
Shin Liong kagum dengan kesetiaan panglima perang pasukan Long Nyin ini , kesetiaan yang tiada dua nya .
Meskipun semua serangan nya cuma berbuah kedua siaan belaka , tetapi sang jendral ini tidak lantas ber patah semangat , dia terus memburu dengan serangan serangan cepat serta berbahaya nya ke arah Shin Liong .
Meskipun serangan dari Tan Khi Khuai ini sangat cepat sekali , tetapi Dimata Shin Liong masih terlihat sangat lambat .
Hingga pada satu ketika , Shin Liong terpaksa menyambut serangan dari jendral Tan Khi Khuai ini dengan separuh energi nya.
"Bum !" ...
Sebuah ledakan dahsyat terdengar menggema , ketika pukulan dari Jendral Tan Khi Khuai di sambut oleh Shin Liong dengan pukulan pula.
Saking kuat nya ledakan itu , hingga tanah berlobang besar dan pasir serta debu pun beterbangan ke udara.
Tubuh Shin Liong sedikit bergetar , sedangkan tubuh jendral Tan Khi Khuai terlempar jauh hingga sepuluh depa , dan terjatuh dengan mulut yang sudah penuh dengan darah.
Sang Raja memburu kearah panglima yang paling disayangi nya itu .
"Ya' yang mulia , maafkan hamba tidak bisa menyertai yang mulia lagi , tugas saya akan berakhir sampai disini , terimakasih atas kepercayaan yang mulia kepada saya selama ini , maaf bila masih banyak kekurangan , jaga diri yang mulia !" kata sang Jendral terkulai di pangkuan Raja Shio Lang Fung.
"Tidaaak !, Jendral !, bangunlah Jendral , perjuangan kita belum berakhir Jendral , ayo bangun dan berjuang kembali Jendral !, jendraaaal !" teriak sang Raja sambil mengguncang guncang tubuh panglima nya itu.
Orang bijak akan mengambil pelajaran dari segala kegagalan , sedangkan orang picik akan berusaha mencari kambing hitam dari semua kejadian untuk di salah kan.
Begitu pula dengan Raja Shio Lang Fung ini , dia bukan nya mengambil pelajaran dari kejadian yang menimpa panglima nya , tetapi malahan menganggap Shin Liong lah yang menjadi penyebab semua nya ini.
Ditatap nya Shin Liong dengan tatapan murka dan kebencian yang bersangatan.
"Kau sudah membunuh panglima ku , kau harus mampus di tangan ku sekarang juga , aku jarang memperhinakan ilmu ini , ilmu dari leluhur para Long Nyin , kau sudah mendesak ku untuk mengeluarkan ilmu ini !" kata Raja Shio Lang Fung sambil menyeringai.
Tiba tiba saja tubuh sang Raja ini semakin membesar saja , sehingga pakaian nya kini sudah robek semua nya.
Sambil melolong nyaring , muka sang Raja ini menjadi kian memanjang membentuk moncong seekor serigala dan tumbuh bulu bulu kasar yang panjang , serta taring panjang yang runcing .
Dari jari jari tangan dan kaki nya juga tumbuh kuku kuku yang tajam dan runcing runcing.
Kini tubuh sang Raja telah menjelma menjadi tubuh se ekor Serigala hitam yang sangat besar , sebesar se ekor gajah.
Serigala raksasa jelmaan dari sang Raja itu segera menerkam kearah Shin Liong dengan gerakan yang sangat cepat dan bertenaga luar biasa kuat nya.
Beberapa kali Shin Liong nyaris menjadi sasaran dari cakar tangan dan kaki Serigala hitam jelmaan sang Raja itu.
__ADS_1
Masih untung Shin Liong memiliki jurus langkah Dewa Dewi , sehingga bisa menghindar secepat nya , jika tidak , mungkin tubuh nya akan terkoyak koyak oleh cakaran tangan dan kaki dari mahluk ini.
"Buk !"...
Pada satu kesempatan , Shin Liong berhasil mendaratkan pukulan dan tendangan ke tubuh Serigala raksasa itu , hingga tubuh Serigala raksasa itu tunggang langgang bergulingan di tanah .
Namun dengan suara lolongan yang sangat nyaring sekali , Serigala raksasa berwarna hitam itu bangkit berdiri seperti tidak merasakan apa apa , lalu kembali menerjang kearah Shin Liong dengan sangat cepat sekali .
Shin Liong segera menghindar kesamping kiri sambil menghujamkan pisau kecil nya ke tubuh Serigala raksasa itu.
Namun pisau kecil di tangan Shin Liong itu seperti menghantam dinding baja yang sangat keras sekali , jangan kan terluka , sehelai bulu nya saja tidak ada yang terjatuh ketanah.
"Ho ho ho ho ha ha, sia sia senjata mu itu manusia hina !, tubuh ku kebal terhadap segala macam senjata tajam , kini ajal mu telah dekat !" kata Serigala raksasa itu sambil kembali menyerang kearah Shin Liong dengan serangan yang semakin cepat dan berbahaya sekali.
Akhirnya pada satu kesempatan , karena kelengahan dari Shin Liong sendiri , sehingga sebuah tendangan dari Serigala raksasa itu berhasil mengenai perut nya.
Tubuh Shin Liong langsung terpelanting kebelakang beberapa tindak dengan posisi tertelentang.
Dan pada saat yang sama , tubuh Serigala raksasa itu terus memburu kearah tubuh Shin Liong yang masih belum siap itu.
"Clap !"...
Setelah dada nya tertancap pedang Kristal Katai putih inti bintang hingga tembus ke belakang nya , tubuh Serigala raksasa itu pun kembali ke bentuk nya semula , yaitu tubuh sang Raja Shio Lang Fung.
Sang Raja itu memandang kearah luka di dadanya yang menganga lebar dengan setengah tidak percaya , bahwa dia masih bisa di lukai orang .
"Ba' bagai mana mungkin aku masih bisa di lukai oleh senjata tajam ?, bukankah aku telah kebal segala macam senjata ?" gumam sang Raja perlahan.
Darah merah kehitaman masih menyembur dari luka di dada sang Raja Shio Lang Fung .
Ditatap nya Shin Liong yang telah berdiri dengan menggenggam pedang Kristal Katai putih inti bintang itu dengan tatapan keheranan .
Tidak ada lagi nyala api kebencian maupun keangkuhan dan kesombongan di mata sang Raja itu .
"Si' siapa kau sebenar nya anak muda , apakah kau Dewa ?" tanya Raja itu dengan suara lemah.
"Aku Shin Liong !, Dewata muda , cucu dari Dewata San Qin , dan putra dari Dewita Chang 'e , aku sudah memperingatkan kamu agar menarik pasukan mu , dan memulai hidup damai dengan Negeri lain nya , tetapi kau tidak juga mau mendengarkan aku !" kata Shin Liong lembut dan dengan senyum di bibir nya.
Sang Raja juga tersenyum ramah mendengar penjelasan dari Shin Liong itu.
"Terimakasih Dewata muda !, aku akan mati , tetapi suatu hal ku pinta kepada mu , bila kelak aku terlahir kembali , jadikan aku manusia yang baik tuan muda !" kata sang Raja Shio Lang Fung memohon kepada Shin Liong .
__ADS_1
"Aku akan memohon itu kepada kakek ku nanti , jangan kau khawatir Raja Shio Lang Fung , di kehidupan nanti , kau juga akan bersatu dengan sang panglima mu yang setia itu , itu janji ku , berbahagialah !" kata Shin Liong lagi.
Dengan tersenyum senang , Raja Shio Lang Fung pun menarik nafas nya yang terakhir , lalu diam untuk selama lama nya.
Ketika mengetahui sang Raja Shio Lang Fung telah tewas , riuh rendah lah para Prajurit nya.
"Hei dengarlah semua nya , bawalah jasad panglima dan Raja kalian ini ke kota Raja kalian , hiduplah dengan damai dan saling menghargai dengan negeri lain hentikan saling serang dan saling bunuh , bila itu masih saja kalian lakukan , aku tidak segan segan melenyapkan kalian semua !" kata Shin Liong kepada para Prajurit itu.
Para Prajurit Long Nyin segera membawa jenazah Raja dan panglima mereka pulang ke negeri mereka.
Menjelang sore hari kedua , perang pun usai dengan kemenangan di pihak Ko Li Nyin yang di bantu oleh pasukan dari negeri Tiau Nyin.
Malam hari nya , Shin Liong dan kedua orang istri nya serta Ratu Negeri Tiau Nyin beserta pasukan nya di undang oleh Ratu Qi Xun Er kedalam istana untuk melaksanakan pesta kemenangan mereka itu.
"Saudari ku Ratu Qi Xun Er , maafkan kami yang baru mengetahui jika negeri mu diserang negeri Long Nyin dan Lo Fu Nyin , kalau saja kami mengetahui sejak awal , tentu kami akan cepat membantu !"kata Ratu Xiau Kim Tiau dengan sangat menyesal nya.
Ratu Qi Xun Er segera merangkul tubuh Ratu Xiau Kim Tiau dengan erat , " tidak !, tidak saudari ku , justru kedatangan kalian disaat waktu yang sangat tepat , terimakasih sahabat ku , negeri Ko Li Nyin berhutang jasa dan nyawa pada negeri Tiau Nyin , kalau saja kalian tidak datang , maka kehancuran negeri kami sudah pasti terjadi !" ...
Beberapa hari mereka berada di kota raja Ko Li Nyin untuk beristirahat .
Namun sore hari ketiga , mereka di kejutkan oleh kedatangan dua rombongan kecil , yang masing masing berjumlah tidak lebih dari dua puluh lima orang wanita semua nya .
Kedua orang rombongan ini tidak lain adalah putri Shio Li Ying putri mahkota dari Raja Shio Lang Fung yang di dampingi oleh jendral wanita nya yang bernama Jo Kian Eng serta dua belas orang Prajurit pengawal khusus , serta putri Bo Zhi Yao putri dari Bo Ban Beng , yang di dampingi oleh Jendral Wanita nya yang bernama Saiki Cao serta dua puluh orang Prajurit khusus nya.
Seorang Prajurit penjaga gerbang kota melaporkan bahwa kedua orang putri ini beserta para pengawal nya bermaksud menemui kedua orang Ratu .
Ratu Qi Xun Er segera memerintahkan para pengawal untuk menjemput tamu nya , sebagai mana hal nya menyambut tamu agung.
Sepasukan pengawal khusus segera menjemput tamu kehormatan itu menuju kedalam istana .
Di ruang kehormatan istana Ko Li Nyin , terlihat sang Ratu Qi Xun Er yang di dampingi oleh Ratu Xiau Kim Tiau , Shin Liong dan kedua istri nya , dan beberapa jendral , sudah menunggu kedua putri itu tiba .
Sebenar nya hati kedua orang putri dari dua negeri itu awal nya ragu ragu dengan kepergian mereka ke kota Raja Ko Li Nyin ini , tetapi bila ini tidak mereka lakukan , mereka takut dua negeri yang sudah bekerja sama dan saling membantu ini menyerang mereka , negeri mereka akan hancur lebur tidak bersisa , dan ujung ujung nya , rakyat pula lah yang menanggung penderitaan.
"Masuk lah saudari sekalian , saya Qi Xun Er sebagai Ratu negeri Ko Li Nyin ini dan inilah saudara saya yang mulia Ratu Xiau Kim Tiau , Ratu negeri Tiau Nyin , dan mereka adalah yang mulia tuan muda Shin Liong selaku Dewata muda dan ini istri nya Putri Xuan Yi serta Dewi Ying Fa , kami semua nya mengucapkan selamat berjumpa kepada yang mulia berdua beserta rombongan semua !" kata Ratu Qi Xun Er memberikan penyambutan nya.
"Selamat bertemu yang mulia berdua , serta tuan muda Shin Liong dan istri nya , nama saya Li Ying dengan She Shio , saya putri mahkota negeri Long Nyin , saya datang kesini didampingi oleh jendral Jo Kian Eng , bertujuan ingin membicarakan masalah perdamaian diantara negeri kita ini !" kata putri Shio Li Ying yang cantik jelita itu , langsung kepada inti tujuan kedatangan nya.
"Nama saya putri Zhi Yao , saya putri mahkota dari negeri Lo Fu Nyin , saya datang didampingi oleh jendral Saiki Cou juga bermaksud untuk membicarakan masalah perdamaian antara negeri kita ini !" kata putri Bo Zhi Yao yang juga cantik jelita itu memperkenalkan diri nya.
...****************...
__ADS_1