Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Menumpuk Bara dalam Sekam .


__ADS_3

Meskipun Ang Lian Sian memiliki tingkatan kultivasi lebih tinggi dari yang lain nya , tetapi masih sangat jauh dari Shin Liong .


Ang Lian Sian segera menyerang kearah Shin Liong dengan serangan serangan yang paling berbahaya dan sangat mematikan sekali .


Kali ini Shin Liong tidak lagi menghindar , tetapi menangkis serangan itu dengan kedua lengan nya secara langsung .


Beberapa kali lengan mereka bertemu , dan terlihat pula , beberapa kali Ang Lian Sian meringis , menahan rasa nyeri pada lengan nya .


Meskipun Ang Lian Sian sudah mengerahkan semua Lwekang dan Sinkang nya untuk menghadapi Shin Liong , tetapi pemuda itu masih tenang tenang saja dalam menghadapi diri nya .


Kini kedua pergelangan tangan dari Ang Lian Sian ini nampak memar memerah .


Dia tidak lagi berani beradu tangan dengan Shin Liong , tetapi , setiap Ang Lian Sian memukul , Shin Liong seperti sengaja menangkis dengan kedua tangan nya , hingga tanpa bisa dihindari lagi , kedua tangan mereka pun beradu kembali .


Ang Lian Sian sebenar nya sudah hampir kehabisan akal nya untuk menghadapi Shin Liong , ingin mundur , tetapi malu , ingin terus , tangan sudah sangat sakit .


Beberapa kali dia menoleh kearah Ang Kwa Lian putri nya , tetapi wanita itu juga tidak mengerti maksud sang ibu .


Akhirnya , daripada malu karena menyerah , lebih baik mengeluarkan senjata pusaka nya .


Ang Lian Sian segera mengeluarkan senjata pusaka nya , berupa sebuah payung berbentuk bunga teratai merah terbalik itu .


Payung itu diputar dengan kencang , sehingga menimbulkan suara berdesing nyaring , mengerikan , seperti jeritan seekor naga murka .


Payung itu membuka dan menutup secara bergantian .


Saat akan menyerang , patung itu menutup lalu bergerak laksana sebuah tombak yang sangat tajam sekali , sedangkan saat bertahan dari serangan lawan , payung itu membuka , melindungi sang pemilik nya dari segala serangan .


Disetiap ujung bilah payung itu , tergantung satu kerincingan kecil , yang bila payung itu di gerakan , kerincingan itu berbunyi sangat tajam mengganggu konsentrasi semua orang yang mendengar nya .


Itulah mengapa payung ini sangat sulit untuk di kalahkan , Disamping pertahanan nya sangat rapat , gangguan suara kerincingan itu juga sangatlah mengganggu sekali .


Shin Liong tiba tiba melompat mundur beberapa langkah , " eyang , aku tidak ingin berlaku kurang ajar , sebaiknya pertikaian diantara kita ini , kita habisi sampai di sini saja !"...


Ang Lian Sian tertawa bangga karena merasa pemuda itu jerih menghadapi payung pusaka nya itu .


Memang hampir semua orang yang pernah berhadapan dengan diri nya , gentar bila sudah dia mengeluarkan payung pusaka nya itu .

__ADS_1


"Hi hi hi hi, sekarang kau baru tahu arti nya rasa takut ya ?,tetapi sayang , aku tidak akan mengampuni kalian semua , kalian akan ku buat tinggal nama di lembah Ang Lian ini !" kata Ang Lian Sian dengan nada angkuh nya .


"Aku tidak takut dengan payung butut mu itu eyang , aku cuma tidak ingin memperpanjang permusuhan diantara kita , sebaik nya kita hidup damai berdampingan di Dunia yang sama ini , saling bahu membahu , dan saling bantu dalam menjaga Dunia ini !" kata Shin Liong .


"Aku sudah bersumpah , jika seluruh keturunan ku , tidak akan bisa berdamai dengan orang orang lembah Pek Lian , bila kedua nya berkumpul , salah satu harus ada yang tewas !" kata Ang Lian Sian sambil memutar payung nya diatas kepala nya .


"Aku sudah memperingatkan mu eyang , dendam cuma akan merusak jiwa kita , menghilangkan rasa ketenangan batin , dan jauh dari kebahagiaan , Dunia ini cuma lahan ujian belaka , lulus atau tidak lulus , kelak kita pasti menyudahi ujian ini , dan kembali pada haribaan Thian yang maha kuasa !" ujar Shin Liong lagi .


Namun wanita tua berwajah cantik ini malah meludah ketanah , "Cuih !, saat kau tahu kehebatan senjata pusaka ku ini , kau lalu mencari berbagai alasan agar aku merasa kasihan kepada mu , puih !, serahkan dulu kepala mu , barulah kau ku ampuni !" ...


"Kau terlalu meng agung agungkan payung butut mu itu eyang , akan ku buktikan jika payung butut mu itu , tidak ada arti nya sama sekali pada ku !" ...


"Kurang ajar !, ku copot kepala mu yang sombong itu !" kata Ang Lian Sian sambil menerjang kearah Shin Liong dengan payung pusaka nya , serta kekuatan yang maksimal .


Shin Liong segera mengerahkan hawa panas dari energi pedang Kristal Katai putih inti bintang yang disalurkan pada tangan kanan nya untuk memapaki serangan dari payung pusaka itu .


"Bum !" ...


Sepertiga energi Shin Liong , memapaki serangan payung sakti itu , yang membuat suara dentuman yang sangat nyaring di dalam lembah Ang Lian itu .


Meskipun Ang Lian jatuh sambil berdiri , namun dia terhuyung huyung beberapa saat , lalu ambruk ketanah .


Untunglah putri nya Ang Kwa Lian segera menyambar tubuh nya , agar tidak jatuh mencium tanah .


"Sudahlah , sudahi pertikaian tidak berguna ini , mulailah hidup secara damai berdampingan , memelihara dendam dan kebencian di dalam hati , sama hal nya kalian memendam bara di dalam sekam , meskipun tidak tampak dari luar , tetapi bara itu akan membakar hati kalian sendiri , ketahuilah , hidup ini laksana aliran sebuah sungai , betapapun kalian ingin menentang arus itu , hanya kehancuran yang kalian dapat kan , dan laut juga persinggahan terakhir semua nya , tetapi bila kalian mengikuti arus itu , kalian akan lebih bahagia , dan energi tidak akan hilang percuma !" kata Shin Liong .


"Cuih !, kau masih muda , tahu apa tentang semua nya ?, kau bisa berkata seperti itu , karena kau tidak berada di pihak kami !" kata Ang Lian Sian dengan suara lemah .


"Saya pernah berada di dasar paling bawah kehidupan ini , bahkan hati saya pernah menyangka , jika Thian yang maha kuasa tidak pernah menciptakan manusia baik di Dunia ini , kalian di ungsikan dari lembah Pek Lian bukan karena rasa benci , tetapi karena cinta dan kasih sayang , dahulu saya di buang , di buru , dan hampir mau dibunuh , justru karena rasa jijik , malu , bahkan kebencian !, seorang anak laki laki , merangkak meminta hak hidup pada Dewata , di tengah rasa kebencian dari seluruh umat manusia kepada nya , hidup dengan menghilangkan prasangka buruk kepada seseorang itu justru lebih indah dari pada hidup yang selalu berprasangka buruk kepada semua orang , cerita sudah ada naskah nya , takdir sudah ada catatan nya , perbaiki hidup selagi hidup itu masih memberi waktu !" suara Shin Liong menggema di lembah Ang Lian itu .


"Kalian ingin kami mengaku takluk pada kalian ?, dan menyerahkan lembah Ang Lian ini pada kalian pula , apakah lembah Pek Lian masih kurang untuk memuaskan keserakahan para leluhur kalian ?, Cuih !, itu akan terjadi , asal kalian membunuh kami semua !" kata Ang Lian Sian .


"Apakah kau pikir kami berminat pada lembah mu ini ?, sedikit pun kami tidak berminat , bukankah itu hasil dari pertaruhan konyol An Lian dan putri ku , aku kesini karena ingin menanyakan sesuatu , tetapi melihat dan mendengar langsung dari mulut kalian tadi , aku tidak jadi bertanya , karena aku sudah tahu jawaban nya , hati kalian penuh dengan hawa iblis , itu karena kalian memelihara dendam dan kebencian di hati kalian hingga turun temurun , perlu ku tegaskan lagi disini , Pek Lian dan Ang Lian tidak ada hubungan darah apapun juga , semoga kita tidak lagi bertemu , karena jika kita bertemu lagi , ku pastikan seluruh orang orang Ang Lian Pang akan ku hapus dari muka Bumi ini !" kata Li Lian sambil memutar tubuh nya , dan berjalan kearah jalan utama antara kota Yuking dan kota Yufing .


Sepeninggal dari An Lian dan rombongan nya , Ang Lian Sian (Dewi Teratai merah) segera memanggil Eng Kau Tin (barisan sembilan Garuda) agar segera menghadap kepada nya .


"Kami Eng Kau Tin menghadap pada leluhur !" kata pemimpin dari Eng Kau Tin itu .

__ADS_1


"Eng Kau Tin , besok kalian pergilah ke kota Suan , dan temui Twa Kuncu Suhu Kio Lin Dong di markas utama Hek Lian Kauw , dan sampaikan surat saya ini kepada nya , awas surat ini jangan sampai jatuh ketangan siapa pun juga , apapun alasan nya !" kata Ang Lian Sian sambil menyerahkan sebuah bumbung terbuat dari batang bambu , tempat menyimpan surat .


Sementara itu , rombongan Shin Liong setelah melewati perbatasan antara wilayah Yuking dan kota Yufing , akhirnya tiba di gerbang kota Yufing .


Meskipun tidak sebesar kota Yuking , tetapi kota Yufing ini sebuah kota yang cukup ramai karena penduduk nya lumayan padat , maklum sebuah kota di tengah perlintasan antara kota Yuking dan kota Raja Alexia .


Di kota Yufing ini , banyak penginapan yang tersedia , karena umum nya , orang orang yang melintas akan selalu singgah dan bermalam di kota ini , sebelum meneruskan perjalanan mereka .


Ternyata di kota Yufing ini , juga ada markas cabang dari sekte Hek Lian Kauw (sekte Agama Teratai Hitam) , yang di kepalai oleh seorang Kuncu Suhu (Imam) yang bernama Ao Bin Tiong dan di bantu oleh dua orang Lo Suhu , dan memiliki empat puluh pengurus cabang dan Beratus ratus anggota sekte .


Markas cabang sekte Hek Lian Kauw ini berada di selatan kota Yufing agak di pinggir kota yang tidak terlalu banyak penduduk nya .


Bahkan di sekeliling tembok markas cabang mereka ini , tidak ada satupun rumah penduduk yang berdekatan .


Markas cabang Hek Lian Kauw di kota Yufing ini , mirip seperti sebuah komplek yang terasing dari keramaian kota .


Sebuah klenteng besar berwarna serba hitam , berdiri di depan markas cabang Hek Lian Kauw ini , dan di ibadah hi setiap malam saat bulan gelap di setiap bulan nya .


Sejak Shin Liong dan rombongan nya melewati gerbang kota Yufing , mereka sudah di awasi oleh beberapa orang mata mata dari sekte ini .


Hingga malam itu , beberapa saat setelah selesai makan , pintu kamar penginapan tempat Shin Liong beristirahat pun di ketuk oleh seseorang dari luar .


Ternyata di luar pintu itu ada empat orang laki laki bertampang sangar , mengenakan jubah hitam bersulam bunga teratai berwarna hitam dengan dasar Pat kwa berwarna kuning .


"Kuncu Suhu Ao Bin Tiong ingin bertemu dengan mu , cepatlah kau bersiap siap ikut dengan kami !" kata salah seorang dari ke empat laki laki itu .


Dewi Xuan Yi Muncul di belakang Shin Liong sambil bertanya , "ada masalah apa hingga pimpinan mu ingin bertemu suami ku ?" ...


Melihat kemunculan Dewi Xuan Yi di belakang Shin Liong , serentak ke empat laki laki itu tertegun beberapa saat .


Melihat kecantikan wanita itu , tiba tiba saja jantung mereka berempat terasa ingin melompat keluar dari dada nya .


"Ada apa sehingga pimpinan mu ingin bertemu dengan suami ku ?" sekali lagi Dewi Xuan Yi mengulangi pertanyaan nya .


"Ka ' kami tidak tahu , itu urusan Kuncu Suhu , bukan urusan kami , yang pasti , kalian harus memenuhi panggilan Kuncu Suhu bila masih mau selamat !" jawab laki laki itu lagi , sambil tatapan mata nya , tidak bisa lepas dari wajah Dewi Xuan Yi yang jelita itu .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2