Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Di Bawah Awan Kegelapan.


__ADS_3

Setelah minum teh dan makan kue yang di hidangkan oleh Kaisar, mereka semua nya segera berjalan menuju ke arah kota raja yang baru di pindahkan oleh Shin Liong itu.


Sebenar nya beberapa tandu sudah di siapkan, tetapi sang Kaisar ingin berjalan bersama Shin Liong dan keluarga nya.


Turut bersama mereka adalah sang ratu dan putri Chong Siaw Eng, pangeran Fu Quon beserta beberapa kerabat istana lain nya.


Meskipun jarak nya jauh, tetapi di tempuh Dangan kegembiraan, sehingga tidak terasa, mereka sudah tiba di depan gerbang istana Kaisar.


Pintu gerbang sudah lama terbuka, dan di hiasi bunga bunga, dengan empat prajurit jaga berdiri di depan gerbang.


Sedangkan di dalam tembok benteng istana, terlihat para prajurit dan para pegawai istana sedang bahu membahu membersihkan taman dan seluruh ruangan di istana itu.


Sang Ratu bersama putri Siaw Eng menangis melihat istana tempat tinggal mereka yang sudah bertahun tahun di tinggalkan, penuh dengan rumput dan semak semak.


Hati mereka pilu melihat kenyataan itu.


"Paman jendral, data lah orang orang warga asli kota Raja, dan kembalikan ke rumah kediaman mereka semula, serta data lah berapa orang pengungsi yang belum memiliki rumah, berikan rumah yang sudah tidak ada penghuni nya lagi, yang berasal dari desa, dan bertani, kembalikan kedesa dan bertani dengan baik seperti semula, kita harus secepat nya menggerakkan roda ekonomi rakyat dengan menyuruh mereka bercocok tanam apa saja, terutama padi, kerahkan semua prajurit untuk membantu mu!" perintah sang Kaisar kepada jendral senior Pau Lok Kwan.


"Baik yang mulia, akan segera hamba laksanakan !" jawab sang jendral senior itu.


"Oh!, iya yang mulia, di jalan ke empat di sisi timur alun alun ada sebuah rumah mewah milik keluarga Bouw Wangwe (Hartawan Bouw), dan sudah kami selidiki pada semua pengungsi di dua kota, tidak ada satupun dari keluarga Bouw ini yang masih hidup, bagai mana jika tuan muda Shin Liong menempati rumah itu sementara di sini?" usul salah seorang dari punggawa istana nya.


Kaisar tersenyum mendengar usul dari punggawa nya itu, " kau benar punggawa, bersihkan rumah itu untuk mereka, dan cukupi semua pasilitas nya!" ...


Setelah semua warga kota Raja menempati rumah mereka semula, kini, para pengungsi dari tempat lain yang sudah tidak memiliki rumah, di bagikan rumah rumah penduduk yang sudah tidak ada pemilik nya lagi.


Dalam waktu yang singkat saja, kota Raja Xue sudah kembali menggeliat sebagai kota besar lagi.


Para pemuda dan remaja yang pernah di kumpulkan untuk di jadikan calon pejantan mahluk Orgo, di masukan menjadi prajurit, dan di latih oleh para punggawa keprajuritan.


Sedangkan Shin Liong mengumpulkan dua ratus orang remaja yang dia latih sendiri untuk menjadi prajurit paling tangguh bersenjatakan pusaka langit yang dia ambil dari toko beberapa waktu yang lalu.


Pasukan ini di bentuk untuk khusus untuk menghadapi pasukan mahluk Orgo yang jauh dari sarang mereka, dan kemungkinan belum terjangkiti penyakit racun hidup itu.


Pasukan khusus ini juga di bekali dengan kekebalan khusus dari racun hidup itu.


...----------------...


Pada waktu yang sama, jauh di utara, di pegunungan Lin Mao, terjadi kegemparan luar biasa.


Beberapa waktu yang lalu, setelah meminum pil Dewa kualitas bintang sembilan dari tabib Wen dan menerobos sebanyak empat tingkat sekaligus, Kaisar Dewa kembali ke Dunia kegelapan, karena di dunia kegelapan itu ada selir sang Kaisar Dewa sebanyak dua ratus orang.


Dunia kegelapan bukan lah dunia yang selalu gelap, tetapi dunia yang dipenuhi dengan hawa kegelapan yang sangat pekat sekali, sehingga sedikit pun, hawa Qi murni tidak lagi tersisa di sana.


Bahkan konon, manusia biasa yang berhati putih, bila kelamaan berada di sana, akan menjadi liar dan buas juga karena terlalu banyak menghirup hawa Qi hitam itu.


Di dunia kegelapan ini tidak ada hukum dan aturan, semua nya terserah kepada yang lebih kuat dan berkuasa.


Siapapun bisa menjadi kaya dan berkuasa asal saja memiliki kekuatan berlebih dari yang lain nya.

__ADS_1


Bahkan, siapapun bisa memiliki wanita lain sebanyak banyak nya, bahkan yang sudah bersuami sekalipun, asal saja memiliki keberanian dan kekuatan.


Setelah beberapa waktu di dunia kegelapan itu, sang kaisar Dewa pun kembali ke tempat nya di tebing batu cadas itu.


Seperti kebiasaan nya setiap kembali dari dunia kegelapan, dia selalu kelaparan setelah melayani ratusan orang selir nya, dan akan memakan daging manusia muda.


Namun pagi itu, terjadi kegemparan hebat setelah para prajurit bermaksud mengambil manusia untuk di jadikan santapan sang Kaisar, di dalam batu cadas itu, di tempat yang biasanya terdapat lorong lorong menuju tempat manusia di kurung, jangan kan ada seorang manusia pun, bahkan lorong goa nya saja tidak ada, seolah olah disana tidak pernah terdapat lorong goa sebelum nya.


Sangkin terkejut nya, sehingga sang kaisar sendiri yang berkenan memeriksa ketempat itu.


Alangkah murka nya sang Kaisar setelah mendapati, tidak ada satupun manusia yang tersisa lagi, sedangkan yang di kurung itu termasuk manusia yang terakhir yang mereka dapatkan.


"Hrrrrrr!, kurang ajar!, jaha*am!, kerjaan siapa ini, ini bukan kerjaan manusia biasa, tidak mungkin manusia biasa bisa berbuat seperti ini, hrrrrrr!"...


"Bum!"...


"Bum!"...


"Bum!"...


Sang Kaisar mengamuk memukuli dinding tebing batu cadas itu hingga hancur berantakan.


Para prajurit di suruh menggali ujung terowongan , untuk mencari tempat mereka mengurung manusia, tetapi hasil nya nihil, tebing batu itu seperti tidak memiliki ujung.


Kemarahan sang Kaisar semakin bertambah tambah lagi setelah mendengar laporan prajurit nya, bahwa sudah berhari hari, Tabib Wen tidak lagi terlihat batang hidung nya.


Bukan main marah nya sang Kaisar mendengar laporan para bawahan nya itu.


Tetapi hingga beberapa lama nya, aura kehidupan dari kedua putra putri nya itu tidak juga dia rasakan.


Dia bisa memastikan jika kini putra putri nya itu sudah tewas, entah karena apa.


Kini sang kaisar Dewa benar benar mengamuk. menghancurkan segala yang dia temukan, bahkan para prajurit nya sendiri pun banyak yang tewas di bantai oleh nya karena amukan hawa murka sang Kaisar putra raja iblis ini.


Tidak ada yang berani mendekati sang Kaisar, apa lagi menahan serangan nya, semua nya berlari menghindar sejauh jauh nya.


Setelah mengamuk tidak karuan lebih dari setengah hari, barulah sang Kaisar terduduk di bawah sebatang pohon darah Naga yang sangat besar, nafasnya masih ngos-ngosan karena hawa murka nya belum sepenuh nya reda.


"Panglimaaaa!!"...


Teriakan sang Kaisar sangat nyaring, hingga menggetarkan seluruh tebing batu cadas itu, sebagian serpihan yang kecil berjatuhan kebawah.


Sang jendral utama, beserta tiga jendral lain nya segera menghadap ke arah sang Kaisar sambil bersimpuh.


"Ampun yang mulia!, kami di sini!" jawab para jendral itu sambil ketakutan setengah mati.


"Hm!, bagai mana ini bisa terjadi jendral?" tanya Kaisar masih dalam nada murka nya.


"A' ampun yang mulia, perkiraan hamba, ini terjadi di saat kita berkumpul bersama tabib Wen malam itu yang mulia,ada orang lain yang memanfaatkan kesempatan kelengahan kita, mungkin dia pula yang membunuh tabib Wen dan istri nya, karena di sekitar sini, kami temukan bekas tubuh seseorang yang sudah tewas yang mulia!" kata jendral kepada sang Kaisar.

__ADS_1


"Hm!, kau cari para manusia sebanyak banyak nya lagi, sebagai pengganti mereka yang hilang, cepat!, aku tidak mau tahu bagai mana cara nya!" perintah Kaisar.


"I',,,,iya yang mulia, akan kami laksanakan!" kata sang jendral buru buru mundur dari hadapan sang Kaisar.


Ke empat jendral itu segera mengerahkan para prajurit untuk mencari manusia ke mana saja.


Maka ratusan bahkan ribuan prajurit makhluk Orgo segera bertebaran kemana mana mencari keberadaan para manusia.


Tetapi hingga beberapa purnama lama nya, mereka berjalan tidak tentu arah, kadang kadang bertemu benteng pertahanan makhluk Orgo, mereka menginap barang dua tiga hari, lalu melanjutkan perjalanan mereka kembali.


Sebagian mahluk Orgo itu kini sudah ada yang mulai sakit, bahkan tewas dalam perjalanan.


Yang sangat aneh adalah jasad teman mereka yang sudah tewas itu, mereka makan juga karena lapar nya.


Dimana mana benteng pertahanan mereka, sudah mereka naiki untuk sekedar beristirahat sejenak.


Namun keberadaan manusia tidak lagi mereka temu kan seorang pun juga.


Kini tanpa sadar, seluruh benteng pertahanan mereka, telah mereka tulari dengan penyakit yang aneh, sore sakit, pergi nya tewas, pagi sakit, sore nya tewas.


Kini wabah penyakit aneh itu sudah menyebar hingga ke dunia kegelapan.


Beberapa purnama saja, sudah tidak terhitung banyak nya mahluk Orgo yang tewas, bangkai bergelimpangan di mana mana.


Di sarang mahluk Orgo, di istana tebing batu cadas itu, sang Kaisar yang sakit, segera di bawa oleh para jendral kembali ke Dunia kegelapan.


Sang kaisar dan para jendral ini karena tingkat kultivasi nya paling tinggi, sehingga daya tahan nya pun paling kuat, meskipun sedari awal mereka terinfeksi racun hidup itu, mereka lebih lambat merasakan sakit.


Meskipun Raja iblis turun tangan, tetapi penyakit itu tidak juga bisa di obati.


Sehingga tiga hari kemudian, sang Kaisar tewas karena racun hidup itu.


Sehari sebelum sang Kaisar tewas, terlebih dahulu ke empat jendral beserta para punggawa istana yang tewas duluan, setelah sakit sehari sebelum nya.


Kini cuma dalam waktu beberapa purnama saja, istana tebing batu cadas itu pun menjadi sunyi sepi, dengan timbunan bangkai mahluk Orgo bertumpuk di mana mana.


Bau busuk dan hawa tidak sedap melingkupi seluruh Dunia saat itu.


Hawa kegelapan yang semula cukup banyak, kini mulai pekat dengan banyak nya bangkai busuk dari mahluk Orgo itu.


Di mana mana, kalau tidak mati karena penyakit aneh, pasti mati karena kelaparan, karena binatang sudah tidak ada seekor pun lagi yang tersisa.


Dunia saat itu benar benar di landa kekelaman yang besar, bahkan Matahari pun bersinar warna merah pucat, seakan tak kuasa menembus pekat nya hawa kegelapan.


Di ceruk pasir api dan lembah, Shin Liong terpaksa sampai menutupi kedua wilayah itu dengan tirai gaib punggung kura kura untuk membendung hawa kegelapan yang akan memasuki nya, karena bila tidak, maka seluruh manusia yang berada di daerah itu akan menjadi gila dan saling bunuh karena terpengaruh hawa Qi kegelapan yang amat pekat meliputi seluruh negri itu.


Kini padi dan semua tanaman penduduk juga terancam gagal panen bila keadaan seperti ini terus berlangsung, dan bahaya kelaparan pun mengintai di belakang mereka.


Shin Liong sudah beberapa hari bersemedi, menghubungkan asa rasa dan karsa nya kepada sang kakek untuk minta petunjuk nya.

__ADS_1


Shin Liong bertekad, tidak akan bangkit sebelum sang kakek memberikan petunjuk cara mengatasi wabah yang akan mereka hadapi itu.


...****************...


__ADS_2