Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Dewi Pelangi.


__ADS_3

Setelah dekat dengan batu Matahari itu, tanpa bisa dikendalikan, tangan kanan Shin Liong terangkat mengarah kepada batu Matahari itu, dan dari telapak tangan kanan nya itu, muncul siluet sebuah pedang kristal berwarna putih terbuat dari cahaya, yang mengarah kepada batu Matahari itu.


Pedang itu seperti menarik seluruh ener yang keluar dari batu matahari itu.


Meskipun batu matahari itu tidak bergerak sedikit pun juga, tetapi terlihat energi yang di hisap oleh pedang kristal begitu besar mengalir kearah pedang itu.


Setelah beberapa lama nya, terlihat batu matahari itu semakin mengecil, seperti sebuah batu es yang terkena panas.


Akhirnya,setelah beberapa saat lama nya, batu matahari itupun benar benar habis lenyap masuk kedalam pedang kristal.


Bersamaan dengan hilang nya siluet pedang kristal itu, maka api biru di telaga itupun hilang juga, dan air putih bening, sedikit demi sedikit, mulai mengalir keluar dari lobang di dasar telaga itu.


Semakin lama, air yang keluar bersama hawa Qi murni yang sangat pekat itu semakin banyak, hingga dalam waktu yang tidak begitu lama, air sudah menggenangi seluruh dasar telaga.


Karena sumber air yang semakin lama semakin besar serta air nya semakin deras, maka dengan cepat pula air naik hingga mencapai batas maksimal di sisi atas telaga.


Bersamaan dengan matahari yang mulai memancar panas, uap air bersama hawa Qi murni terbang keatas, lalu tertiup angin kemana mana, menyibak hawa Qi hitam sedikit demi sedikit.


Sebentar saja, telaga besar yang memanjang dari timur kebarat sejauh beberapa puluh Li itu telah penuh dengan air, serta mulai mengalir ke arah hilir lewat sungai kecil untuk selanjutnya bertemu dengan sungai besar menuju ke laut.


Kini hawa di sekitar telaga tidak lagi terasa panas dengan ada nya air yang memenuhi telaga.


Tiba tiba diatas langit, muncul cahaya putih kecil yang meluncur dengan sangat cepat menuju kearah mereka.


Setelah dekat, ternyata cahaya itu adalah kakek Qin yang mendatangi mereka.


Dengan seulas senyum, kakek Qin turun di depan Shin Liong dan Dewi Ying Fa.


"Kalian berdua berhasil nak !, selamat, ini terimalah kendi emas ini untuk kalian, dengan menuangkan isi kendi ini ke bumi, kalian bisa memulihkan semua kerusakan kerusakan hutan serta binatang di mana pun kalian ingin kan !" kata kakek Qin sambil menyerahkan sebuah kendi emas kepada Dewi Ying Fa.


Dewi Ying Fa yang memang seorang Dewi itu segera melesat terbang ke udara membawa kendi emas itu, lalu memercikan air nya ke bawah.


Secara ajaib, setiap tetes air yang menetes di tanah, secara tiba tiba menumbuhkan berbagai macam pohon pohonnan, serta aneka tumbuh tumbuhan.


Sebentar saja, telaga api yang tadi nya panas, tandus dan gersang, serta tidak ada tumbuhan yang hidup disana, kini dipenuhi oleh aneka ragam tumbuhan dan pepohonan.


Bahkan yang lebih ajaib, binatang yang asalnya sudah habis punah, kini mulai terlihat berlarian di dalam kerimbunan hutan itu.


Setelah seluruh Padang tandus itu, kini telah berubah menjadi hutan belantara, Dewi Ying Fa pun akhirnya turun di dekat Shin Liong dan kakek Qin.

__ADS_1


"Cucu ku Dewi Ying Fa, ternyata selain kau adalah Mustika Dewi Salju, ternyata kau juga berjodoh dengan kendi emas itu nak, simpan baik baik kendi ajaib itu, mulai sekarang, kau sudah Syah menjadi seorang Dewi sejati, kini gelar mu adalah Dewi kehidupan atau Dewi Pelangi, karena setiap kehadiran Pelangi, kehidupan baru pasti akan terlahir kembali, berbuat baiklah Dewi Pelangi,berikan harapan indah bagi segenap umat manusia!" kata kakek Qin sambil meniup ubun ubun Dewi Ying Fa atau Dewi Pelangi, atau juga Dewi kehidupan.


Ketika kakek Qin meniup ubun ubun Dewi Pelangi, seberkas energi sangat besar memasuki tubuh sang Dewi Pelangi, membuat kepala nya terasa dingin dan pikiran nya menjadi semakin jernih.


Selesai melakukan upacara penobatan Dewi Ying Fa menjadi Dewi Pelangi, kakek Qin pun segera melesat ke angkasa, lalu menghilang dari pandangan mata Shin Liong maupun Dewi Ying Fa.


Bersamaan dengan kemunculan kembali hawa Qi murni di dunia ini, secara perlahan lahan, namun pasti, hawa Qi hitam pun sedikit demi sedikit kini mulai menghilang, dan mata hari yang tadi nya sendu dengan cahaya nya yang selalu memerah seperti saat senja, kini tampak mulai cerah seperti sedia kala nya.


Hawa Qi murni dengan cepat nya, menyebar tertiup angin kemana mana.


Untuk beberapa waktu, Shin Liong dan Dewi Ying Fa bermalam di pinggir telaga itu, sambil bersemedi mengumpulkan hawa murni yang sangat pekat.


Setelah beberapa hari berkultivasi di pinggir telaga api yang kini telah kembali menjadi telaga Kayangan itu, kini tingkat kultivasi Dewi Ying Fa naik dari tingkat Dewa perak awal, menjadi Dewa perak menengah.


Sedangkan Shin Liong , yang sewaktu menerima energi dingin dari Mustika Dewi Salju, dantian nya sudah hampir penuh, kini ketika menerima energi panas dari batu matahari, ditambah berkultivasi menyerap hawa Qi murni di pinggir telaga, membuat kultivasi nya naik satu tingkat menjadi tingkat Dewa Sempurna, sempurna.


Hari kelima di pinggir telaga Kayangan.


Hari ini Shin Liong dan Dewi Ying Fa atau Dewi Pelangi berencana untuk meninggalkan telaga, menuju ke Utara.


Shin Liong sengaja tidak lewat portal, karena berniat mengembalikan kehidupan hutan yang mereka lewati nanti nya.


Namun baru saja mereka akan berjalan, tiba tiba dari atas, turun seorang pemuda berwajah tampan di hadapan mereka.


"Tunggu !, kalian mau kemana hah ?, kenapa buru buru mau pergi ?, aku tahu bahwa hari ini telaga api akan kembali menjadi telaga Kayangan, ini karena jasa seorang Dewi yang bergelar Dewi Pelangi , aku tidak ingin bermusuhan dengan mu anak muda, aku cuma ingin meminta Dewi Pelangi secara baik baik pada mu, itupun bila kau menyayangi diri mu anak muda, ketahuilah, aku adalah Dewa muda Teng Kwan, putra Dewa Teng Sin!" kata pemuda itu.


Kini Shin Liong tahu, jika laki laki di depan nya ini bukan seorang pemuda untuk ukuran manusia, karena usia nya sudah di atas dua ratus tahunan.


Karena perbuatan nya, maka Dewa muda ini di buang keluar dari istana langit, sehingga waktu peristiwa Shin Liong mengobrak abrik istana langit dahulu, laki laki ini tidak tahu, karena sudah tidak berada di istana langit lagi, jadi mereka tidak saling mengenal.


"He he he he, Dewa Teng Kwan, yang Ke Dewa an nya telah di batalkan para Dewata, kau bukan Dewa, tetapi Setan mesum, kau terlalu jumawa dengan kesaktian mu yang sudah bisa menandingi Dewa Teng Sin ayah mu, tetapi kau lupa satu hal Teng Kwan, manusia punya adat, dan Dewa punya aturan, kau menginginkan istri ku, padahal dia Syah sebagai istri ku, dan Dewata sendiri yang menikahkan kami, kau terlalu menghina ku tuan !" ucap Shin Liong dengan berusaha bersabar.


Merah padam wajah Teng Kwan mendengar perkataan dari Shin Liong itu.


"Kau pikir aku perduli kah ?, masa bodoh dia istri mu, atau bibi mu, bahkan nenek mu, bila Teng Kwan menghendaki nya, maka tidak seorang pun yang boleh menghalangi nya, kau kira cuma kau yang tahu, bahwa siapapun yang memiliki Dewi Ying Fa, maka dunia dalam genggaman nya, he he he he, kau masih terlalu bo*oh anak muda, seluruh para Dewa sudah tahu tentang itu, tinggal masalah waktu saja para Dewa akan berbondong bondong mencari diri mu, cepat lah kau serah kan kepada ku, sebelum kesabaran ku habis, bila kesabaran ku habis, kau yang akan ku habisi !" kata Teng Kwan murka.


"Tentu saja aku tidak akan menyerah kan istri ku , apa pun yang tuan lakukan, aku tetap tidak akan menyerahkan istri ku !" kata Shin Liong tenang.


"Kurang ajar, kau memang tidak bisa dikasih hati, aku sudah berusaha bicara baik baik kepada mu, tetapi tidak kau tanggapi, kau belum tahu, jika aku marah, Dewata pun tidak akan berani menentang ku !" kata Teng Kwan takabur sambil memulai serangan nya kepada Shin Liong.

__ADS_1


Shin Liong tidak langsung menghindar, ketika Teng Kwan menyerang nya, dia menunggu beberapa saat, setelah tangan Teng Kwan tinggal sejengkal dari tubuh nya, barulah dia menghindar.


Awal nya Teng Kwan merasa gembira, karena pukulan nya sudah hampir mencapai tubuh lawan nya, sedangkan sang lawan tidak ada tanda tanda untuk menghindar.


Apa lagi dia melihat tingkat kultivasi dari lawan nya yang masih di tingkat alam Taruna itu, sekali pukul, lawan nya pasti mampus pikir nya.


Tetapi harapan memang tidak selalu sesuai kenyataan.


Betapa kaget nya Teng Kwan, saat pukulan nya mencapai tubuh lawan nya, tiba tiba dia seperti memukul bayangan saja.


Orang yang dia pukul, tiba tiba menghilang dari hadapan nya, dan tahu tahu;


"Puk !" ...


Terasa pinggang bagian belakang nya di tepuk seseorang dari belakang.


Teng Kwan membalikan tubuh nya.


Di belakang nya telah berdiri Shin Liong dengan senyum ramah menghiasi bibir nya.


"Hei !, anak muda genit, kita sedang bertarung masalah mati dan hidup, bukan nya mau bermesraan, ayo kita lanjutkan pertarungan kita yang belum selesai ini, aku akan memecahkan kepala mu yang sombong itu !" kata Teng Kwan bertambah murka.


"Sudahlah tuan hebat, bagi ku pertarungan ini sudah selesai !, sebenar nya aku tidak ingin melakukan nya kepada mu , karena jurus ini ku anggap sangat kejam, epek jurus ini bisa terbawa hingga tiga reinkarnasi, atau tiga kelahiran, maafkan aku tuan hebat, ini terpaksa kulakukan karena aku melihat titik hitam di dahi mu demikian besar dan pekat, itu menandakan dosa mu terlampau besar, semoga dengan ini, kau bisa menjadi pribadi yang baik, atau bila tidak juga, berdoa lah agar di kelahiran berikut nya, kau tidak di jadikan monyet atau babi !" kata Shin Liong sambil berlalu dan duduk disebuah batu di pinggir telaga.


"Kurang ajar !, kau terlalu merendahkan dan menghina ku anak muda, awas saja !, kau tahan lah serangan ku ini !" kata Teng Sin sambil mencoba menghimpun tenaga dalam nya untuk memukul Shin Liong .


Tetapi setelah mencoba mengumpulkan hawa murni kedalam dantian nya, ternya energi tidak bisa lagi terkumpul.


Dia seperti mengumpulkan air di dalam sebuah bak yang tidak ber alas.


Seberapa pun banyak nya energi yang dia kumpulkan, sebanyak itu pula energi yang keluar, sehingga dantian nya tidak pernah terisi energi lagi.


Laki laki bernama Teng Kwan, mantan seorang Dewa muda itu mencoba berulang kali, tetapi hasil nya tetap nihil, tidak ada sedikit pun energi yang dapat dia kumpulkan.


Dengan muka pucat pasi, dan jantung yang berdetak kencang, laki laki itu menatap kearah Shin Liong .


"A' apa yang telah kau lakukan kepada tubuh ku, kenapa aku tidak bisa lagi mengumpulkan hawa Qi murni?,sihir apa ini ?" tanya laki laki itu kepada Shin Liong .


Shin Liong Menatap kearah laki laki itu sambil tersenyum kembali.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2