
Dengan sangat murka sekali , Siluman ikan bersisik emas itu segera menyerang kearah Shin Liong dengan gerakan yang sangat cepat serta berenergi sangat kuat .
"Ho ho ho ho , kau ingin menjadikan aku ikan kering ?, hm , boleh boleh boleh kalau kau mampu , tetapi kalau kau tidak mampu , tubuh mu yang akan kujadikan ikan kering !" sahut Raja Siluman ikan bernama Eng Koai Ong .
Beberapa kali pukulan nya nyaris mengenai tubuh Shin Liong , tetapi aneh nya , setiap pukulan nya hampir mencapai Shin Liong itu , tiba tiba saja , Shin Liong sudah lenyap dari hadapan nya dan berpindah di tempat lain nya .
Betapa pun cepat nya Raja Siluman ikan itu bergerak menyerang Shin Liong , namun selalu saja pemuda itu berhasil mengelak .
Begitu juga dengan Jendral Mi Ku Do , secepat apapun dia menyerang Dewi Xuan Yi dengan pecut nya yang terbuat dari buntut Siluman pari itu , tetap saja wanita itu bisa meloloskan diri nya .
Tiba tiba Dewi Xuan Yi mempercepat gerakan nya , sambil tangan kanan menggenggam pedang pendek nya .
Saat pecut sakti di tangan kanan jendral Mi Ku Do menghantam kearah Dewi Xuan Yi , Dewi Xuan Yi menundukkan kepalannya , dan pecut sakti itu lewat diatas kepalanya dengan jarak sekitar satu jari , sementara dengan waktu yang sangat sempit itu , pedang di tangan kanan Dewi Xuan Yi membabat rusuk sang jendral tanpa ampun .
Rusuk sang Jendral Siluman ikan itu luka menganga dari sisi kiri hingga mencapai sisi kanan .
Jendral itu tertegun sesaat , seakan tidak percaya , jika dia di kalahkan oleh seorang wanita jelita .
Darah ke hitam hitaman menyembur dari luka yang menganga di rusuk jendral itu .
Akhirnya jendral itupun ambruk ketanah , dengan nyawa melayang ke neraka .
Raja Siluman ikan itu marah bukan main melihat jendral nya tewas di depan mata nya .
Direntangkan nya kedua tangan nya kesamping kiri dan kanan , sambil di putar putar , dan seketika udara disekitar situ bergulung gulung pula .
Seandainya tidak ada kubah transparan , niscaya laut akan terjadi gelombang besar karena nya .
Sekarang , Shin Liong mengerti , bagai mana orang orang bisa sampai kapal dan perahu mereka karam semua nya , bila melintas di laut itu .
Dengan mengerahkan sepertiga energi nya , Shin Liong segera mengibaskan tangan nya , kearah Raja Siluman ikan itu .
"Bum !"...
Sebuah dentuman nyaring terdengar di halaman depan istana dasar laut itu .
Udara berputar putar yang tadi keluar dari kedua tangan Raja Siluman ikan itu , tiba tiba berbalik , menghantam pemilik nya sendiri dengan kecepatan luar biasa dan kekuatan yang berlipat ganda .
Akibat nya , tubuh sang Raja Siluman , terhempas jauh , mencapai dinding kubah transparan , hingga berderak seperti akan pecah .
Sang Raja Siluman ikan itu tergeletak diatas tanah dengan tulang di sekujur tubuh nya , sudah remuk semua nya .
Untuk beberapa saat lama nya , suasana di tempat itu cuma keheningan saja .
"Kakak , nampak nya seperti sudah tidak ada satu mahluk pun yang tersisa di sini kak !" kata Dewi Xuan Yi .
__ADS_1
"Ya meme , seperti nya memang tidak ada siapa siapa di tempat ini , apa semua manusia sudah mereka makan semua nya ya ?" tanya Shin Liong .
"Entahlah kak , mungkin juga , atau mungkin mereka kurung di tempat lain , coba kita periksa istana ini kak !" ajak Dewi Xuan Yi kepada sang suami nya itu .
Mereka segera memeriksa seluruh isi didalam istana itu .
Ternyata istana itu begitu megah nya , dengan ratusan kamar yang besar besar , serta harta benda yang terbuat dari batu giok , emas serta permata berharga .
Seluruh ruangan sudah mereka periksa , tetapi tidak ada satu pun mahluk yang tertinggal di tempat itu .
"Kak , kalau istana secantik dan semegah ini kita biarkan didasar Laut ini , ribuan tahun lagi juga tidak bakalan ada penghuni nya , bagai mana kalau kakak pindahkan ke cincin dimensi pemberian kakek Qin ?, siapa tahu , satu saat kita memerlukan nya !" ujar Dewi Xuan Yi .
"Kau benar meme , ada baik nya istana seindah ini kita simpan saja , agar tidak lagi jadi sarang para siluman !" kata Shin Liong sambil mengibaskan tangan nya kearah istana dasar laut itu .
Sekejap mata , istana itu pun lenyap dari tempat itu , menyisakan sebuah tempat kosong tanpa bangunan dan taman lagi .
Setelah bangunan istana beserta taman dan halaman nya yang luas itu lenyap , menyisakan sebuah Padang tandus saja , jauh di ujung belakang istana , dekat dinding transparan terlihat sebuah bangunan lain nya .
Bentuk bangunan itu , seperti sebuah tempurung Kura kura , namun sangatlah besar sekali .
Setelah meneliti bangunan itu beberapa saat lama nya , akhirnya Shin Liong dan Dewi Xuan Yi tahu , bahwa isi bangunan itu , adalah ratusan manusia yang disekap di tempat itu .
Dengan sekali pukul , maka hancurlah pintu bangunan itu .
Lebih dari dua ratus orang berdesak desakan untuk keluar dari tempat pengab berbau Pesing dan kotoran manusia itu .
Akhirnya Shin Liong membuat portal menuju daratan , dan satu persatu orang orang itu di suruh nya untuk berjalan memasuki portal itu .
Setelah semua nya habis masuk kedalam portal itu , barulah Shin Liong menghilangkan portal itu .
Setelah semua nya selesai , Shin Liong dengan sekali pukul , hancurlah kubah transparan yang menutupi tempat itu , dan air laut pun masuk membanjiri tempat itu .
Inilah akhir dari istana dasar laut yang menjadi rebutan para siluman , baik siluman laut , maupun siluman darat .
Dipinggir pantai pulau Liong To , Shin Liong dan Dewi Xuan Yi muncul dari kedalaman lautan , dan berjalan ketepi tanpa basah sedikit pun juga .
Tidak seberapa jauh dari tempat mereka keluar dari dalam laut , para penduduk yang baru saja keluar dari kurungan di dasar laut , saling ber tangisan satu sama lain nya , karena baru saja terbebas dari bahaya yang hampir merenggut nyawa mereka .
Penduduk yang baru saja terbebas dari sekapan Siluman ikan itu bercerita kepada para penduduk kota , tentang apa yang mereka alami semala ini , hingga mereka di bebaskan oleh sepasang muda mudi berilmu tinggi .
Di kamar penginapan , nampak Dewi Ying Fa merenggut , karena tidak di ajak oleh Shin Liong jalan jalan pagi ini .
Tetapi dengan bujukan dan rayuan dari Shin Liong , akhirnya wanita jelita itu tersenyum simpul , melupakan kemarahan nya .
Atas jasa Shin Liong yang membebaskan para penduduk dari sekapan mahluk Siluman ikan , sebuah perahu layar yang agak besar , bersedia mengantarkan Shin Liong den keluarga nya , beserta beberapa orang lain nya , yang berniat menyeberang ke kota Zimo .
__ADS_1
Semenjak berangkat , hingga tiba di kota Zimo , tidak ada lagi gangguan selama di perjalanan .
Para penduduk kota Zimo sangat terkejut melihat sebuah perahu layar yang besar datang dari kota Zio di Pulau Liong To , dengan membawa penumpang yang cukup banyak .
Meskipun Shin Liong ingin membayar ongkos pelayaran kepada tukang perahu layar itu , tetapi karena rasa gembira mereka yang luar biasa , serta rasa terimakasih , atas bantuan dari pemuda itu , mereka tidak mau menerima pembayaran dari Shin Liong .
 Setelah menginap selama satu malam di kota Zimo ini , ke esokan hari nya , Shin Liong menyewa dua buah kereta untuk membawa mereka ke kota Ming Kwan .
Karena melewati jalan darat , mereka harus melewati beberapa kota dahulu , seperti kota Ming Kwan dan Yuning , barulah tiba di kota propinsi Yuking .
Seandainya mereka menumpang kapal , perjalanan akan menyusuri sungai Chong hingga tiba di kota Yuking .
Yuking adalah sebuah kota besar , karena Yuking sebuah ibu kota propinsi dan di tempat itulah gubernur bertempat tinggal .
Segala macam jenis manusia tumpah ruah menjadi satu di kota ini .
Diantara nya , adalah orang orang berjubah hitam bersulam gambar teratai di dada kiri mereka .
Ada sekelompok perempuan muda , ada laki laki muda , dan ada pula sekelompok laki laki paro baya dengan jubah yang sama , berlalu lalang di kota Yuking ini .
Yang membedakan mereka cuma Pat kwa (segi delapan) , dasar dari sulaman bunga teratai itu saja , ada yang berwarna putih , ada warna hijau , merah dan warna emas , namun sulaman bunga teratai nya memiliki warna yang sama , yaitu hitam .
Yang sangat aneh , ada beberapa pejabat kota yang memiliki tanda yang sama , yaitu teratai hitam di baju mereka , walaupun mereka tidak mengenakan jubah hitam .
Orang orang ini adalah para anggota sekte Hwa Hek Lian (Bunga Teratai Hitam) , penganut Hek Lian Kauw atau agama Teratai Hitam .
Selama lima tahunan terakhir , sekte ini berkembang dengan pesat nya , dan mendapat kan tempat di hati masyarakat , karena mereka pandai membuat simpati masyarakat , dengan berbuat kebaikan , seperti derma dan pertolongan kepada yang memerlukan .
Hingga kini , mereka sudah memiliki cabang di beberapa kota .
Setiap cabang di pimpin oleh seorang Imam atau yang mereka panggil Kuncu Suhu (guru Budiman) , yang biasanya , akan di bantu oleh dua atau tiga orang Lo Suhu (guru Agama ) .
Seperti di kota Yuking ini , karena bukan pusat dari sekte Hwa Hek Lian , maka di kota ini cuma cabang biasa yang di pimpin oleh seorang Kuncu Suhu yang bernama Gouw Ban Kian yang di bantu oleh dua orang Lo Suhu Rao Bian Ho atau Rao Lo Suhu dan Chi Kiang Sun atau Chi Lo Suhu .
Sepanjang yang masyarakat tahu , sekte ini selalu bersikap baik kepada masyarakat , suka membantu yang lagi kesusahan , sehingga banyaklah masyarakat yang bersimpati , bahkan bergabung dengan sekte ini .
Banyak diantara masyarakat yang mengirim kan putra putri nya untuk menjadi murid sekaligus anggota Sekte ini .
Sedangkan Sekte ini berpusat di pegunungan Kau Lun , di sebelah Utara kota Suan , tepat nya , di hulu sungai Xi Suan yang membentang membelah kota Suan .
Salah seorang warga miskin Kota Yuking dengan bangga nya menjelaskan kepada Shin Liong , saat Shin Liong bertanya tentang Sekte Hwa Hek Lian ini , bahwa seorang putra semata wayang nya , sudah lima tahun dibawa para petinggi sekte Hwa Hek Lian ini ke pusat nya di pegunungan Kau Lun , untuk di didik menjadi seorang pendekar kultipator tangguh .
Begitu cepat nya pengaruh sekte ini merasuk kedalam hati masyarakat awam , hal ini juga ditambah dengan banyak nya para pejabat yang menjadi anggota sekte ini , bahkan ada gubernur atau Thai Ya Kota( Tuan besar Kota) yaitu seorang Tuan besar penguasa Kota yang tidak tunduk kepada siapa siapa , yang justru menjadi anggota sekte ini .
Malam hari nya , kota Yuking ini seperti kota yang tidak pernah tidur .
__ADS_1
Hal ini disebabkan oleh banyak nya rumah bordil yang berdiri di kota ini , yang dinamakan rumah kebahagiaan , Disamping menyediakan wanita wanita penghibur , juga menyediakan tempat perjudian , serta mabuk mabukan .
...****************...