
Merah padam muka pangeran Fang Shi Quon mendengar laporan dari tiga orang pengawal utama nya yang dia tugaskan menjemput Dewi Teratai putih itu .
"Prang !!" ...
Sebuah pot bunga yang sangat indah terbuat dari keramik kelas tinggi , pecah berantakan dibanting oleh sang pangeran putra mahkota kelantai .
"Guo*log !, membawa seorang wanita saja kalian ber empat tidak bisa , lalu , apa yang kalian bisa heh !" teriak sang putra mahkota Fang Shi Quon murka .
"Ampun kan kami yang mulia , bersama Dewi Teratai putih ada dua orang wanita cantik sekali , salah seorang dari mereka cantik jelita luar biasa , bila dibandingkan dengan nya , Dewi Teratai putih seperti bukan apa apa , sangat jauh perbedaan kecantikan wanita itu , mungkin wanita itu adalah wanita tercantik di jagat Raya ini yang mulia , tetapi yang seorang lagi selain cantik , juga memiliki kesaktian luar biasa , cuma dengan sekali sentuh , tubuh salah seorang rekan kami membeku seperti es , serta hancur berkeping keping !" kata pemimpin dari pengawal utama itu .
Wajah pura mahkota berubah mendengar penuturan dari ketiga pengawal utama nya itu .
Dengan rasa penasaran yang luar biasa sekali , di tatap nya wajah kepala pengawal utama nya itu .
"Kalian pasukan pengawal utama ku , tetapi tidak becu bertugas membawa wanita itu untuk ku , ayo bawa seratus orang Prajurit khusus dan bawa para wanita itu untuk ku , serta bunuh semua laki lak nya !" kata putra mahkota dengan nada yang sangat marah sekali .
Prajurit khusus adalah Prajurit pilihan , dimana semua anggota nya berilmu sangat tinggi dan berada di tingkat Alam Brahmana menengah , serta pemimpin nya berada di ranah Alam Brahmana akhir .
Pasukan khusus ini adalah pasukan yang paling di takuti di seluruh negeri Fangkea .
Tidak seberapa lama , seorang laki laki paro baya berbadan tegap , menggunakan jubah perwira datang menghadap kearah putra mahkota .
"Hormat kepada yang mulia , ada apa gerangan yang mulia memanggil hamba malam malam begini ?" tanya Mao Hun Sui Ciangkun sambil berlutut di depan pangeran Fang Shi Quon sang putra mahkota negeri Fangkea itu .
"Mao Ciangkun !, malam ini juga , ajak seratus orang anak buah mu , dan bawa Dewi Teratai putih beserta dua orang wanita cantik lain , kepada ku , serta bunuh semua laki laki yang bersama nya , tidak ada seorang pun yang boleh memiliki Dewi Teratai putih selain dari pada aku !" teriak putra mahkota dengan suara lantang .
Laki laki paro baya itu segera pergi dari hadapan putra mahkota bersama seratus orang Prajurit khusus untuk membawa Dewi Teratai putih dan dua orang adik madu nya itu ke istana .
Di penginapan tempat Shin Liong dan rombongan keluarga nya menginap , Shin Liong baru saja membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur ketika telinga nya yang sangat tajam itu mendengar suara Langkan seratus orang ke arah kamar itu .
"Dor !" ...
"Dor !" ...
"Dor !" ...
Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu di gedor dengan keras dari luar .
Shin Liong bangkit melangkah ke arah pintu , dan membuka kan pintu .
Di depan pintu terlihat seorang perwira paro baya bertubuh tegap berdiri gagah .
Di belakang nya , terlihat tiga orang pengawal khusus tadi , serta di belakang pengawal khusus itu , berjejer seratus orang Prajurit khusus .
__ADS_1
"Minggirlah anak muda !, aku tidak ingin menurunkan tangan kejam kepada mu , serahkan ketiga wanita itu kepada ku , dan kau keluar dari penginapan ini dengan merangkak , maka ku jamin keselamatan mu !" ucap laki laki itu dengan jumawa nya sambil menatap kearah Shin Liong dengan senyum menghina .
Dengan bersikap masih tenang , Shin Liong balas menatap kearah laki laki paro baya itu .
"Sudah sebegitu hebat kah kau , sehingga menyuruh ku merangkak seperti anjing , Dewa saja tidak berani berkata seperti itu kepada ku , kau yang cuma se ekor kutu anjing saja berani berkoar koar dihadapan ku , apa yang kau andalkan ?, aku tidak ingin berurusan dengan pihak manapun , tetapi bila kalian mengganggu rumah tangga ku , istana Alexia pun akan ku ratakan dengan tanah bila berani melakukan itu !" ujar Shin Liong masih dengan nada tenang nya .
Namun laki laki paro baya itu malah tertawa terbahak bahak hingga air mata nya keluar , mendengar perkataan dari Shin Liong yang dianggapnya sangat lucu itu .
"Ha ha ha ha !, rupanya kau masih belum bangun anak muda , kasihan , kasihan , coba cuci muka mu dahulu anak muda , biar kesadaran mu pulih , ketahuilah , kau sedang berhadapan dengan San Ciok Tin (pasukan/barisan gunung batu) yang sangat terkenal tangguh itu anak muda !" jawab laki laki itu lagi sambil terus tertawa terbahak bahak .
"kutu anjing seperti ini kau bilang San Ciok Tin ?, apa kau tidak berlebihan kah ?" tanya Shin Liong Sabil tersenyum sinis .
"kurang ajar !, kau terlalu besar omong anak muda , serahkan Dewi Teratai putih dan kedua wanita lain nya , selanjut nya merangkak lah keluar dari tempat ini agar aku bisa berbelas kasihan , mengampuni mu !" ...
Karena sudah tidak bisa mengendalikan perasaan hati nya , Shin Liong bergerak dengan kecepatan luar biasa , langsung merenggut tangan kanan laki laki paro baya itu hingga putus sebatas bahu nya .
Terdengar raungan kesakitan dari laki laki itu seolah membumbung menembus langit malam .
"Kutu anjing berlagu di hadapan se ekor Dewa Naga , sekarang siapa yang harus merangkak keluar , aku atau kalian , akan ku habisi kalian semua nya !" kata Shin Liong sambil menunjuk kearah seratus orang Prajurit khusus .
Sedangkan kepala pasukan yang tadi tangan nya di renggut oleh Shin Liong secara paksa itu , segera menotok di beberapa bagian tubuh nya sendiri , untuk menghentikan pendarahan dari pundak kanan nya itu .
"Kau memang bia*ab anak muda !, kau akan merasakan pembalasan dari kami semua !" kata salah seorang dari Prajurit khusus yang segera mengajak kawan kawan nya menyerang kearah Shin Liong .
"Prok !" ...
"Prok !" ...
"Prok !" ...
Tiga orang Prajurit khusus itu tumbang dengan kepala pecah terkena hantaman dari tangan Shin Liong .
Tetapi Shin Liong seperti melawan sekawanan semut , mati satu , maju seribu .
Para Prajurit khusus yang lain nya , maju serentak , mengurung Shin Liong dari berbagai penjuru dengan barisan berlapis lapis yang sangat susah di tembus lawan .
Inilah jurus serangan yang menjadi andalan dari San Ciok Tin .
jurus ini saling membantu satu sama lain nya , bila salah satu diserang , yang lain nya turut bertahan sedangkan sebagian lain nya justru melakukan serangan kepada musuh .
Gerakan mereka terlihat sangat rapi dan cepat sekali , saling melindungi sambil menyerang .
Meskipun begitu , tetapi dimata Shin Liong , gerakan itu masih terlihat begitu lambat serta penuh dengan celah serta kekurangan .
__ADS_1
Di saat empat orang Prajurit menyerang Shin Liong dari empat penjuru , sementara yang lain nya berjaga jaga , Shin Liong segera mengerahkan jurus langkah Dewa Dewi nya hingga tingkat ketujuh , sehingga gerakan nya tidak lagi dapat di lihat oleh mata , bahkan bayangan nya saja tidak tampak lagi .
"Bug !" ...
"Bug !" ...
"Bug !" ...
"Bug !" ...
Empat kali suara bergedebug nyaring , dan bersamaan dengan itu , empat orang Prajurit terpental jauh , hingga menabrak dinding rumah penginapan dengan dada jebol .
Barisan pengepung Shin Liong yang semula sangat rapat itu , kini mulai kocar kacir tidak karuan .
Baru saja mereka mulai mengatur serangan lagi , kembali Shin Liong berkelebat dengan kecepatan luar biasa , dan empat orang Prajurit khusus kembali tersungkur dengan dada jebol .
"Segerombolan kutu anjing mencoba mengalahkan se ekor Dewa Naga , hari ini , ku nyatakan San Ciok Tin ku hapuskan dari sejarah negeri Fangkea !" kata Shin Liong sambil berkelebat dengan kecepatan luar biasa cepat nya .
Satu persatu para Prajurit khusus yang mengepung nya , bertumbangan tidak karuan , dengan kondisi yang sangat mengenaskan , ada yang kepala nya pecah , ada yang leher nya patah , ada pula yang tumbang dengan kondisi dada atau perut yang jebol .
Cuma dalam beberapa saat saja , seratus orang Prajurit khusus itu tumbang semua nya , yang tinggal cuma sang ketua yang kehilangan tangan kanan nya , dan tiga orang pengawal utama .
"Pulanglah kalian semua , dan jangan ganggu keluarga ku , atau istana Alexia ku buat menjadi kubangan darah , ini peringatan terakhir buat kalian semua , bila masih berani mengganggu keluarga ku , maka ku pastikan dinasti Fang akan berakhir di tanah Fangkea !" ucap Shin Liong sambil masuk kedalam kamar nya .
Malam berdarah berlalu dengan kesan angker , seratus orang Prajurit khusus yang selama ini sangat di takuti orang di negeri Fangkea , kini lenyap terhapus dari sejarah , cuma dalam seperempat malam saja .
Burung punggung termenung di dahan Tao , menatap para Prajurit membawa mayat mayat yang bergelimpangan seperti bangkai semut terkena api .
Di istana Alexia , nampak putra mahkota mondar mandir di hadapan para abdi istana , dengan tangan terkepal serta gigi yang berbunyi gemerutukan karena amarah yang luar biasa .
Dilantai terlihat pecahan pot porselen berhamburan karena di banting oleh sang putra mahkota .
"Bo*oh !, bo*oh !, bo*oh !, benar benar tidak berguna sama sekali , seratus orang Prajurit khusus yang kata nya setara dengan seratus pasukan , tetapi ternyata cuma omong kosong belaka , menghadapi seorang pemuda saja kalian harus tewas semua nya , dan kau harus kehilangan tangan kanan mu secara memalukan sekali , apa guna nya kalian mendapat gajih besar dari kami selama ini !" teriak putra mahkota dengan sangat murka sekali .
"Pangeran , menurut hemat hamba , sebaik nya masalah ini kita sudahi sampai disini saja , hamba melihat ada kekuatan besar yang tidak mungkin kita lawan di belakang mereka , peringatan dari pemuda itu bukan omong kosong atau ancaman kosong belaka , jangan sampai kita menyesal di kemudian hari , sudah lah , jangan ganggu kehidupan pemuda itu lagi pangeran !" kata pendeta Shi Ma memberikan pendapat nya .
Pangeran putra mahkota memalingkan wajah nya menghadap kearah sang pendeta yang bicara tadi dengan marah sekali .
"Apa , apa , apa yang kau katakan tadi pendeta ?, begitukah jiwa ksatria Alexia yang terkenal pemberani dan tangguh , mau di kemana kan wajah sang Kaisar bila dengan masalah sepele ini saja kita harus mengaku kalah ?, Dunia akan menertawai negeri kita paman pendeta , lagi pula , semenjak bertemu beberapa tahun yang silam , aku sudah tahu jika jodoh yang di tentukan Dewa untuk ku adalah Dewi Teratai putih , dia adalah calon Ratu Alexia , aku tidak akan melepaskan nya begitu saja paman , aku tidak akan lelap tidur dan tidak akan nikmat makan , sebelum bisa memeluk tubuh Dewi Teratai putih itu paman , aku tidak perduli dengan segala aturan Dewa , pokok nya , Dewi Teratai putih harus menjadi Ratu ku !" bentak pangeran Fang Shi Quon marah sekali .
Pendeta Shi Ma tertunduk mendengar perkataan dari putra mahkota itu .
...****************...
__ADS_1