Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Dewi Ying Fa.


__ADS_3

Mendengar keterangan dari Dewi salju atau Mi Hwa itu, Shin Liong tertegun sebentar, bukan masalah rupa, tetapi harus menikah kembali.


Tetapi tidak ada pilihan lain lagi, segala nya harus dia putuskan sekarang, atau tidak sama sekali.


Seandainya bisa, dia lebih memilih memindahkan semua orang ke dunia lain, tetapi aturan langit, penduduk satu dunia, tidak boleh berpindah ke dunia lain secara besar besaran, dan dia di haruskan mencarikan jalan sendiri, untuk memulihkan dunia yang sudah rusak ini pada keadaan semula.


"Baik lah Dewi!, apapun keadaan nya, saya akan menerima nya!" kata Shin Liong setelah berpikir beberapa saat.


Dewi Salju tersenyum simpul di ikuti oleh sang suami nya.


"Ketahuilah tuan muda!, gadis itu putri kami, putri yang cacat, buta, tuli dan juga bertubuh jelek, kami tidak pernah akan rela bila kau menyia nyiakan putri kami, hanya karena kecacatan dan rupa nya yang jelek, meskipun itu demi kemanusiaan sekali pun!" kata Dewi Salju agak meninggi.


"Dewi!, Tuan !, tidak ada alasan bagi saya untuk menyia nyiakan hidup putri tuan, saya juga pernah hidup sakit, terhina, di sia siakan orang, serta di jauhi orang cuma karena saya terlahir tidak normal seperti orang lain, saya tahu dan mengerti sakit nya di sia sia kan orang lain, saya berjanji demi kehormatan kakek dan ibu saya, saya rela menanggung kutukan langit, bila saya menyia nyiakan putri kalian!" kata Shin Liong lantang.


Dia pernah memiliki teman khusus yang bertubuh jelek serta korengan, walau itu cuma tipuan, tetapi saat berteman itu, dengan tulus nya Shin Liong menyukai dan menyayangi gadis itu walau dia sangat jelek dan di jauhi orang lain karena penyakit nya, ( episode burung Hong kecil).


"Janji mu kami pegang tuan muda, janji seorang tuan muda yang terhormat, kami akan memanggil putri kami, tuan muda bisa meminta Mustika Dewi Salju itu dengan baik baik kepada nya, tetapi dia malu memperlihatkan rupa wajah nya kepada orang lain, jadi tuan harap maklum !" kata Dewi Salju sambil menyuruh salah seorang dayang di istana itu untuk memanggil sang putri.


"Dayang !, panggil putri Ying Fa kemari, ada yang ingin menemui nya !" kata Dewi Salju.


Dua orang Dayang segera berlalu masuk ke sebuah ruangan ber pintu dengan hiasan ukiran Ying Fa atau bunga Sakura.


Tidak seberapa lama, mereka muncul dengan mengapit seorang wanita bercadar, dengan tubuh tinggi semampai.


Dari ujung ujung jari tangan nya, bisa di lihat jika gadis itu memang memiliki kulit yang ber penyakitan.


"Dewi Ying Fa putri ku, ini ada seorang pemuda yang ingin berbicara dengan mu putri ku!" kata Dewi Salju dengan suara setengah mendesah sedih.


"Saya Ying Fa, saya siap mendengarkan perkataan tuan!, bicara lah tuan muda!" kata Dewi Ying Fa dengan suara serak serta pandangan mata ter joleng joleng dan berputar putar aneh.


"Dewi Ying Fa!, saya Shin Liong , saya ingin meminta Mustika Dewi Salju yang ada pada mu, apakah Dewi bersedia memberikan nya kepada ku?" tanya Shin Liong dengan nada mantap.


Gadis bercadar yang cuma terlihat dua mata nya yang joleng itu, menatap kearah Shin Liong dengan tatapan mata yang berputar putar aneh.


"Apakah tuan muda tahu apa itu Mustika Dewi Salju ?" tanya gadis itu masih dengan pandangan mata joleng nya yang aneh.


"Saya sudah tahu !, Ibunda mu yang mengatakan nya, maka nya saya memohon ke rela an mu, untuk memberikan Mustika itu kepada ku !" kata Shin Liong .

__ADS_1


"Apakah tuan tahu jika saya memberikan Mustika itu kepada tuan, berarti saya sudah menggantungkan nyawa saya kepada tuan, yang berarti bila tuan tewas, maka saya juga akan ikut tewas !" tanya gadis itu lagi.


"Saya sudah tahu Dewi !, meskipun saya tidak berani memastikan masalah nyawa saya, tetapi saya berani berjanji, saya akan berjuang sekuat daya saya agar saya tidak mati sia sia!" jawab Shin Liong tegas.


"Yang terakhir !, tahukah tuan bagai mana mengambil mustika Dewi Salju itu dari dalam tubuh saya ?" tanya gadis itu kembali.


Shin Liong kembali menganggukkan kepala nya, "saya sudah tahu, semua sudah di terangkan oleh ibunda mu, saya bersedia menanggung semua resiko nya!"...


"Saya tidak yakin tuan!, tuan muda yang setampan ini mau kepada saya, dengan keadaan pisik saya seperti ini, paling paling tuan muda akan melupakan dan meninggalkan saya, serta membuat luka di hati saya saja, sebaik nya tuan muda berpikir dahulu sebelum bertindak !" kata gadis itu kembali, kali ini dengan nada agak sedikit lebih tinggi dari pada tadi.


"Dewi !, aku tidak lagi ingin bersumpah, bagi ku sumpah dan janji cukup terucap sekali saja, dan kehormatan seorang laki laki adalah bagai mana dia menepati sumpah dan janji nya, bukan sebanyak apa dia bersumpah dan berjanji, untuk apa saya mengucap sumpah dan janji berkali kali, bila tidak ada niat untuk mempertahankan kehormatan sumpah dan janji itu sendiri, dan juga untuk apa saya mengucapkan sumpah dan janji beribu ribu kali, bila dihati kalian tidak ada niat untuk mempercayai nya, semua nya akan sia sia juga nona, bagi saya sumpah dan janji cuma sekali terucap dari mulut laki laki, namun pembuktian dari janji itulah yang harus berkali kali !" kata Shin Liong lebih tegas lagi.


Kini mata joleng gadis itu kembali berputar putar aneh, seperti mata seseorang yang terkena penyakit ayan.


"Saya percaya kepada tuan !, lakukanlah upacara itu sekarang juga, bila memang tuan sudah berkeputusan bulat !" kata gadis itu lagi.


"Putri ku !, benarkah kau akan memberikan yang di pinta pemuda ini ?, sudahkah kau pertimbangkan semua nya masak masak ?" tanya Dewi Salju memotong pembicaraan.


"Aku sudah memikirkan nya ibu !, bila memang suratan takdir ku harus bersama nya, tidak ada alasan bagi ku untuk menolak takdir ku Bu, ibu ingat dahulu pernah ada seorang pertapa yang mengatakan bahwa hidup ku kelak akan menjadi sebuah rembulan bagi kehidupan umat manusia, mungkin ini maksud nya Bu, aku akan menjadi cahaya bagi hidup orang lain, aku sudah siap menerima semua resiko yang mungkin akan ku hadapi kelak !" jawab gadis itu dengan kemantapan hati nya.


"Baiklah bila itu tekad mu putri ku, hati ibu tidak lagi ragu ragu melepaskan mu, nah bagai mana pendapat mu Guru sejati ?" tanya Dewi Salju kepada kakek Qin.


"Bagai mana putri ku, kakek Guru melamar mu untuk cucu nya, bagai mana tanggapan mu sekarang ?" tanya Dong Bin kepada Dewi Ying Fa, putri nya itu.


"Aku sudah melihat dan mengetahui ke jujuran dan ke sungguhan nya, ayah !, biarlah aku merajut takdir ku bersama nya !" jawab Dewi Ying Fa.


Karena keadaan mendesak, maka hari itu juga di adakan upacara pernikahan yang di pimpin oleh Dewata San Qin langsung.


Setelah selesai mengadakan upacara pernikahan, tibalah saat pengantin prianya untuk memasuki kamar pengantin wanita nya.


Duduk di sisi tempat tidur, nampak pengantin wanita nya masih mengenakan cadar nya.


Shin Liong menatap kearah sang istri dengan tatapan mata bingung.


Mata joleng yang suka berputar putar aneh itu tidak tampak lagi, yang terlihat kini cuma mata yang indah bercahaya seperti cahaya bintang senja.


Ketika Shin Liong melepaskan cadar yang menutupi wajah sang istri, tiba tiba Shin Liong terlonjak kebelakang karena sangat terkejut nya.

__ADS_1


"Ma' maaf nona!, maafkan saya !"kata Shin Liong sambil melompat dan berlari keluar dari kamar itu.


Di ruang tengah, nampak kakek Qin, dan Dewi Salju serta suami nya, sedang berbincang bincang sambil tertawa tawa.


Tiba tiba tawa mereka terhenti melihat Shin Liong berlari keluar dari kamar dengan Tergopoh gopoh.


"Hei !, ada apa nak !, kenapa Tergopoh gopoh begitu ?" tanya kakek Qin heran.


"Maaf ibu mertua, ternyata saya salah masuk kamar, saya tidak mendapati istri saya, tetapi malah seorang gadis cantik jelita di situ, maafkan saya ibu mertua !" kata Shin Liong sambil menjura beberapa kali.


"tidak ada gadis lain di tempat ini nak, yang ada cuma Dayang saja, di kamar itu cuma ada istri mu saja !" kata Dewi Salju menjelaskan.


"Tetapi Bu, kata ibu sendiri, istri saya itu gadis cacat yang jelek, tadi yang saya dapati di kamar itu seorang gadis sangat cantik bermata indah, bukan ma' mata joleng yang aneh !"kata Shin Liong .


Dewi Salju, dan sang suami nya, bahkan kakek Qin tertawa lucu melihat kelakuan dari Shin Liong itu.


"Maaf kan ibu nak!, ibu sengaja mengatakan itu, untuk menguji ketulusan mu saja, itulah keadaan istri mu yang sebenar nya, dia sendiri yang meminta supaya dikatakan seperti itu, masuklah !, dan temui istri mu, dia memang istri mu nak !" kata Dewi Salju sungguh sungguh.


Dengan hati masih ragu ragu, Shin Liong melangkah perlahan memasuki kamar sang mempelai wanita nya.


Gadis cantik jelita berkulit putih susu, dengan tinggi semampai itu masih duduk di tepi tempat tidur dengan cadar yang sudah terbuka.


Gadis itu menatap kearah Shin Liong dengan tatapan mesra nya.


Dengan senyum yang sangat indah, gadis itu bertanya, "kenapa kakak lari keluar dari kamar ini, apakah Kaka jijik dengan wajah ku, atau jijik dengan mata ku ?" , tiba tiba mata gadis itu berubah joleng dan berputar putar aneh beberapa saat.


"Ah !, rupanya kalian mempermainkan aku saja, benarkah kau Dewi Ying Fa yang baru saja menikah dengan ku?" tanya Shin Liong.


"Ya kakak, aku memang Ying Fa istri mu yang baru saja kau nikahi, maafkan kami yang telah mempermainkan kakak, tahukah kakak bila kekuatan Mustika Dewi Salju itu jatuh kepada orang yang berhati busuk ?, kekacauan dunia bisa saja terjadi, maka nya, untuk mengetahui apakah kekuatan Mustika itu jatuh kepada orang yang tepat, kami harus bersandiwara seperti itu, bila orang yang berhati kotor, dia tidak akan mendapatkan kekuatan dari energi Mustika Dewi Salju itu, malahan akan binasa oleh kekuatan energi dari Mustika Dewi Salju itu sendiri kak, maafkan kami ya" pinta Dewi Ying Fa tulus.


"Sudahlah !, aku tidak lagi mempermasalahkan hal itu, aku juga mohon maaf pada meme, karena aku belum berterus terang, kalau sebenar nya aku sudah memiliki dua orang istri dan seorang putra !" kata Shin Liong mulai bercerita tentang diri nya kepada Dewi Ying Fa.


Meskipun sejenak Dewi Ying Fa termangu mendengar pernyataan dari Shin Liong itu, tetapi itu cuma sejenak saja, wajah nya kembali berseri seri seperti semula.


"Sudah lah kakak, aku sangat ingin bertemu dengan mereka, satu saat, Kaka harus mengenalkan mereka pada ku ya ?" kata Dewi Ying Fa kembali ceria seperti semula.


Dan malam pun bergulir perlahan, mengantar manusia pada pagi hari kembali.

__ADS_1


Malam itu, terjadi penyerahan Mustika Dewi Salju dari Dewi Ying Fa, kepada Shin Liong secara suka rela.


...****************...


__ADS_2