
Sudah berbagai cara di pergunakan oleh Kiu Shin Mo Thu atau Kucing iblis sembilan nyawa dan Mo Kai atau Kodok Setan dalam melawan kedua penyusup yang mengaku bernama sepasang Naga itu.
Sebenar nya dia di beri gelar Kiu Shin Mo Thu, adalah karena gerakan nya yang sangat cepat,sehingga beberapa kali nyawa nya terancam, namun berkat gerakan nya yang sangat cepat, dia tetap bisa selamat, seolah olah dia mempunyai sembilan nyawa saja layak nya.
Sedangkan Kodok Setan, dinamakan seperti itu, karena dia memiliki jurus kodok yang sangat berbahaya.
"Kau ternyata cuma bisa berkelit dan menghindar saja, tanpa bisa membalas apa pun!" kata Kiu Shin Mo Thu mencoba memprovokasi hati sang penyusup misterius itu..
"Iya kah?, baiklah bila itu mau mu, ayo kita adu tenaga sekarang!" kata penyusup itu menanggapi perkataan Kiu Shin Mo Thu.
Kiu Shin Mo Thu mendengar itu, hatinya menjadi sangat senang, provokasi nya berhasil.
Kini dia mengerahkan seluruh energi nya, agar sang penyusup ini bisa di tumbang kan dalam satu jurus saja.
Mereka sama sama bersiap siap untuk melepaskan serangan mereka masing masing.
Tubuh Kiu Shin Mo Thu bergerak kearah penyusup itu dengan kecepatan luar biasa, sambil mengerahkan semua tenaga dalam nya.
Sedangkan sang penyusup yang mengaku bergelar sepasang naga itu, terlihat hanya berdiam diri saja, seolah tidak siap beradu tenaga.
Namun ketika pukulan dari Kiu Shin Mo Thu tinggal sejengkal dari tubuh nya, tiba tiba tekanan energi dari penyusup itu menjadi meningkat berkali kali lipat.
Sudah tidak ada kesempatan lagi untuk membatalkan serangan, akhirnya benturan pun tidak bisa di elakan lagi.
"Bum!!".
Suara dentuman sangat nyaring terdengar di tengah tengah halaman belakang rumah bunga malam itu.
Nampak tubuh penyusup itu bergetar hingga rambut nya yang panjang, terbang ke udara.
Sedangkan tubuh Kiu Shin Mo Thu terlempar sangat jauh, membentur tembok hingga jebol, dan akhir nya menghantam sebatang pohon yang sangat besar, hingga kepala nya tertancap di batang pohon itu.
Memang julukan kucing iblis sembilan nyawa bukan hal kosong belaka, karena meskipun kepala nya tertancap di dalam pohon, dia ternyata masih hidup, dan berusaha mencabut kepala nya dari batang pohon itu.
Namun rupanya sepasang naga betina ini tidak membiarkan Kiu Shin Mo Thu bisa bebas lagi, dengan satu gerakan yang tidak bisa di ikuti oleh mata, dia bergerak dengan pedang kecil berwarna biru nya.
"Sret!".
"sret!".
Dua kali kibasan pedang itu, membuat tubuh Kiu Shin Mo Thu roboh ketanah, sementara kepala nya masih melekat di pokok pohon itu.
Mo Kai yang melihat rekan nya tewas dengan kepala terpisah, menjadi sangat gusar sekali, kembali dia menyerang ke arah lawan nya dengan gerakan yang sangat cepat.
Kali ini dia mempergunakan jurus kodok melompat nya, untuk menyerang lawan.
Beberapa kali lompatan nya nyaris mengenai tubuh lawan nya,tetapi dengan gerakan yang super cepat, sang lawan masih berhasil untuk menghindar dari serangan nya itu.
Kali ini Mo Kai menyerang lawan nya dengan jurus lompatan kodok api.
Tubuh Mo Kai menyala seperti puntung api, lalu melompat kearah lawan nya.
Namun baru saja dia melompat, tiba tiba terdengar suara seruling mendesing desing membuat dada menjadi sakit mendengar nya.
Mo Kai mengetahui siapa pemilik seruling sakti Perenggut Sukma itu, segera melompat mundur beberapa tindak.
__ADS_1
"Hei, bukankah itu seruling sakti Perenggut Sukma?,mengapa berada di tangan mu, dan apa hubungan mu dengan Shin Bu Mo Thi?" tanya Mo Kai.
"Hubungan ku dengan nya sama seperti hubungan kita,seruling sakti Perenggut Sukma ini kuambil dari Shin Bu Mo Thi setelah aku meminta nya untuk pensiun dini " jawab penyusup itu.
"Kurang ajar jadah, aku benar benar mengadu nyawa dengan mu!" teriak Mo Kai sambil menyerang kearah penyusup itu dengan serangan pamungkas nya.
Namun sama seperti rekan nya tadi, setelah serangan Mo Kai tinggal sejengkal dari lawan nya, tiba tiba energi didalam tubuh lawan nya ini meningkat berkali kali lipat dari semula.
Mo Kai ingin menarik serangan nya, tetapi sudah tidak keburu lagi, akhirnya, benturan dua energi besar terjadi.
"Bum!!".
Tubuh penyusup itu bergetar dengan rambut nya yang terlibat karena angin ledakan itu.
Sementara tubuh Mo Kai meluncur sangat jauh, lalu menabrak tembok hingga jebol, lalu kembali tubuh nya membentur pohon besar hingga miring, namun sebelum tubuh nya jatuh ke tanah, terlihat bayangan berwarna biru kecil berkelebat.
"Sret!".
"Sret!".
Dua kali tebasan, putus lah kepala Mo Kai terguling di tanah, sementara tubuh nya terhuyung huyung, lalu roboh.
Iblis ke enam kini sudah tumbang, tinggal dua dedengkot dunia hitam lagi, yaitu Pak Siu Mo Tian atau iblis langit tangan seratus dan Ban Kiok Mo atau iblis kaki seribu yang tergabung dalam delapan iblis.
Melihat kedua iblis andalan mereka telah tumbang semua nya, Miu Che Nie segera berseru kepada para pengawal nya yang tersisa untuk segera mengeroyok kedua orang penyusup itu.
Namun sisa para pengawal itu bukanlah lawan sebanding bagi sepasang Naga itu,dalam waktu sangat singkat, seluruh sisa dari para pengawal itu sudah habis di bantai oleh sepasang naga yang bertubuh lebih kecil, sedangkan yang bertubuh lebih tinggi segera mendekat ke arah Miu Che Nie dan Gak Bu Ciang.
"Kau kira bisa semudah itu mengalahkan kami heh?,kalian keliru!" kata nyonya besar Miu Che Nie sambil menangkupkan kedua tangan nya di depan dada nya, yang di ikuti oleh Gak Bu Ciang.
"Blus!".
"Blus!".
Tubuh kedua orang itu tiba tiba di selimuti oleh asap hitam hingga tidak terlihat lagi.
Dan ketika asap hitam itu telah sirna, yang tinggal kini tubuh dua maklum iblis bertubuh tinggi besar, dengan masing masing ada dua tanduk di kanan dan kiri kepala nya.
"Rupanya kalian mahluk hibrida pengganggu manusia!" kata sepasang Naga yang bertubuh tinggi.
"Kalian akan menyesal karena telah mengganggu kami, akan ku remah remah tubuh kalian!" kata mahluk hibrida, percampuran antara iblis dan manusia pemuja nya itu.
Kedua mahluk itu segera bergerak menyerang ke arah sepasang Naga.
pertarungan satu lawan satu pun segera terjadi antara sepasang mahluk hibrida dengan sepasang Naga.
Sepasang Naga yang bertubuh lebih kecil telah selesai menghabisi sisa sisa para pengawal, selanjut nya dia membantu Tan nya menghadapi sepasang mahluk hibrida itu.
Karena menggunakan wujud iblis nya, kini kekuatan dari sepasang mahluk hibrida itu menjadi semakin kuat saja.
Gerakan sepasang mahluk hibrida itu kini menjadi bertambah cepat dan kuat saja.
Serangan serangan nya pun semakin ber bahaya bagi sepasang Naga itu.
Yang sangat berbahaya lagi adalah, ternyata tubuh kedua mahluk itu, kebal dengan pedang, bahkan bulu bulu nya yang tumbuh kasar itu, satu pun tidak ada yang terjatuh karena tebasan pedang kecil bercahaya biru milik salah satu dari sepasang Naga itu.
__ADS_1
Bahkan ketika salah satu dari sepasang naga itu mengeluarkan sebuah panah dari cahaya, dan di lepaskan ke tubuh kedua mahluk itu, ternyata juga tidak mampu melukai kulit nya.
Melihat upaya sepasang naga yang semua nya menemui kegagalan itu, sepasang mahluk hibrida itu menjadi semakin sombong saja.
Tawa mereka bergema sambil mengeluarkan ejekan dan hina an.
Akhirnya, salah satu dari sepasang naga yang bertubuh lebih kecil, mengeluarkan sebilah pedang terbuat dari kristal bercahaya putih terang.
Ketika mahluk jelmaan Miu Che Nie bermaksud menyerang kearah sepasang naga yang bertubuh lebih tinggi, sepasang naga yang bertubuh lebih pendek segera membabatkan pedang kristal nya.
"Wuss!".
Pedang kristal seperti membabat Angi n, tidak merasakan apapun, dan tahu tahu tubuh jelmaan Miu Che Nie itu sudah terputus di perut nya.
Tubuh mahluk jelmaan Miu Che Nie pun tumbang ketanah, dengan usus yang terburai bersama kotoran isi nya.
Tangan mahluk itu sempat menggapai beberapa saat dengan mata yang mendelik tidak percaya,tubuh mereka yang terkenal kebal berbagai senjata itu, ternyata lebih empuk dari batang pisang dihadapan pedang cahaya itu.
Melihat pasangan nya tewas, mahluk jelmaan Mo Kai menggerung nyaring, mengeluarkan suara seperti ratapan kesedihan dan ungkapan kemarahan nya.
Dengan gerakan yang sangat cepat sekali, dia menyerang lawan nya.
Tetapi ternyata gerakan nya masih kalah cepat dari gerakan lawan nya.
"Wuss!".
Kembali satu babatan menyilang dari pedang cahaya itu, memisahkan tubuh jelmaan Mo Kai itu,mulai dari pinggang kiri, hingga tembus ke bahu kanan nya.
Mata mahluk jelmaan dari iblis Mo Kai itu mendelik tidak percaya pada kenyataan, bahwa mereka yang terkenal kebal senjata itu, kini harus tewas karena babatan senjata pula.
Selesai menewaskan Miu Che Nie dan suami nya Gak Bu Ciang serta seluruh pengawal rumah bunga malam, sepasang Naga segera mengambil semua cincin ruang mereka semua yang berisi keping emas dan perak serta perhiasan mahal.
Seluruh harta rampasan itu, mereka bagi kepada para gadis yang di sekap di rumah bedak di halaman belakang sebanyak lima ribu keping emas untuk tiap orang.
Semua para gadis itu mereka suruh pulang ke tempat mereka masing masing.
Langit malam kota Yuking menjadi merah jingga, karena api membakar rumah bunga malam hingga habis ludes tak bersisa lagi.
Di saat para penduduk semakin banyak yang datang menyaksikan hancur nya rumah bordil bunga malam itu, dua bayangan melesat memasuki jendela sebuah rumah penginapan tidak jauh dari tempat kejadian.
Malam itu terjadi kegemparan di kota Yuking, karena rumah bordil bunga malam di bumi hanguskan olah dua orang yang mengaku bernama sepasang Naga itu.
Tidak ada yang tahu pasti, siapa yang telah membakar serta membantai pemilik dan pelindung rumah bunga malam itu.
Sedang kan di penginapan yang tidak terlalu jauh dari tempat kejadian, nampak Shin Liong dan Dewi Teratai putih sedang berbincang bincang berdua di dalam kamar.
"Dewi, lihatlah, bintik kuning bercahaya terang itu kini bertambah menjadi empat buah Dewi!" kata Shin Liong sambil memperlihatkan telapak tangan kanan nya kepada Dewi Teratai putih .
"Berarti kejadian tadi di rumah bunga malam merupakan perbuatan baik sayang!" kata Dewi Teratai putih, " cepatlah tidur, besok pagi pagi, kita harus pergi ke dermaga untuk mencari kapal yang akan bertolak ke kota Zio"...
Malam pun berlalu, seolah olah mereka tidak mengetahui kejadian di rumah hiburan bunga malam.
Pagi pagi sekali, setelah selesai sarapan, Dewi Teratai putih dan Shin Liong segera pergi ke arah dermaga, mencari kapal yang akan bertolak ke kota Zio.
...****************...
__ADS_1