
Setelah mendengar rencana yang diatur oleh Shin Liong itu , mau tidak mau mereka harus menyetujui nya , karena ke kurangan personil yang cukup banyak .
Semua nya yakin , meskipun cuma bertiga dan di bantu oleh tiga ratus Prajurit saja , Shin Liong tetap akan mampu menghadapi seribu pasukan lawan itu .
Sedangkan sang Kaisar sendiri , mengikuti pasukan Qiu Pang Kian dan Tosu Twa Kung , menghadapi musuh di sisi selatan kota Raja .
Akhirnya mereka berangkat menuju pos mereka masing masing .
Shin Liong menempatkan tiga ratus prajurit nya di sisi kiri dan kanan gerbang timur kota Raja , Sedangkan diri nya sendiri bersama kedua istri nya , berjaga jaga di atas gerbang timur kota Raja itu .
Beberapa saat kemudian , pada waktu sore hari nya , pasukan musuh terlihat di kejauhan , berhenti dari jarak yang cukup jau dari jangkauan anak panah , dan mendirikan tenda di sana .
Pagi pagi sekali terdengar suara terompet di tiup dan genderang perang pun di tabuh , sebagai tanda peperangan di mulai .
Terlihat empat ratus Prajurit pendobrak , maju dengan berpakaian jubah perang yang terbuat dari besi , di ikuti pasukan berkuda di belakang nya .
Meskipun jarak nya masih jauh dari jangkauan anak panah biasa , Shin Liong tetap mengeluarkan panah sumbu langit milik nya .
Saat tali panah ditarik , secara ajaib sebuah anak panah terbuat dari cahaya berwarna putih muncul di tangan nya .
Ketika anak panah di lepaskan , secara ajaib anak panah itu berubah menjadi puluhan , atau ratusan , mungkin juga ribuan anak panah meluncur kearah pasukan pendobrak .
Anak panah meluncur seperti air hujan yang turun tercurah ke bumi .
Yang sangat ajaib adalah , Baju Jirah masing masing Prajurit itu tidak mampu melindungi tubuh mereka dari anak panah sumbu langit .
Anak panah itu meluncur menembus baju Jirah , seperti menembus batang pohon pisang saja layak nya .
Empat ratus orang Prajurit pendobrak itu tewas semua nya , tanpa tersisa seorang pun juga .
Sementara itu dua ratus orang Prajurit pejalan kaki , maju mempergunakan tameng baja sebagai pelindung diri mereka .
Tameng baja itu di susun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah pertahanan yan sangat kuat sekali .
Sambil terus mempertahankan diri dengan tameng baja , pasukan lawan kembali maju meringsek ke arah gerbang timur kota Raja .
Kembali Shin Liong menarik senar panah nya dan saat di lepaskan , ratusan anak panah meluncur kearah pasukan lawan .
Kembali pasukan lawan membuat formasi pertahanan dari tameng baja sebagai perlindungan diri mereka .
Tetapi ternyata anak panah sumbu langit Mustika Dewata ini tidak bisa di tahan dengan besi dan baja jenis apapun di dunia ini .
Anak panah itu tetap menembus formasi pertahanan tameng baja itu hingga berlobang lobang tidak karuan dan para prajurit nya tewas tertembus anak panah sumbu langit .
Kembali dua ratus Prajurit pertahanan dengan tameng baja itu tewas semua nya , tanpa tersisa seorang pun juga .
Melihat hal itu , empat ratus orang Prajurit berkuda memutar haluan , bermaksud kabur dari arena peperangan , tetapi hujan anak panah kembali menghujani mereka , hingga dalam waktu sekejap saja , empat ratus orang Prajurit itupun tewas tanpa seorang pun yang tersisa , cuma meninggalkan sisa kuda kuda yang berjalan tanpa tentu arah , karena kebingungan harus kemana .
Dari belakang barisan kuda itu , muncul sepasang manusia laki dan perempuan berwajah dan rambut yang merah .
Sepasang iblis merah itu memaki tidak karuan melihat dalam waktu yang sangat singkat sekali , seribu orang Prajurit nya tewas semua , tanpa tersisa seorang pun juga .
__ADS_1
Dengan kekuatan gabungan mereka berdua , sepasang iblis merah itu menghantam pintu gerbang kota Raja .
Meskipun pintu itu sangat kuat , ternyata masih tetap berguncang hebat berderak seperti akan tubuh .
"Kakak boleh kah kami berdua memberi pelajaran kepada sepasang iblis merah itu ? tanya Dewi Xuan Yi kepada Shin Liong .
"Kalian boleh melawan kedua iblis itu , tetapi tetap waspada , karena yang nama nya iblis , sudah pasti culas dan curang , jadi berhati hati lah !" pesan Shin Liong kepada kedua istri nya .
Kedua wanita cantik jelita itu segera melompat kearah sepasang Iblis merah yang sudah bersiap melontar kan serangan jarak jauh nya kembali .
Serentak kedua nya mengurungkan serangan nya setelah melihat ada dua orang wanita sangat cantik jelita sedang berdiri menantang di depan mereka .
"Kutu kudis sialan , dari mana datang nya manusia yang sudah bosan hidup ini , berani berlagak didepan sepasang Iblis merah ?" kata iblis merah perempuan .
Sedangkan yang laki laki mata nya berputar putar tidak karuan , melihat wanita yang cantik rupawan itu .
"Kalian memang pantas bernama Iblis , sangat menyukai dosa dan kejahatan , memang persis Iblis , aku dan adik ku ini Dewi pembasmi Iblis!" jawab Dewi Xuan Yi .
Muka merah sepasang Iblis ini menjadi semakin merah saja karena murka nya .
"Kurang ajar , omongan mu terlampau tinggi , tidak sesuai dengan kehebatan mu , sayang sekali wajah cantik kalian akan ku rusak agar kalian mengingat ke kurang ajaran kalian kali ini !" kata iblis wanita itu lagi .
"Maju dan buktikan bila kalian benar benar mampu melakukan nya !" kata Dewi Ying Fa sambil tertawa tawa .
"Istri ku , jangan di bunuh dulu , biarkan aku menikmati tubuh nya , baru setelah itu kau boleh membunuh nya !" kata Iblis jantan kepada pasangan nya itu .
" Baiklah suami ku , kau boleh melakukan apa saja , tetapi ingat , setelah itu aku aku harus membunuh nya !" kata Iblis betina itu .
Sang Iblis jantan langsung cengengesan menghampiri Dewi Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa .
"plak !"...
"Plak !"...
Tanpa di duga duga dengan gerakan yang super cepat , tangan kanan Dewi Xuan Yi bergerak menampar pipi kiri dan kanan dari iblis jantan itu dengan sangat keras sekali , hingga iblis jantan itu terpelanting sejauh beberapa depa .
Kedua pipi Iblis jantan yang semula merah itu , kini menjadi berwarna biru lebam dengan beberapa buah gigi yang copot .
"Cuih !, Cuih !, Cuih !, jal*ng bia*ab tidak tahu di untung , akan ku telan*angi tubuh kalian berdua agar menjadi tontonan semua orang !" kata Iblis jantan sambil melayangkan serangan tangan kosong berkekuatan besar serta berkecepatan luar biasa .
Tetapi mereka kali ini menemukan lawan yang bukan pendekar kultipator biasa , tetapi seorang Dewi reinkarnasi dari Dewi Ratu bidadari dan Dewi Kehidupan .
Meskipun Iblis jantan menyerang Dewi Xuan Yi dengan serangan yang paling cepat yang dia miliki , namun bagi Dewi Xuyi sang Ratu Bidadari yang dalam reinkarnasi nya , bernama Dewi Xuan Yi itu , gerakan nya masih sangat lambat sekali , hingga beberapa kali sang Iblis jantan itu harus tunggang langgang terkena pukulan dari Dewi Xuan Yi .
Melihat sang suami nya yang beberapa kali tunggang langgang terkena serangan dari Dewi Xuan Yi itu , Iblis betina segera turut mengeroyok Dewi Xuan Yi .
Dewi Ying Fa yang melihat sang kakak dikeroyok oleh sepasang Iblis merah ini , segera pula turun tangan .
"Hei Iblis betina , akulah lawan mu , biarkan mereka bersenang senang berdua , kita juga punya acara sendiri !" kata Dewi Ying Fa sambil melompat kedepan sang Iblis betina itu .
Dengan sumpah serapah yang tidak karuan , Iblis betina itu segera melayangkan serangan berbahaya nya kepada Dewi Ying Fa .
__ADS_1
Dari jari tangan kanan dan kiri Iblis betina itu keluar kuku panjang berwarna merah darah yang runcing serta keras seperti baja .
Dewi Ying Fa tahu jika kuku berwarna merah darah itu mengandung racun ganas yang sangat jahat sekali , tetapi dia tidak terlampau khawatir , karena Dimata nya , gerakan dari sang Iblis betina itu masih sangat lamban sekali , sehingga gerakan nya memiliki kelemahan di sana sini .
Dengan gerakan yang sangat cepat sekali , Dewi Ying Fa segera melepaskan pukulan biang es nya ke arah perut Iblis betina itu saat kesempatan itu terbuka .
Awal nya sang Iblis betina itu tertawa mengejek pukulan sang Dewi yang dianggap nya tidak akan membunuh seekor nyamuk pun juga .
Tetapi beberapa saat kemudian muka sang Iblis betina yang semula merah itu , lama kelamaan menjadi putih pucat .
Ketawa bangga dan pongah dari Iblis betina itu pun kini tidak terdengar lagi , berubah menjadi rintihan pilu .
Kaki nya yang semula lincah itu kini terlihat semakin berat dan tidak mampu di gerakan nya lagi .
Akhirnya sang Iblis betina itu tidak lagi mampu melangkah , terdiam di tempat nya dengan tubuh tidak lagi merah tetapi putih pucat .
Sang Iblis jantan melihat pasangan nya dengan sudut mata nya , hati nya tiba tiba risau bukan main .
Karena mata dan pikiran nya terbagi ke pada sang istri , membuat pertahanan nya semakin kacau balau saja jadi nya .
"Bum !"...
Tiba tiba sebuah dentuman terdengar , ketika pukulan dari Dewi Xuan Yi dengan tiga perempat kekuatan nya , bersarang dengan telak di dada sang Iblis jantan itu .
Sang Iblis jantan terlempar kebelakang hingga puluhan depa jauh nya dengan dada yang sudah jebol terkena pukulan Dewi Xuan Yi .
Bersamaan dengan itu , tubuh sang Iblis betina pun meledak menjadi serpihan es kecil kecil yang berhamburan kesegala arah .
Setelah semua musuh telah binasa , gerbang timur pun di buka , tiga ratus Prajurit segera mengangkat empat ratus ekor kuda bekas tunggangan Prajurit lawan serta bahan perbekalan mereka bawa masuk kedalam kota sebagai barang sita an .
Setelah pintu gerbang timur di tutup kembali , Shin Liong dan kedua orang istri nya segera melesat ke gerbang selatan tempat sang Kaisar Xiong Bu melawan pasukan dari kota Pekto , yang dipimpin oleh Malaikat muka pucat dan Hantu hitam .
Di gerbang selatan ini , terjadi perang yang cukup seru sekali .
Pintu gerbang selatan sudah dapat di buka dengan paksa oleh para Prajurit musuh .
Terlihat Tosu Twa Kung sedang bertarung melawan Malaikat muka pucat , sedangkan sang Kaisar sedang bertarung melawan Hantu hitam .
Sementara itu para Prajurit kota Raja yang memang kalah dalam hal pengalaman dan tingkat kultivasi nya , sudah terdesak hebat , dan ada beberapa puluh orang yang telah tewas karena keganasan Prajurit lawan .
Melihat akan hal itu , Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa segera turun ke arena pertempuran .
Baru beberapa jurus , sudah ada beberapa orang Prajurit lawan yang tumbang dengan aneka macam luka .
Para Prajurit kota Raja yang semula terdesak hebat , kini kembali bersemangat karena merasa mendapat bantuan .
Satu persatu Prajurit musuh kini mulai bertumbangan terkena pedang dan tombak Prajurit kota Raja .
Sebentar saja , lebih dari separuh Prajurit lawan tewas sementara yang lain nya juga sudah banyak yang mendapat luka luka parah .
Malaikat muka pucat dan Hantu hitam menjadi terpecah konsentrasi nya melawan musuh karena memperhatikan para Prajurit nya yang sudah banyak yang tewas , sementara yang tertinggal juga sudah tidak karu karuan lagi .
__ADS_1
Karena konsentrasi nya terbagi , menyebabkan gerakan nya pun semakin kacau dan tidak fokus lagi .
...****************...