Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Sukses Besar di Pelelangan.


__ADS_3

Ruangan lelang negara itu menjadi hening seketika setelah rombongan dari perguruan Mawar emas menawar pil emas itu dengan harga dua puluh satu ribu lima ratus itu.


"Ada kah penawar lain nya yang berani lebih tinggi lagi dari dua puluh satu ribu lima ratus keping emas?" tanya wanita pembawa acara itu.


"Satu kali dua puluh satu ribu lima ratus!" teriak pemuda pembawa acara.


Sunyi.


"Dua kali dua puluh satu ribu lima ratus !" kali ini wanita pembawa acara yang bicara.


Masih sunyi.


"Tiga kali dua puluh satu ribu lima ratus!, kini pil emas jatuh ketangan penawar dari perguruan Mawar emas, silahkan untuk menghubungi panitia di ruangan kepanitiaan!" terdengar suara pemuda pembawa acara itu bergema di ruangan itu.


Pembawa baki itupun kembali ke balik panggung dan di gantikan oleh seorang gadis lagi yang juga membawa baki,tetapi kali ini agak lebih panjang dari tadi.


"Nah, kali ini kita kedatangan sebuah titipan dari seseorang untuk di lelang, tentu kita semua sudah tahu,setidak tidak nya pernah mendengar tentang nama Sepasang Tua Laknat,yaitu sepasang dedengkot pembunuh bayaran yang tidak ada dua nya di kolong langit, entah karena apa,hingga sepasang pedang nya ada di sini,inilah sepasang pedang tengkorak yang sangat legendaris itu, benda ini mungkin sudah memenggal ribuan kepala manusia,sekarang kami tawarkan sepasang pedang tengkorak ini dengan harga penawaran dua ratus ribu keping emas,bagi yang berminat silahkan untuk menawar dengan kenaikan setiap penawaran adalah seribu keping emas, satu, dua, tiga, silahkan!" kata pemuda pembawa acara itu.


"Dua ratus satu ribu!" matriak perguruan Mawar emas langsung memberikan penawaran.


"Dua ratus dua ribu!" sahut patriak perguruan Belibis putih.


"Dua ratus sepuluh ribu!" kini patriak dari sekte kelelawar yang sedari tadi diam,melakukan penawaran pula.


"Dua ratus sebelas ribu!" kini patriak perguruan Belibis putih yang menawar.


"Dua ratus dua puluh ribu!" kini patriak sekte kelelawar menaikan penawaran.


"Woow,sangat seru sekali,sekte kelelawar menawar dengan dua ratus dua puluh ribu,bagai mana Belibis putih, masih berani menawar lagi?" tanya pemuda pembawa acara itu.


"Dua ratus dua puluh satu ribu!" tawar Patriak perguruan Belibis putih lagi.


"Dua ratus dua puluh satu ribu penawaran dari perguruan Belibis putih, bagai mana sekte kelelawar?" tanya wanita cantik pembawa acara itu.


"Dua ratus lima puluh ribu!" kini penawaran dari sekte kelelawar naik jauh, membuat ruangan menjadi hening seketika.


"Bagai mana perguruan Belibis putih?, masih mau menawar?" tanya pemuda pembawa acara itu.


"Atau ada dari yang lain lagi, yang berani menawar sepasang pedang legendaris ini?" tanya wanita pembawa acara itu.


Sunyi sepi, tidak ada lagi yang berani menawar lagi.


"Satu kali dua ratus lima puluh ribu!" ...


Sunyi.


"Dua kali dua ratus lima puluh ribu!"...


Tetap sunyi.


"Tiga kali dua ratus lima puluh ribu!" maka dengan ini ,sepasang pedang tengkorak yang legendaris itu, kini jatuh ketangan sekte kelelawar, silahkan menghubungi panitia lelang!" kata pemuda pembawa acara itu.


gadis pembawa baki kembali ke balik panggung dan di gantikan dengan gadis cantik yang lain nya lagi.


Kali ini baki yang di bawa cuma kecil saja,sekitaran satu jengkal persegi.


"Nah, sampailah kita pada acara inti yang kita tunggu tunggu, pil Dewa siapa yang tahu?" tanya pemuda pembawa acara.

__ADS_1


Hampir semua peserta menyahut tahu.


"Nah inilah pil Dewa yang akan kami lelang, di dalam dua botol kecil di dalam baki ini ada masing masing empat butir pil Dewa, yang nantinya akan kami lelang dua sesi, setiap. sesi, akan melelang sebotol pil Dewa ber isi empat butir, tetapi ini bukan sembarangan pil Dewa, inilah pil Dewa dengan kualitas bintang sembilan yang sangat legendaris itu,kami sudah menguji ke aslian nya,untuk meyakinkan kalian, baiklah kami undang Biksu Cao Mong Tze dari sekte Budha Emas, silahkan naik dan memeriksa ke aslian pil ini"kata pemuda pembawa acara itu lagi.


Seorang Biksu tua melayang naik ke panggung dengan ringan nya.


Biksu tua yang terkenal sangat jujur itu mengambil botol kecil dari dalam baki,lalu meneliti bentuk nya, setelah itu dibuka nya tutup botol itu dan di hirup nya udara di atas mulut botol kecil itu.


"Benda ini benar benar pil Dewa bintang sembilan yang asli,saya jamin!" kata Biksu Cao Mong Tze sambil menyerahkan kembali kepada pembawa baki.


"Baiklah pil Dewa bintang sembilan ini akan kami tawarkan dengan harga satu juta keping emas untuk satu botol pertama,tiap penawaran minimal seribu koin emas,satu, dua, tiga, silahkan!" teriak pembawa acara.


"Satu juta sepuluh ribu!" teriak patriak perguruan Rajawali emas.


"Sejuta lima puluh ribu!" terdengar penawaran dari sekte Budha Emas.


"Satu juta seratus ribu!" kini giliran perguruan singa putih yang menawar.


"Satu juta seratus lima puluh ribu!" terdengar penawaran dari sekte Tao Suci.


"Satu juta seratus tujuh puluh lima ribu!" perguruan Rajawali emas kembali menaikan penawaran nya.


"Satu juta dua ratus!" sekte kelelawar tidak ingin kalah dalam mengambil kesempatan sangar langka itu.


Sangkin seru dan banyak nya para peminat yang menawar, sehingga pembawa acara tidak berkesempatan untuk bicara lagi.


"Satu juta dua ratus sepuluh ribu!" sekte Budha Emas kembali terdengar memberikan penawaran lagi.


"Satu juta dua ratus tiga puluh!" perguruan Singa Emas juga memberikan penawaran nya.


"Satu juta dua ratus lima puluh ribu!" kali ini perguruan Rajawali Emas yang menawar.


Kini ruangan lelang menjadi sunyi senyap.


"Sekte Budha Emas memberikan penawaran satu juta tiga ratus ribu, adakah yang berani lebih dari ini?" tanya pemuda pembawa acara itu.


Ruangan lelang itu menjadi sunyi senyap,tidak terdengar suara penawaran lagi.


"Satu kali satu juta tiga ratus ribu!" wanita pembawa acara berteriak nyaring.


Masih sunyi sepi.


"Dua kali satu juta tiga ratus ribu!" pemuda pembawa acara kini yang berteriak.


"Tiga kali satu juta tiga ratus ribu!, kini pil Dewa bintang sembilan jatuh ketangan sekte Budha Emas, kepada para Biksu sekte Budha Emas,silahkan menghubungi petugas!" kata wanita pembawa acara itu.


seorang gadis datang membawa baki kosong menjemput botol kecil di dalam baki, lalu membawa nya ke balik panggung lelang.


"Baiklah,karena pada sesi pertama harga terakhir kita di satu juta tiga ratus ribu, maka pada sesi kedua ini kita mundur satu penawar,yaitu dari perguruan Rajawali Emas dengan nilai satu juta dua ratus lima puluh ribu, bila tidak ada lagi penawar yang lain,ma kita anggap perguruan Rajawali Emas yang menang penawaran kali ini, empat butir pil Dewa bintang sembilan ditawarkan satu juta dua ratus lima puluh ribu,adakah yang berani menawar lebih, satu, dia, tiga, silahkan!" wanita pembawa acara mempersilahkan.


"Satu juta dua ratus enam puluh ribu" terdengar tawaran dari sekte kelelawar.


"Satu juta dua ratus enam puluh satu ribu!" terdengar penawaran dari perguruan Rajawali Emas yang disambut tepuk tangan para peserta lelang.


"Satu juta limaratus ribu!" tiba tiba riuh rendah suara para peserta di kejutkan oleh teriakan seorang pemuda tampan dari keluarga Saudagar Tan bernama Qiok Ba Lo.


"Waaoo tuan muda dari keluarga saudagar Tan orang terkaya dari kota Yuzi memberikan tawaran satu setengah juta keping, fantastis, fantastis,masih adakah yang berani lebih dari itu?" tanya pemuda pembawa acara itu.

__ADS_1


para patriak dari berbagai perguruan dan sekte cuma diam seribu bahasa,tidak berani menawar lagi.


"Satu juta enam ratus ribu!" tiba tiba dari keluarga Bangsawan Bian, tuan muda Co Cheng memberikan penawaran juga.


"Satu juta enam ratus penawaran dari keluarga Bangsawan Bian dari kota Guan,waaoo luar biasa,masih adakah yang berani menawar?" kembali wanita cantik pembawa acara itu bertanya kepada para peserta.


"Satu juta tujuh ratus ribu !" teriak tuan muda Qiao Ba Lo.


"Satu juta delapan ratus ribu!" teriak tuan muda Co Cheng.


"Dua juta!" teriak tuan muda Qiao Ba Lo.


"Silahkan tuan muda Qiao Ba Lo, saya menyerah kalah kata tuan muda Co Cheng kepada tuan muda Qiao Ba Lo.


"Bukan main!, bukan main!, dengan besar hati,tuan muda Co Cheng memberikan kesempatan kepada tuan muda Qiao Ba Lo untuk memiliki pil Dewa bintang sembilan ini, masih ada para penawar yang lain nya kah?" tanya pemuda pembawa acara itu lagi.


Kini seisi ruangan itu sunyi sepi.


"Satu kali dua juta!" teriak wanita pembawa acara itu.


Sunyi se isi ruangan.


"Dua kali dua juta!" teriak pemuda pembawa acara.


Ruangan semakin hening.


"Tiga kali dua juta, dengan ini, empat butir pil Dewa bintang sembilan, jatuh ketangan tuan muda Qiao Ba Lo, silahkan menghubungi petugas kami!" kata wanita cantik pembawa acara itu.


"Nah !, dengan ini, berakhir pula acara lelang kita pada malam ini,sampai berjumpa lagi dua tahun mendatang, terimakasih dan selamat malam!" kata kedua pembawa acara itu.


Shin Liong dan Dewi Teratai putih yang masih mengikuti acara itu sedari tadi di ruangan atas, merasa lega dengan selesainya acara itu dengan aman.


"Sayang,pil Dewa bintang sembilan buatan kita laku keras, kau puas sekarang sayang ?" tanya Dewi Teratai putih sambil mendekap kepala Shin Liong di dada nya.


"Tok!, tok!, tok!, tok!" pintu di ketuk dari luar.


Dewi Teratai putih berdiri membuka kan pintu,seorang gadis berdiri di depan pintu.


"Maapkan saya


ya nona muda, nona Sue Nio menunggu kalian di ruangan nya!" kata gadis itu sambil berlalu.


"Ayo sayang, kita jemput keping emas kita!" kata Dewi Teratai putih sambil membimbing tangan Shin Liong berjalan kearah ruangan nona Sue Nio.


"Ini keping milik kalian, anak buah ku sudah menghitung nya semua nya pas dan sudah di kurangi dengan bagian pelelangan,senang berbisnis dengan mu nona, kalau masih ada di lain waktu,kau boleh menghubungi kami lagi" kata Sue Nio sambil menyerahkan sebuah cincin ruang.


Dewi Teratai putih melihat kedalam cincin ruang itu,disitu sudah penuh dengan keping emas yang sangat banyak.


Untuk menghitung keping emas yang sangat banyak itu,bukan dengan di hitung satu persatu, tetapi menggunakan timbangan khusus, batu timbangan yang paling kecil ukuran seratus keping,lalu yang paling besar ukuran satu juta keping.


Karena berat tiap keping emas itu harus sama,maka ketika di hitung dengan timbangan akan menghasilkan hitungan yang sama pula.


Timbangan penghitung keping emas ini dikeluarkan secara resmi oleh negara,dan setiap enam purnama,akan diadakan pengecek kan, barang siapa kedapatan curang,maka hukuman nya sangat berat.


Dewi Teratai putih menggandeng erat tangan Shin Liong ketika mereka keluar dari rumah pelelangan negara itu.


Ketika mereka melangkah keluar, ratusan pasang mata menatap kearah mereka dengan tatapan takjub serta pikiran masing masing.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2