Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Ouw Long San Tung.


__ADS_3

Siang itu di sebuah hutan , di jalan yang tidak terlalu besar membelah jantung hutan itu , nampak sebuah kereta yang di tarik oleh empat ekor kuda sedang melaju melewati nya.


Di depan kereta itu nampak sepuluh orang pengawal ber kepandaian tinggi dan masing masing menaiki se ekor kuda .


Di belakang kereta itu ada sepuluh pengawal yang juga menaiki masing masing seekor kuda itu berjalan perlahan.


Berjalan di paling depan , nampak seekor kuda yang ditunggangi oleh seorang laki laki paro baya bertubuh tinggi besar , berkumis dan berjenggot lebat.


Suara roda kereta berderak diatas tanah sambil menebarkan debu dan batu batu kerikil kecil ke udara.


Setelah beberapa saat berjalan di jalanan yang diapit oleh hutan di kiri kanan nya itu , tiba tiba di depan mereka terlihat sebuah pohon yang cukup besar roboh melintang di tengah jalan.


Kepala pengawal yang berada paling depan itu segera memerintahkan semua anak buah nya untuk berhenti.


Baru saja para pengawal itu berhenti dan turun dari kuda nya , tiba tiba dari kiri dan kanan hutan bermunculan sekitar lima puluh orang laki laki bertampang sangar sangar semua nya.


Kesemua orang itu mengenakan kalung berukiran serigala berwarna merah.


Merekalah perampok San Tung (Hutan Timur) yang sering meresahkan masyarakat yang sering di juluki sebagai Ouw Long San Tung atau Serigala Hitam Hutan Timur itu.


Ouw Long San Tung ini tidak segan segan untuk membantai siapa saja yang melewati daerah mereka ini.


Melihat sekitar lima puluhan orang bermunculan dari balik pepohonan , baik dari depan , dari kanan dan kiri , juga dari belakang , para pengawal yang ber jumlah dua puluh orang itu segera bersiap siaga dengan senjata masing masing.


"Empat orang lindungi kereta Bian Wangwe dan yang lain nya bersiaga untuk bertempur , mereka adalah anggota Ouw Long San Tung !" teriak pemimpin pengawal yang bernama An Than Bhok .


"He he he he, aku tidak akan bertanya apa apa , bagi ku kalian menyerahkan harta benda kalian secara baik baik akan ku bunuh , apa lagi jika melawan ,tetap akan ku bunuh !" kata pemimpin rombongan perampok itu.


"Kalau begitu baiklah , ayo serang mereka !" perintah kepala rombongan pengawal itu.


Pertempuran pun akhir nya tidak terhindarkan lagi, dua puluh orang pengawal melawan lima puluh perampok Ouw Long San Tung.


Para perampok Ouw Long San Tung ini bukan lah nama yang sengaja di besar besarkan saja , tetapi memang karena hampir seluruh anggota nya berkepandaian tinggi semua nya.


Meskipun kepandaian para pengawal ini juga setara dengan para anggota perampok itu , tetapi karena jumlah mereka kurang dari separuh jumlah musuh , hingga lama kelamaan , mereka mulai terdesak juga akhirnya.


Satu persatu antara kedua pasukan ini mulai berjatuhan .


Hingga akhirnya , lima belas orang pengawal tewas di tangan perampok itu ,serta lima belas orang perampok itupun tewas ditangan pengawal .


Kini lima orang pengawal yang tersisa , melawan tiga puluh lima orang perampok yang tersisa.


Sorak Sorai dan ejekan terdengar dari mulut para perampok itu , melihat kelima orang pengawal yang tersisa itu tubuh nya mulai dipenuhi oleh luka luka.


Beberapa orang perampok mulai menggoyang goyangkan kereta itu ke kanan dan ke kiri.


Sedangkan kelima orang pengawal itu sedang terdesak hebat , dan tidak lagi mampu membela tuan yang di kawal nya itu.


Ketika kereta itu sudah bergoyang hebat dan hampir terbalik , secara ajaib, tiba tiba kereta itu terdiam di tempat nya , tidak lagi bergerak ke kanan dan ke kiri seperti tadi.

__ADS_1


Meskipun para perampok berusaha menggoyang nya bersama sama , tetapi tidak bergerak sedikit pun.


"Lihat diatas !"...


"Ya !, lihat di atas kereta itu !" kata para perampok yang berada agak jauh dari kereta itu.


Setelah para perampok yang tadi menggoyang goyangkan kereta melihat keatas , ternyata diatas kereta itu duduk seorang pemuda tampan dengan santai nya.


Rupanya pemuda itulah yang membuat kereta itu tidak bisa di goyang kan kembali.


"Serang dia !" teriak sang pimpinan kawanan perampok itu .


Beberapa orang dari perampok itu segera melompat keatas atap kereta , dengan golok terhunus.


Tetapi belum lagi mereka mencapai tubuh pemuda itu , pemuda itu terlebih dahulu bergerak dengan sangat cepat sekali.


Dan lima orang pun mengerang seperti kerbau di sembelih , setelah leher mereka menyemburkan darah segar dengan luka yang lebih dari separuh leher.


Tidak sampai disitu saja , pemuda itu terus bergerak dengan sangat cepat nya , dengan menggunakan. langkah Dewa Dewi nya , tidak lagi tampak tubuh pemuda itu , yang terlihat cuma sekelebatan cahaya putih saja lagi.


Kemanapun cahaya putih itu mengarah , terdengar erangan manusia seperti suara kerbau di sembelih.


Tidak memerlukan waktu yang lama , tiga puluh lima orang perampok itu kini cuma tinggal separuh nya saja lagi yang tersisa.


Pemimpin rombongan dari para perampok yang bernama Kwe Kong itu marah bukan main melihat anak buah nya kini cuma tinggal lima belas orang saja lagi.


Dengan satu teriakan melengking nyaring , dia segera melancarkan serangan nya ke pada pemuda itu dengan serangan tangan kosong bertenaga besar nya.


"Bum !!"...


Sebuah dentuman nyaring terdengar menggema di tengah hutan itu.


Terlihat tubuh pemuda itu terjajar hingga lima tindak kebelakang , sedangkan tubuh pimpinan perampok itu terbang melayang sejauh berpuluh puluh depa ke belakang , dan seandainya tidak ada seorang laki laki tua berbadan tambun bercelana cingkrang tanpa baju yang menyambar tubuh nya , niscaya tubuh pemimpin perampok itu akan hancur menimpa Sebayang pohon besar.


"Tuan Ouw Long datang !" teriak beberapa orang anak buah perampok itu .


Laki laki tua bertubuh tambun itu memang di kenal sebagai Ouw Long atau Serigala Hitam.


Soal kesaktian , jangan tanya lagi , sudah beberapa puluh orang pendekar yang berhadapan dengan nya , semua nya tewas mengenaskan.


Dengan tingkat kultivasi mencapai Dewa langit akhir , tokoh tua ini termasuk salah satu dedengkot tua yang memiliki ilmu sangat tinggi sekali.


"Hmmm !, kau sudah membantai hampir samua anak buah ku , tidak ada lagi yang perlu kau katakan , bahkan satu kali mati saja belum cukup untuk mu , aku akan menyiksa mu terlebih dahulu , setelah aku puas , barulah kau ku bunuh !" kata laki laki tua bertubuh tambun itu.


"Kalian cuma bisa merampok harta benda milik orang lain , padahal tenaga kalian lebih besar dari tenaga orang kebanyakan , cuma kalian nya malas bekerja , mau nya memiliki harta benda milik orang saja !" kata pemuda itu sambil melompat kedekat orang tua itu.


"Bocah ingusan mau menceramahi aku , cuih !, sekali pukul , pecah kepala mu bocah , aku tidak lagi berlaku sungkan kepada mu sekarang !" kata laki laki tua bernama Kui Long itu segera menyerang kearah pemuda itu dengan serangan yang sangat cepat dan ganas.


Namun pemuda tampan itu dengan tenang melayani serangan dari lelaki tua bertubuh tambun itu , dengan gerakan yang sangat cepat ,dan nyaris terlihat seperti berpindah pindah tempat saja.

__ADS_1


Beberapa kali pukulan mereka bertemu , dan terdengar dentuman dentuman setiap kali tenaga dalam mereka saling berbenturan.


Setelah beberapa kali terjadi benturan energi diantara mereka , akhirnya , lelaki tua itu melompat mundur kebelakang beberapa tindak , lalu mengumpulkan seluruh kekuatan nya untuk pukulan pamungkas nya.


Sedangkan pemuda lawan nya , yang sedari tadi cuma mempergunakan separuh dari energi nya itu , kini juga meningkatkan energi nya hingga ke level sembilan puluh persen dari seluruh energi yang di miliki nya.


"Bum !!"...


Terdengar suara dentuman setelah dua buah energi besar itu beradu.


Daun daun di hutan itu sampai beterbangan ke segala arah , dan debu serta pasir turut terbang keudara , menutupi pandangan mata.


Setelah pasir dan debu sirna , terlihat di tanah tercipta sebuah lobang besar , dan pemuda itu terjajar dua tindak kebelakang , sedangkan laki laki tua bernama Ouw Long itu terkapar diatas tanah sekitar dua puluh depa dari tempat pertarungan mereka , dengan kondisi tulang belulang yang sudah hancur ber patahan.


Para anggota perampok yang masih hidup , melihat pemimpin besar mereka yang bernama Ouw Long atau Serigala Hitam itu tewas , segera berlutut di atas tanah.


Sedangkan pemuda itu segera memungut cincin ruang milik pemimpin besar perampok Ouw Long San Tung (Serigala Hitam Hutan Timur) yang terlempar bersama jari jemari nya yang hancur.


Ternyata di dalam cincin ruang itu ada Beratus ratus cincin ruang lagi , yang kesemua nya berisi keping emas dan perhiasan serta batu batu permata.


Pemuda itu mengambil sepuluh buah cincin ruang yang penuh dengan keping emas , dan di serahkan kepada salah seorang dari perampok itu.


"Ini bagilah oleh kalian semua sama rata , dan kembalilah ke tempat asal kalian , mulailah hidup yang baru sebagai orang baik , jangan ulangi kesalahan yang telah kalian lakukan , ini adalah kesempatan hidup kedua kalian , jangan sampai aku mendengar kalian mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kali nya , karena setelah ini , tidak ada kesempatan ketiga lagi , kalian mengerti ?" tanya pemuda itu.


"Kami mengerti tuan muda , terimakasih atas kesempatan hidup kedua nya , kami berjanji akan menjadi orang baik baik tuan !" kata salah seorang dari anggota mantan perampok itu.


Mereka lalu membagi harta pemberian pemuda itu dengan sama rata , lalu , setelah itu , masing masing pulang ke tempat mereka masing masing guna membangun hidup baru yang lebih baik lagi.


Setelah semua mantan anggota perampok Kui Long San Tung itu meninggalkan tempat itu , kepala pengawal yang sudah terluka di beberapa bagian tubuh nya itu segera menghampiri pemuda itu.


"Terimakasih tuan muda , terimakasih atas pertolongan nya , kalau saja tuan muda tidak ada , kami sudah pasti tidak akan bisa kembali pada keluarga kami lagi !" kata kepala pengawal itu sambil membungkukan badan nya beberapa kali pada pemuda itu.


"Sudahlah tuan !, sudah seharus nya kita sesama manusia saling tolong menolong !" kata pemuda itu lagi sambil membalas membungkukan badan nya.


Kepala pengawal itu agak sedikit kaget mendengar perkataan pemuda itu , karena sudah sekian lama nya , dia tidak lagi mendengar perkataan saling tolong menolong itu.


Di jaman sekarang , kata kata itu seperti sebuah kata kata keramat yang sangat sakral untuk di ucapkan.


Kebanyakan orang sekarang selalu berpikiran dan berprinsip "berani bayar berapa ?"...


"Na' nama saya Than Bhok dengan She An , kepala pengawal bayaran yang mengawal tuan Bian Wangwe ke kota Luxiang !"kata kepala pengawal itu.


"Hm !, nama saya Shin Yong dan biasa di panggil A Yong !" kata pemuda itu memperkenalkan diri nya.


Dari dalam kereta turun seorang laki laki paro baya berpakaian mewah , yang menandakan di seorang yang kaya raya .


"Terimakasih tuan muda , terimakasih banyak atas pertolongan nya , saya Bian Wangwe berhutang nyawa kepada tuan , berapa saya harus bayar tuan?" tanya tuan Bian Wangwe (hartawan Bian) itu.


Mendengar pertanyaan dari tuan Bian Wangwe itu , sesaat A Yong tercengang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2