
Dengan mendapat bantuan dari Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa , membuat para Prajurit kota Raja seperti orang yang mendapat bantuan nafas baru , kini mereka bersemangat kembali bertempur .
Keadaan justru terbalik , kini para Prajurit musuh yang hancur semangat tempur nya , melihat Dua orang wanita cantik jelita ini bertempur seperti dua ekor singa yang memiliki sayap , kemanapun mereka menerjang , selalu ada Prajurit yang tewas , kalau tidak tubuh meledak , pasti dada jebol .
Sedangkan Shin Liong cuma berdiri memperhatikan pertarungan antara sang Kaisar dan Hantu hitam yang berlangsung cukup seru itu .
Beberapa kali pukulan jarak jauh mereka bertemu , menciptakan dentuman dentuman nyaring , namun kedua nya masih sangat seimbang sekali .
Kini setelah Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa datang , perhatian nya terpecah , melihat satu persatu Prajurit nya mulai bertumbangan di tangan kedua Dewi itu .
Bukan cuma itu , Prajurit kota Raja yang tadi nya mulai terdesak hebat , kini setelah kedua Dewi itu datang , mereka seperti mendapat asupan semangat baru , bertempur dengan sengit dan kini mulai mendesak Prajurit nya .
Bahkan kini Prajurit nya mulai bertumbangan di tangan para Prajurit negeri Liu .
Karena pertarungan antara sang Kaisar melawan Hantu hitam masih seimbang , maka sang Kaisar segera mengeluarkan pedang panjang nya untuk melawan Hantu hitam .
Pedang pusaka langit itu bersuara menderu , saat di kibas kibas kan oleh sang Kaisar .
Menghadapi lawan yang mempergunakan pedang , tentu saja Hantu hitam menjadi terdesak , sehingga terpaksa mengeluarkan golok sakti nya juga .
Dentangan pedang dan golok yang beradu , memekakan anak telinga orang orang yang berada disekitar situ .
Lain dengan sang Kaisar , lain lagi dengan Tosu Twa Kung yang bertarung melawan Malaikat muka pucat .
Meskipun tingkat kepandaian dari sang Malaikat muka pucat ini , sedikit diatas saudara seperguruan nya Hantu hitam , tetapi sang Tosu Twa Kung masih lebih unggul dari pada nya .
Apa lagi ketika konsentrasi nya terpecah karena memperhatikan para Prajurit nya yang terdesak hebat , sehingga pukulan dari Tosu Twa Kung pun akhirnya berhasil mendarat telak di dada nya dengan kekuatan penuh .
"Bum !"...
Sebuah dentuman nyaring terdengar saat pukulan dari sang Tosu mengenai dada nya .
Tubuh Malaikat muka pucat pun terlempar sejauh sepuluh depa ke belakang dengan darah segar menyembur dari mulut nya .
Hantu hitam menjerit memanggil Malaikat muka pucat saat melihat tubuh saudara nya itu terlempar cukup jauh sambil menyemburkan darah segar yang sangat banyak .
Dan pada saat itu juga , sang Kaisar mempergunakan kelengahan dari Hantu hitam , dengan membabatkan pedang panjang nya .
"Trass !"...
Tubuh Hantu hitam pun terbatas putus mulai dari bawah ketiak kanan hingga sampai ke bagian bahu kiri nya .
Dengan tewas nya kedua pimpinan pasukan Prajurit kota Pekto itu , peperangan pun berhenti dengan kemenangan berada di pihak pasukan Negeri Liu .
Lima ratus orang Prajurit kota Pekto yang tersisa , menyerah kepada Prajurit negeri Liu .
Sorak Sorai segera membahana di gerbang selatan kota Raja Liu , atas kemenangan pasukan sang Kaisar .
Sementara itu , di gerbang barat , seribu orang Prajurit kota Raja , sudah bersiap siap menghadapi serangan dari pasukan kota Yuyang , yang di pimpin oleh Si kembar Im Yang bersama seribu orang Prajurit nya .
__ADS_1
Empat ratus orang Prajurit panah , sudah di persiapkan di atas benteng kota Qiantung , sedangkan tiga ratus Prajurit berkuda dan tiga ratus Prajurit pejalan kaki , juga sudah bersiap siap di depan gerbang kota sebelah dalam .
Ketika para Prajurit kota Yuyang dengan tiga ratus Prajurit pendobrak maju ingin mendobrak pintu gerbang Barat , hujan anak panah pun menyambut mereka semua semua .
Prajurit pendobrak itu banyak yang berguguran tertembus anak panah dari pasukan kota Raja .
Kini Pasukan pelindung yang maju bersama pasukan pendobrak .
Dengan mempergunakan tameng baja , mereka membuat perlindungan seperti sebuah kubah besar yang melindungi pasukan pendobrak pintu gerbang .
Namun baru saja mereka maju , batu batu sebesar buah kelapa berhamburan menghantam tameng perlindungan mereka , sehingga membuat perlindungan mereka menjadi porak poranda .
Dan di saat perlindungan mereka hancur berantakan , ratusan anak panah kembali menembus tubuh mereka dari atas benteng kota , sehingga korban pun kembali berjatuhan lagi .
Ketika pasukan lawan sudah sangat terdesak sekali , gerbang kota pun di buka , dan seribu Prajurit pun berhamburan keluar , menghadapi Prajurit lawan .
Perang terbuka pun kini terjadi , antara pasukan kota Qiantung melawan pasukan kota Yuyang .
Pasukan kota Yuyang yang semula sudah kacau balau itu , kini semakin tidak karuan saja jadi nya .
Para Prajurit nya , bertempur dengan separuh hati saja lagi , akibat nya , semakin banyak saja korban berjatuhan dari pihak mereka .
Si Kembar Im Yang , melihat pasukan nya terdesak hebat , segera melompat ke tengah tengah arena pertempuran , dan mengamuk sejadi jadi nya .
Banyak Prajurit Kota Raja yang tewas di tangan kedua orang pimpinan pasukan kota Yuyang ini .
Melihat hal itu , segera Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin melompat kehadapan kedua pimpinan pasukan kota Yuyang ini .
Si kembar Im yang melawan Biksu leluhur , bertarung dengan seluruh kemampuan yang dia miliki , tetapi karena sang Biksu leluhur tingkat kultivasi nya lebih tinggi dari pada pemimpin pasukan Im , maka lambat laun , laki laki tua itu mulai terdesak juga .
Hingga pada suatu kesempatan , ketika pemimpin pasukan Im itu melepaskan pukulan kearah dada Biksu leluhur , Biksu itu berkelit kesamping kiri sambil melepaskan pukulan nya kearah rusuk kanan sang pemimpin Im ini .
"Bug !" ...
Tinju kanan sang Biksu leluhur yang berkekuatan dan kecepatan penuh itu , mendarat mulus di rusuk kanan sang pemimpin Im , membuat sang pemimpin Im terjengkang kebelakang beberapa tindak , sambil menyemburkan darah segar dari mulut nya , beberapa organ dalam nya hancur akibat terkena tulang rusuk nya sendiri yang patah .
Meskipun pemimpin Im mencoba menguasai keadaan diri nya sendiri , tetapi karena luka dalam nya sudah terlalu parah , akhirnya laki laki tua itu tersungkur ke tanah , tewas seketika .
Melihat saudara nya tewas , pemimpin Yang meraung sedih dengan suara yang sangat nyaring sekali .
Mata nya merah menahan hawa amarah nya yang telah mencapai ubun ubun .
Dengan tidak lagi memperhatikan keselamatan diri nya sendiri , pemimpin Yang mengamuk menyerang Bu Beng Koan Jin dengan jurus jurus maut nya .
Tetapi perbedaan tingkatan kultivasi mereka , membuat permainan tidak berlangsung lebih lama lagi , ketika pemimpin Yang melepaskan pukulan jarak jauh nya dengan kekuatan maksimal nya , Bu Beng Koan Jin memapaki pukulan itu dengan mengerahkan seluruh energi nya juga .
"Bum !"...
Sebuah dentuman sangat nyaring sekali terdengar menggema di depan gerbang itu .
__ADS_1
Sangkin kuat nya ledakan itu , daun pintu gerbang sampai bergetar hebat karena nya .
Tubuh Bu Beng Koan Jin bergetar hebat dan terjajar beberapa tindak ke belakang , sementara itu tubuh pemimpin Yang terpelanting jauh dan jatuh diatas tubuh sang kakak , tanpa bergerak lagi , karena seluruh organ dalam nya hancur .
Dengan tewas nya kedua orang pemimpin pasukan kota Yuyang ini , maka perang pun berakhir dengan kemenangan berada di pihak Negeri Liu .
Ada limaratus prajurit kota Yuyang yang menjadi tawanan perang .
Kepada mereka di beri tawaran , bergabung dengan Prajurit negeri Liu dan bersumpah setia serta mendapat pengampunan , atau tetap menjadi Prajurit kota Yuyang dan di hukum pancung .
Seluruh Prajurit yang tertawan menyatakan sumpah setia mereka kepada sang Kaisar serta negeri Liu , dan mereka semu mendapat pengampunan dari sang Kaisar .
Empat ratus Prajurit yang di pimpin oleh Jendral Qiu Pang Kian bergerak menuju kota Pekto , sedangkan jendral Oei Bi Sue bersama tigaratus orang Prajurit menuju kota Yuyang , sedangkan jendral Zhao Pang Si bersama tiga ratus orang prajurit pergi kekota San Qwan guna membebaskan kota itu sepenuh nya dari pendudukan musuh .
Dalam waktu yang relatif singkat , negeri Liu kini telah berkembang dengan sangat pesat sekali .
Kini semua kota tidak lagi di kuasai oleh segelintir manusia berharta yang bisa membeli tenaga manusia dengan harta nya .
Berdiri nya Negeri baru yang besar bernama negeri Liu itu di belahan barat Benua besar itu segera tersiar kemana mana , hingga sampai pula ke belahan timur Benua itu .
Orang orang yang penasaran , banyak yang pergi ke belahan barat Benua itu , untuk menyaksikan sendiri , negeri Liu yang terkenal sangat kuat dan besar itu .
...----------------...
Sementara itu , di belahan timur Benua besar ini juga muncul sebuah Negeri baru bernama Negeri Chu yang di pimpin oleh seorang kaisar bernama Chu Gong Ouw , mantan seorang penguasa kota yang kaya raya yang berambisi besar ingin menguasai seluruh benua besar itu di bawah kekuasaan nya .
Dengan mendapatkan bantuan dari A Yong , dalam waktu singkat , beberapa kota berhasil di tundukan di bawah kekuasaan nya , baik bergabung secara suka rela , maupun di bawah tekanan pasukan negeri Chu yang kuat .
Namun lambat laun , seperti kata pepatah, "waktu akan menguji watak asli seseorang", lambat laun , sifat asli dari sang Kaisar Chu mulai tampak kelihatan .
Setelah berhasil mengumpulkan beberapa tokoh dari Hek To (golongan Hitam) maupun dari Pek To (golongan putih) , sang Kaisar mulai menaikan pajak besar kepada para pengusaha , dan orang orang kaya .
Sang Kaisar tidak lagi memperdulikan rakyatnya , meskipun mereka tidak makan , sedangkan dia sendiri , setiap hari , sibuk dengan para selir nya yang muda muda dan cantik cantik itu .
Bahkan keberadaan dari A Yong sendiri sudah tidak dianggap nya lagi , karena di dalam pemikiran nya , kini bantuan dari anak muda itu sudah tidak dia perlukan lagi , karena kini kedudukan nya sudah sangat mapan dengan ribuan Prajurit berkeliling menjaga diri nya .
Akhirnya pada suatu hari , A Yong berpamitan kepada sang Kaisar untuk meneruskan pengembaraan nya sekaligus mengantarkan Pek Lan Hua ke Gunung Ang Coa Shan (gunung ular merah) menyusul sang guru nya yang sudah terlebih dahulu berangkat ke barat .
Dengan sikap angkuh dan acuh tak acuh , sang Kaisar cuma mengatakan " ya silahkan !" itu saja , lalu berlalu masuk kedalam kamar pribadi nya .
Didalam kamar itu sudah ada empat orang wanita muda yang cantik menunggu nya , siap melayani sang Kaisar Chu .
Seorang kepala Thai Kam (pelayan Kebiri) bernama Bu Tek Tong , dengan setia mengatur para wanita cantik itu bergiliran setiap waktu , untuk melayani sang Kaisar .
Begitulah keseharian sang Kaisar , sehingga setiap hari nya , selalu dihabiskan didalam kamar pribadi nya , dengan para wanita cantik .
Bu Tek Tong Thai Kam setiap hari memberikan kepada Sang Kaisar obat obat kuat , agar gairah sang Kaisar selalu menggebu gebu , hingga sang Kaisar lupa dengan tugas dan kewajiban nya .
Kini segala laporan para petinggi istana kepada sang Kaisar , harus lewat Bu Tek Tong Thai Kam terlebih dahulu , dan segala perintah serta kebijakan sang Kaisar , juga lewat mulut Bu Tek Tong Thai Kam terlebih dahulu .
__ADS_1
Sehingga kini sang Kaisar Negeri yang sebenar nya itu adalah Bu Tek Tong Thai Kam , sedangkan Chu Gong Ouw cuma sebagai lambang nya saja .
...****************...