Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Muncul nya Siluman Ikan.


__ADS_3

Siang ini di Kota Raja Xue di dalam lembah batu , udara tidak terlalu cerah , ada awan hitam , bergumpal gumpal menutupi matahari , sehingga cahaya nya tidak bebas menyentuh Bumi .


"Jderr !" ...


Tiba tiba kilat menyambar di halaman sebuah rumah besar bersamaan dengan suara petir menggelegar nyaring .


Bersamaan dengan suara petir yang menyambar , di halaman rumah besar itu berdiri tiga orang laki laki dan dua orang wanita cantik .


Dari dalam rumah besar itu , muncul seorang wanita cantik sambil berlari kearah orang orang yang baru muncul bersamaan suara dentuman petir tadi .


"Suamiku , kalian telah kembali ?" tangis wanita cantik ini sambil memeluk tubuh seorang pemuda tampan .


"A Yong !, kau selamat sayang ?, oh syukurlah kalian semua selamat , terimakasih kakek , kau menyelamatkan suami ku , putra ku dan adik adik ku !" kata Dewi Nuwa tak kuasa menahan air mata nya sambil memeluk mereka satu persatu .


"Ayah , apakah tugas mereka sudah selesai ayah ?" tanya Dewi Chang 'e yang baru keluar dari dalam rumah , lalu memeluk mereka satu persatu .


"Ya putri ku , putra mu sekarang sudah setingkat dengan mu di ranah Dewa Agung , dan tinggal dua langkah lagi , dia akan menggapai takdir nya , sebagai Dewata Agung sejati !" kata Kakek Qin sambil melangkah memasuki rumah besar itu .


Dewi Chang'e memeluk Shin Liong dengan erat serta rasa bangga nya .


"Syukurlah kau bisa melewati semua nya nak , kau kebanggaan ibu sayang !" kata Dewi Chang 'e sambil memeluk Shin Liong dengan erat sekali .


"Bagai mana di sini selama kami pergi ibu , adakah sesuatu yang terjadi ?" tanya Shin Liong .


"Tidak !, tidak ada sesuatu yang penting , yang terjadi di sini , selama kalian pergi , cuma , pembukaan lahan pertanian baru yang di canangkan oleh Kaisar , sudah membuahkan hasil yang menggembirakan , dan beberapa desa serta kota di luar sudah mulai berfungsi seperti seharus nya !" jawab Dewi Chang'e .


"oh syukurlah Bu , jadi saat kita meninggalkan tempat ini , semua sudah berjalan normal seperti semula !" kata Shin Liong sambil memegang tangan ibu nya masuk kedalam rumah .


"Liong !, kesini lah sebentar !"kata kakek Qin menyuruh Shin Liong untuk duduk di samping nya .


"Ada apa kek ?" tanya Shin Liong agak heran .


"Begini Liong , aku sudah menanyakan kepada kedua orang mertua mu itu , apakah mereka ingin tetap di sini atau kembali ke dunia asal mereka , mereka bilang ingin kembali ke dunia asal mereka , dan menetap di lembah Teratai , sedangkan kau , sudah menjadi ketentuan nya , kau bersama seluruh keluarga mu , harus tinggal di Alam kedewataan , maka setelah kau mengantarkan kedua orang mertua mu , kau akan ku jemput untuk pergi ke Alam Kedewataan , bagai mana ?" tanya kakek Qin .


Shin Liong menganggukkan kepala nya , "Liong akan menuruti semua perkataan kakek !" ...


"Baguslah kalau begitu , bersiap lah , kalian semua akan ku antarkan di ujung timur tempat kalian pergi semula !" kata kakek Qin sambil berdiri .


"Kakek !, bagai mana dengan sang Kaisar Chong ?" tanya Shin Liong .


"Tenanglah , nanti kakek yang akan mengatakan nya kepada sang Kaisar itu !" jawab kakek Qin .


Setelah semua nya berkemas , kakek Qin segera mengibaskan tangan nya , dan delapan orang itupun terbungkus cahaya putih biru , lalu cahaya itu melesat ke angkasa dengan kecepatan luar biasa .


Kakek Qin yang tertinggal sendirian itu , kemudian juga melesat keudara , menyusul putri , cucu disitu dan semua keluarga nya itu .

__ADS_1


Di istana , Kaisar chong baru saja tersentak bangun dari istirahat siang nya , tiba tiba dia mendengar suara seorang laki laki memanggil nama nya , " Kaisar Chong !, Kaisar Chong !, bangun lah !"...


Sang Kaisar bangun dan buru buru duduk di atas tempat tidur nya .


"Dengarlah Kaisar chong , hari ini tugas cucuku di Dunia mu ini telah selesai , selanjut nya mereka akan kubawa ketempat asal mereka , jaga baik baik Dunia mu ini , dan pimpinlah rakyat mu secara adil dan bijaksana !" suara laki laki itu terdengar sangat nyaring , tetapi yang aneh nya , orang orang seperti tidak mendengarkan apa apa .


Diluar kamar , nampak para pelayan berlalu-lalang seolah tidak mendengar apapun juga .


Begitu juga di ruang tengah istana itu , nampak pangeran Chong Fu Quon sedang berbincang bincang dengan jendral Pau Lok Kwan dan pendeta Wang Tuoli .


"Apakah kalian tidak mendengarkan seseorang berbicara sangat nyaring tadi ?" tanya Kaisar .


"Seseorang berbicara ?, ah mungkin ayahanda mengigau , tidak ada siapa pun yang bicara nyaring dari tadi , lagi pula suara kami saja tidak bakalan terdengar kedalam kamar ayahanda !" kata pangeran Chong Fu Quon .


"Benar yang mulia , tidak ada suara apapun dari tadi , memang nya ada apa yang mulia ?" tanya jendral Pau Lok Kwan .


"Tadi ada suara seorang laki laki , sangat nyaring , membangunkan aku , lalu aku buru buru bangun , dan suara itu berkata lagi , "dengarlah wahai Kaisar Chong , tugas cucu ku di Dunia mu ini telah selesai , selanjutnya mereka akan ku bawa ketempat asal mereka , jaga baik baik Dunia mu ini , dan pimpin lah rakyat mu dengan Adi dan bijaksana !" begitulah suara yang aku dengar tadi !" kata sang Kaisar .


Pendeta Wang Tuoli termenung beberapa sesaat lama nya .


"Ini kalau perasaan saya tidak salah , berkaitan dengan Kong Cu Shin Liong dan para keluarga nya yang telah membantu kita membasmi mahluk Orgo itu yang mulia , bukankah sekarang mahluk itu sudah habis binasa semua nya , dan portal di gunung itu pun sudah ditutup untuk selama lama nya , itu berarti tugas mereka telah selesai , dan mereka akan kembali ke alam asal mereka !" kata pendeta Wang Tuoli .


"Kalau begitu , cepat paman suruh Prajurit melihat tempat kediaman Kong Cu Shin Liong !" titah Kaisar kepada jendral .


Sang jendral segera memerintahkan dia orang Prajurit untuk memeriksa rumah kediaman Shin Liong .


Meskipun dengan rasa yang sangat kecewa sekali , tetapi Kaisar Chong harus tetap bisa menerima nya .


Betapapun juga , bantuan Shin Liong kepada nya dan negeri nya , bahkan Dunia nya ini , juga luar biasa banyak nya , seandainya tidak ada pemuda itu , belum tentu Manusi di dunia ini akan ada tersisa meskipun cuma seorang .


...----------------...


Nun jauh di Dunia Fangkea , gugusan Dunia dimensi paralel kedua , tepat nya di pulau Liong To atau pulau Naga , di sebuah Bio atau Kuil kecil di atas bukit yang di kelilingi oleh hutan semak belukar , tiba tiba ada cahaya berpendar indah di dalam Bio itu .


Begitu cahaya itu lenyap , dari dalam Bio itu keluar delapan orang manusia , tiga laki laki dan lima wanita .


"Kita sekarang berada di mana ayah !" tanya A Yong yang pertama kali heran setelah mereka keluar dari ruangan Bio itu .


"Saya seperti pernah melihat tempat ini , tetapi sudah lupa , ini di mana ya ?" sahut Dewi Teratai putih (Pek Lian Sian) atau Dewi Nuwa.


"Bukankah ini Bio di Pulau Liong To ?, tempat kita pergi dahulu " sahut Arwanwen setengah bertanya kepada Lilian istri nya .


"Ooh iya iya benar , ini Bio di Pulau Liong To tempat dahulu kita pergi !" sahut Lilian membenarkan perkiraan sang suami nya itu .


"Kalau begitu , bila kita berjalan ke arah barat , kita akan menemukan kota Zio , dan dari kota Zio , kita ikut perahu menyeberang ke kota Zimo , dari sana , kita bisa memilih ikut kapal atau kereta kuda !" kata Arwanwen lagi .

__ADS_1


"Kalau begitu , ayolah kita pergi , selagi hari masih siang , entar keburu sore !" usul Shin Liong .


Mereka segera melesat menuruni bukit kecil tempat Bio itu berada , lalu bergerak kearah barat .


Karena pulau Liong To ini tidak terlalu besar , sehingga , tidak terlalu lama mereka sudah melihat keberadaan sebuah kota kecil di tepi pantai .


Meskipun kota Zio tidak terlalu besar , tetapi karena kota ini satu satu nya kota di pulau Liong To , sehingga penduduk nya pun lumayan padat juga .


Namun sudah beberapa purnama ini , para nelayan maupun kapal yang selalu pulang pergi dari kota Zimo ke kota Zio tidak bisa beraktifitas .


Setiap mereka akan melaut , selalu saja ada gelombang sangat besar yang membalikan perahu ataupun kapal yang berani melintas dan semua nelayan ataupun penumpang kapal yang karam , tidak pernah lagi di temukan jasad nya .


Sekarang pulau Liong To sudah menjadi pulau terpencil , tanpa ada kapal apalagi perahu yang berani melaut .


Kini penduduk pulau sudah menghadapi bahaya kelaparan , karena pasokan bahan makanan dari kota Zimo tidak bisa masuk ke kota Zio , karena tidak ada satupun kapal atau perahu yang berani berlayar di sekitar pulau Liong To ini .


Pagi itu , Shin Liong dan Dewi Xuan Yi sedang berjalan jalan di pantai dengan maksud mencari perahu yang bersedia mengantar mereka ke kota Zimo di seberang .


Tetapi meskipun di tawari dengan harga tinggi , tidak ada satu pun yang berani mengantarkan mereka .


"Kak !, bagai mana ini , kita memang bisa terbang , tetapi bagai mana dengan kakak Dewi Nuwa , A Yong , dan kedua orang kakek dan nenek nya A Yong itu ?" tanya Dewi Xuan Yi .


"Aku merasa ada yang tidak beres dengan tempat ini me , terutama dengan laut disana itu , aku mencium aroma siluman di sekitar laut ini !" kata Shin Liong sambil menunjuk ke tengah laut .


"Jangan jangan ini bukan fenomena alam biasa saja kak , tetapi ada ulah para siluman laut di belakang nya !" ujar Dewi Xuan Yi .


"Iya me , seperti nya memang seperti itu yang terjadi sekarang ini , kasihan masyarakat , bila keadaan seperti ini berlangsung terus , bisa bisa seluruh penduduk pulau ini akan habis binasa karena kelaparan me !" Shin Liong mengambil sebuah batu karang sebesar kepala sapi , lalu dilemparkan nya ketengah laut .


Batu besar itu jatuh , beberapa Lie dari pantai tempat mereka berdiri .


Tiba tiba air laut bergolak seperti air Panas yang mendidih .


Dan dari dalam laut , muncul beberapa puluh mahluk berwarna hitam , tinggi dua kali manusia , berkulit licin , dan memiliki mulut mirip mulut ikan lele , lengkap dengan kumis nya .


Melihat Shin Liong dan Dewi Xuan Yi berjalan jalan di tepi pantai yang sepi , para mahluk siluman laut itu segera mengepung nya .


Namun rupanya kali ini , mereka salah sasaran dalam mencari mangsa mereka .


Dengan gerakan yang sangat cepat sekali , Shin Liong dan Dewi Xuan Yi berkelebat , memukul kepala para siluman ikan itu .


Satu persatu , para siluman ikan itu bertumbangan dengan kepala yang nyaris remuk .


Namun , rupanya para siluman ikan itu begitu banyak nya , sehingga mereka terus berdatangan ketempat itu , semakin lama , semakin banyak , hingga akhirnya , para siluman ikan itu seperti kawanan semut saja banyak nya .


Dewi Xuan Yi terus mengamuk , tetapi , kali ini dengan sebilah pedang pendek nya .

__ADS_1


Wanita cantik jelita itu terus mengamuk , membabat siapa saja siluman ikan yang kebetulan berdekatan dengan nya .


...****************...


__ADS_2