
Semua orang segera memalingkan wajah nya ke arah yang di tunjuk oleh salah seorang laki laki paro baya itu .
Tetapi mereka tidak melihat bayangan seorang pun juga .
"Auw !, tolong !, ada Hantu !, tolong ada hantu !" terdengar jeritan seorang laki laki paro baya yang berdiri dibarisan paling belakang sambil berlari ketengah barisan .
"Hei , apa yang kau lakukan heh !" bentak Louw Lo Suhu dengan marah .
"Ampun Louw Lo Suhu , tadi ada yang menepuk pantat saja dengan cukup keras , tetapi setelah saya lihat , tidak ada siapapun di belakang saya !" jawab laki laki itu .
Laki laki yang dipanggil Louw Lo Suhu itu melihat kesekeliling nya , bahkan pindaian nya dia tingkatkan hingga sejauh satu lie , namun dia tidak melihat siapa pun yang berada di sekitar situ .
"Sret , pletok !" ...
Sebutir biji buah Liu Ngan menghantam dahi laki laki yang di panggil Louw Lo Suhu itu hingga benjol terlihat di dahi nya .
"Hei !, pengecut , aku tahu kau manusia , bukan nya hantu , keluarlah , jangan bersikap seperti pengecut ! ...
Sunyi ....
Tak ada apa pun yang terdengar mencurigakan di dekat mereka itu .
"Sret , pletok !" ...
Kembali sebutir biji buah Liu Ngan menghantam pipi laki laki bernama Louw Lo Suhu itu hingga berlobang , dan menembus ke pipi sebelah nya lagi .
Darah mengucur dari kedua pipi sang Louw Lo Suhu .
"Kurang ajar !, kubunuh kau ban*sat pengecut !" ...
Louw Lo Suhu melepaskan pukulan jarak jauh nya kesegala arah , hingga pohon pohon Liu bertumbangan terkena pukulan nya .
Tetapi hingga beberapa saat berlalu , tidak ada apa pun yang terjadi , seolah olah , tempat itu memang sepi tanpa ada orang lain selain mereka .
"Sreet !" ...
"Pletok !" ...
Salah seorang yang berdiri Disamping Louw Lo Suhu tiba tiba tumbang , terjungkal ketanah dengan pelipis berlubang sebesar biji Liu Ngan .
Laki laki itu berkelojotan beberapa saat , lalu terdiam untuk selama lama nya .
Louw Lo Suhu semakin murka , karena merasa diri nya di permainkan oleh seseorang .
Sekali lagi di pindai nya sekeliling tempat itu , hingga jangkauan sejauh satu lie , tetapi tidak ada satu bayangan pun yang dia temukan .
"Hei pengecut , jangan main sembunyi sembunyi , dan membokong dari belakang , kalau berani , tunjukan batang hidung mu di depan ku !!" teriak Louw Lo Suhu dengan sangat murka sekali .
Tiba tiba di depan Louw Lo Suhu , muncul seorang pemuda berbaju putih dengan motif bunga teratai .
"Si ' siapa kau yang sudah bosan hidup , mengganggu perjalanan dan urusan kami ?" tanya Louw Lo Suhu masih belum reda rasa keterkejutan nya , karena , tiba tiba saja , pemuda itu muncul dihadapan nya .
"Siapa aku ?, kalian tidak perlu tahu , yang pasti , siapa kalian , dan untuk apa menculik orang yang menjadi tamu kepala dusun ini ?" tanya Shin Liong .
__ADS_1
"Ho ho ho ho , rupanya kau sangat sombong sekali anak muda , bukan nya menjawab pertanyaan Lo Suhu , kau malahan balik bertanya , ku robek juga mulut mu itu !" tanya laki laki bernama Pek Lok tadi .
"Pek Lok !, jangan bunuh dia , lihat susunan tulang nya sangat sempurna sekali , tangkap saja dia hidup hidup , karena darah nya sangat berguna untuk persembahan itu !" teriak Louw Lo Suhu memperingatkan anak buah nya itu .
"Baiklah Louw Lo Suhu , saya mengerti !" kata Pek Lok sambil berkelebat dengan sangat cepat nya , mengirimkan totokan kearah pemuda itu .
Namun ketika , totokan nya sudah hampir menyentuh tubuh lawan nya , tiba tiba tubuh lawan nya itu menghilang begitu saja , seakan buyar menjadi angin .
Pek Lok segera mengerahkan kekuatan nya hingga batas maksimal , kali ini bukan ingin menotok , tetapi melayangkan pukulan pukulan bertenaga besar kearah pemuda itu .
Dengan tenang nya , pemuda itu menangkis setiap pukulan dari Pek Lok itu dengan kedua tangan nya , tanpa menggerakkan tubuh nya sama sekali .
Beberapa kali tangan mereka bertemu , Pek Lok merasa tangan nya seperti dipukul dengan bilah besi baja saja rasa nya .
Melihat laki laki yang bernama Pek Lok itu tidak mampu meringkus lawan nya , laki laki kedua yang bernama Cok Kiong segera melompat kearah pemuda itu sambil melayangkan serangan nya .
"Plak !" ...
Laki laki bernama Cok Kiong itu menjerit kesakitan , karena saat dia memukul , pemuda itu menangkis dengan tangan kiri nya , sementara tangan kanan nya menangkis serangan dari Pek Lok .
Yang membuat Cok Kiong menjerit adalah , saat tangan mereka bertemu , bukan cuma dia seperti memukul setumpuk besi baja , tetapi juga , energi pukulan nya itu berbalik menghantam diri nya sendiri , sehingga tanpa ampun lagi , kepalan tangan nya berbalik menghantam dahi nya sendiri .
"Sring !" ...
"Sring !" ...
Tanpa menghiraukan perintah dari Louw Lo Suhu tadi , kedua orang laki laki itu segera mengeluarkan pedang mereka masing masing , dan menyerang kearah lawan nya .
Kali ini pemuda itu tidak lagi menangkis dengan kedua tangan nya , tetapi bergerak dengan sangat cepat sekali kearah celah antara mereka berdua sambil melepaskan pukulan dengan kedua telapak tangan nya kearah rusuk kanan dan kiri mereka berdua .
"Bum !" ...
"Bum !" ...
Bersamaan dengan itu , tubuh Pek Lok dan Cok Kiong terjungkal kebelakang dengan rusuk kanan dan kiri yang sudah remuk .
"Ban*sat !, kubunuh kau an*ing !" teriak Louw Lo Suhu sangat murka , sambil melompat kearah pemuda itu dengan melepaskan pukulan jarak jauh berkekuatan maksimal .
"Bum !" ...
Dua energi besar bertemu , menghasilkan suara dentuman yang cukup nyaring .
Tubuh Louw Lo Suhu terpelanting kebelakang beberapa tindak , beberapa gumpal darah segar , menyembur dari mulut nya , pertanda laki laki itu , terluka dalam cukup parah .
"Katakan siapa kalian ini , dan ada maksud apa dengan menculik orang orang ?" tanya pemuda itu .
"Cuih !, kalau ingin bunuh , bunuh lah , kami tidak takut mati , lebih baik kami mati , dari pada mengatakan nya !" kata Louw Lo Suhu sambil meludah ketanah .
"Baiklah kalau begitu , aku tidak lagi memaksa kalian , aku memberi waktu hingga pagi esok , bila kalian tidak mau mengaku , maka kematian kalian akan kuberikan besok pagi !" kata pemuda itu sambil berlalu dari tempat itu , dan menghilang di kegelapan malam .
"Malam ini kita tidak usah melaksanakan rencana kita , sekarang kita pulang saja !" kata Louw Lo Suhu memerintahkan para anak buah nya .
Beberapa orang segera menggotong mayat Pek Lok dan Cok Kiong , sedangkan yang lain nya memapah tubuh Louw Lo Suhu .
__ADS_1
"Bruak !" ...
Tiba tiba beberapa orang terlempar kebelakang saat mereka mencoba melompat masuk kearah hutan .
Mereka seperti menabrak dinding yang sangat kuat , namun tidak terlihat .
"Bum !" ...
Beberapa orang mencoba memukul dinding yang tidak tampak itu , tetapi ternyata dinding gaib itu sangat kuat sekali , jangan kan pecah , berderak saja tidak , malahan ada beberapa orang yang meregang nyawa karena benturan dari energi pukulan mereka yang berbalik mental kearah mereka sendiri .
"Kita terkurung didalam dinding gaib Louw Lo Suhu , tidak ada celah untuk kita keluar !" kata salah satu dari para laki laki itu setelah mereka mencoba meraba dinding gaib itu .
"Celaka !, kita dikurung di dalam tirai gaib yang sangat kuat sekali , rupanya , pemuda itu benar benar melaksanakan ancaman nya , kalian tahu apa resiko nya , jika mengatakan nya kan ? , dan kalian juga tahu apa resiko nya jika diam tidak mengatakan nya kan ?, maka inilah saat nya , mati terhormat membela yang mulia , atau mati sebagai pengkhianat , tentukan sekarang !" perintah dari Louw Lo Suhu .
Serentak para laki laki itu menjawab , " mati terhormat demi yang mulia !" ...
Sementara itu , dirumah sang kepala dusun , Shin Liong berjalan memasuki rumah itu .
Setelah membuka pintu rumah , Shin Liong tertegun di depan pintu , karena disana Dewi Chang 'e sang ibunda nya sudah berdiri menantikan diri nya .
Baru saja Shin Liong ingin berbicara , tiba tiba di urungkan nya , karena sang ibu memberi tanda kepada nya agar jangan bicara .
Dewi Chang 'e menarik tangan Shin Liong dan mengajak nya keluar rumah itu .
Setelah berada agak jauh dari rumah itu , Dewi Chang 'e menatap wajah sang putra nya itu .
"Ada apa Bu ?" ...
"Dengarlah nak , Dunia ini sekarang sedang tidak baik baik saja , apa yang kau lihat di mimpi mu semalam , adalah pertanda dari Thian yang maha kuasa , bahwa seluruh umat manusia sekarang dalam ancaman yang sangat besar sekali nak , kebangkitan Mo Sian ( Dewa Iblis) diambang mata , tidak ada satu pun kekuatan yang sanggup menahan kekuatan nya , bila dia sudah bangkit kelak !" ...
"Lalu apa yang seharus nya kita lakukan Bu ?, ...
"Hanya ada seorang yang mampu mengalahkan Mo Sian ini nak , yaitu Sian Hong Siang (Kaisar Dewa ) yang hidup puluhan ribu tahun yang silam , tetapi yang menjadi masalah adalah Sian Hong Siang itu sendiri sudah lama mangkat ke Alam Surgawi , dia meninggalkan semua energi nya didalam Sian Cu Ciok (Batu Mustika Dewa) , dan terkubur bersama jasad nya di pusara keramat di Dunia Ceng Giok ( Kemala Hijau)" kata Dewi Chang 'e .
"Bagai mana kita bisa kesana Bu ?" tanya Shin Liong .
"Bukan kita nak , tetapi kau bersama Xuyi Sian Li (Ratu bidadari Xuyi) , karena dialah satu satu nya orang yang pernah masuk ke Dunia Ceng Giok itu nak , tidak semua orang bisa masuk ke Dunia itu , karena Dunia itu juga di sebut Dunia Illahi , tempat semua mahluk Illahi berkumpul !" jawab Dewi Chang 'e .
"Dimana Liong bisa menemukan Xuyi Sian Li itu Bu ?" tanya Shin Liong .
Mendengar pertanyaan dari sang putra nya itu , Dewi Chang 'e tersenyum simpul .
"Xuyi Sian Li itu nama sejati nya di Alam ke Dewata an , sedangkan di Alam reinkarnasi nya ini , dia bernama Dewi Xuan Yi , dulu dia adalah saingan ibu , Dewi yang paling ibu benci , karena cuma dia yang berhasil mengalahkan kecantikan ibu , tetapi sekarang , dia menjadi salah satu wanita yang ibu sayangi , karena sudah menjadi kehendak takdir , jika dia menjadi menantu ibu nak !" ujar Dewi Chang 'e .
"Ja ' jadi Bu , Dewi Xuan Yi adalah Dewi Xuyi Sian Li ya ?" ...
"Iya nak , tetapi yang menjadi masalah sekarang , tidak semua ingatan masa lalu Xuyi Sian Li yang dia ingat , sehingga untuk pergi ke Dunia itu , sangat tidak memungkin kan , kakek mu tidak bisa mengantarkan , karena kakek mu sendiri , belum pernah pergi kesana , kita tunggu saja , hingga kakek mu berhasil mengembalikan semua ingatan Dewi Xuyi Sian Li !" kata Dewi Chang 'e .
"Lalu kenapa cuma aku dan Dewi Xuan Yi saja yang bisa pergi ke tempat itu Bu ?" ...
"Karena kau adalah suami dari Xuyi Sian Li , maka tubuh mu tidak akan hancur meskipun bersentuhan dengan tirai gaib Illahi yang melingkupi seluruh Dunia itu nak , tetapi bagi orang lain yang mencoba memasuki Dunia itu , tubuh mereka akan hancur selama lama nya , dan tidak bisa ber reinkarnasi kembali , karena jiwa nya ikut hancur bersama raga nya , karena jalan ke Dunia itu harus melewati dimensi lubang hitam !" jawab Dewi Chang 'e .
Setelah menjelaskan panjang lebar kepada sang putra , mereka segera kembali ke rumah kediaman kepala dusun .
__ADS_1
...****************...