Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Chu Kong Cu.


__ADS_3

Dengan sekali renggut , pedang bongkok itu pun tertarik keluar dari dada tuan Jung Cu yang bernama Bu Tek Kui ini .


Bu Tek Kui pun akhirnya tersungkur ke tanah tanpa bisa bangkit lagi , nyawa nya melayang ke akhirat .


Melihat sang Jung Cu telah tewas , sisa sisa dari pengawal rendahan itupun segera berlari keluar dari desa Kim San , pulang ke tempat asal mereka kembali .


A Yong mengambil tiga buah cincin ruang dari jari Bu Tek Kui , lalu masuk kedalam rumah besar itu .


Banyak harta benda dan barang barang berharga di dalam rumah itu , sedangkan emas yang kata orang sangat banyak itu , tidak A Yong temukan meski satu keping saja .


Para pelayan rumah tangga di rumah itu berhamburan keluar dari rumah itu dengan perasaan gembira , karena selama ini mereka di sekap oleh tuan Jung Cu dan di suruh bekerja tanpa bayaran .


Di bagian belakang kediaman Jung Cu itu , ada sebuah rumah bedak yang di isi oleh para wanita simpanan dari tuan Jung Cu .


A Yong memeriksa ketiga cincin ruang milik tuan Jung Cu , karena dia tidak menemukan emas yang di kumpulkan oleh tuan Jung Cu ini yang kata orang sangat banyak , karena dia mengumpulkan emas itu sudah puluhan tahun lama nya .


Ternyata cincin pertama memuat ratusan buah cincin ruang kelas satu , yang tiap tiap cincin nya berisi jutaan keping emas .


Akhirnya sebelum menyuruh semua orang di dalam rumah itu pulang , A Yong membagikan kepada mereka masing masing dua ratus ribu keping emas .


Begitu pula dengan para penduduk desa itu , A Yong membagi sama rata emas yang dia dapat dari rumah tuan Jung Cu untuk mereka semua .


Atas permintaan para penduduk desa itu , A Yong menginap selama satu malam di rumah Jung Cu .


Semenjak itu orang orang memberi gelar kepada A Yong sebagai Kong Sian Shin Yong atau Dewa muda Shin Yong .


Ke esokan hari nya , dengan menunggangi kuda terbaik milik tuan Jung Cu , A Yong keluar dari desa Kim San itu dengan diantar oleh para penduduk .


A Yong mengetahui arah ke kota Luxiang dari para penduduk desa itu .


Dari sesepuh penduduk desa itu juga dia bisa mengira ngira , jika dia sekarang terdampar di dunia paralel yang lai lagi .


Itu karena orang orang di desa itu , tidak pernah tahu tentang mahluk Orgo atau sejenis nya .


Perjalanan dari desa Kim San menuju ke kota Luxiang memerlukan waktu empat hari berkuda , karena A Yong tidak memacu kuda nya , ia berjalan santai dan kadang kadang malah berhenti untuk ber istirahat beberapa saat lama nya , sehingga perjalanan nya memakan waktu lebih dari itu .


Di tengah perjalanan , A Yong yang lebih di kenal orang dengan nama Kong Sian (Dewa Muda) itu , tiba di sebuah pertigaan jalan .


Dari persimpangan jalan sebelah kiri yang mengarah ke Utara , muncul serombongan anak muda sekitar dua belas orang yang di kawal oleh empat orang laki laki paro baya dan dua orang wanita paro baya .


Ke enam orang dewasa ini menggunakan jubah hijau bergambar sebuah bintang yang di sulam dengan benang emas di dada kanan mereka masing masing dan di bawah sulaman bintang tersebut , ada tulisan dari benang emas juga , berbunyi "Tung Sien " atau bintang timur , yang menandakan bahwa mereka dari perguruan silat Bintang timur .


Sedangkan dua belas orang anak muda yang berkuda di belakang mereka mengenakan jubah biru muda dengan motif sulaman yang sama seperti ke enam orang itu .

__ADS_1


A Yong sengaja menghentikan kuda nya , agar orang orang itu berjalan di mendahului nya di depan .


Seorang laki laki paro baya yang berkuda dengan santai di barisan paling belakang menghentikan kuda nya tepat di depan A Yong .


"Kau dari mana , dan mau kemana anak muda ?" tanya laki laki paro baya itu .


"Saya bermaksud ke kota Luxiang tuan , arah mana yang harus saja tuju tuan ?" tanya A Yong .


"Ikutilah di belakang kami anak muda , kebetulan kami juga mau ke kota Luxiang , oh ya , kau belum mengatakan , kau dari mana ?" tanya laki laki paro baya itu lagi .


"Saya A Yong tuan , saya dari desa Kim San , bermaksud ke kota Luxiang !" jawab A Yong .


"Nama ku Keng Shan dengan She Su , kami bermaksud ke kota Luxiang untuk mengikuti kompetisi tahunan yang di adakan setiap setahun sekali oleh tuan ketua kota , apakah kau juga bermaksud mengikuti kompetisi itu juga ?" tanya laki laki paro baya yang bernama Su Keng Shan itu kepada A Yong sambil kuda mereka berjalan ber iringan .


"Ah tidak tuan Keng Shan , siapa lah saya ini tuan, hingga berniat mengikuti kompetisi segala !" jawab A Yong merendah , "saya cuma berniat melihat lihat saja tuan !"...


"Ooh baguslah kalau begitu , berarti kau tahu diri nama nya anak muda , saya salah satu tetua perguruan silat Tung Sien dari Liu Shan , dan mereka semua anak murid perguruan Tung Sien !" kata Su Keng Shan dengan nada agak angkuh .


Perguruan silat Tung Sien (Bintang Timur) yang bermarkas di Liu Shan (Hutan Cemara) itu memang salah satu dari beberapa perguruan terbesar di daerah itu .


A Yong sempat kagum melihat tingkat kultivasi orang orang di dunia ini , bila di dunia bawah biasa tingkat kultivasi tertinggi hanya Alam Brahmana saja , di sini para anak muda nya saja rata rata berada di ranah Dewa Bumi , dan para tetua perguruan nya berada di ranah Dewa Langit akhir .


Sementara itu , A Yong meskipun berada di ranah Dewa Sorga menengah , tetapi karena semenjak awal sudah di tutupi oleh eyang nya (kakek Qin) sehingga tidak ada seorangpun yang dapat melihat tingkatan kultivasi nya , yang terlihat hanya berada pada ranah Alam Taruna menengah , yang mana pada tingkatan ini , di dunia bawah biasa sudah dianggap tingkat tertinggi , tetapi untuk Dunia Betara ini , tingkatan itu sama hal nya dengan tingkatan siswa yang baru masuk perguruan saja .


Perjalanan menuju ke kota Luxiang masih memakan waktu dua hari lagi , sehingga mereka harus beristirahat dahulu satu malam di jalan .


Karena sudah terbiasa dengan kegiatan seperti itu , maka sebentar saja A Yong sudah selesai membuat pondok darurat untuk berteduh malam ini .


Meskipun mendapat tetapan sinis dan cemoohan dari beberapa murid murid perguruan Tung Sien , namun A Yong tetap acuh saja .


Diantara yang sinis serta tidak senang dengan A Yong , adalah seorang pemuda berusia sekitar sembilan belas tahun , berbadan tinggi tegap serta berwajah cukup tampan bernama Chu Kai Ong , yang merupakan seorang Kong Cu atau tuan muda .


Chu Kong Cu (tuan muda Chu) ini adalah putra Chu Gong On Wangwe (Hartawan Chu Gong On) yang merupakan orang paling kaya di kota Luxiang .


Sangking kaya raya nya Chu Wangwe (Hartawan Chu) ini , sehingga sang tuan ketua kota , seolah hanya kacung nya saja .


Memang diantara dua belas orang murid perguruan Tung Sien ini , Chu Kong Cu dan seorang murid perempuan bernama Ju Jian Eng , adalah murid murid utama dengan tingkat kultivasi tertinggi dari semua nya , yaitu sudah berada di ranah Dewa Bumi akhir , sedangkan yang lain nya baru di Dewa Bumi menengah saja .


Ju Jian Eng yang berwajah paling cantik ini ber usia delapan belas tahun , dan dia juga anak orang terkaya di kota Luxiang , meskipun tidak sekaya Chu Kong Cu sendiri .


Diantara kedua orang muda mudi ini , tidak ada kecocokan Dian Tara mereka , dalam pengertian , bila berkumpul , selalu terjadi perang mulut , saling ingin di utama kan .


Dari kedua orang muda mudi ini cuma satu kesamaan mereka , yaitu sama sama sombong .

__ADS_1


Melihat A Yong membuat pondok darurat agak jauh dari mereka , para pemuda ini langsung menertawai nya sambil berucap dengan kata kata sindiran yang pedas .


A Yong yang mendengar dan mengerti sindiran para murid murid perguruan Tung Sien itu , tetapi A Yong tidak ingin terlalu menanggapi nya .


Malam ini kebetulan bulan tidak muncul di cakrawala , sehingga malam menjadi semakin kelam saja .


Di dalam tenda nya , terdengar Chu Kong Cu sedang berbisik bisik dengan ketiga orang teman nya , yang sekaligus merangkap sebagai anak buah nya itu .


Terdengar mereka tertawa tawa di sela bisik bisik mereka itu .


A Yong menambatkan kuda nya agak jauh dari kuda kuda yang lain , dibawah sebatang pohon besar yang ber daun rimbun .


Setelah beberapa waktu berlalu , suara tawa para pemuda itu sudah tidak lagi terdengar .


Pagi menjelang juga pada akhirnya , mengantarkan sang Surya menghangatkan Bumi .


Saat itu A Yong masih tertidur pulas , ketika terjadi ke hebohkan di tenda murid murid perguruan Tung Sien .


Para murid yang tadi malam tertawa tawa itu baru menyadari jika Chu Kong Cu tidak berada di dalam tenda sejak keluar tadi malam .


Mereka segera melaporkan kejadian itu kepada tetua perguruan .


"Bagai mana cerita nya hingga Chu Kong Cu hilang dari tenda , kalian sampai tidak tahu ?" tanya Ma Ban Jiu , salah satu dari para tetua yang menyertai para murid perguruan itu .


"Maaf guru , tadi malam Chu Kong Cu pamit mau keluar sebentar kepada kami , karena sudah terlalu mengantuk , kami tidur duluan , dan pagi hari nya , ketika terjaga dari tidur kami , barulah kami menyadari , jika Chu Kong Cu tidak berada di dalam tenda sejak tadi malam !" kata salah seorang murid yang bernama Zhao Zhi Yan , teman akrab sekaligus anak buah dari Chu Kong Cu .


Namun belum habis keheranan mereka semua , terdengar suara ribut ribut di luar tenda para tetua itu .


"Tetua Ma !, coba kau lihat di tempat kuda kuda kita itu , ada apa ?" kata tetua kata tetua Gu Lien Hua , sebagai pembimbing para gadis itu .


Empat orang tetua laki laki segera berjalan keluar tenda , kearah kuda kuda mereka di tambatkan .


Ke empat orang tetua itu melongo melihat kejadian yang baru sekarang mereka lihat itu .


Di tengah kuda kuda yang masih asik berbaring , karena udara pagi yang masih dingin , terlihat tubuh Chu Kong Cu meringkuk tidur sambil memeluk salah satu kuda itu .


Mungkin karena tubuh dan bulu kuda itu begitu hangat dan empuk , sehingga pemuda itu tidur begitu nyenyak nya .


Empat orang murid perempuan tertawa geli melihat kejadian yang sangat ajaib itu .


"Hi hi hi hi, tidak di sangka Chu Kong Cu yang sangat terkenal itu memiliki selera yang tak lazim sekali !" kata Ju Jian Eng , yang di ikuti tawa yang lain nya .


Tetua Ma Ban Jiu segera bertindak membangunkan Chu Kong Cu yang sedang tidur sangat pulas sekali itu .

__ADS_1


Setelah mengguncang guncang tubuh Chu Kong Cu , akhirnya Chu Kong Cu pun membuka mata nya .


...****************...


__ADS_2