
Siang ini di Kota Raja Xue di dalam lembah batu , udara tidak terlalu cerah , ada awan hitam , bergumpal gumpal menutupi matahari , sehingga cahaya nya tidak bebas menyentuh Bumi .
"Jderr !" ...
Tiba tiba kilat menyambar di halaman sebuah rumah besar bersamaan dengan suara petir menggelegar nyaring .
Bersamaan dengan suara petir yang menyambar , di halaman rumah besar itu berdiri tiga orang laki laki dan dua orang wanita cantik .
Dari dalam rumah besar itu , muncul seorang wanita cantik sambil berlari kearah orang orang yang baru muncul bersamaan suara dentuman petir tadi .
"Suamiku , kalian telah kembali ?" tangis wanita cantik ini sambil memeluk tubuh seorang pemuda tampan .
"A Yong !, kau selamat sayang ?, oh syukurlah kalian semua selamat , terimakasih kakek , kau menyelamatkan suami ku , putra ku dan adik adik ku !" kata Dewi Nuwa tak kuasa menahan air mata nya sambil memeluk mereka satu persatu .
"Ayah , apakah tugas mereka sudah selesai ayah ?" tanya Dewi Chang 'e yang baru keluar dari dalam rumah , lalu memeluk mereka satu persatu .
"Ya putri ku , putra mu sekarang sudah setingkat dengan mu di ranah Dewa Agung , dan tinggal dua langkah lagi , dia akan menggapai takdir nya , sebagai Dewata Agung sejati !" kata Kakek Qin sambil melangkah memasuki rumah besar itu .
Dewi Chang'e memeluk Shin Liong dengan erat serta rasa bangga nya .
"Syukurlah kau bisa melewati semua nya nak , kau kebanggaan ibu sayang !" kata Dewi Chang 'e sambil memeluk Shin Liong dengan erat sekali .
"Bagai mana di sini selama kami pergi ibu , adakah sesuatu yang terjadi ?" tanya Shin Liong .
"Tidak !, tidak ada sesuatu yang penting , yang terjadi di sini , selama kalian pergi , cuma , pembukaan lahan pertanian baru yang di canangkan oleh Kaisar , sudah membuahkan hasil yang menggembirakan , dan beberapa desa serta kota di luar sudah mulai berfungsi seperti seharus nya !" jawab Dewi Chang'e .
"oh syukurlah Bu , jadi saat kita meninggalkan tempat ini , semua sudah berjalan normal seperti semula !" kata Shin Liong sambil memegang tangan ibu nya masuk kedalam rumah .
"Liong !, kesini lah sebentar !"kata kakek Qin menyuruh Shin Liong untuk duduk di samping nya .
"Ada apa kek ?" tanya Shin Liong agak heran .
"Begini Liong , aku sudah menanyakan kepada kedua orang mertua mu itu , apakah mereka ingin tetap di sini atau kembali ke dunia asal mereka , mereka bilang ingin kembali ke dunia asal mereka , dan menetap di lembah Teratai , sedangkan kau , sudah menjadi ketentuan nya , kau bersama seluruh keluarga mu , harus tinggal di Alam kedewataan , maka setelah kau mengantarkan kedua orang mertua mu , kau akan ku jemput untuk pergi ke Alam Kedewataan , bagai mana ?" tanya kakek Qin .
Shin Liong menganggukkan kepala nya , "Liong akan menuruti semua perkataan kakek !" ...
"Baguslah kalau begitu , bersiap lah , kalian semua akan ku antarkan di ujung timur tempat kalian pergi semula !" kata kakek Qin sambil berdiri .
"Kakek !, bagai mana dengan sang Kaisar Chong ?" tanya Shin Liong .
"Tenanglah , nanti kakek yang akan mengatakan nya kepada sang Kaisar itu !" jawab kakek Qin .
Setelah semua nya berkemas , kakek Qin segera mengibaskan tangan nya , dan delapan orang itupun terbungkus cahaya putih biru , lalu cahaya itu melesat ke angkasa dengan kecepatan luar biasa .
Kakek Qin yang tertinggal sendirian itu , kemudian juga melesat keudara , menyusul putri , cucu disitu dan semua keluarga nya itu .
__ADS_1
Di istana , Kaisar chong baru saja tersentak bangun dari istirahat siang nya , tiba tiba dia mendengar suara seorang laki laki memanggil nama nya , " Kaisar Chong !, Kaisar Chong !, bangun lah !"...
Sang Kaisar bangun dan buru buru duduk di atas tempat tidur nya .
"Dengarlah Kaisar chong , hari ini tugas cucuku di Dunia mu ini telah selesai , selanjut nya mereka akan kubawa ketempat asal mereka , jaga baik baik Dunia mu ini , dan pimpinlah rakyat mu secara adil dan bijaksana !" suara laki laki itu terdengar sangat nyaring , tetapi yang aneh nya , orang orang seperti tidak mendengarkan apa apa .
Diluar kamar , nampak para pelayan berlalu-lalang seolah tidak mendengar apapun juga .
Begitu juga di ruang tengah istana itu , nampak pangeran Chong Fu Quon sedang berbincang bincang dengan jendral Pau Lok Kwan dan pendeta Wang Tuoli .
"Apakah kalian tidak mendengarkan seseorang berbicara sangat nyaring tadi ?" tanya Kaisar .
"Seseorang berbicara ?, ah mungkin ayahanda mengigau , tidak ada siapa pun yang bicara nyaring dari tadi , lagi pula suara kami saja tidak bakalan terdengar kedalam kamar ayahanda !" kata pangeran Chong Fu Quon .
"Benar yang mulia , tidak ada suara apapun dari tadi , memang nya ada apa yang mulia ?" tanya jendral Pau Lok Kwan .
"Tadi ada suara seorang laki laki , sangat nyaring , membangunkan aku , lalu aku buru buru bangun , dan suara itu berkata lagi , "dengarlah wahai Kaisar Chong , tugas cucu ku di Dunia mu ini telah selesai , selanjutnya mereka akan ku bawa ketempat asal mereka , jaga baik baik Dunia mu ini , dan pimpin lah rakyat mu dengan Adi dan bijaksana !" begitulah suara yang aku dengar tadi !" kata sang Kaisar .
Pendeta Wang Tuoli termenung beberapa sesaat lama nya .
"Ini kalau perasaan saya tidak salah , berkaitan dengan Kong Cu Shin Liong dan para keluarga nya yang telah membantu kita membasmi mahluk Orgo itu yang mulia , bukankah sekarang mahluk itu sudah habis binasa semua nya , dan portal di gunung itu pun sudah ditutup untuk selama lama nya , itu berarti tugas mereka telah selesai , dan mereka akan kembali ke alam asal mereka !" kata pendeta Wang Tuoli .
"Kalau begitu , cepat paman suruh Prajurit melihat tempat kediaman Kong Cu Shin Liong !" titah Kaisar kepada jendral .
Sang jendral segera memerintahkan dia orang Prajurit untuk memeriksa rumah kediaman Shin Liong .
Meskipun dengan rasa yang sangat kecewa sekali , tetapi Kaisar Chong harus tetap bisa menerima nya .
Betapapun juga , bantuan Shin Liong kepada nya dan negeri nya , bahkan Dunia nya ini , juga luar biasa banyak nya , seandainya tidak ada pemuda itu , belum tentu Manusi di dunia ini akan ada tersisa meskipun cuma seorang .
...----------------...
Nun jauh di Dunia Fangkea , gugusan Dunia dimensi paralel kedua , tepat nya di pulau Liong To atau pulau Naga , di sebuah Bio atau Kuil kecil di atas bukit yang di kelilingi oleh hutan semak belukar , tiba tiba ada cahaya berpendar indah di dalam Bio itu .
Begitu cahaya itu lenyap , dari dalam Bio itu keluar delapan orang manusia , tiga laki laki dan lima wanita .
"Kita sekarang berada di mana ayah !" tanya A Yong yang pertama kali heran setelah mereka keluar dari ruangan Bio itu .
"Saya seperti pernah melihat tempat ini , tetapi sudah lupa , ini di mana ya ?" sahut Dewi Teratai putih (Pek Lian Sian) atau Dewi Nuwa.
"Bukankah ini Bio di Pulau Liong To ?, tempat kita pergi dahulu " sahut Arwanwen setengah bertanya kepada Lilian istri nya .
"Ooh iya iya benar , ini Bio di Pulau Liong To tempat dahulu kita pergi !" sahut Lilian membenarkan perkiraan sang suami nya itu .
"Kalau begitu , bila kita berjalan ke arah barat , kita akan menemukan kota Zio , dan dari kota Zio , kita ikut perahu menyeberang ke kota Zimo , dari sana , kita bisa memilih ikut kapal atau kereta kuda !" kata Arwanwen lagi .
__ADS_1
"Kalau begitu , ayolah kita pergi , selagi hari masih siang , entar keburu sore !" usul Shin Liong .
Mereka segera melesat menuruni bukit kecil tempat Bio itu berada , lalu bergerak kearah barat .
Karena pulau Liong To ini tidak terlalu besar , sehingga , tidak terlalu lama mereka sudah melihat keberadaan sebuah kota kecil di tepi pantai .
Meskipun kota Zio tidak terlalu besar , tetapi karena kota ini satu satu nya kota di pulau Liong To , sehingga penduduk nya pun lumayan padat juga .
Namun sudah beberapa purnama ini , para nelayan maupun kapal yang selalu pulang pergi dari kota Zimo ke kota Zio tidak bisa beraktifitas .
Setiap mereka akan melaut , selalu saja ada gelombang sangat besar yang membalikan perahu ataupun kapal yang berani melintas dan semua nelayan ataupun penumpang kapal yang karam , tidak pernah lagi di temukan jasad nya .
Sekarang pulau Liong To sudah menjadi pulau terpencil , tanpa ada kapal apalagi perahu yang berani melaut .
Kini penduduk pulau sudah menghadapi bahaya kelaparan , karena pasokan bahan makanan dari kota Zimo tidak bisa masuk ke kota Zio , karena tidak ada satupun kapal atau perahu yang berani berlayar di sekitar pulau Liong To ini .
Pagi itu , Shin Liong dan Dewi Xuan Yi sedang berjalan jalan di pantai dengan maksud mencari perahu yang bersedia mengantar mereka ke kota Zimo di seberang .
Tetapi meskipun di tawari dengan harga tinggi , tidak ada satu pun yang berani mengantarkan mereka .
"Kak !, bagai mana ini , kita memang bisa terbang , tetapi bagai mana dengan kakak Dewi Nuwa , A Yong , dan kedua orang kakek dan nenek nya A Yong itu ?" tanya Dewi Xuan Yi .
"Aku merasa ada yang tidak beres dengan tempat ini me , terutama dengan laut disana itu , aku mencium aroma siluman di sekitar laut ini !" kata Shin Liong sambil menunjuk ke tengah laut .
"Jangan jangan ini bukan fenomena alam biasa saja kak , tetapi ada ulah para siluman laut di belakang nya !" ujar Dewi Xuan Yi .
"Iya me , seperti nya memang seperti itu yang terjadi sekarang ini , kasihan masyarakat , bila keadaan seperti ini berlangsung terus , bisa bisa seluruh penduduk pulau ini akan habis binasa karena kelaparan me !" Shin Liong mengambil sebuah batu karang sebesar kepala sapi , lalu dilemparkan nya ketengah laut .
Batu besar itu jatuh , beberapa Lie dari pantai tempat mereka berdiri .
Tiba tiba air laut bergolak seperti air Panas yang mendidih .
Dan dari dalam laut , muncul beberapa puluh mahluk berwarna hitam , tinggi dua kali manusia , berkulit licin , dan memiliki mulut mirip mulut ikan lele , lengkap dengan kumis nya .
Melihat Shin Liong dan Dewi Xuan Yi berjalan jalan di tepi pantai yang sepi , para mahluk siluman laut itu segera mengepung nya .
Namun rupanya kali ini , mereka salah sasaran dalam mencari mangsa mereka .
Dengan gerakan yang sangat cepat sekali , Shin Liong dan Dewi Xuan Yi berkelebat , memukul kepala para siluman ikan itu .
Satu persatu , para siluman ikan itu bertumbangan dengan kepala yang nyaris remuk .
Namun , rupanya para siluman ikan itu begitu banyak nya , sehingga mereka terus berdatangan ketempat itu , semakin lama , semakin banyak , hingga akhirnya , para siluman ikan itu seperti kawanan semut saja banyak nya .
Dewi Xuan Yi terus mengamuk , tetapi , kali ini dengan sebilah pedang pendek nya .
__ADS_1
Wanita cantik jelita itu terus mengamuk , membabat siapa saja siluman ikan yang kebetulan berdekatan dengan nya .
...****************...