" kata Dewi Ying Fa menyangkal pendapat kakak madu nya itu.
"Ah masa sih , aku tidak sempat melihat secara pasti, cuma sekelebat saja tadi !" kata Shin Liong .
"Wuss !"...
"Wuss !"...
"Wuss !"...
Kali ini tiga ekor burung yang terlihat melintas diatas pucuk pohon yang tinggi.
"Eh iya benar kak , itu manusia burung, manusia yang memiliki sayap seperti burung !" kata Dewi Ying Fa kembali.
"Adik Fa benar , itu seperti manusia bersayap kak !" kata putri Xuan Yi sambil menunjuk keatas pohon.
Diatas pohon itu, nampak lima orang manusia burung, sedang mengawasi mereka dari ketinggian, sambil berpijak di dahan pohon.
Yang sangat unik dari kelima orang manusia burung itu adalah wanita muda yang cantik semua nya, dengan rata rata dada mereka membusung penuh.
Kelima manusia burung itu terus memperhatikan Shin Liong dan kedua orang istri nya, sambil berbisik bisik diatas pohon yang sangat tinggi.
"Wuss !"...
Tiba tiba salah satu dari kelima manusia burung cantik itu terbang entah kemana.
Kini yang tinggal di atas dahan itu cuma empat orang manusia burung saja lagi.
Salah seorang dari manusia burung yang berkalung emas segera melompat turun dari dahan kedahan pohon yang di ikuti oleh tiga orang manusia burung yang lain nya.
Sebentar saja , ke empat orang manusia burung itu sudah berada di depan Shin Liong dan kedua orang istri nya.
Setelah dekat, barulah terlihat jelas jika ke empat manusia burung itu berparas sangat cantik dengan hidung yang lebih mancung dari pada manusia biasa, dengan dua buah sayap menempel di belakang tangan nya.
"Kalian siapa ?, manusia kah atau burung , atau justru bangsa peri ?" tanya Shin Liong kepada para gadis cantik manusia burung itu.
"Kami bangsa Tiau Nyin yang menguasai wilayah atas Thai San ini, apakah kalian melihat cahaya yang tadi jatuh di sekitar sini ?" tanya gadis burung berkalung emas itu, bertanya kepada Shin Liong .
Bangsa Tiau Nyin atau Bangsa Manusia Burung ini, memang menguasai bagian atas wilayah Thai San, atau hutan besar itu.
"Tentu saja kami tidak tahu nona burung , kami aja baru tiba di tengah hutan ini !" jawab Shin Liong .
Rupanya jawaban dari Shin Liong itu , dianggap mereka sebagai satu penghinaan bagi mereka, sehingga dengan mata memerah , gadis burung berkalung emas itu segera menyerang kearah Shin Liong dengan serangan tangan kosong nya.
Meskipun tangan kosong, tetapi karena mengandalkan cakaran kuku mereka yang sangat tajam itu, menjadikan serangan itu sangat berbahaya sekali.
"Hei nona burung !, kenapa mendadak menyerang ku , kita tidak memiliki silang sengketa apa pun juga kan !" kata Shin Liong sambil menghindar dari serangan gadis burung yang begitu cepat itu.
"Kurang ajar !, lagi lagi kau ulangi penghinaan mu kepada ku , kali ini aku benar benar akan menghabisi mu !" kata gadis burung itu sambil bergerak semakin cepat dan semakin bertenaga.
__ADS_1
Kesepuluh jari tangan nya yang tiba tiba saja muncul kuku kuku yang sangat tajam serta runcing itu ber suitan terkena angin serangan nya.
...****************...