
Meskipun dengan menangis , meronta , menghiba , bahkan memohon mohon , tetapi hati Thai cu Mou sudah benar benar tersakiti .
Bunga Liu kesayangan nya , telah terenggut dari jambangan hati nya dengan paksa , luruh saat mekar berseri .
Air mata Thai cu Mou berderai bak air hujan , membasuh batu pusara bertuliskan Mou Yi Hua .
Ingin rasanya , segera mengakhiri hidup nya , dan menyusul putri kesayangan nya itu .
Tetapi kewajiban nya untuk meneruskan nama besar Mou terletak di pundak nya .
Berat memang , tetapi sebagai Thai cu Mou , kewajiban itu memang harus dia terima .
Sementara itu di pinggiran kota Tao sebelah selatan , Zhang Liu jiau berjalan sempoyongan , air mata nya telah pula kering , sekering bibir nya yang mulai pecah pecah .
Tidak sedikit pun terlihat sisa sisa kekuasaan ataupun kekayaan yang terlihat pada diri nya , pakaian nya lusuh , rambut awut awutan .
Kalau selama ini dia hidup dari meminta pada sang suami nya saja , kini disaat melarat , dia bingung harus berbuat apa .
Di sebuah kedai teh kecil , di pinggiran kota Tao dia mampir .
Seorang ibu tua kurus keluar memperhatikan diri nya sejenak .
"Liu jiau ?, benarkah ini kau ?, apa yang terjadi nak ?" tanya wanita tua kurus itu .
Zhang Liu jiau segera bersimpuh di kaki wanita itu sambil menangis .
"Ibu !, ampuni aku ibu , aku salah , tidak menghiraukan ibu dan adik Jian saat kalian terpuruk , kini aku pun terpuruk pula Bu , putra putri ku sudah meninggal semua nya , dan aku diusir dan di keluarkan dari keluarga Mou tanpa di bekali Tail sedikit pun Bu , aku mohon terima aku Bu !" ratap Zhang Liu jiau menghiba pada wanita tua itu .
Wanita tua itu tidak bisa berkata apapun , cuma menangis melihat nasip putri nya yang amat nelangsa itu .
Dari dalam kedai kecil itu , keluar seorang wanita paro baya dengan badan yang juga kurus .
Dia menatap kearah Zhang Liu jiau beberapa saat lama nya .
"Meme Jian , maafkan Cece ya me , Cece tidak memiliki tempat berteduh lagi me , Cece mohon pertolongan meme , tolonglah Cece me !" ratap Zhang Liu jiau pada Zhang Ju Jian .
"Apa ?, disaat Cece melarat dan butuh bantuan , baru kau merasa memiliki saudara , dahulu disaat meme di buang dari keluarga Wang , kau bilang apa heh ?, kau bilang yang bersaudara cuma sebutan , harta benda dan Tail emas tidak bersaudara , ya kan , aku terbuang dari keluarga Zhang , semua karena hasutan mu ce , kau bilang jika Shin Liong adalah anak hasil berselingkuh dengan siluman , dan bodoh nya aku percaya begitu saja , hingga turut membenci keponakan ku sendiri , darah daging dari kakak ku sendiri , padahal setelah sekian tahun , baru aku tahu jika semua nya karena perbuatan mu yang meracuni kakak Bao semasa kakak Bao hamil , dengan racun damar neraka yang tidak ada obat nya , sehingga kakak Bao mengorbankan diri nya dengan meminum getah kayu larantuka yang paling beracun demi kehidupan putra dalam kandungan nya , putra penerus marga Zhang kita , dan epek dari racun yang dia minum itu , menyebabkan putra kakak Bao dan kakak Yong Kai cacat semenjak lahir , dan kesempatan itu kau manfaatkan pula untuk menghasut orang orang agar tidak ada yang bersedia memelihara serta membesarkan Bao kecil , hingga ayah kandung yang seharus nya menjadi benteng utama bagi putra nya , justru terhasut oleh ucapan mu , dan mengeluarkan putra nya dari marga Zhang , sekarang marga Zhang sudah mati , kau puas kan ce ?, puas kan kau ?, Cuih !, pergilah dari pondok ini , aku tidak Sudi menampung mu di tempat ini !" kata Zhang Ju Jian yang menimpakan semua nasip buruk nya pada sang kakak Zhang Liu jiau .
"Sudahlah nak , bagai manapun juga , dia kakak mu nak , kasihan dia , terimalah dia nak !" ucap wanita tua kurus itu .
"Tidak ! Bu , seharus nya kata kata itu ibu ucapkan puluhan tahun yang lalu , saat putra kakak Bao Yu lahir , tetapi apa kata ibu saat itu ?, ibu justru menyuruh agar orang orang membawa bayi kecil itu sejauh jauh nya dari mu , ya kan Bu , kalau ibu kasihan kepada nya , silahkan ibu mengikuti nya !" kata Zhang Ju Jian menghempas pintu kedai dengan kuat .
Tidak ada lagi yang dapat di lakukan wanita tua yang dulu sewaktu kaya , terlihat amat berkuasa bak seorang Ratu itu .
Kini setelah jatuh miskin , hidup mereka justru lebih menyedihkan dari pada orang miskin lain nya .
__ADS_1
Tepat kata orang , "miskin jangan jengah , kaya jangan pongah !" ...
Semua cuma permainan sang nasip semata , apa arti miskin harta apa bila dihati penuh rasa syukur dan cinta , dan apa pula arti nya kaya raya , bila didalam hati selalu dahaga dengan harta Dunia .
Kaki yang melangkah , tangan yang berbuat , bahu jua yang memikul nya .
Wanita tua yang dulu selalu di panggil Tanio(nyonya besar) itu , tidak bisa berbuat apa pun juga , karena sebenar nya , dia pun hidup menumpang pada putri nya ini juga .
Rumah kecil itu adalah pemberian dari Shi Er dari hasil mengumpulkan Tail emas sedikit demi sedikit yang diberikan oleh ayah nya .
Kini Shi Er sudah diserahi untuk mengelola sebuah toko obat di kota Tao itu .
Tetapi tentu saja dia masih dibawah pengawasan sang ayah , sehingga tidak bebas untuk membantu ibu nya .
Shi Er selalu menyempatkan setiap bulan nya , untuk memberikan sekedar Tail emas kepada ibu nya .
Sebenar nya sang ayah sudah lama tahu akan hal itu , tetapi selama masih dalam batas kewajaran , Thai cu Wang pura pura tidak tahu saja .
Langkah kaki dan nasip siapa yang tahu ?, itulah ungkapan para orang pandai .
Akhirnya langkah membawa Zhang Liu jiau pada seorang mucikari sebuah rumah pelesiran .
Karena mengenal siapa dulu Zhang Liu jiau sang wanita pesolek yang selalu berdandan glamor itu , akhirnya sang mucikari mau mempekerjakan Zhang Liu jiau sebagai wanita penghibur di tempat itu .
Wanita yang dulu nya berada di tataran kelas atas itu , kini terpuruk serendah rendah nya , menjadi sampah yang siap menghibur laki laki yang membutuhkan hiburan nya .
......................
Pagi itu , Shin Liong dan keluarga nya , bergerak ke Utara , ke kota Sian Tao , kebetulan orang tua Dewi Teratai putih ingin berkunjung ke perguruan Rajawali emas .
Setelah menempuh perjalanan beberapa hari , akhirnya mereka pun tiba di gerbang perguruan Rajawali emas .
Betapa senang nya Bu Beng Kwan melihat sahabat nya itu datang berkunjung ketempat nya .
Begitu pula dengan Bu tek Cong selaku leluhur perguruan silat Rajawali emas , sangat senang sekali menerima kunjungan dari Arwanwen itu .
Leluhur perguruan silat Rajawali emas hampir hampir tidak percaya pada penglihatan nya , jika kini anak kecil yang dulu sering di sakiti teman teman nya itu , kini tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat tampan sekali , serta tataran kultivasi yang tidak lagi bisa di ukur oleh manusia normal .
Dia ingat jika pemuda itu dahulu nya datang ketempat nya ini dengan tingkat kultivasi yang di luar nalar manusia biasa , meskipun dia sendiri tidak menyadari nya .
Oleh karena itulah , dia menyembunyikan tingkat kultivasi anak itu , agar tidak mendatangkan masalah pada diri nya nanti .
Shin Liong minta ijin menitipkan kedua orang mertua nya itu di perguruan Rajawali emas , karena mereka sekeluarga akan pergi ke gunung Kwan Lun , karena ada sesuatu yang mereka cari disana .
Setelah mendapat ijin dari patriak perguruan Rajawali emas , ke esokan hari nya , Shin Liong dan ketiga istri nya , putra nya dan ibu nya Dewi Chang 'e serta Putri Hong Yi , inang Yu Nan de dan pangeran kecil Fang Ru zhian , pergi ke arah Utara dari belakang tembok perguruan Rajawali emas .
__ADS_1
Meskipun sudah berlalu tahunan yang lalu , tetapi Shin Liong masih bisa mengingat jalan nya .
Sebenar nya , Shin Liong bisa saja membuka portal langsung ke goa tempat dulu dia menemukan pintu portal ke dunia dimensi itu , tetapi karena ada sesuatu yang ingin dia cari di hutan Sian Tao , mereka pun memutuskan untuk berjalan kaki saja .
Dewi Chang 'e berjalan sambil menggendong pangeran Fang Ru zhian, sementara putri Hong Yi dan inang Yu Nan de berjalan mengikuti dari belakang .
Pada hari yang ke dua , mereka tiba di sebuah anak sungai kecil ber air dangkal .
Shin Liong memutuskan untuk beristirahat sejenak di tempat itu , sekalian untuk mengisi perut mereka .
Inang Yu Nan de segera memandikan sang pangeran kecil di tempat yang berair agak dalam , sedangkan Shin Liong mencari tempat yang enak buat berbaring beberapa saat .
Tetapi , baru saja dia mau memicingkan mata nya , tiba tiba dia mendengar suara teriakan dari inang Yu Nan de dari arah hulu sungai kecil itu meminta tolong .
Secepat kilat , dia dan A Yong melompat kearah suara itu .
Ternyata di tempat itu , ada empat ekor serigala putih sedang memperhatikan sang inang yang sedang memandikan sang pangeran itu .
Sontak A Yong segera bersiap siap untuk menyerang serigala itu .
"Tunggu A Yong !, jangan lakukan , biar ayah yang mengatasi mereka !" kata Shin Liong sambil melangkah mendekati inang Yu Nan de yang berdiri gemetaran itu .
Melihat Shin Liong maju kearah inang Yu Nan de , ke empat ekor serigala putih itu menyeringai , memamerkan gigi gigi mereka dengan suara Geraman yang menakutkan .
Saat ke empat ekor serigala itu bersiap untuk menerkam Shin Liong , tiba tiba dari dalam semak semak muncul pula sepasang serigala putih sebesar sapi jantan .
Serigala jantan yang merupakan pemimpin nya itu menatap kearah Shin Liong beberapa saat , sambil moncong nya di ulurkan ke udara , mengendus aroma tubuh yang sangat dia kenal .
Lalu serigala jantan itu meraung nyaring , membuat ke empat ekor serigala tadi mundur perlahan .
Dengan merendahkan tubuh nya , serigala jantan itu berjalan mendekati Shin Liong .
Setiba nya di dekat kaki Shin Liong , serigala jantan berbulu putih atau juga disebut Serigala perak itu melolong panjang pendek lalu men cium serta menjilati kaki Shin Liong .
A Yong sangat takjub melihat pemandangan yang langka itu .
Dengan perasa an yang sangat haru , Shin Liong segera memeluk si putih sahabat nya itu .
"Putih !, ooh sahabat ku , ternyata kau masih mengingat ku , aku rindu kepada mu putih , ini semua keluarga ku !" kata Shin Liong kepada si putih sahabat yang sudah lama dia tinggalkan itu .
"Tuan !, tuan adalah Dewa penolong saya , selama saya masih hidup , saya akan tetap mengingat tuan !" terdengar suara serigala itu berbicara .
"Haah ?, kau sudah bisa bicara seperti manusia putih ?" tanya Shin Liong .
" Ya tuan , setahun yang lalu saya sudah naik ketingkat delapan sebagai syarat agar bisa berbicara bahasa manusia , bila saya sudah mencapai tingkat sembilan , saya akan dapat berubah menjadi manusia tuan !" kata serigala Putih itu .
__ADS_1
...****************...
"Harta meski di kejar sampai ujung Dunia , dan di cari hingga ujung usia , kelak akan kita tinggalkan semua nya " ...