
Pagi baru saja beranjak membuka hari , saat dua buah kereta kuda yang masing masing ditarik dua ekor kuda , melaju melewati gerbang barat kota Yufing , menuju ke kota Fansau .
Di kereta terdepan , terlihat Shin Liong duduk sebagai kusir kereta kuda itu .
Di samping kiri nya terlihat Dewi Xuan Yi yang asik menikmati pemandangan kanan dan kiri jalan .
Sedangkan di ruangan belakang kereta yang tertutup tirai , terlihat Dewi Chang 'e , dan Dewi Ying Fa .
Sementara di kereta kedua , di depan sebagai kusir kereta , ada A Yong , dan di ruang dalam kereta , ada Dewi Teratai putih , Arwanwen dan Li Lian .
Mereka asik berbincang sambil menikmati udara pagi yang sejuk .
Shin Liong sengaja membeli dua buah kereta kuda , untuk memudahkan perjalanan mereka .
Pada akhir akhir ini , perjalanan darat dari kota Yuking ke kota Fansau tidak begitu ramai seperti biasa nya lagi , hal itu terjadi setelah beberapa kali , para pedagang dan pelintas di rampok oleh para penjahat di sekitaran hutan antara kota Yufing dan kota Fansau .
Dua hari perjalanan tidak terasa berlalu , dan pada hari ketiga , ketika hari menjelang siang , Shin Liong terpaksa menghentikan kereta nya , karena di depan mereka ada sekitar enam puluh orang laki laki bertampang sangar , menghadang sebuah kereta yang di kawal oleh enam orang pengawal bayaran .
Kereta ini datang dari arah kota Fansau menuju ke kota Yufing .
Enam puluh orang perampok itu di pimpin oleh seorang laki laki bertubuh tinggi besar , bercambang panjang menjuntai .
Ketika melihat kereta Shin Liong dan putra nya yang datang dari arah kota Yufing , sebagian perampok itu segera mengepung kereta itu juga .
Apa lagi setelah kepala perampok itu melihat Dewi Xuan Yi yang duduk di sebelah Shin Liong , hasrat kelaki lakian nya seakan berontak seketika .
"Kalian semua !, bunuh semua pengawal bayaran itu , dan ambil semua harta nya , jangan tersisa satu pun juga , sementara aku menyelesaikan pemuda ini !" kata kepala perampok itu , sambil menatap kearah Dewi Xuan Yi tanpa berkedip .
"Menyingkirlah dari hadapan kami , dan jangan mengganggu orang orang yang lewat di jalan ini !" kata Shin Liong .
"Kau tidak dalam kapasitas memerintah ku nak , tetapi aku lah tuan di tempat ini , sekarang turun lah dari kereta mu , dan berjalan merangkak di depan ku , agar aku mudah menebas leher mu , dengan begitu , kau tidak merasa tersiksa , atau kau ingin kaki dan tangan mu , ku potong sedikit demi sedikit , hingga kau mati ?" tanya kepala perampok itu .
"Setebal apakah kulit mu , sehingga berani berlagak di depan suami ku ?, apakah kau merasa sudah sangat sakti , sehingga berani berlagak di depan Siang Kiam Liong Sian ?" tanya Dewi Xuan Yi marah mendengar penghinaan kepala perampok itu kepada suami nya .
"Siang Kiam Liong Sian ?, ho ho ho ho, kau terlalu tinggi mengkhayal sayang , nantilah kita berlayar ke atas awan setelah suami mu yang lemah itu ku bunuh !" kata kepala perampok itu sambil tertawa sombong .
"Buk !" ...
Tiba tiba , dada kepala perampok itu dihantam oleh ujung selendang sakti berwarna hijau daun itu .
Kepala perampok itu terlempar kebelakang , sejauh beberapa depa .
"Ayah !, ibu !, biar A Yong yang membereskan penjahat ini !" kata A Yong sambil melompat kehadapan kepala perampok itu .
"Tidak usah A Yong , biar ibu muda mu yang menghadapi nya , kau bantu kereta yang mereka rampok di depan sana saja , selesaikan semua perampok itu !" kata Shin Liong .
Mendengar suara sang ayah , A Yong segera melompat kearah depan , membantu para pengawal bayaran yang tinggal beberapa orang saja lagi .
__ADS_1
Dengan gerakan nya yang super cepat itu , A Yong dengan mudah memukul perampok itu satu persatu , hingga tewas dengan kepala yang pecah atau dada yang hancur .
Sementara itu , Dewi Xuan Yi dengan pusaka selendang sakti nya , bergerak kesana kemari , seperti burung walet menyambar mangsa nya .
"Des !" ...
"Prak !" ...
Sebuah hantaman ujung selendang sakti Dewi Xuan Yi berhasil menghantam betis kepala perampok itu , hingga patah .
"Kau tadi berbicara ingin memotong kaki suami ku sedikit demi sedikit hingga sampai mati , sekarang bagai mana jika anggota tubuh mu yang kupatahkan sedikit demi sedikit ?" tanya Dewi Xuan Yi dengan rasa muak dan jijik nya pada laki laki kepala perampok itu .
Kini Mulut laki laki kepala perampok itu seperti terkunci , tidak ada suara apapun lagi .
Saat dia melihat sebuah kesempatan bagus , dengan kaki kiri nya yang masih utuh , kepala perampok itu melesat meninggalkan tempat itu , masuk kedalam hutan .
Tetapi sangat malang , rupanya niat nya itu sudah tercium oleh Dewi Xuan Yi , sehingga saat dia melompat kedalam hutan tadi , ujung selendang hijau itu seperti memiliki nyawa , membelit betis kiri kepala perampok itu .
"Grubyak !" ...
Tubuh kepala perampok itu terbanting diatas tanah kering , di tengah jalan itu kembali .
"Des !" ...
"Prak !" ...
Sementara itu , pertempuran antara perampok dengan para pengawal bayaran yang di bantu oleh A Yong itu , sudah hampir selesai , dengan para anggota perampok itu hampir tewas semua nya , sedangkan sisa nya yang tinggal beberapa orang itu , segera kabur masuk kedalam hutan .
Sedangkan kepala perampok itu tergolek diatas tanah dengan kedua kaki nya patah .
Tiba tiba mata Shin Liong yang tajam itu melihat sesuatu yang menarik perhatian nya .
Dengan satu gerakan yang sangat cepat , di renggut nya baju kepala perampok itu hingga robek semua nya .
Terlihat di dada kepala perampok itu , tato gambar setangkai bunga teratai berwarna hitam .
Shin Liong kembali menyingkap baju para anggota perampok yang tewas itu , dan semua nya memiliki tato yang sama .
"Katakan apa hubungan kalian dengan Hek Lian Kauw ?" tanya Shin Liong .
"Aku tidak mengerti apa yang kau tanyakan itu , dan aku tidak akan menjawab nya , kalian tidak akan mendapatkan keterangan apapun juga dari mulut ku !" kata kepala perampok itu sambil tersenyum mengejek .
Lalu laki laki kepala perampok itupun tiba tiba tubuh nya menjadi kejang beberapa saat , dari mulut , hidung , kuping , dan mata nya mengalir cairan merah ke hitam hitaman yang ber bau busuk .
Setelah beberapa saat , tubuh laki laki itupun berjatuhan satu demi satu , karena daging dan kulit nya meleleh seperti lilin terkena panas api .
Shin Liong baru mengerti , rupanya ini lah yang terjadi dengan orang orang yang dia kurung di dalam tirai gaib punggung kura kura di tepi hutan Liu beberapa malam yang lewat , karena setelah pagi hari , dia tidak mendapatkan seorang pun yang tersisa , selain onggokan tulang belulang saja .
__ADS_1
Ada apa di balik semua ini ?, ada kekuatan apa di belakang mereka ?, sehingga orang orang ini begitu setia nya , rela berkorban nyawa demi rahasia perkumpulan mereka ini .
Apakah ini ada kaitan nya dengan mimpi nya beberapa waktu yang lalu dan keterangan ibu nya tentang kebangkitan Mo Sian itu ? .
Mo Sian atau Mo Sian Thai Ong(Raja besar Dewa Iblis) ini adalah salah satu dari mahluk illahi , mahluk yang pertama di ciptakan Thian yang maha kuasa sebagai cikal bakal dari mahluk Iblis , maka nya , Mo Sian ini tidak bisa mati , meskipun tubuh nya di rajam sampai hancur .
Namun dahulu kala , ada seorang Dewata yang bergelar Sian Hong Siang ( Kaisar Dewa) yang bernama sebenar nya adalah Kao Tha Ma , yang memiliki sebuah Sian Cu ( Mustika Dewa) yang bernama Pho Tha Cu ( Mustika Buah Keramat) atau sering juga disebut Mustika Pho Tha itu , berhasil mengurung sang Mo Sian Thai Ong di dalam sebuah Ciok Imkang (batu akhirat) .
Ketika mendekati masa akhir kehidupan nya , Kao Tha Ma menyimpan semua energi dan kekuatan nya serta seluruh ilmu pengetahuan nya di dalam Pho Tha Cu dan di kuburkan bersama jasad nya , di tempat yang tidak pernah bisa di datangi siapapun juga , yaitu Dunia Ceng Giok , dimana untuk mencapai dunia ini , harus dengan melewati dimensi lubang hitam yang sempit yang serta berliku liku .
Siapapun yang tersentuh dinding lubang hitam itu , tubuh dan jiwa nya akan hancur terbakar serta tidak akan bisa ber reinkarnasi kembali .
Satu satu nya yang bisa menetralkan dinding dimensi lubang hitam itu hanyalah Pek Liu Sian Li (cahaya bidadari ) yang hanya di miliki oleh seorang Ratu bidadari .
Bahkan konon dahulu kala , Kao Tha Ma ketika tahu saat kematian nya , memohon kepada Xuyi Sian Li agar mau mengantarkan nya ke Dunia Ceng Giok itu .
Dan berkat jasa Xuyi Sian Li lah Kao Tha Ma dapat tiba di Dunia Ceng Giok itu dengan selamat , dan meninggal disana , serta di makam kan di sana seperti yang dia wasiat kan .
Karena cuma dengan cara itulah , Pho Tha Cu tidak bisa di miliki oleh para iblis yang sangat menginginkan nya .
Apa bila Pho Tha Cu jatuh ketangan para iblis , maka Dunia paralel ini akan musnah tak bersisa lagi .
Setelah para perampok itu tewas semua nya , dan sebagian kecil , melarikan diri ke hutan , mereka segera melanjutkan perjalanan kembali , begitu juga kereta yang berangkat menuju ke arah kota Yufing , meskipun hanya membawa dua orang pengawal bayaran yang tersisa , mereka tetap meneruskan perjalanan mereka .
Beberapa hari kemudian , Shin Liong dan rombongan nya , tiba di kota Fansau .
Meskipun kota ini tidak terlalu besar , tetapi karena berada di persilangan dua jalan utama , yaitu Kota An Hiong di Utara , dan Kota Liu Song di selatan , sert Kota Yufing di timur dan Kota Raja Alexia di sebelah barat , membuat Kota ini sangat ramai dan padat dengan manusia serta para pelintas yang berlalu lalang .
Rumah makan dan penginapan juga tersedia banyak di kota ini .
Namun ada satu rumah penginapan yang merangkap rumah makan yang cukup menarik perhatian dari Shin Liong , yaitu rumah makan dan penginapan Hek Lian (Teratai Hitam) .
Untuk memuaskan rasa penasaran nya , malam itu Shin Liong mengajak semua rombongan nya untuk menginap di tempat itu .
Saat mereka makan , masih belum tampak satu keanehan pun , mungkin karena saat itu ada banyak orang yang juga makan di tempat itu .
Shin Liong menyewa empat buah kamar , satu kamar untuk nya dan ketiga istri nya , satu kamar untuk mertua nya nya berdua , satu kamar lagi untuk A Yong dan satu kamar untuk Dewi Chang 'e .
Setelah mereka ber istirahat beberapa saat , datang lah petugas rumah penginapan itu yang membawakan mereka teh harum .
Shin Liong mencium , dari aroma harum nya teh itu , ada sedikit aroma racun tidur yang sangat kuat .
Karena aroma harum melati yang begitu kuat , aroma racun tidur itu hampir tidak tercium oleh hidung mereka .
Untunglah , daya penciuman Shin Liong sudah diatas rata rata penciuman manusia biasa itu , sehingga dia masih bisa merasakan aroma racun tidur itu di dalam teh nya .
...****************...
__ADS_1