Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Klan Gak Sang Penguasa.


__ADS_3

Gadis cantik pelayan rumah makan itu segera berjalan menghampiri meja ketiga pemuda tanggung tadi.


"Turunkan di sini makanan yang kau bawa itu, kami sudah sangat lapar, biarkan kami memakan nya!" bentak salah seorang dari ketiga pemuda tanggung itu.


Dengan tubuh gemetar, gadis pelayan rumah makan itu berkata, "ma' maapkan sa' saya tuan mu muda, makanan ini pesanan tuan muda yang sana, biar kan saya mengantarkan makanan ini, nanti akan saya buatkan lagi yang lain untuk tuan muda!"...


"Plak!!"...suara meja di tepuk keras keras.


"Hei kau budek atau memang tuli heh?, kubilang turunkan di sini, ya turun kan disini, titik, dan sedia kan lagi dua porsi seperti ini untuk kami!" bentak pemuda tanggung itu lagi.


Dengan tubuh gemetar, gadis cantik itu cuma bisa mengangguk sambil berlalu masuk kedalam untuk mempersiapkan pesanan para pemuda tanggung itu lagi.


Setelah beberapa lama, akhirnya gadis cantik pelayan rumah makan itupun datang lagi menyerahkan pesanan para pemuda tanggung itu lagi.


Setelah menyerahkan pesanan ketiga pemuda tanggung itu, barulah gadis cantik pelayan rumah makan itu menyerahkan pesanan dari Shin Liong sambil mengulang ulang permintaan maap nya, karena terlambat.


"Tidak apa apa nona, saya mengerti kesulitan nona, tenang saja, saya tidak apa apa!" kata Shin Liong ramah.


Gadis cantik pelayan rumah makan itu menjura beberapa kali sambil mengucapkan terimakasih kepada Shin Liong.


"Dong Kwi, disini bebek panggang dan belibis panggang terenak yang pernah aku makan, maka nya aku sering kesini, meskipun tempat nya di pinggiran kota !" kata pemuda tanggung yang tadi memarahi gadis pelayan rumah makan itu.


"Iya Tong Kwan, disini masakan bebek dan belibis nya memang istimewa, tetapi jangan terlalu sering juga, bisa bisa bangkrut nanti rumah makan ini" kata pemuda yang bernama Mu Dong Kwi tadi.


"Kalian tenang saja, hari ini kita di traktir oleh seseorang, percayalah pada ku, kali ini aku tidak makan gratis lagi!" jawab Gak Tong Kwan dengan suara yang pasti.


"Ah masa sih Tong Kwan, aku tidak pernah tahu kau punya teman selain kami berdua" kata salah satu teman nya yang sedari tadi cuma diam sambil menikmati daging bebek panggang nya.


"Kau tidak percaya Bing Ong, coba saja nanti kau lihat sendiri!" kata Gak Tong Kwan memantapkan kata kata nya, agar kedua sahabat nya itu percaya kepada nya.


"Ya masa bodoh lah Tong Kwan, yang pasti hari ini kita menikmati masakan itik panggang dan belibis panggang istimewa lagi, perkara siapa yang bayar, itu urusan mu Tong Kwan!" sahut pemuda Sam Bing Ong sambil mengunyah daging bebek nya.


Karena ketiga pemuda itu makan nya seperti setan kelaparan, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, habislah semua makanan itu.


"Hueeeee!"...


Terdengar suara dari mulut mereka bertiga, karena kekenyangan makan daging bebek panggang dan belibis panggang.


Ketika ketiga pemuda tanggung itu berdiri dan bermaksut keluar dari rumah makan itu, gadis cantik pelayan rumah makan tadi datang dengan tubuh gemetar menghampiri mereka, "tuan muda!, tuan muda belum membayar harga makan kalian bertiga!"...


"Hei Gadis d*ngu!, kami tidak memesan makanan itu, kami cuma menikmati nya, yang membayar ya yang memesan nya!" kata pemuda Gak Tong Kwan dengan angkuh nya.

__ADS_1


"Tidak bisa begitu tuan, tuan sudah merebut pesanan orang lain dan bermaksut tidak membayar nya, itu keterlaluan sekali tuan!" kata gadis cantik itu lagi, kini dengan nada agak berani.


"Kami tidak memesan makanan itu, tetapi anak remaja lemah itu yang memesan nya, kami cuma menikmatinya saja, terima atau tidak terima, kenyataan nya tetap seperti itu, siapa yang memesan, dia pulalah yang membayar nya!" hardik pemuda bernama Gak Tong Kwan itu dengan nada nyaring.


Sementara itu, Shin Liong masih terus saja memakan daging bebek panggang di depan nya, seolah olah tidak mengetahui persoalan orang lain.


Melihat Shin Liong yang masih saja makan daging bebek di depan nya, seolah olah tidak terganggu dengan kejadian itu, pemuda Gak Tong Kwan menjadi sangat geram sekali.


Dengan langkah di hentak keras keras kelantai, dia berjalan menghampiri meja Shin Liong.


"Hei kau bocah ingusan, bukankah kau yang memesan daging bebek dan daging belibis yang tadi?" tanya pemuda gak Tong Kwan kepada Shin Liong setelah dia berada di depan meja remaja itu.


"Iya, memang nya kenapa?" tanya Shin Liong acuh.


"Karena kau yang memesan nya, maka kau juga yang harus membayar nya, kau mengerti?" tanya Gak Tong Kwan lagi.


"Saya memesan untuk saya sendiri, bukan untuk orang lain, dan saya akan membayar yang saya makan saja!" kata Shin Liong tetap acuh tak acuh sambil terus mengunyah daging bebek panggang nya.


Dengan sangat geram nya, Gak Tong Kwan menatap kearah Shin Liong dengan mata melotot.


"Hei anak lemah, dengarkan, nama ku Gak Tong Kwan, putra Gak Bu Seng, tuan muda dari klan Gak penguasa kota ini, aku bisa kapan saja mencelakai mu,atau paling ringan mengusir mu dari kota ini, jadi bila kau masih berniat hidup aman di kota ini, turuti semua kata kata ku, karena, jika tidak, kau dan seluruh keluarga mu akan mendapat kesulitan selama hidup mu, mengerti?" terdengar suara Gak Tong Kwan berteriak nyaring.


"Kurang ajar!!"...


"Plak!!"...


"Adooow!!"...


Bersamaan dengar terdengar suara tepukan di atas meja, terdengar pula suara jeritan dari mulut pemuda Gak Tong Kwan, karena entah bagai mana, dan siapa yang melakukan nya, tahu tahu sebatang sumpit yang terbuat dari batang bambu itu telah menusuk telapak tangan nya hingga tembus kesebelah.


Rupanya saat pemuda Gak Tong Kwan menepuk meja didepan Shin Liong dengan kuat, sebatang sumpit,entah bagai mana tahu tahu berdiri di bawah telapak tangan Gak Tong Kwan,sehingga saat gak Tong Kwan menepuk meja, sumpit itupun menembus telapak tangan nya tanpa ampun, seperti daging bebek yang di sate.


Kontan saja lolongan kesakitan keluar dari mulut pemuda tanggung bernama Gak Tong Kwan, sang tuan muda klan Gak yang paling berkuasa di kota Si Ma itu.


Sambil mulut nya melolong lolong kesakitan, pemuda Gak Tong Kwan menatap kearah Shin Liong dengan tatapan kebencian.


Dia baru ingat dengan wajah Shin Liong , bahwa remaja di depan nya itu adalah orang yang menghebohkan kota Si Ma beberapa waktu yang lalu, dengan kedatangan nya yang misterius dari langit itu.


"Kau, Kau rupanya!, dengarlah, kau tidak akan tenang berada di kota ini, orang orang klan Gak akan mencari mu, ingat ingatlah itu, aku tidak mudah melupakan penghinaan ini!" kata pemuda Gak Tong Kwan sambil berlalu keluar dari rumah makan itu dengan telapak tangan yang tertembus bilah sumpit, sedangkan kedua orang teman nya mengikuti dari belakang.


Setelah ketiga pemuda itu pergi, gadis pelayan tadi datang menghampiri nya bersama seorang wanita cantik paro baya.

__ADS_1


"Tuan muda, cepatlah pergi keluar dari kota ini, bawa semua keluarga mu bila ada, karena sebentar lagi, malapetaka akan datang menimpa diri mu dan keluarga mu, pergilah secepat nya!" kata wanita cantik paro baya itu kepada Shin Liong.


"Jangan khawatirkan diri ku bibi, aku hidup sebatangkara di dunia ini, meskipun aku mati, tidak ada yang disusahkan dan tidak akan ada yang menangis untuk ku, bibi tenang saja, ini pengganti kerugian akibat kejadian tadi, bibi tenang saja, selagi saya masih hidup, tidak ada yang bisa menghancurkan usaha bibi ini" kata Shin Liong sambil menyerahkan lima keping emas kepada wanita paro baya itu.


Meskipun wanita itu menolak dengan keras, tetapi Shin Liong tetap memaksa nya.


akhirnya wanita cantik paro baya itupun mengalah juga.


Shin Liong keluar dari rumah makan itu sambil berjalan perlahan menikmati suasana pinggiran kota Si Ma.


Klan Gak adalah penguasa sebenarnya Kota Si Ma itu,karena besar nya pengaruh klan gak di kota itu, tetapi masyarakat tidak memilih mereka sebagai tuan ketua kota, mungkin karena sifat dari orang orang klan Gak yang terlalu jahat dan arogan itu.


Tetapi Tuan ketua Kota sebenar nya penguasa yang tidak berkuasa, alias penguasa kedua, karena segala keputusan berada di tangan klan Gak.


Klan Gak ini terdiri dari empat keluarga inti dengan tiga tetua dan satu patriak dan tiga orang leluhur.


Dua orang leluhur bawah adalah putra dari seorang leluhur atas, dan kedua Leluhur bersaudara ini, menurun kan masing masing dua orang putra yang sekarang menjadi tetua dan patriak klan Gak.


Sedangkan empat keluarga inti ini menurunkan empat orang tuan muda dan empat orang nona muda.


Yang paling tinggi tingkat kepandaian nya di seluruh keluarga adalah leluhur atas atau leluhur senior bernama Gak Bo Ong, yang berada pada tingkat Dewa Bumi akhir, sedangkan kedua putra nya Gak Tao Jin dan Gak Shio Jin berada pada tingkat Dewa Bumi menengah.


Sebenar nya Gak Bo Ong memiliki tiga orang anak, satu orang anak yang paling tua seorang wanita bernama Gak Ming Yi, yang setelah menikah, keluar dari klan dan ikut keluarga suami nya, sehingga terbuang dari klan.


Sementara itu, Gak Tao Jin selaku tetua bawah atau tetua yunior, berputra Gak Ming Kwan yang menjadi patriak klan saat ini, dan Gak Cung Kwan selaku tetua klan.


Dan Gak Shio Jin berputra Gak Bun Cui dan Gak Ting Ong yang sekarang menjadi tetua klan.


Gak Ming Kwan selaku patriak berputra Gak Tong Kwan dan gak Sian Eng.


Gak Cung Kwan berputra Gak Buan Ong dan Gak Cui Ming.


Gak Bun Cui berputra Gak Eng Niu dan Gak Go Bu.


Terakhir Gak Ting Ong berputra Gak Lian Niang dan Gak Gian Bun.


Itulah keluarga inti klan Gak yang sangat terkenal dan di takuti oleh orang-orang, karena rata rata berilmu sangat tinggi.


Leluhur tertinggi klan Gak ini, yaitu Gak Bo Ong adalah mantan perampok jaman dahulu yang tidak pernah terkalahkan oleh siapa pun, maka nya tidak heran bila putra putri nya semua mewarisi tabiat buruk orang tua nya itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2