
Sebenar nya kemanakah lenyap nya Shin Liong ?.
Ketika mendengar kata kata dari nona Sian Eng yang mengatakan bahwa siapapun yang sempat melihat benda keramat milik mereka berdua, maka mata nya harus di buat buta, maka Shin Liong segera berusaha untuk menghindar dari kedua orang gadis itu, bukan karena dia takut, tetapi lebih kepada tidak ingin berurusan dengan para wanita, karena bagi nya, wanita adalah mahluk yang susah untuk di mengerti, dan ada rasa ketidak percayaan lagi kepada semua wanita, seolah olah Dimata nya, semua wanita itu cuma mempermainkan diri nya saja.
Dengan sekali hentakan kaki nya, tubuh Shin Liong lenyap dari pandangan mata, karena sangking cepat nya dia bergerak.
Padahal Shin Liong tidaklah pergi jauh, dia hanya melesat keatas cabang sebuah pohon besar yang sangat rimbun, mengintip pembicaraan kedua dara cantik itu.
Ternyata kedua dara cantik itu tidak kembali ke kota Si Ma, tetapi meneruskan perjalanan nya ke kota Su Cuan untuk mencari Shin Liong.
Akhirnya Shin Liong pun terpaksa memutuskan untuk membayangi perjalanan kedua gadis cantik yang arogan itu, dia takut bahaya yang mengancam kedua orang gadis itu.
Sian Li dan Cui Ming kembali ke tempat mereka meninggalkan kuda kuda mereka tadi, untung saja, kedua ekor kuda itu masih berada di tempat itu.
Tidak berapa lama, kedua orang dara itu segera memacu kuda mereka menyusuri jalan menuju ke arah kota Su Cuan.
Namun baru beberapa lama mereka memacu kuda kuda mereka, di depan mereka terlihat sedang berlangsung sebuah pertarungan antara seorang dara cantik juga, dengan sepuluh orang perampok.
Meskipun dara itu berada di tingkat Dewa Bumi awal, dan sepuluh orang lawan nya berada di tingkat alam Brahmana sempurna, tetapi karena kalah jumlah, maka sebentar saja, dara cantik itu pun terdesak hebat.
Melihat ada seorang gadis cantik di keroyok oleh sepuluh orang dewasa,spontan saja Sian Eng dan Cui Ming segera turun arena membela dara cantik itu.
Beberapa saat pertempuran menjadi seimbang kembali.
Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, ketika dari dalam semak semak, muncul dua orang laki laki paro baya ikut dalam pertarungan itu, kedudukan pun kembali menjadi tidak imbang.
Meskipun Sian Eng dan Cui Ming masih dapat mengimbangi jurus laki laki paro baya yang baru datang itu, tetapi beda dengan gadis itu, dia terdesak kembali oleh sepuluh orang laki laki yang tadi mengeroyok nya.
Dan pada satu kesempatan, hantaman tinju dua orang laki laki mengenai dada dari gadis itu.
walau pun tidak sampai terluka parah, tetapi hantaman itu membuat tubuh dara cantik itu tersungkur ketanah.
Dan di saat tubuh dara itu terjatuh, empat orang segera memburu tubuh nya dengan pedang terhunus.
Di saat saat yang sangat genting itu, tiba tiba empat buah anak panah bercahaya putih terang meluncur entah dari mana.
"Clep!".
"Clep!".
"Clep!".
"Clep!".
Empat buah anak panah bercahaya putih itu menancap tepat di tenggorokan ke empat laki laki yang bermaksud menghabisi dara cantik itu tadi.
Empat orang laki laki kasar yang tadi bermaksut menghabisi sang gadis cantik, tiba tiba tersungkur tanpa suara, dengan leher berlubang sebesar jempol kaki serta tulang leher nya pun terputus.
Nampak enam orang laki laki yang masih hidup menjadi bingung dengan kejadian yang menimpa ke empat teman teman nya itu.
__ADS_1
Kesempatan itu tidak di sia siakan oleh dara cantik itu.
Ia segera melancarkan serangan nya dengan gencar, sehingga pada satu kesempatan, pukulan dari dara itu berhasil mendarat telak di dada lawan nya.
Laki laki kasar yang terkena pukulan nya itu, terbang beberapa puluh depa, dan mendarat dengan dada yang sudah hancur.
Kedua orang laki laki paro baya yang baru datang tadi, menjadi sangat marah sekali, melihat lima orang anak buah nya telah tewas secara mengenaskan.
Tetapi untuk bertindak, dirinya pun tidak berdaya melawan hantaman dua orang gadis cantik itu.
Meskipun dia belum terdesak, tetapi untuk membantu kelima orang anak buah nya, dia tidak memiliki kesempatan, karena bila saja dia lengah sejenak, maka nyawa nya yang akan melayang.
Pada kesempatan berikut nya, kembali sebuah pukulan mendarat sempurna di dada salah satu dari lima orang pengeroyok nya.
Dan tubuh laki laki kasar itupun kembali terbang sejauh dua puluh depa, dengan kondisi dada yang jebol.
Empat orang pengeroyok yang tersisa kini mulai ragu ragu dan tidak percaya diri lagi.
Sedangkan pertarungan antara Sian Eng dan Cui Ming melawan dua orang laki laki yang baru saja datang itu, cukup berimbang, hanya saja, laki laki itu menang pengalaman yang banyak, hingga dengan beberapa jurus tipuan, Sian Eng berhasil di pukul hingga terjungkal, walaupun tidak sampai terluka dalam.
Tetapi saat Sian Eng berada dalam posisi tidak menguntung kan itu, laki laki kasar itu melancarkan serangan pamungkas dengan sepenuh energi nya, untuk menyudahi perlawanan Sian Eng.
Sian Eng yang dalam posisi tidak menguntungkan itu, terpaksa mengambil sikap seadanya, menerima pukulan terakhir dari laki laki kasar itu.
"Bum!".
Belum lagi serangan laki laki itu sampai ke tubuh Sian Eng, tiba tiba seperti ada serangan dari energi luar biasa membentur serangan dari laki laki itu, sehingga terjadi ledakan dahsyat, yang mengakibatkan tubuh laki laki itu terpental sejauh lima puluh depa dengan kondisi tulang belulang yang sudah remuk.
"Hei baj*ngan!, jangan cuma berani nya main curang, keluarlah kalau kau benar benar berani!" teriak laki kasar yang tersisa seorang itu.
Suasana sunyi sepi, tidak terdengar suara apapun, bahkan nafas yang paling pelan sekalipun tidak terdengar.
Di tengah kesunyian itu, tiba tiba,
"Bum!" .
Terdengar dentuman dan bersamaan dengan itu, tubuh laki laki itu terpental sejauh lima puluh depa, dengan kondisi yang tidak beda jauh dengan teman nya yang tadi.
Melihat dua orang pimpinan nya tewas mengenaskan, ke empat orang yang masih tersisa itu segera mengambil tindakan untuk melarikan diri.
Tetapi sungguh malang, tiga orang dara cantik itu secepat kilat bergerak, dan tiga nyawa pun melayang keneraka, sedangkan yang seorang lagi berhasil melarikan diri.
"Terimakasih saudari!, atas bantuan saudari, jika tidak, saya pasti sudah tewas" kata gadis cantik itu dengan tulus.
"Tidak!, saudari tidak sama sekali, kami tidak banyak membantu, justru ada orang lain yang membantu kita, dialah pemain sesungguh nya!" kata Sian Eng.
"Oh iya, kenalkan nama saya Shao Yi, saya seorang pengembara yang kebetulan melintas di tempat ini!" kata gadis itu.
"Saya Sian Eng dan ini Cui Ming, kami bermaksud ke Su Cuan!" kata Sian Eng memperkenalkan diri nya.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu, siapakah kira kira yang telah. menolong kita secara diam diam saudari Sian Eng?" tanya Shao Yi.
Sian Eng dan Cui Ming diam untuk beberapa saat lama nya.
"Kami juga belum begitu yakin, tetapi seperti nya memang dia yang telah menolong kita!" kata Sian Eng tidak begitu jelas.
"Dia siapa yang kalian maksudkan?" tanya Shao Yi tidak jelas.
Setelah bertatapan beberapa saat dengan Cui Ming, akhirnya Sian Eng menceritakan siapa yang dia maksudkan itu.
Bergantian Sian Eng dan Cui Ming bercerita siapa orang yang mereka maksudkan, yaitu Shin Liong , anak muda yang mereka cari, anak muda yang mereka benci setengah mati, namun anak muda yang telah menyelamatkan kehormatan mereka, sekaligus anak muda yang ingin mereka ikuti tanpa tahu alasan nya, cuma alasan semu yaitu tanggung jawab yang sebenar nya mengada ada.
Ada rasa benci luar biasa, namun juga ada rasa rindu ingin berjumpa, ada rasa dendam, namun juga ada rasa cinta.
Shao Yi menarik nafas dalam-dalam, kenapa harus bertemu manusia semacam ini, pikir nya.
"Hei!, aku tahu kau berada disekitar sini, keluarlah!, aku ingin berbicara dengan mu!" teriak Shao Yi, namun yang ada cuma keheningan hutan saja.
Shao Yi berusaha memindai kesekeliling nya, mencari keberadaan seseorang di sekitar nya, tetapi hingga beberapa jauh dia memindai, tidak ada satu manusia pun yang dia lihat.
Sebenar nya Shin Liong masih berada diatas pohon memperhatikan ketiga dara cantik itu, namun tidak seorangpun yang bisa melihat dirinya, karena dia sudah menerapkan tirai gaib bayangan ilusi, yaitu sejenis tirai gaib biasa, namun bila ada orang yang memandang kearah nya, yang dia lihat bukan manusia,tetapi bentuk pohon atau segerombolan daun, atau sebongkah batu, padahal itu cuma bayangan semu saja, bukan sebenar nya.
"seperti nya dia tidak ada disekitar sini, ayolah kita lanjutkan perjalanan kita, mudah mudahan kita bisa berjumpa dengan nya" kata Shao Yi.
Mereka langsung naik keatas kuda mereka dan memacu nya kembali.
Tanpa mereka sadari, Shin Liong terus membayangi perjalanan mereka dari kejauhan, muncul di satu dahan pohon, lalu sekejap menghilang dan muncul kembali di dahan pohon yang lain nya.
Shin Liong tidak menembus ruang waktu, tetapi sangking cepat nya bergerak, sehingga nampak seperti bisa menembus ruang waktu.
Shin Liong sebenar nya ingin meninggalkan ketiga dara cantik itu, tetapi ada rasa tanggung jawab moral dengan keselamatan ketiga gadis itu, setidak nya hingga tiba di kota Su Cuan nanti.
Shin Liong kadang kadang berada di belakang ketiga gadis itu, tetapi ada kala nya juga berada di depan mereka.
Bila jarak mereka cukup jauh, Shin Liong menyempatkan diri berburu binatang buas, maupun binatang siluman, yang dia kumpul kan di sebuah cincin ruang khusus pemburu, setelah dipisahkan antara kulit, daging dan batu energi nya.
Siang itu Shin Liong sengaja beristirahat cukup jauh dari jalan, menjaga kemungkinan, jejak nya Ter endus oleh Shao Yi yang dia yakini paling cerdas diantara ketiga gadis cantik itu.
Setelah meluncur cepat dari satu dahan kedahan yang lainnya, akhirnya Shin Liong berhenti di tepi anak sungai yang kecil tidak lebih dari satu depa lebar nya, dengan batu batu besar berserakan di sana sini.
Shin Liong segera mengeluarkan pisau kecil nya untuk menyalakan api dengan batu api yang ada di gagang pisau itu.
Sebentar saja, aroma daging bakar tercium di sekitaran tempat itu.
Meskipun Shin Liong sudah agak jauh dari ketiga gadis cantik itu, tetapi pendengaran nya yang sudah super sensitif itu, masih jelas mendengar semua omongan ketiga gadis itu.
Setelah kejadian dua kali hampir mendapatkan bahaya besar, Shin Liong tidak berani benar benar melepaskan ketiga gadis itu dari pengawasan nya.
Meskipun dia agak jauh dari ketiga gadis itu, namun daya pendengaran dan pemindaian nya yang sudah cukup jauh itu, masih bisa mendengarkan dan memindai keberadaan ketiga gadis itu, ataupun orang lain di sekitar gadis itu.
__ADS_1
...****************...