
Setelah dua hari beristirahat di penginapan itu,kini tubuh Shin Liong benar benar sehat seperti sedia kala lagi.
Dewi Teratai putih benar benar mendampingi Shin Liong siang malam, hingga tidak ada waktu sesaat pun yang luput dari mata nya.
Festival budaya pun sudah di buka, berbagai tarian pun di tampil kan silih berganti.
Di tempat lain, ada pula pertunjukan teater tradisional, serta berbagai macam masakan khas daerah.
Ditempat lain nya lagi,ada pertandingan seni bela diri antar perguruan yang di ikuti oleh berpuluh puluh perguruan besar dan kecil, termasuk perguruan seni bela diri Rajawali emas dari gunung Sian Tao.
Perguruan ini mengirimkan sepuluh orang murid nya beserta empat tetua perguruan dan di pimpin oleh leluhur perguruan Rajawali emas itu sendiri.
Dewi Teratai putih berjalan ditengah keramaian dengan membimbing tangan Shin Liong agar tidak terpisah dari nya.
Di dekat ujung alun alun ada sebuah warung teh berdiri di dekat sebuah pohon Tao tua yang berbatang besar dan rimbun.
Dewi Teratai putih mengajak Shin Liong mampir di tempat itu, karena gorengan ditempat itu terlihat enak enak.
Baru beberapa saat mereka minum teh di sempat itu,serombongan pemuda pemudi masuk ke warung teh itu.
"Shin Liong ?, kau juga sampai disini?" sebuah suara seorang gadis menyapa Shin Liong.
Shin Liong menoleh kearah suara yang menyapa diri nya.
"Eh kau nona muda rupa nya,silahkan nona, saya kebetulan ada keperluan, jadi sekalian mampir di tempat ini" kata Shin Liong mempersilahkan gadis itu masuk.
Gadis itu adalah Mou Yi Hua, murid perguruan Rajawali emas yang terpilih menjadi salah satu peserta adu ketangkasan antar perguruan bela diri.
"Bukankah dia Si Chun Yi Hua, orang yang pernah hampir memperkosa mu dulu kan?" seorang pemuda tiba tiba mencelutuk.
Mou Yi Hua nampak risih mendengar pertanyaan itu, "ah tidak!, dulu itu cuma kesalah pahaman saja,itu tidak benar benar terjadi!"...
"Hei Si Chun,berani berani nya kau datang ke kota raja ini,kau kesini bersama majikan ini mu ya?" tanya laki laki tadi.
Shin Liong dan Dewi Teratai putih masih enggan menanggapi pemuda itu.
"Hei Si Chun!, kau tuli ya?, ayo pergi dari situ,kau tidak pantas duduk di situ dekat dengan wanita cantik, yang pantas duduk di situ cuma aku, tuan besar Tong Gwan"kata pemuda itu lagi.
"Kau bilang apa tadi?, kau panggil dia apa tadi, aku kurang jelas,coba ulangi lagi!" kini suara Dewi Teratai putih mulai meninggi.
"Bukan kah budak mu itu ber nama Si Chun, manusia sampah hina tidak ber....".
"Plak!".
__ADS_1
"Plak!".
Dua kali pukulan telapak tangan Dewi Teratai putih mampir di pipi kiri dan kanan pemuda Tong Gwan itu.
"Kusangka kau belajar di perguruan Rajawali emas membuat budi pekerti mu menjadi bagus, ternyata malah menjadi manusia tidak ber adab, bagai mana Bu Beng Kwan mendidik murid murid nya,hingga murid nya menjadi anj*ng liar yang cuma bisa menggonggong saja,hei kau yang budak hina, dia bukan Si Chun, kau yang Si Chun tidak ber akal, bicara asal ceplak saja, sekali lagi kau menghina suami ku,batang leher mu yang akan ku gorok disini, kapan perlu kau panggil Bu Beng Kwan kesini,biar ku ajari cara mendidik murid agar menjadi manusia ber adab!" kata Dewi Teratai putih sangat gusar.
pemuda bernama Tong Gwan itu tersungkur kebelakang dengan empat buah giginya copot.
"Kau siapa nona,berani berani nya menantang patriak perguruan Rajawali emas" sebuah suara berat terdengar dari sebelah warung itu.
Seorang laki laki tua masuk ketempat itu.
"Leluhur, nona itulah yang sudah menantang patriak perguruan Rajawali emas"kata pemuda Tong Gwan berkesempatan untuk menghasut sang leluhur agar membalaskan rasa malu dan sakit hati nya.
"Bu Tek Cong!, sang leluhur perguruan Rajawali emas, kau tentu ingat dengan Dewi Li Lian dan Ar Wan Wen yang berkunjung ketempat mu beberapa tahun lalu kan?, nah akulah putri mereka" jawab Dewi Teratai putih.
Bukan main terperanjat nya hati sang leluhur mendengar perkataan Dewi Teratai putih itu.
"Haah?, jadi kau, kau majikan lembah Teratai yang misterius itu?" tanya leluhur perguruan Rajawali emas gugup.
Bagai mana dia tidak gugup,orang orang lembah teratai terkenal sakti sakti dan kuat kuat,apalagi sang pimpinan nya Dewi Teratai putih sang majikan lembah teratai, wanita misterius itu hingga saat itu belum ada yang mampu mengalahkan nya.
Yang membuat orang orang enggan berurusan dengan orang orang dari lembah teratai adalah sikap mereka yang tidak bisa di tebak itu,tidak ada istilah hitam dan putih, kanan dan kiri bagi mereka, bila mereka tidak suka,mereka bunuh, bila mereka suka mereka biarkan pergi begitu saja.
Dan yang membuat sang leluhur sangat shock adalah adanya Shin Liong di samping majikan lembah Teratai itu.
"Shin Liong?, kau kau juga disini nak?" tanya leluhur perguruan Rajawali emas.
Shin Liong bersimpuh di depan sang leluhur perguruan Rajawali emas, dia masih ingat jasa sang leluhur kepada nya dulu,andai tidak ada leluhur,dia pasti akan mati di tangan Mou bersaudara yang di bantu oleh kakek nya.
"Salam hormat leluhur, ini memang saya leluhur, saya dan istri sedang lewat di kota raja ini,jadi sekalian berniat mampir melihat lihat acara ini" kata Shin Liong.
Wajah sang leluhur menjadi tegang mendengar pernyataan dari Shin Liong itu.
Dia ingat beberapa tahun yang lalu, sepasang majikan lembah teratai datang ke perguruan Rajawali emas untuk mengobati Bu Beng Kwan yang sakit terkena racun jahat.
Semua orang tahu jika Ar Wan Wen suami dari majikan lembah teratai adalah murid utama dari Dewa obat,sehingga sang leluhur memberanikan dirinya datang ke lembah teratai yang sangat berbahaya itu, untuk meminta pertolongan.
Untunglah Ar Wan Wen menyanggupi mengobati putra nya yang sedang terkena racun itu.
Ketika sepasang majikan lembah teratai itu datang, sang leluhur ingat,bahwa mereka juga membawa seorang gadis kecil yang sangat cantik.
"Ja jadi kau kah nona, gadis kecil yang datang bersama sepasang majikan lembah teratai waktu itu?" tanya leluhur.
__ADS_1
"Ternyata daya ingat dari leluhur masih sangat kuat, iya,sayalah gadis kecil waktu itu leluhur, saya bersama ayah dan ibu datang ke perguruan Rajawali emas" kata Dewi Teratai putih.
"Benarkah kalian sudah suami istri?" tanya leluhur lagi.
"Benar leluhur, dialah yang di katakan ibu dahulu, bahwa akan datang seorang laki laki dari langit sebagai jodoh ku, ketika laki laki itu datang, aku harus menikahi nya, atau seluruh keturunan lembah teratai akan musnah terkena kutukan leluhur kami,itulah sebab nya mengapa dia yang semuda itu harus menjadi suami ku" jawab Dewi Teratai putih.
"Dari mana ibu mu mengetahui bahwa akan datang seorang laki laki dari langit?" tanya leluhur lagi.
"Hal itu sudah diketahui sebelum saya lahir, bahkan sebelum nenek ku lahir, seorang kakek tua yang bernama Dewata San Qin memberikan sebuah buku ramalan kepada leluhur pendiri lembah teratai,dalam ramalan itu, keturunan lembah teratai hanya akan sampai generasi ke seratus,dan akan musnah di generasi keseratus, kecuali sang Dewi Teratai putih yang ke seratus itu bersedia menikahi seorang laki laki yang jatuh dari langit, tetapi bertampang buruk, nah saya lah generasi lembah teratai yang ke seratus itu,dan ketika hal itu benar benar terjadi kepada saya, apakah saya punya pilihan lain selain melanjutkan kelangsungan generasi majikan lembah teratai ini"kata Dewi Teratai putih lagi.
"Jadi?, kau menikah dengan Shin Liong cuma karena ramalan kutukan itu saja?" tanya leluhur memancing Dewi Teratai putih.
"Iya, awal nya memang karena itu, tetapi bersama an dengan waktu yang berlalu,serta kebersamaan kami, saya sadar bahwa saya sangat mencintai dan menyayangi nya, kini kami menikah bukan karena ramalan kutukan itu,tetapi karena saya sangat mencintai laki laki malang itu, dia jujur,tulus dan lugu!" kata Dewi Teratai putih jujur tentang isi hatinya.
Mou Yi Hua yang sedari tadi mendengarkan sambil berdiam diri tanpa berkomentar apa pun, tiba tiba hatinya terasa perih.
Seperti ada sebuah harapan yang hancur berkeping keping.
Semula dia masih berharap bertemu dengan pemuda buruk rupa namun selalu mengisi pikiran nya itu, dan meminta maap serta menebus kesalahan nya dengan mengabdikan dirinya kepada pemuda itu.
Tetapi kini harapan itu hancur berkeping keping, pemuda yang selalu mengisi alam pikiran nya itu siang dan malam, menjadi sesalan seumur hidup nya karena kejahatan yang dia buat untuk pemuda itu,kini sudah bersama gadis lain.
Gadis yang selain cantik jelita itu,juga sangat sakti diatas level guru guru besar perguruan manapun.
Siapa yang tidak mendengar legenda majikan Lembah teratai yang telah berlangsung selama lebih dari ribuan tahun itu, sehingga setiap orang yang berpikiran waras,pasti menghindari gunung Tiang Lun, karena bila bertemu dengan orang orang lembah teratai, sembilan puluh persen mati,harapan hidup cuma sepuluh persen saja, karena orang orang lembah teratai tidak menghendaki, orang luar mengetahui tempat mereka.
Mou Yi Hua sadar bahwa dia gadis jahat, menyebabkan derita Shin Liong bertubi tubi.
Dia ingin melupakan laki laki itu,tetapi semakin dia berusaha melupakan nya, bayangan kejadian dimana tubuh Shin Liong berdarah darah dipukuli kedua kakak nya dan juga kakek Cai Lang semakin kuat menari di pelupuk mata nya.
Di mana laki laki itu jangan kan menjerit atau berteriak,menangis saja tidak bersuara,cuma air mata nya saja yang berlinangan.
Semakin ia ingin mengubur mimpi mimpi buruk itu,perasaan bersalah semakin menusuk hati nya.
Bahkan akhir akhir ini, mimpi buruk itu hadir hampir disetiap malam.
Mimpi tentang seorang anak laki laki berkulit aneh,yang seluruh tubuh nya penuh dengan luka karena deraan tongkat dan cambuk.
Kini Mou Yi Hua cuma bisa tertunduk lesu, semangat nya yang menggebu gebu,runtuh seketika itu juga,bersama runtuh nya beberapa bulir air mata nya.
Sementara itu, leluhur masih berbicara dengan Dewi Teratai putih tentang Shin Liong.
"Aku tentu saja tidak melarang hubungan kalian, karena sudah sewajar nya itu terjadi, aku cuma memohon kepada mu,jaga dan bimbing Shin Liong baik baik, dia anak yang baik, entah apa maksud Tian agung, menciptakan takdir manusia se tragis itu,yang pasti ada rahasia di balik semua ini,ku titipkan anak baik itu pada mu" kata leluhur sambil bangkit berdiri, mengajak semua murid perguruan Rajawali emas untuk kembali ke penginapan mereka yang sudah di sedia kan pihak istana.
__ADS_1
...****************...