
Melihat Panglima perang mereka berhasil dikalahkan , pasukan yang sempat lari , segera lari dari tempat itu , kembali ke negeri mereka , sedangkan ribuan yang tidak sempat lari , menjadi tawanan Bangsa Tiau Nyin.
Korban dari pihak Prajurit Bangsa Tiau Nyin ratusan orang , sementara dari pihak Bangsa Ko Li Nyin tidak terhitung jumlah nya , karena kebanyakan mereka tewas terjatuh ke dasar hutan di bawah.
Perang yang hampir berlangsung satu hari penuh itu pun akhirnya di menangkan oleh pihak Bangsa Tiau Nyin.
Salah seorang dari Prajurit Bangsa Ko Li Nyin disuruh kembali dengan membawa surat dari Ratu bangsa Tiau Nyin untuk Ratu Bangsa Ko Li Nyin.
Para tawanan di rantai dan di masukan kedalam ruangan khusus.
Meskipun mereka tawanan perang , tetapi Shin Liong mengusulkan agar semua nya di perlakukan dengan sebaik baik nya ,serta di berikan makanan secukup nya.
Usul Shin Liong itu di setujui oleh sang Ratu yang langsung memerintahkan kepada para Mentri dan para jendral nya untuk melaksanakan itu semua.
Setelah lima hari menunggu , akhirnya sang Ratu dari Bangsa Ko Li Nyin datang bersama beberapa puluh orang pengawal nya .
Sang Ratu Bangsa Ko Li Nyin , menunggu di luar dengan menaiki se ekor Kalong besar , sementara itu Prajurit yang menjadi utusan dahulu , masuk menemui sang Ratu bangsa Tiau Nyin.
"Yang mulia Ratu Xiau Kim Tiau, Ratu kami akan masuk menemui yang mulia , tetapi apa jaminan nya jika Ratu kami akan di perlakukan secara baik baik ?" tanya Prajurit utusan itu.
"Aku tidak bisa menjamin apa apa , tetapi aku bisa berjanji demi kehormatan dan harga diri ku , aku tidak akan menyakiti tamu ku yang datang dengan maksud baik !" kata sang Ratu.
Mungkin karena masih merasa belum puas , sang Prajurit itu masih diam saja.
"Begini saja nona , katakan kepada Ratu mu , bahwa aku Shin Liong, sebagai Dewata muda , menjamin keselamatan Ratu mu sepenuh nya , bila ada gangguan dari Bangsa Tiau Nyin , selama ratu mu bersikap baik , aku yang akan menjadi pembela nya !" kata Shin Liong bersungguh sungguh.
Melihat kesungguhan dan kebijaksanaan dari Shin Liong ini , Prajurit utusan tadi pun segera berlalu menemui Ratu nya di luar batas Negeri Tiau Nyin.
Setelah berselang beberapa waktu berlalu , utusan itupun datang lagi bersama beberapa orang wanita cantik.
"Berjalan di tengah tengah adalah sang Ratu Qi Xun Er.
Ratu Bangsa Manusia Rubah itu ternyata Seorang wanita yang cantik jelita , dengan kedua kuping nya yang mirip kuping Rubah ,serta memiliki ekor berwarna kuning Emas di belakang nya.
Karena menuruti nasehat dari Shin Liong , maka ketika Ratu Bangsa Ko Li Nyin itu tiba di Istana , Sang Ratu Bangsa Tiau Nyin ini yang berinisiatif untuk menyapa terlebih dahulu.
__ADS_1
"Selamat datang yang mulia Ratu Qi Xun Er yang cantik jelita , mohon maaf bila sambutan kami tidak selayak nya !" kata Ratu Xiau Kim Tiau sambil membungkukan badan nya tiga kali di depan sang Ratu Qi Xun Er.
Beberapa saat lama nya , Ratu Qi Xun Er terpana melihat sikap dari Ratu Bangsa Manusia Burung yang sangat tulus itu.
Meskipun Bangsa manusia Burung adalah pemenang dalam peperangan ini , dan sedang memegang kartu kemenangan mereka dengan banyak nya tawanan perang yang mereka kuasai , tetapi hal itu tidak membuat Ratu itu menjadi sombong dan angkuh.
Hal itulah yang membuat hati sang Ratu Qi Xun Er menjadi terguncang hebat , tidak di sangka nya , meskipun dia di pihak orang yang di kalahkan , tetapi sedikitpun dia tidak merasa diperhinakan , malahan di sambut layak nya tamu kehormatan .
Ratu Qi Xun Er maju beberapa langkah kedepan , lalu berlutut dengan kedua dengkul nya diletakan di atas lantai istana.
"Aku sebenar nya tidak lagi memiliki muka untuk bertemu dengan mu Ratu , tetapi demi bawahan ku , aku harus berjuang mengalahkan harga diri ku , tetapi di depan mu , kali ini , aku benar benar mendapat tamparan sangat keras yang membuat aku tersadar , atas semua kesalahan ku selama ini Ratu , bila memang masih ada pintu maaf bagi ku , maka aku memohon maafkan semua ke khilafan ku selama ini , aku ingin membicarakan masalah penebusan jendral dan semua Prajurit ku yang kau tawan , katakan saja , berapa aku harus menebus nya dari mu Ratu !" kata Ratu Qi Xun Er.
Melihat sang Ratu Bangsa Ko Li Nyin itu berlutut dihadapan nya , Ratu Xiau Kim Tiau segera maju mendekati nya , dan menarik kedua bahu sang Ratu agar berdiri seperti semula.
"Berdirilah Ratu , kau adalah seorang Ratu yang cantik dan gagah perkasa , jangan per hinakan diri mu seperti itu , tiada kelebihan ku dibandingkan dengan diri mu , masalah semua Prajurit mu itu, bisa kita bicarakan baik baik , tidak perlu sampai seperti ini !" kata Ratu Xiau Kim Tiau sambil memeluk Ratu Qi Xun Er dengan tulus.
Mendapat perlakuan yang tidak seperti apa yang dia bayangkan , keangkuhan dan harga diri Ratu cantik jelita itu pun akhirnya runtuh pula.
Sambil memeluk tubuh Ratu Xiau Kim Tiau dengan erat , tangis Ratu Qi Xun Er pun pecah.
"Mohon maaf yang mulia , menurut pemikiran hamba , selayaknya semua tawanan perang itu yang mulia lepaskan , dengan tebusan perjanjian persaudaraan antara yang mulia dengan Ratu Qi Xun Er dan antara pasukan Bangsa Tiau Nyin dengan pasukan Bangsa Ko Li Nyin serta antara negeri Tiau Nyin dan negeri ko Li Nyin , dimana dalam perjanjian ini kedua negeri harus saling membantu dalam setiap kesulitan , tidak ada lagi saling serang serta dendam , karena kedamaian tidaklah bisa di ukur dengan banyak nya keping emas , serta harta benda , untuk apa banyak harta tetapi tanpa kedamaian , hidup cuma mengisi waktu sebelum ajal menjemput , terserah mau di usi apa , karena di ujung semua nya , ada balasan yang seimbang sedang menantikan , bila di isi dengan kebaikan , maka ujung kehidupan akan menuju sorga , tetapi bila di isi dengan keburukan , maka jangan menyesal bila di ujung kehidupan neraka menantikan !" kata Shin Liong sedikit memberikan pendapat dan petuah nya .
Kedua orang Ratu ini tertegun saling pandang mendengar petuah dari pemuda tampan di samping mereka itu.
Setelah saling pandang sesaat , kedua orang penguasa dia negeri ini akhirnya saling berpelukan sambil menetas kan air mata mereka.
"Saudara ku Ratu Qi Xun Er , maafkan aku yang telah menawan pasukan mu , kau boleh menjemput mereka , kapan pun kau mau , tidak usah mengganti dengan apa pun juga , cukup bersumpah lah bahwa kau tidak lagi akan mengganggu negeri ku !" kata Ratu Xiau Kim Tiau bersungguh sungguh.
"Aku bersumpah , mulai sekarang , Ratu Xiau Kim Tiau dan Ratu Qi Xun Er adalah saudara selama nya , pasukan negeri ko Li Nyin dan pasukan negeri Tiau Nyin adalah saudara selama nya , serta negeri Tiau Nyin dan negeri ko Li Nyin adalah saudara selama nya , yang akan saling membantu dalam kesulitan apa pun juga , sumpah ini disaksikan oleh Dewata muda sebagai perwakilan para Dewa dan Dewata , biarlah aku dan negeri ku akan menanggung bencana bila sumpah ini ku langgar !" kata Ratu Qi Xun Er dan diulangi oleh Ratu Xiau Kim Tiau.
Shin Liong berjalan keluar istana , lalu terbang ke arah dasar hutan di bawah.
Di bawa nya sebongkah batu giok sebesar gajah terbang ke atas , dan di letakan di sisi Utara alun alun Kota Raja , di depan gerbang istana.
Dengan jari tangan nya , di gurat nya permukaan batu giok besar itu dengan beberapa tulisan yang sangat indah.
__ADS_1
Isi tulisan itu adalah sumpah janji yang telah di ucapkan oleh kedua orang Ratu tadi.
Lalu di panggil nya ke dua orang Ratu itu untuk memberikan cap telapak tangan kedua nya di kiri dan kanan, di bawah tulisan itu.
Lalu di bawah cap telapak tangan kedua orang Ratu itu , ada tertulis nama ke dua nya.
Di bawah lagi tertulis , "Sumpah dan Jan ji ini disaksikan oleh Shin Liong putra Dewi Chang 'e , cucu Dewata San Qin , sebagai perwakilan para Dewa dan Dewata , apa bila perjanjian ini dilanggar , maka siapapun yang melanggar akan menerima murka dan kutukan dari Dewata , lalu cap telapak tangan Shin Liong tertera di situ.
"Dengarlah oleh kalian semua , mulai hari ini , batu ini adalah batu keramat yang harus dijaga kesucian nya , siapapun boleh datang dan melihat kebenaran batu perjanjian ini sebagai bukti ada nya ikatan antara dua negeri ini , siapapun yang melanggar ataupun mengotori nya , maka akan menerima murka dari Dewata , dan mulai saat ini , kalian semua , meski berbeda Bangsa , tetapi bersaudara dan saling membantu didalam setiap kesusahan !" kata Shin Liong bersuara lantang di hadapan kedua orang Ratu dan para masyarakat nya.
"Jder !!"...
"Jder !!"...
"Jder !!"...
Hari yang sangat cerah itu tiba tiba terdengar tiga kali dentuman petir di langit , yang menandakan bahwa para Dewa dan Dewata menyaksikan dan membenarkan perjanjian itu.
Seluruh prajurit negeri ko Li Nyin beserta jendral yang sudah sembuh dari racun dan telah di bebaskan itu , bergidik ngeri mendengar nyaring nya suara petir berdentum hingga pohon yang sangat besar itu bergetar hebat.
Pesta besar pun di gelar sebagai rasa kebahagiaan mereka , para prajurit dari kedua belah pihak yang semula berseteru itu , kini saling berangkulan , seperti hal nya pemimpin mereka.
"Dengarlah kalian semuanya , adakan lah peringatan setiap tahun nya , pada waktu , hari , dan bulan yang sama , agar semua nya bisa mengingat hari persaudaraan dan kedamaian ini sepanjang masa , jangan ada lagi pertumpahan darah yang percuma , bila ada masalah , bicarakan baik baik !" pesan dari Shin Liong menggema , sehingga semua orang bisa mendengarkan nya.
"Tuan muda , bisakah tuan muda berkunjung ke negeri kami ?, kami semua sangat mengharapkan berkah dari tuan muda !" kata Ratu Qi Xun Er memohon kepada Shin Liong agar bersedia berkunjung ke negeri nya.
"Aku pasti akan mampir di negeri mu Ratu , jangan khawatir , setelah dari tempat ini , aku pasti akan mengunjungimu , tunggulah kami di sana , kami pasti mampir ke istana mu !" jawab Shin Liong .
"Tuan muda !, bisa kah batu keramat ini kami bawa sedikit sebagai bukti batu persaudaraan dan perdamaian di antara kami ?" tanya Ratu Qi Xun Er.
"Tentu saja Ratu , aku akan buat prasasti yang sama untuk mu !" kata Shin Liong sambil mengeluarkan pedang kristal Katai putih inti bintang nya , lalu dengan sekali tebas , batu giok sebesar Gajah itu pun terbelah sama rata dan sama bagian nya.
Lalu pada bagian yang baru , Shin Liong gores kembali dengan jari telunjuk nya seperti tulisan yang pertama , dan di beri cap telapak tangan persis seperti batu yang pertama pula.
...****************...
__ADS_1