Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Prahara di negeri Chu .


__ADS_3

Pagi merayap menuju siang , ketika dari gerbang Kota Raja Liok Ho , terlihat iring iringan pasukan yang sangat panjang sekali bergerak menuju ke arah kota Luxiang .


Pasukan besar sekitar dua ribu enam ratus orang Prajurit itu , merayap laksana naga raksasa yang sedang bergerak kearah Kota Luxiang .


Setelah berjalan lebih dari satu Minggu , akhirnya pasukan negeri Kai ini sampai juga di Kota Luxiang .


Atas dasar usul dari Cia Goanswe yang menguasai medan , pasukan mereka itu di bagi menjadi dua pasukan yang masuk dari dua pintu gerbang Kota Raja Luxiang , yaitu pasukan Sin Mo Ko Moan Te Kung Goanswe , dan sang Kaisar menyerang dari gerbang Utara langsung , sedangkan pasukan Cia Goanswe , menyerang dari gerbang barat , agak memutar sedikit .


Pagi pagi sekali , saat matahari baru saja muncul di ufuk timur , serangan dari dua arah itu segera di mulai .


Dengan berlindung pada tameng baja , pasukan negeri Kai berusaha mendekati gerbang kota yang di jaga ketat itu .


Tetapi baru saja mereka mendekat , hujan anak panah sudah menyambut kedatangan mereka .


Satu hari penuh peperangan jarak jauh itu berlangsung tanpa ada korban jatuh seorang pun dari ke dua belah pihak .


Pagi berikut nya , di gerbang barat , pasukan yang di pimpin oleh Cia Goanswe mencoba strategi baru , merobohkan gerbang kota dengan katapel besar berpeluru batu batu besar .


Empat buah katapel besar segera menghujani pintu gerbang kota dengan batu batu sebesar kambing bunting .


Para Prajurit Kota Raja Luxiang meskipun berusaha sekuat tenaga mempertahan kan gerbang kota itu agar tidak roboh , tetapi hujan batu batu sebesar kambing itu terus berjatuhan , dan sebagian sudah menelan korban para Prajurit yang tertimpa jatuhan batu besar itu , akhirnya lepas tengah hari , gerbang kota beserta sebagian tembok benteng kota , roboh juga .


Setelah pintu gerbang itu rubuh , seribu orang Prajurit di bawah pimpinan Cia Goanswe segera meringsek masuk kedalam Kota Raja Luxiang .


"Wahai semua Prajurit Kota Raja Luxiang , dengarlah , akulah Cia Goanswe , pimpinan kalian , barang siapa masih ingin bersama ku , silahkan masuk kedalam barisan ku ini , bagi yang tidak ingin bergabung dengan ku , dengan sangat terpaksa sekali , kalian kami habisi semua nya !" terdengar suara dari Cia Goanswe berteriak dengan lantang nya .


Melihat jendral mereka berada di pasukan musuh dan memimpin seribu Prajurit untuk menyerang mereka , kini para Prajurit Kota Raja Luxiang menjadi sangat terpukul sekali


Seorang perwira bernama Gak Bin Su maju selangkah , "Cia Goanswe !, kau panutan kami , tetapi tidak kami sangka kau justru menjadi pimpinan pasukan musuh yang mencoba menghancurkan Kota Raja Luxiang ini !" kata nya dengan kecewa .


"Dengarlah Gak Bin Su Ciangkun , aku mungkin mengkhianati sang kaisar , tetapi itu semua demi rakyat banyak , aku kecewa melihat tindakan sang Kaisar yang selalu bersenang senang dengan para selir nya , sementara rakyat di biarkan sengsara menderita diperas dan di hisap darah nya oleh Bu Thai Kam yang kau bela dengan mati Matian itu , aku bukan berada di barisan Kaisar , tetapi aku berada di paling depan barisan rakyat yang selama ini berteriak menangis karena penderitaan mereka , terserah kau pilih mana jalan mu , bersama ku membela rakyat , atau bersama sang kaisar dan si jaha*am Bu Thai Kam itu serta berhadapan dengan ku sebagai lawan , tentukan sekarang juga !" kata Cia Goanswe sambil mengeluarkan pedang nya .


Dengan tertunduk sedih , Gal Bin Su Ciangkun berkata , " maaf panglima , keyakinan kita berbeda , aku akan mengorbankan nyawa ku untuk sang Kaisar , tetapi aku tidak membebani para Prajurit ku semua nya , ku beri kebebasan bagi kalian untuk menentukan sikap kalian menurut hati nurani kalian , bersama Cia Goanswe atau bersama ku !" kata Gak Bin Su dengan suara bergetar menahan kesedihan hati nya , harus berhadapan sebagai lawan , dengan orang yang sudah dia anggap kakak nya sendiri itu .


Ternyata lebih dari separuh pasukan nya memilih bersama Cia Goanswe , karena memang sedari awal mereka berjuang bersama sang panglima itu .


"Maafkan saya Cia Goanswe , saya akan membela keyakinan saya , semoga di kehidupan berikut nya , kita bisa bersama kembali !" kata Gak Bin Su Ciangkun sambil mengeluarkan pedang nya pula .


Pertarungan bersenjata antara Cia Goanswe dengan Gak Bin Su Ciangkun segera berlangsung .

__ADS_1


Meskipun Gak Bin Su mengerahkan semua kemampuan nya , tetapi karena memang tingkat kultivasi mereka yang cukup jauh berbeda , sehingga lambat laun , Gak Bin Su terdesak dengan hebat .


Namun dengan tekad bulat , tidak ada sedikitpun keraguan di dalam hati Gak Bin Su untuk mundur dari pertarungan itu , baginya , lebih baik mati dalam pengabdian kepada sang Kaisar , dari pada hidup terhina sebagai pengkhianat .


Hingga pada satu kesempatan , ketika Gak Bin Su mengayunkan pedang nya ke arah pinggang Cia Goanswe , Cia Goanswe segera menghindar kesebelah kiri , lalu dengan kecepatan luar biasa , Cia Goanswe berputar ke belakang sambil menusukan pedang nya lewat sisi kiri tubuh nya , kearah belakang .


"Crok !"...


Pedang di tangan Cia Goanswe menembus dada Gak Bin Su .


Bibir Gak Bin Su tersenyum getir , menatap kearah jendral yang amat dia hormati itu .


"Te' terima kasih Cia Goanswe , saya mendapatkan kehormatan luar biasa , bisa mati di tangan tuan , mati sebagai ksatria membela keyakinan nya , maafkan saya tidak patuh kepada tuan Cia Goanswe , selamat tinggal tuan !" kata kata terakhir dari Gak Bin Su itu , berhasil membuat mata Cia Goanswe basah .


Mantan anak buah yang paling berbakat dan paling di sayangi nya itu , ternyata harus tewas ditangan nya sebagai lawan .


Melihat sang pemimpin mereka Gak Bin Su Ciangkun sudah tewas ditangan mantan jendral mereka sendiri , akhirnya sisa sisa dari Prajurit Gak Bin Su menyerah kepada pasukan Cia Goanswe .


Pasukan Cia Goanswe segera bergerak menuju ke arah gerbang Utara Kota Raja Luxiang , untuk membantu pasukan sang Kaisar yang berada di sana .


Mendapat serangan dari belakang , pasukan jendral Bu Tai Wong di gerbang Utara , menjadi kelabakan .


Karena kalang kabut menghadapi musuh dari dalam kota , akhirnya musuh yang dari depan gerbang kota tidak ter perhatikan lagi .


Dengan leluasa pasukan Sin Mo Ko Moan Te Kung mendobrak pintu gerbang Kota Raja Luxiang .


Setelah beberapa kali mendobrak , akhirnya pintu gerbang Kota Raja Luxiang roboh berantakan .


Seperti air bah , seribu enam ratus orang Prajurit segera menyerbu masuk kedalam Kota Raja Luxiang .


Dalam waktu yang sangat singkat sekali , pasukan Sin Hek kui menguasai keadaan dan membantai pasukan Kota Raja Luxiang satu persatu .


Bahkan jendral Bu Tai Wong harus tewas di tangan Sin Mo Ko Moan Te Kung setelah pertarungan sengit berlangsung .


Sementara itu , Sang Kaisar bersama Cia Goanswe dan pasukan nya , segera pergi ke istana Kaisar Chu .


Istana besar itu di kelilingi oleh benteng istana yang tinggi serta kokoh serta di jaga oleh seribu Prajurit .


Tetapi meskipun benteng dan pintu gerbang istana itu sekuat apapun juga , karena di hujani dengan batu batu sebesar kambing bunting , akhir nya , gerbang itupun roboh juga .

__ADS_1


Ketika pintu gerbang istana itu roboh , dua ribuan Prajurit negeri Kai segera menyerbu ke dalam istana itu .


Perang tidaklah berlangsung terlalu lama , karena pada hakikat nya , mental para Prajurit negeri Chu sudah hancur terlebih dahulu .


Halaman istana Chu kini menjadi genangan darah dan .mayat yang berserakan di mana mana .


Di halaman belakang istana Chu itu , Cia Goanswe menemukan Bu Thai Kam yang sedang berdiri menatap kearah nya dengan mata berapi api dengan kebencian dan dendam .


Di tangan kanan Bu Thai Kam , Ter genggam sebilah pedang berwarna biru , dengan gagang bermotif kelelawar .


"Kau sudah menghancurkan semua nya Cia pengkhianat negeri , langit dan Bumi akan mengutuk mu , mengutuk seorang pengkhianat berjiwa pengecut , seandainya aku berada di pihak mu , aku akan bunuh diri karena malu kepada Bumi dan langit !" kata Bu Thai Kam bergetar menahan hawa amarah nya .


"Dengarlah Bu Thai Kam , aku tidak malu mengkhianati kau dan Kaisar , karena aku mewakili dari masyarakat negeri ini yang telah kalian tindas demi ke senangan pribadi , kalian telah melanggar janji dengan Kong Sian Shin Yong , sewaktu membentuk negeri ini , kalian meminta bantuan Kong Sian Shin Yong agar bisa memperbaiki negeri yang kacau balau ini menjadi negeri yang aman tentram serta memikirkan rakyatnya , tetapi apa yang kau lakukan , kau buai sang Kaisar dengan candu , obat obat kuat serta wanita wanita cantik yang silih berganti , semua itu kau lakukan demi memuaskan ambisi mu untuk berkuasa , meskipun ber tameng kan sang Kaisar , kau lah pengkhianat yang sebenar nya Bu Thai Kam !" kata Cia Goanswe dengan berteriak nyaring sambil menunjuk kearah Kepala pelayan istana yang bernama Bu Tek Tong Thai Kam itu .


"Bangsat hina !, ku bunuh kau !" kata Bu Thai Kam sambil menyerang kearah Cia Goanswe , mempergunakan pedang biru nya .


Suara pedang berdentang nyaring terdengar dari belakang istana , karena pertarungan antara Cia Goanswe melawan Bu Thai Kam .


Sementara itu , di dalam istana , di depan sebuah kamar yang sangat besar , Sang Kaisar Kai Ong Than Hong Siang bersama enam ratus Prajurit khusus nya , sedang berdiri di depan pintu nya .


"Bruak !"...


Pintu itu jebol berantakan kena tendang oleh Kai Ong .


Di dalam kamar utama itu , nampak seorang laki laki tua bertubuh kurus , bermata cekung , dengan muka yang pucat memutih , sedang berbaring di kelilingi oleh sepuluh orang wanita cantik cantik .


"Sret !"...


"Sret !"...


Terdengar sepuluh kali suara pedang berkelebat , dan sepuluh wanita cantik itu pun tumbang kelantai dengan tubuh terpotong potong .


Mata laki laki tua itu menatap kearah Kai Ong dengan tatapan sayu , namun terlihat masih bergairah tinggi .


"Ka' Kai Ong putra ku , syukurlah kau kembali nak , ayah sangat menyesal telah mengusir mu , kini marilah kita hidup bersama seperti dahulu lagi nak !" rayu Kaisar Chu Gong Ouw pada Kai Ong Than Hong Siang.


"Ha ha ha ha, Chu Gong Ouw laki laki tua bodoh yang sudah tidak berdaya karena terlalu banyak energi mu yang kau habiskan untuk kesenangan sementara mu ini , apakah kau lupa jika kau yang mengatakan bahwa aku ini bukan putra mu , tetapi bayi yang kau pungut saja ?, dan apa kau lupa jika kau juga yang mengusir ku , dan ingatlah Chu Gong Ouw , bahwa aku sudah berjanji , satu hari nanti akan menemui mu dan membayar utang ku pada mu , inilah saat nya Chu Gong Ouw , saat nya telah tiba , aku akan menghapuskan semua keturunan mu , baik yang resmi , maupun yang tidak resmi , akulah Kai Ong Than Hong Siang sang penguasa Dunia ini , tidak boleh ada Raja maupun Kaisar selain diri ku !" kata Kai Ong dengan berapi api .


Dendam membara didalam hati nya yang selama ini di pendam nya , kini terbongkar semua nya .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2