Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Badai di Perbatasan .


__ADS_3

"Guru !, sudahlah guru , jangan menangis lagi , guru membuat hati kami ikut sedih , siapakah pemuda itu guru ?" tanya Xio er bertanya .


Wanita tua berwajah cantik itu Termenung beberapa saat , mendengar pertanyaan dari murid nya itu .


"Xio Er !, Xio Hua , dia bukan seorang pemuda , tetapi suheng ku , supek kalian , nama nya Gak Bong Gwan !" jawab Sin Ni Seng Sian sendu .


"Tidak Eng moi , kau salah , aku bukan Gak Bong Gwan , tetapi Bu Beng Koan Jin , sedangkan Gak Bong Gwan sudah lama mati , ratusan tahun yang lalu , mati di dalam kesedihan nya , maafkan aku Eng moi !" kata Bu Beng Koan Jin berusaha menguasai hati nya yang masih terasa perih itu .


"Aku memang salah Gwan ko , tetapi sudah tidak ada kah maaf untuk ku ?, aku tahu sebegitu terluka nya hati mu , semua karena kebodohan ku sendiri , ampunilah aku Gwan ko !" pinta Sin Ni Seng Sian sambil tersedu sedu menangis .


"Hal apa yang harus ku maafkan , dan hal apa yang harus ku ampuni , siapa bersalah pada siapa , siapa berdosa pada siapa , kita cuma menjalankan takdir kita masing masing , tidak ada yang perlu disalah kan , seandainya kau pernah bersalah pada Bu Beng Koan Jin , sebelum kau meminta , Bu Beng Koan Jin sudah memberikan maaf kepada mu , hidup adalah kematian , dan kematian adalah kehidupan yang sebenar nya , untuk apa membebankan diri dengan Dunia yang menyakitkan ini , yang kelak akan kita tinggalkan semua nya !" kata Bu Beng Koan Jin mulai penyakit meracau nya kumat lagi .


Orang orang memanggil nya Bu Beng Koan Jin atau orang gila /aneh tanpa nama , karena omongan nya yang sering dianggap oleh orang lain gila atau meracau itu .


Berlinang kembali air mata Sin Ni Seng Sian , mendengar racauan kakak seperguruan nya yang pernah menjadi kekasih nya itu .


Di dalam pikiran nya , sebegitu berat kah beban kedukaan di hati kakak seperguruan nya itu , sehingga omongan nya kadang kadang normal dan kadang kadang meracau tak tentu arah nya .


Sesal sudah tidak ada guna nya lagi , waktu tidak mungkin bisa di putar ulang kembali .


"Ha ha ha ha , tuan ku , lihatlah aku sekarang , aku adalah pelayan mu , meski aku tidak tahu siapa aku , dan untuk apa aku ada di Dunia ini , tetapi satu hal yang aku tahu , aku adalah pelayan Dewata !" kata Bu Beng Koan Jin sambil bersimpuh di depan Shin Liong dan justru membelakangi sang Kaisar .


Untunglah sang Kaisar tahu siapa Bu Beng Koan Jin yang kini telah menjadi seorang Dewa itu , sehingga tidak berani bertindak apa pun , dia cuma tersenyum simpul melihat tingkah lucu Bu Beng Koan Jin itu .


"Lan Hua !, ada apa kalian menemui sang Kaisar ?" tanya A Yong mencoba memecahkan kebuntuan suasana pagi itu .


Dara bernama Pek Lan Hua itu termangu sesaat , dia tidak bisa berbicara apapun juga , bingung dan juga bahagia , melihat keberadaan A Yong di tempat itu .


"A Yong , aku tidak tahu , aku cuma diajak nenek kemari menemui sang Kaisar , itu saja , oh ya , bagai mana cerita nya , sehingga kau bisa bersama sama Kong Thai Sian di tempat ini , apakah kau diangkat beliau menjadi murid nya ?" tanya Pek Lan Hua bertubi tubi kepada A Yong .


A Yong ingin menyahut dengan kejahilan nya lagi , tetapi keburu didahului oleh Dewi Xuan Yi , " gadis cantik , dia adalah putra kami , yang kau sebut Kong Thai Sian itu adalah ayah nya , aku Dewi Xuan Yi adalah ibu muda pertama nya , dan ini adik ku Dewi Ying Fa adalah ibu muda kedua nya , kau jangan terlalu percaya omongan nya , dia memang jahil , nakal dan usil !" kata Dewi Xuan Yi menjelaskan .


Mendengar itu , mulut Pek Lan Hua menjadi melongo antara terkejut dan juga takjub itu .


"Ja ' jadi kau ?" cuma itu yang bisa dia ucapkan .


"Maafkan aku Lan Hua , bukan kah sudah kukatakan semenjak awal , jika nama ku Shin Yong ?, dan dengan mengetahui nama Kong Thai Sian itu Shin Liong , seharus nya kau sudah bisa menebak siapa aku kan ?, aku memang putra dari Shin Liong yang sekarang bergelar Kong Thai Sian itu , eyang ku adalah Dewata San Qin, dan nenek ku adalah Dewi Chang'e dan ibuku adalah Dewi Nuwa !" jawab A Yong lengkap .

__ADS_1


"Sekarang , katakan , apa maksud kalian ingin bertemu dengan ku ?" tanya sang Kaisar .


Setelah menenangkan hati nya , Sin Ni Seng Sian pun menjawab , "malam kemarin , saat sedang bersemedi, tiba tiba ada suara berbisik di telinga hamba yang mulia , suara itu mengatakan , jika hari ini pasukan yang mulia akan melewati tempat ini , dan suara itu menyuruh saya bergabung dengan tuan dalam membantu peperangan yang akan tuan hadapi nanti !"...


"Terimakasih atas maksud dan tujuan kalian semua , bergabunglah dengan para pendekar , sebentar lagi kita berangkat " ucap sang Kaisar .


Setelah acara makan bersama , dan para Prajurit membereskan tenda tenda , perjalanan pun mereka teruskan lagi .


Setelah kembali bermalam selama satu malam di tengah perjalanan , besok sore nya , mereka tiba di kota Guzian .


Untuk menghindari kegemparan terjadi di masyarakat kota Guzian , sang Kaisar memerintahkan pada jendral Qiu Pang Kian agar lewat luar kota saja , tidak usah melewati dalam kota Guzian .


Dari kota Guzian , masih harus berjalan lagi selama empat hari , barulah mereka tiba di perbatasan Negeri Hong Than dan Sian Than .


Untunglah , pasukan sang Kaisar ini , tiba di batas Negeri terlebih dahulu dari pasukan Negeri Sian Than , sehingga dapat beristirahat terlebih dahulu beberapa waktu untuk memulihkan tenaga , karena terkuras selama di perjalanan .


Para Prajurit teliksandi di sebar di beberapa titik , di wilayah Negeri Sian Than , agar dapat mengetahui waktu kedatangan pasukan Negeri Sian Than sedini mungkin .


Setelah beberapa hari menunggu , akhirnya para prajurit teliksandi pun datang melaporkan , bahwa di kejauhan , kira kira jarak beberapa Lie lagi dari tempat itu , pasukan yang mereka tunggu telah tiba .


Sang Kaisar segera memerintahkan jendral Qiu Pang Kian untuk mempersiapkan pasukan mereka .


Jendral Qiu Pang Kian mempersiapkan limaratus orang Prajurit pemanah yang di tugaskan di bagian paling depan dari pasukan inti .


Sementara itu , sang Kaisar Kai Ong , setelah mendengar dari para bawahan nya , bahwa di depan sudah ada ribuan Prajurit musuh menghadang dengan senjata lengkap dan siap siaga , ia segera membagi pasukan nya menjadi tiga bagian pula .


Di sayap kanan , berhadapan dengan sayap kiri lawan adalah Jendral Sin Mo Ko Moan Te Kung dengan tiga ribu Prajurit nya .


Di sayap kiri , berhadapan dengan sayap kanan pasukan musuh adalah jendral Cia Keng Hong juga dengan tiga ribu orang Prajurit nya .


Sedangkan pasukan inti di tengah dia pimpin sendiri dengan empat ribu orang Prajurit .


Karena hari sudah beranjak sore , pertempuran hari itu tidak di laksanakan , menunggu hingga ke esokan hari nya .


Ke esokan pagi nya , saat kedua pasukan itu sudah saling ber hadap hadapan , salah seorang utusan dari Negeri Sian Than maju kedepan sambil mengendarai kuda nya , membawa surat maklumat dari kaisar Kai Ong untuk kaisar Liu Xiong Bu .


Isi surat dari kaisar Kai Ong itu adalah , "agar sang Kaisar Liu Xiong Bu secepat nya memerintahkan kepada seluruh pasukan nya agar meletakan senjata , dan menyatakan takluk kepada sang kaisar Kai Ong tanpa syarat , dan mengakui sang Kaisar Kai Ong sebagai pimpinan Negeri " .

__ADS_1


Tentu saja sang Kaisar Liu Xiong Bu menolak mentah mentah perintah dari kaisar Kai Ong itu , beliau menyatakan bahwa Negeri Hong Than adalah Negeri yang cinta damai , dan Negeri yang berdaulat semenjak ribuan tahun yang lalu , dan negeri Hong Than ini tidak ingin menjadi jajah negeri manapun juga , mereka akan membela tanah air mereka hingga tetes darah terakhir .


Mendapatkan penolakan itu , bukan main murka nya kaisar Kai Ong , dia segera memerintahkan semua pasukan nya untuk menyerang .


Pasukan inti kaisar Kai Ong , segera bergerak maju ke arah pasukan inti Kaisar Liu Xiong Bu .


Siasat Jendral Qiu Pang Kian yang menempatkan Prajurit pejalan kaki di barisan terdepan , ternyata termakan oleh kaisar Kai Ong yang langsung menyuruh Prajurit nya untuk maju menyerang .


Setelah Prajurit negeri Sian Than tinggal beberapa depa dari pasukan negeri Hong Than , tiba tiba Prajurit pejalan kaki yang berada paling depan itu mundur ke belakang , dan di gantikan dengan Prajurit pasukan panah .


Hujan anak panah pun tidak terelakan lagi , beberapa orang Prajurit negeri Sian Than pun mulai bertumbangan , lalu menjadi puluhan , akhirnya menjadi ratusan Prajurit negeri Sian Than yang tumbang , ketanah .


Melihat ratusan Prajurit nya tumbang ketanah , sang Kaisar Kai Ong segera memerintahkan pasukan panah nya untuk maju menggantikan pasukan pejalan kaki itu .


Perang anak panah pun tidak terelakan lagi , ratusan anak panah berseliweran , terbang mencari mangsa nya .


Korban dari kedua belah pihak pun tidak ter elakan lagi , baik di pihak negeri Sian Than maupun negeri Hong Than sendiri .


Perang di hari pertama pun berakhir dengan korban jiwa masing masing seratus dua puluh orang Prajurit yang tewas di pihak negeri Sian Than , serta seratus lainnya luka luka , sementara itu , di pihak negeri Hong Than , korban tewas empat puluh orang , dengan dua puluh orang terluka .


Pada hari kedua , perang berlangsung sengit , masih antara pasukan panah kedua belah pihak .


Namun kali ini , Kaisar Kai Ong menurun kan seribu orang Prajurit pemanah yang di siagakan di depan pasukan utama .


Sedangkan pihak negeri Hong Than , tetap menurunkan limaratus Prajurit pemanah , tetapi kali ini setiap satu orang Prajurit pemanah itu , di temani oleh satu orang prajurit tameng yang bertugas untuk melindungi nya dengan tameng .


Pagi pagi sekali , setelah terompet ditiup tanda peperangan segera di mulai , dan genderang perang pun ditabuh , kedua pasukan inti itu segera saling ber hadap hadapan .


Ribuan anak panah segera menghujani pasukan negeri Hong Than silih berganti .


Para prajurit tameng dari pasukan Negeri Hong Than segera membentuk formasi seperti sebuah kubah besar terbuat dari tameng yang di susun susun sedemikian rupa , sehingga hujan anak panah yang berjumlah ribuan itu tidak mampu melukai satu orang pun juga .


Yang hebat nya adalah , baru saja hujan anak panah dari negeri Sian Than mulai berkurang , tiba tiba datang balasan dari pasukan panah negeri Hong Than yang menghujani pasukan negeri Sian Than dengan ratusan anak panah .


Meskipun mereka cuma memiliki lima ratus orang Prajurit pemanah , namun sang jendral membagi mereka menjadi dua pasukan yang berselang seling barisan nya .


Pasukan pertama ada di barisan pertama , ketiga , kelima dan seterusnya , sementara pasukan ke dua ada di barisan kedua , ke empat dan seterusnya .

__ADS_1


Hujan anak anak pertama dari pasukan satu , setelah pasukan satu melepaskan anak panah nya , mereka bersembunyi di balik tameng besar dan digantikan pasukan kedua yang berdiri melepaskan anak panah nya .


...****************...


__ADS_2