
"Ya!, saya sendiri nona,apa yang bisa kami bantu?" tanya gadis bernama Zuo Sue Nio itu sambil menatap kearah Dewi Teratai putih yang terlihat sangat cantik jelita luar biasa itu.
Sepuluh orang tua yang merupakan pakar, yang duduk di meja mereka masing masing terdiri dari delapan orang laki laki tua,dan dua orang wanita tua.
"Kami ingin melelang pil Dewa milik kami,kira kira berapa nilai penawaran nya ya nona?" tanya Dewi Teratai putih kepada gadis itu.
"Hm, itu tergantung dari tingkat kualitas barang nya nona" jawab gadis bernama Sue Nio itu.
Dewi Teratai putih mengeluarkan sebuah botol kecil dari cincin ruang nya, dan menyerahkan kepada nona Sue Nio itu.
Ketika menerima botol kecil itu, nona Sue Nio terkejut bukan main setelah melihat isi nya.
"Haah!, pil Dewa kualitas bintang sembilan?, luar biasa, luar biasa!" kata nona Sue Nio itu sambil menyerahkan kepada para pakar yang ada di tempat itu.
Masing masing dari mereka meneliti pil yang terdapat di dalam botol kecil itu,bahkan ada yang membuka tutup botol nya,dan mencium aroma nya,muka nya tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
"Kami semua sudah melihat dan meneliti nya,dan kami berkesimpulan ini pil Dewa bintang sembilan asli nona Sue Nio" kata salah seorang dari mereka.
"Pil Dewa bintang sembilan ini sangat sangat langka, satu botol ini isi nya empat butir,jadi kami bisa menawar kan nya dengan harga penawaran satu juta keping emas, dan rumah pelelangan akan mendapatkan bagian dua persen dari nilai transaksi nya nanti,bagai mana nona?, bila nona tidak berkeberatan,nona bisa menandatangani surat perjanjian nya" kata nona Sue Nio.
Saya setuju nona Sue Nio, kami memiliki dua botol kecil pil Dewa untuk di lelang,ini silahkan nona lihat lagi" kata Dewi Teratai putih sambil menyerahkan kembali satu botol lagi yang berisi empat butir pil Dewa bintang sembilan.
Nona Sue Nio kembali melihat isi botol kecil itu, dengan tersenyum,dia menyerahkan botol itu kepada para pakar kembali.
Dan seperti tadi,para pakar meneliti keaslian dari pil Dewa bintang sembilan itu,ada yang sampai mengendus aroma pil itu.
Dari bentuk nya yang seperti kristal putih,dan aroma harum khas nya,bisa di pastikan jika semua pil Dewa bintang sembilan itu adalah asli.
"Ini semua nya asli nona, sepanjang sejarah berdirinya rumah pelelangan milik negara ini,baru sekarang ada orang melelang pil Dewa tingkat sembilan!" kata salah satu dari para pakar itu sambil menyerahkan botol itu kepada nona Sue Nio kembali.
"Ya!,kau benar,mungkin malam ini akan terjadi kegemparan di seluruh kota Raja" jawab Paka yang satu nya lagi.
"Bagai mana dengan sepasang pedang tengkorak milik sepasang Tua Laknat, berapa kira kira laku di lelang?" tanya Dewi Teratai putih sambil mengeluarkan sepasang pedang tengkorak itu.
"Sekelas pedang pusaka, kami menawarkan dengan harga seratus ribu keping emas, jadi untuk sepasang pedang tengkorak yang legendaris itu,kami akan menawar kan dengan harga dua ratus ribu keping emas" jawab nona Sue Nio.
"Baiklah nona Sue Nio, kami setuju,anda boleh buat surat perjanjiannya sekarang!" kata Dewi Teratai putih .
Nona Sue Nio segera menyerahkan surat perjanjian kepada Dewi Teratai putih .
Setelah membaca isi surat perjanjian itu,Dewi Teratai putih segera menandatangani surat perjanjian dengan pihak penyelenggara, Dewi Teratai putih di persilahkan untuk memasuki sebuah ruang di tingkat dua itu.
Ternyata ruang itu memiliki jendela yang menghadap ke arah para peserta lelang, dengan kursi para peserta lelang di sebelah kanan dan panggung lelang di sebelah kiri.
Ruangan itu tidak terlalu besar,cuma sekitar dua depa kali dua depa saja, dengan sebuah tempat tidur kecil, meja serta beberapa buah kursi.
Teh manis panas dan beberapa potong ubi goreng segera di hidang kan oleh para pelayan.
Di pintu masuk kini di tulis pengumuman "siapkan keping emas anda yang banyak,karena malam ini,akan ada kejutan lelang legendaris sepanjang sejarah!".
Menjelang malam hari, para pengunjung lelang mulai berdatangan ke rumah lelang negara itu.
Mereka yang datang rata rata adalah orang orang kaya,para pejabat, Bangsawan, patriak dan para tetua perguruan.
Untuk lelang sesi pertama adalah lelang barang barang biasa seperti sumberdaya atau bahan bahan herbal biasa sebagai bahan obat obatan dan pembuatan pil.
__ADS_1
Bahan bahan ini di lelang per keranjang untuk sekali lelang.
Ada juga hasil perkebunan,seperti buah buahan yang juga di lalang per keranjang.
Ketika lelang sesi pertama selesai, para penyanyi dan penari pun naik ke pentas membawakan lagu lagu dan tarian tarian indah.
Setelah lagu lagu dan tarian selesai,seorang pemuda gagah dan seorang wanita cantik keluar dari belakang panggung acara.
"Baiklah para hadirin sekalian,untuk acara inti kita malam ini, inilah lelang sesi kedua!" teriak sang pemuda, yang disambut oleh sang wanita cantik itu pula, "untuk itu,kepada seluruh peserta diharapkan bersiap siap!"...
Seorang gadis keluar dari belakang panggung dengan membawa baki tertutup.
"Untuk lelang yang pertama adalah dua buah ginseng seribu tahun, ditawarkan dengan harga dua ribu keping emas,penyahut tidak boleh kurang dari seratus keping emas untuk setiap kali menyahut tawaran, silahkan satu, dua ,tiga!" kata pembawa pemuda acara itu.
"Seribu seratus!" terdengar suara dari rombongan perguruan Menara emas dari gunung Za bo.
"Seribu duaratus!" terdengar sambutan dari rombongan perguruan Mawar emas dari pegunungan Gio.
"Seribu tiga ratus!" sahut rombongan dari perguruan Menara emas kembali.
"Nah!, dari Menara emas menawar seribu tiga ratus,ada yang berani menawar lebih dari mereka?" tanya wanita pembawa acara itu.
Semua peserta diam tidak bersuara.
"Seribu tiga ratus satu kali!" teriak pembawa acara lagi.
Semua peserta acara terdiam membisu.
"Dua kali seribu tiga ratus!" teriak pembawa acara lagi.
"Waaoo, peserta nomor seratus,kalau tidak salah adalah tuan besar dari keluarga Zhang,ya kakek Zhang Go Guan dari kota Tao menawar seribu lima ratus, ada penawar lain nya lagi?" suara pembawa acara bergema kembali.
Para peserta lelang kembali sunyi,tidak terdengar suara apa pun juga.
"Satu kali seribu lima ratus!" teriak pembawa acara yang laki laki.
Semua masih diam.
"Dua kali seribu lima ratus!" teriak pembawa acara yang wanita nya.
Masih tetap diam membisu.
"Tiga kali seribu lima ratus!, dua buah Ginseng seribu tahun jatuh ketangan tuan besar Zhang dengan harga seribu lima ratus, untuk tuan besar Zhang, silahkan menghubungi panitia" kata sang pemuda pembawa acara itu.
Gadis pembawa baki tadi kembali masuk ke ruangan di balik panggung itu,di gantikan gadis cantik yang lain nya lagi dengan membawa sebuah baki bertutup kain.
"Nah untuk barang selanjut nya, benda atau barang ini konon bisa membuat awet muda dan vitalitas kembali seperti seorang pemuda remaja lagi, ini lah dia oleh oleh dari kutub Utara, madu putih,lebah salju,barang ini ada dua botol yang kesemuanya ditawarkan sepuluh ribu keping emas, satu, dua, tiga!, silahkan!" terdengar suara pembawa acara mempersilahkan.
"Sepuluh ribu seratus!" teriak seseorang dari rombongan para pembesar atau Taijin yaitu Kuang Taijin dari kota Han.
"Sepuluh ribu tiga ratus!" seorang Bangsawan tua dari kota Song menyahut seketika.
"Waaoo, sepuluh ribu tiga ratus dari bangsawan tua kota Tao, adakah lagi yang bisa melebihi beliau?" tawar wanita pembawa acara.
"Sepuluh ribu limaratus!" seru seorang dari kelompok pembesar bernama Zhuozi Taijin.
__ADS_1
"Sepuluh ribu lima ratus, ada penawar lainnya lagi?" tanya pembawa acara.
"Sepuluh ribu tujuh ratus!" Kuang Taijin kembali menaikan penawaran nya.
"Sepuluh ribu tujuh ratus, ayo ayo yang lainnya jangan mau kalah" seru wanita pembawa acara itu lagi.
"Sebelas ribu!" seru Zhuozi Taijin juga menaikan penawaran nya.
"Sebelas ribu,ada yang masih berani menawar diatas itu?" tanya pemuda pembawa acara.
"Dua belas ribu!" kembali tuan besar Zhang menawar tiba tiba.
"Waaoo! waaoo! waaoo! luar biasa tuan besar Zhang membuat kejutan dengan menawar dua belas ribu, masih ada yang berani menawar?" tanya wanita pembawa acara itu.
Kini ruangan lelang itu kembali sunyi sepi,tidak ada lagi yang berani berbicara.
Tuan besar Zhang mengikuti lelang itu bukan tanpa alasan, dia ingin mengobati penyakit putra tunggal nya Zhang Yong Kai yang terkena penyakit kotor hingga burung kebanggaan laki laki milik nya hancur, masih untung ada tabib yang berhasil mengobati penyakit nya,tetapi epek nya, dia tidak bisa menjadi laki laki sejati lagi.
Tetapi sang ayah masih tetap berharap sang putra bisa kembali seperti sedia kala lagi,dan memberikan dia seorang generasi penerus,walaupun itu sudah sangat tidak mungkin lagi.
Dari orang paling kaya di kota Tao,kini menjadi orang kaya nomor terakhir, semua itu dia lakukan untuk mencari obat buat putra nya.
Tentu saja Shin Liong tidak tahu siapa orang orang ini, karena semenjak awal, tidak ada seorang pun yang diperbolehkan oleh keluarga Zhang untuk menceritakan hubungannya dengan Shin Liong.
Seperti kata kata Darma, karma akan selalu dipetik di dunia terlebih dahulu, baik itu karma baik, maupun karma buruk.
"Sekali dua belas ribu!".
"Dua kali dua belas ribu!".
"Tiga kali dia belas ribu!, dua botol madu putih lebah salju,jatuh ketangan peserta nomor seratus!" teriak wanita pembawa acara itu lagi.
Gadis pembawa baki kembali ke balik panggung lagi, di gantikan oleh gadis cantik yang lain nya lagi dengan membawa baki bertutup kain.
"Benda berikut ini adalah benda yang sangat berguna sekali bagi para pendekar dan para pengembara,inilah, pil emas tingkat enam, yang berkhasiat untuk menyembuhkan segala macam luka dalam, sebotol berisi dua belas butir, ditawarkan dengan harga dua puluh ribu keping emas!" teriak pemuda pembawa acara itu.
"Bagi yang ber minat, silahkan memberikan penawaran nya,satu, dua, tiga, mulai!"teriak wanita pembawa acara.
"Dua puluh ribu seratus!" tawaran berasal dari perguruan Belibis putih.
"Dua puluh ribu lima ratus!" perguruan Rajawali emas segera memberikan penawaran nya.
"Dua puluh satu ribu!" tiba tiba perguruan Elang sakti juga memberikan penawaran nya.
"Dua puluh satu ribu seratus!" perguruan Belibis putih kembali memberikan penawaran nya.
"Dua puluh satu ribu seratus, adakah yang lain nya lagi?" tanya wanita pembawa acara itu.
"Dua puluh satu ribu lima ratus!" teriak peserta dari perguruan Mawar emas.
"Nan dua puluh satu ribu lima ratus, adakah yang berani lebih mahal lagi?" tanya pemuda pembawa acara itu lagi.
Kini ruangan kembali hening,para peserta mungkin sedang menghitung hitung keping mereka cukup apa tidak.
...****************...
__ADS_1