Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Negeri Liu Lahir Kembali .


__ADS_3

Empat orang yang termasuk dalam penguasa empat kota itu adalah orang orang terkaya di kota nya , sehingga bisa menguasai seluruh kota itu , dan tuan ketua kota sekedar menjalankan keputusan mereka saja .


Mereka lebih mirip seorang kaisar kecil di kota mereka masing masing .


Empat orang penguasa empat kota itu adalah , Ma Kian Bun dari kota Guzian , Go Zhao Yang dari kota Guzuo , Wang Ti Kong dari kota Xuzuo , dan Oei Ying Lang dari kota Xaizu .


Berdasarkan ramalan Biksu leluhur , mereka di suruh datang tepat pada hari ini untuk membicarakan siapa calon pemimpin mereka di masa depan .


"Saya tidak ingin mendahului pembicaraan , lebih baik kita dengar pendapat dari Kong Thai Sian sendiri , karena menurut perasaan ku , beliau tahu siapa yang layak menjadi Kaisar negeri ini !" kata Biksu leluhur sambil mempersilahkan Shin Liong untuk berbicara .


"Terimakasih Biksu leluhur dan kakek Bu Beng Koan Jin , yang meskipun usia nya sudah ribuan tahun , tetapi masih tampak seperti seorang pemuda , sungguh sangat pantas untuk di angkat menjadi Dewa !" kata Shin Liong memulai pembicaraan nya .


Ke empat orang laki laki penguasa empat kota bingung mendengar perkataan Shin Liong tentang Biksu leluhur dan kakek Bu Beng Koan Jin yang dikatakan pemuda itu masih tampak muda , selayak nya seorang pemuda itu .


Spontan saja mata semua orang tertuju kepada kedua orang tua bangkotan itu .


Tiba tiba dari bola mata Shin Liong , meluncur cahaya putih tipis seperti kabut kearah kedua orang laki laki tua itu .


Setelah beberapa saat , cahaya putih tipis seperti kabut itu mengepung tubuh kedua manusia bangkotan itu hingga hilang tak terlihat lagi .


Setelah beberapa saat berlalu , kabut yang mengepung tubuh kedua laki laki bangkotan itu mulai menipis , lalu lenyap sama sekali , menyisakan tubuh dua orang pemuda tampan , yang satu berambut panjang awut awutan , dan yang satu nya lagi berkepala gundul .


Melihat keajaiban terjadi di depan mereka , serentak ke empat penguasa kota dan para Biksu berlutut di hadapan Shin Liong .


"Kong Thai Sian !, anda sudah membuktikan bahwa anda memang benar benar Kong Thai Sian Shin Liong , terimalah salam hormat kami semua nya " kata Biksu Sun .


Sedangkan Biksu leluhur dan kakek tua Bu Beng Koan Jin masih belum menyadari dengan apa yang terjadi , cuma bengong melihat orang orang berlutut di hadapan pemuda itu .


"Dengarlah oleh kalian berdua , hari ini aku atas nama kakek ku , melantik kalian berdua menjadi Dewa , bernama Dewa Guan Ing dan Dewa Bu Beng Koan Jin , karena kesetiaan kalian memegang janji dengan kakek ku Dewata San Qin , kakek ku menyampaikan salam dan rasa terimakasih nya kepada kalian berdua , kalian berdua masih berkewajiban mendampingi sang pangeran hingga kelak menaiki kursi singgasana nya , barulah kakek akan menjemput kalian berdua" kata Shin Liong .


Setelah selesai berkata kata , tiba tiba tubuh Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin memancarkan cahaya putih ke biru biru An yang tipis tetapi sangat jelas terlihat , sebagai cahaya ke Dewa an .


Serentak orang orang pun kembali berlutut di depan kedua laki laki tua yang kini sudah menjelma menjadi pemuda berusia dua puluh lima tahunan .


"Hidup Dewa Guan Ing !".


"Hidup Dewa Bu Beng Koan Jin !".


Seru para Biksu dan ke empat penguasa empat kota itu .

__ADS_1


Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin saling pandang karena kebingungan melihat kelakuan orang orang .


Setelah saling pandang , lalu mereka berdua saling menunjuk heran melihat wajah di hadapan nya yang sudah berubah sangat drastis itu .


"Sahabat , kenapa wajah dan tubuh mu berubah ?" tanya Biksu leluhur kepada Bu Beng Koan Jin .


Sedangkan Bu Beng Koan Jin juga bertanya hal yang sama kepada Biksu leluhur .


Al hasil , mereka berdua akhirnya melihat tangan dan kaki mereka sendiri yang kini tidak lagi kisut , tetapi sudah berubah menjadi tubuh seorang pemuda tampan .


Setelah menyadari semua nya , serentak kedua orang itu bersimpuh dihadapan Shin Liong dan kedua orang istri nya itu .


Selanjut nya Shin Liong menatap kearah nona Pek Mo li , "nona Mo li !, bersedia kah nona menjemput sang pangeran ke tempat ini ?"...


Dara cantik itu mengangguk tetapi masih dalam kebingungan , "saya akan memerlukan waktu yang cukup lama tuan , untuk menjemput mereka !" ...


Dengan tersenyum , Shin Liong berkata, " jangan khawatir nona , masuklah kedalam cahaya itu dan kau akan tiba di tempat sang pangeran , katakan aku menantikan mereka di tempat ini , ajak mereka kesini !" sambil tangan nya di kibaskan , dan sebuah portal terbentuk dari cahaya berwarna putih ke biruan .


Tanpa ragu ragu lagi , nona Pek Mo li melangkah memasuki portal itu , dan lenyap di dalam nya .


Setelah beberapa saat lama nya mereka menunggu kembali nya nona Pek Mo li , akhirnya yang di tunggu tunggu pun muncul juga bersama beberapa orang laki laki tua , juga seorang Tosu tua .


Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin terpana melihat Tosu tua yang baru tiba bersama rombongan sang pangeran itu .


"Bu' bukan kah kau Tosu Twa Kung ?" tanya Biksu leluhur agak bergetar karena rasa haru nya yang dalam .


"Ya , ya , aku Tosu tua Bangka bernama Twa Kung , rupanya kalian berdua tidak terpengaruh oleh jaman yang panjang ini , kakek tua itu menugaskan aku untuk mengawal semua anak keturunan dari kaisar Liu Song Shen hingga tiba waktu nya mereka naik tahta kembali , oh raga ku Semaki termakan usia , sementara kalian masih seperti ribuan tahun yang lalu !" kata Tosu Twa Kung setengah meratapi nasip nya .


"Tosu Twa Kung , terimakasih atas kesetiaan mu mengemban tugas dari kakek ku , sebagai rasa penghargaan ku , kau pantas mendapatkan tubuh mu yang dahulu , kini tubuh kalian tidak akan terpengaruh oleh waktu dan masa , mulai kini , kau adalah Dewa Twa Kung yang setia !" kata Shin Liong kepada Tosu Twa Kung .


Keanehan kembali terjadi pada tubuh Tosu Twa Kung , sama seperti yang terjadi kepada Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin tadi .


Tubuh Tosu Twa Kung , tiba tiba menjadi muda lagi setelah di selimuti kabut putih bersinar .


Setelah melihat keajaiban yang terjadi kepada diri nya , keyakinan Tosu tua itu kini semakin yakin kepada pemuda di depan nya itu , memang orang yang di janjikan oleh Dewata Agung dahulu kala , sewaktu menyegel Dunia Betara ini , bahwa kelak akan datang seorang Dewata dari keturunan nya , yang akan membersihkan Dunia Betara dari noda noda nya , dan mengembalikan kepada tatanan nya semula .


"Terimakasih Kong Thai Sian , atas anugrah dari tuan Kong Thai Sian yang begitu besar ini !" kata Tosu Twa Kung sambil bersimpuh di depan Shin Liong .


"Tosu Twa Kung !, dengarlah , Sekarang atas nama kakek ku Dewata San Qin , aku menyatakan kalian bertiga sah dan resmi menjadi Dewa , hal itu karena kalian lulus dalam uji kepatuhan , ketabahan , kejujuran , kesabaran , dan pengorbanan untuk kemanusiaan , kakek ku menyampaikan salam untuk kalian bertiga , dan tugas kalian adalah mengawal sang pangeran hingga naik keatas tahta nya dan mengembalikan kejayaan negeri Liu yang damai seperti dahulu kala , kelak , kakek ku sendiri yang akan menjemput kalian ke alam kedewataan , sementara kita harus mengembalikan tatanan Dunia ini kepada jalur yang sebagai mana mesti nya , serta menghukum semua yang bersalah !" kata Shin Liong lantang , hingga semua orang mendengarkan nya .

__ADS_1


Serentak , ketiga tokoh tua yang kini sudah ber wujud muda kembali itu menyahut , "kami bersedia Kong Thai Sian , kami siap berjuang bersama Tuan ku !"...


"Dan kalian empat orang sebagai penguasa empat kota , ini lah pangeran Liu Xiong Bu , keturunan ke enam dari Kaisar Liu Song Shen , pewaris Syah dari singgasana negeri Liu , aku mewakili kakek ku Dewata San Qin , melantik dan mengembalikan tahta negeri Liu kepada pewaris Syah dari dinasti Liu sebagai Kaisar negeri Liu yang baru , bersumpah lah bahwa kau akan menjalani kewajiban mu sebagai kaisar yang baik , yang mengutamakan rakyat nya , diatas segala gala nya , langit akan kembali menghukum mu , bila kau melanggar sumpah mu !" kata Shin Liong kembali dengan lantang sambil menatap kearah pangeran Xiong Bu .


Pangeran Xiong Bu kemudian mencabut pedang kerajaan bergagang emas itu , dan menjunjung nya tinggi tinggi seraya berseru , "aku Liu Xiong Bu , generasi ke enam dari leluhur ku mendiang Liu Song Shen yang tewas di tengah peperangan berjanji dan bersumpah , bahwa aku akan memimpin negeri Liu ini dengan baik , mengutamakan seluruh rakyat ku diatas segala gala nya , langit akan mengutuk ku , dan aku akan binasa di ujung pedang ini jika aku mengingkari janji ku ini !" kata pangeran Xiong Bu dengan lantang dan jelas .


"Jderr !"..


"Jderr !"..


"Jderr !"..


Terdengar tiga kali dentuman petir membahana di atas Kuil suci Shi Siu Sian , pertanda para Dewa menyaksikan sumpah dan janji dari pangeran Xiong Bu yang sekarang resmi menjadi Kaisar Liu itu .


Kaisar Liu yang datang bersama beberapa orang pembantu utama nya itu , segera ke kota Xuzuo untuk menjalankan pemerintahan sementara nya di sana .


Kota Xuzuo di pilih karena kota itu lah yang terdekat ke kota Qiantung , bekas kota Raja negeri Liu dahulu kala , dan di kota itu pula ada nya istana negeri Liu berada .


Sedangkan ke empat penguasa empat kota , di angkat menjadi tuan ketua kota , sebagai pemimpin kota yang mewakili sang Kaisar sendiri .


Ke esokan hari nya , sang Kaisar beserta para pembantu utama nya serta Dewa Guan Ing , Dewa Bu Beng Koan Jin , Dewa Twa Kung , Shin Liong juga kedua istri nya , melakukan perjalanan nya ke kota Xuzuo tempat kota Raja sementara berada .


Sang Kaisar juga memerintahkan kepada orang kepercayaan nya untuk memberitahukan seluruh kerabat Kaisar maupun kerabat kepercayaan Kaisar , bahwa pemimpin negeri Liu telah Syah terbentuk .


Di kota Xuzuo , rencana nya sang Kaisar akan berdiam di sebuah rumah yang telah di sediakan oleh Wang Ti Kong sebagai tempat kaisar tinggal sementara .


Untuk sementara , empat ratus orang pemuda sudah berkumpul di kota itu sebagai prajurit keKaisaran nanti nya .


Sedangkan di masing masing kota kota lain nya juga ada sekitar empat ratusan Prajurit yang sudah bersedia bergabung dengan pasukan Kaisar yang baru di bentuk itu .


Dalam waktu yang tidak terlalu lama , ada sekitar seribu enam ratus Prajurit keKaisaran terbentuk .


Shin Liong Bersama kedua orang istri nya serta tiga orang Dewa itupun bahu membahu melatih para Prajurit untuk menjadi Prajurit negeri yang handal dan tangguh .


Tentu saja dalam waktu yang singkat , kabar mengenai berdiri nya negeri Liu kembali yang di pimpin oleh seorang keturunan dari dinasti Liu jaman dahulu , segera menyebar ke seantero pelosok negeri .


Beberapa wilayah langsung menyatakan bergabung kedalam negeri Liu ini .


Tetapi ada juga wilayah yang tidak ingin bergabung bahkan menentang secara terang terangan , berdiri nya negeri Liu ini .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2