Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Di Kota Luxiang.


__ADS_3

Menjelang senja hari , A Yong melangkah memasuki penginapan terbesar di kota Luxiang itu .


Seorang gadis cantik menyambut kedatangan nya , "selamat sore Kong Cu , maaf semua kamar sudah terisi penuh , silahkan cari penginapan lain nya saja !" ...


"Haah ?, sudah penuh ?, apakah tidak tersisa satu kamar pun ?" tanya A Yong heran karena tamu yang menginap di penginapan itu terlihat tidak terlalu banyak juga .


"Kalau kukatakan tidak ada , ya tidak ada , memang nya kau mau apa ?, ini penginapan kelas satu , jangan sok mampu , kau pasti dari desa sehingga tidak mengerti kelas dan kedudukan mu di dalam masyarakat ini !" kata gadis cantik itu membentak A Yong .


Dengan hati mendongkol mendapatkan pelayanan dari gadis itu yang tidak menyenangkan , akhirnya A Yong memutuskan mencari penginapan yang lain saja .


Sambil melangkah keluar , A Yong masih sempat mendengar gadis itu bersungut sungut menggerutu marah .


"Huh dasar orang gila tidak sadar diri , dikira nya disini tempat yang bisa dia jangkau , Cuih !" kata gadis itu meludah .


Di pintu keluar , dia berpapasan dengan seorang wanita paro baya berwajah pesolek yang cantik .


"Hai mau kemanakah kau anak muda ?" tanya wanita cantik itu kepada A Yong .


"Saya mau mencari penginapan lain nya yang masih kosong nyonya !" kata A Yong sambil berlalu .


"Eh tunggu , tunggu dulu , apa kata mu tadi , penginapan ini Sudak penuh ?" tanya wanita cantik itu .


"Iya nyonya , saya harus mencari penginapan lain sebelum kemalaman !" kata A Yong lagi .


"Siapa yang mengatakan penginapan ini sudah penuh ?" tanya wanita cantik itu dengan heran .


"Itu gadis itu nyonya !" kata A Yong sambil menunjuk kearah sang gadis tadi .


"Kau ikuti aku !" kata wanita cantik itu kepada A Yong sambil berjalan tergesa gesa menghampiri gadis tadi .


"Hei Kui Ming !, bukankah kamar kosong masih banyak , mengapa kau bilang sudah penuh semua , kau mau penginapan ku ini bangkrut kah ?" tanya wanita cantik itu marah marah .


Dengan bibir yang pucat pasi , gadis itu menangis di depan wanita pemilik rumah penginapan itu, "ampun nyonya , bukan maksud saya seperti itu , lihatlah keadaan nya nyonya , dengan keadaan seperti dia , apa mungkin menyewa rumah penginapan kelas satu seperti ini , jangan jangan dia cuma berbohong !" kata gadis itu sambil menangis sesegukan .


"Seharus nya kau katakan saja apa ada nya Kui Ming , jangan menilai seseorang dari penampilan nya , bisa bisa kau terkecoh nanti !" kata wanita pemilik penginapan itu .


"Kong Cu !, maafkan saya Kong Cu , kamar kosong masih banyak , setengah keping emas permalam nya untuk kamar kelas tiga , satu keping emas untuk kamar kelas dua , dan dua keping emas untuk kamar kelas satu !" kata gadis itu sambil masih menangis .


"Sudahlah nona , saya tidak apa apa , lain kali jangan ulangi lagi , sediakan saya kamar kelas satu untuk dua malam !" kata A Yong sambil meletakan empat keping emas di atas meja nya .


Mata gadis cantik itu melotot seketika melihat empat keping emas tergolek diatas meja nya .


Rasa Salah bercampur rasa malu membuncah di dalam hati nya .


Sedangkan wanita cantik pemilik rumah penginapan itu tersenyum bahagia melihat empat keping emas itu .


Dengan tertunduk malu , gadis cantik tadi segera membawa A Yong ke kamar yang dia sewa selama dua malam itu .

__ADS_1


Kamar itu cukup besar dengan sebuah tempat tidur yang besar serta WC dan kamar mandi di dalam .


Setelah selesai mandi , A Yong segera menuju rumah makan yang memang menyatu dengan penginapan itu .


Setelah selesai memesan makanan , A Yong duduk di pojok ruangan itu sambil menantikan pesanan nya tiba .


Karena hari memang sudah senja dan waktu nya orang orang untuk makan , jadi hampir semua meja sudah terisi penuh , tinggal satu meja di dekat A Yong yang masih kosong .


Baru saja pesanan A Yong tiba di meja nya , dari arah pintu , masuk empat orang gadis cantik .


A Yong segera memalingkan wajah nya ke arah lain dan pra pura asik menikmati makanan nya .


Ke empat gadis cantik itu duduk di meja dekat dengan meja A Yong .


Gadis ber badan paling kecil dan usia nya juga paling muda yang bernama Shao Li Li yang sedari tadi menatap kearah A Yong makan , akhirnya mengenali juga wajah anak muda itu .


Gadis mungil itu berdiri sambil melangkah mendekati meja A Yong .


"Hai !, bertemu lagi kita , boleh duduk di sini ?" tanya gadis bernama Shao Li Li itu kepada A Yong .


"Ehm , silahkan nona , silahkan saja !" kata A Yong sambil meneruskan makan nya .


"Kenalkan nama ku Li Li dengan She Shao , boleh tidak kita berteman , nama mu siapa ?" tanya gadis bernama Li Li itu berinisiatif mendahului .


"Ehm , terimakasih nona Li Li atas kesudian nona berteman dengan saya , saya seorang pengembara nona , nama saya Shin Yong , dan biasa di panggil A Yong !" jawab A Yong singkat .


Seorang laki laki tua berdiri mendengar perkataan dari A Yong itu .


"A' apakah kau yang bernama Kong Sian Shin Yong itu ?" tanya laki laki tua itu lagi .


A Yong tertegun sesaat , begitu cepat kah kabar tersiar kemana mana tentan diri nya .


"Tuan itu julukan yang di lebih lebih kan saja , mungkin yang di maksudkan bukan saya tuan , meskipun nama nya sama !" kata A Yong berusaha berkilah .


Laki laki itu kembali menatap ke sekujur tubuh A Yong , lalu , "seperti nya kau benar nak , cuma kebetulan nama nya saja yang sama , mana mungkin anak muda lemah seperti mu Kong Sian Shin Yong yang telah membunuh Kui Long San Tung dan Bu Tek Kui sang Jung Cu desa Kim San yang kedua nya terkenal sangat kuat itu !" kata laki laki tua itu sambil kembali duduk dan meneruskan menikmati makanan nya .


Sesekali mata nya menatap kearah A Yong beberapa saat , menarik nafas dalam-dalam , lalu meneruskan makan nya .


Gadis mungil namun berwajah sangat cantik itu menatap ke arah A Yong kembali .


"Kong Sian Shin Yong?, ah mereka mengada ada saja !" kata gadis mungil itu .


"Iya nona , menurut nona , masuk akal kah jika saya adalah Kong Sian Shin Yong itu ?" tanya A Yong memutar mutar nya pendapat Li Li .


Gadis mungil itu menatap kearah A Yong beberapa saat lama nya , lalu tersenyum , "entahlah A Yong , aku boleh memanggil seperti itu saja ya , soal nya usia kita sepantaran saja , mata ku mengatakan kau tidak mungkin Kong Sian Shin Yong itu , tetapi naluri ku mengatakan lain , air yang tidak beriak itu menandakan dasar nya dalam , Bintang dilangit terlihat kecil karena di lihat dari jauh , tetapi bila sudah kaki kita menginjak kesana , Bintang itu jauh lebih besar dari yang kita sangka selama ini !"...


A Yong tidak menyangka jika gadis mungil itu memiliki naluri yang cukup tajam .

__ADS_1


"Perumpamaan mu terlalu jauh nona Li Li , bukankah berpikiran terlalu tinggi tentang orang lain itu bisa menyesatkan hati !" kata A Yong sambil meneruskan makan nya .


"Kau benar A Yong , tetapi tahu kah kau , jika karena naluri ku inilah, aku sering selamat dari bahaya , aku merasa kau bukan bagian dari kami , tetapi manusia yang berasal dari atas sana , berhati hatilah di dunia yang sudah rusak ini A Yong , disini kebaikan tidak ada harga nya , yang berharga di sini adalah harta , tanpa harta , jabatan setinggi apapun tidak ada artinya A Yong !" kata Shao Li Li menjelaskan kepada A Yong .


Sebelum berpisah untuk masuk kamar masing masing , Shao Li Li masih sempat mengingatkan A Yong .


"Berhati hatilah dengan kebaikan seseorang A Yong , karena dunia ini sudah sejak lama sekali tidak lagi mengenal istilah ketulusan dan kebaikan , semua harus ada maksud dan hitung hitungan nya A Yong !" kata gadis mungil itu .


Ketika tiba di dalam kamar nya , A Yong masih mencerna tentang apa yang di katakan gadis cantik bernama Shao Li Li tadi .


Meskipun kediaman Chu Kai Ong dan kawan kawan nya berada di kota Luxiang ini , tetapi mereka lebih memilih untuk tinggal di penginapan saja selama acara berlangsung .


Orang orang dari berbagai kota dan berbagai perguruan pun mulai berdatangan ke kota Luxiang , untuk mengikuti turnamen tahunan itu , bahkan banyak yang datang cuma untuk sekedar menyaksikan saja .


Turnamen tahunan ini bertujuan mencari orang orang terbaik yang nanti nya akan menerima gelar kehormatan serta sejumlah keping emas .


Pagi itu setelah mandi , A Yong bermaksud untuk sarapan di rumah makan yang ada di penginapan itu .


Pagi itu ternyata orang orang lumayan banyak yang datang ke rumah makan itu .


Karena semua meja sudah penuh semua , A Yong terpaksa duduk satu meja dengan dua orang wanita tua , dan masih ada beberapa kursi kosong lagi di meja itu .


Baru saja makanan yang di pesan A Yong datang , tiba tiba dari luar , masuk seorang laki laki tua berbadan agak bongkok bersama laki laki tua yang kemarin sore , bertanya kepada A Yong .


Karena tempat duduk yang tersisa cuma di meja yang di tempati oleh A Yong , maka ke dua orang ini duduk satu meja dengan A Yong dan kedua wanita tua itu .


Ketika kedua lelaki tua itu masuk dan duduk di dekat mereka , nampak kedua wanita tua itu menjadi sangat tidak senang sekali .


"Hm , tumben hari ini segala macam ular dan Tosu gila juga datang ke kota ini !" kata wanita tua yang pertama .


"Ho ho , Dunia ini terlalu sempit bukan ?, hingga kita bisa bertemu di sini majikan lembah seribu Bunga !" kata orang tua bongkok itu sambil tertawa terkekeh-kekeh hingga gigi nya yang cuma tinggal gusi itu tampak dari luar .


"Kami sedang mengawal murid tunggal kami yang sangat ingin melihat keramaian kota Luxiang ini menjelang turnamen tahunan !" kata salah satu dari wanita tua itu .


"Hebat ! Lama tidak bertemu , sekali bertemu dengan Dua Dewi Lembah seribu Bunga ini , ternyata sudah memiliki seorang murid !" kata laki laki bongkok itu .


"Ada angin apa yang meniup mu Tosu gila , hingga terdampar di kota ini juga ?" tanya salah satu dari wanita tua itu .


"Kau tahu aku sudah tidak ingin berurusan dengan Dunia ini lagi , tetapi kemarin aku mendapat berita bahwa murid ku Bu Tek Kui di bunuh oleh seorang anak muda berkepandaian tinggi , karena itulah aku terpaksa turun gunung mencari pembunuh murid ku itu !" jawab kakek bertubuh bongkok itu .


Meskipun bertubuh bongkok , namun kakek itu mempunyai kesaktian yang tinggi , kultivasi nya saja sudah pada ranah Dewa Sorga akhir.


Kakek tua bongkok itu dikenal dengan panggilan Tosu Ceng , atau nama lengkap nya Ceng po Te , salah satu tokoh tua yang di segani karena tinggi nya ilmu kesaktian nya .


Sedangkan laki laki paro baya yang bersama nya itu bernama Ang Coa Kui atau Setan Ular Merah , murid dari Tosu Ceng atau adik seperguruan Bu Tek Kui sang Jung Cu desa Kim San yang tewas di tangan A Yong .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2