
Tidak semua jarum beracun itu berhasil di hindari kedua wanita cantik jelita ini , ternyata masih ada dua buah jarum beracun yang los dari pantauan mereka .
Kedua jarum beracun yang sangat halus itu segera menancap di dada mereka masing masing .
Awal nya Dewi Dewi Xuan Yi terhuyung huyung sesaat setelah dadanya kena hantaman jarum beracun , tetapi karena dia pernah meminum pil surgawi , energi pil ajaib itu pun bekerja melawan racun dari jarum milik Ang Mo Bin itu , sehingga dia lolos dari kematian nya .
Berbeda dengan Dewi Ying Fa yang tidak kebal racun , tubuh nya pun segera ambruk keatas tanah .
Untung saja Dewi Dewi Xuan Yi yang sudah pulih , segera menangkap tubuh adik madu nya itu .
Setelah memeriksa nadi dan beberapa bagian tubuh Dewi Ying Fa , Dewi Xuan Yi segera menotok di berbagai bagian tubuh adik madu nya itu , menahan agar racun itu tidak merembet kebagian yang lain nya .
Shin Liong merangkul tubuh Dewi Ying Fa dengan perasaan yang sangat pilu .
Sementara itu Ang Mo Bin justru tertawa tawa gembira karena usaha nya ternyata berhasil , walau cuma istri dari pemuda yang sangat di benci nya itu yang tewas .
"Ho ho ho ho, kini kau merasakan bagai mana rasa nya di tinggal tewas oleh kerabat mu kan , bagai mana rasa nya bocah , itu baru siksaan batin , belum lagi tubuh mu yang ku siksa !" o eh laki laki tua itu .
Tiba tiba Shin Liong bangkit berdiri , kedua bola mata nya berubah menjadi berwarna putih terang seperti awan yang paling putih , sedangkan tubuh nya memancarkan cahaya warna warni sebagai pertanda seluruh energi senjata mustika Dewa yang ada didalam tubuh nya bangkit semua .
"Kau manusia paling culas sepanjang sejarah umat manusia , ku pastikan tidak akan ada alam di manapun yang bersedia kau tempati , kecuali di neraka selama lama nya , kau akan meratapi dan menyesali diri mu di neraka sepanjang masa !" kata Shin Liong dengan kemurkaan yang luar biasa .
Biksu leluhur , Bu Beng Koan Jin , Tosu Twa Kung serta Kaisar yang tiba di tempat itu terpana menyaksikan aura indah sekaligus mengerikan yang memancar keluar dari dalam tubuh Shin Liong itu .
Se umur hidup , baru sekarang mereka menyaksikan aura kemurkaan dari seorang Dewata muda .
Dengan kecepatan yang luar biasa cepat nya , lebih cepat dari putaran waktu , Shin Liong segera menyarangkan tendangan nya kearah ************ dari Ang Mo Bin ini .
"BUM !!"...
Sebuah dentuman dahsyat terdengar menggema , membuat bumi bergetar sesaat seperti ada gempa hebat .
Tubuh Ang Mo Bin yang terkena tendangan dari Shin Liong itu , tiba tiba melesat ke angkasa seperti batu meteor yang jatuh .
Sangkin kuat nya tendangan dari Shin Liong itu , tubuh Ang Mo Bin melesat ke udara hingga menembus awan dan ke luar angkasa .
Dengan sekali sentak , tubuh Shin Liong pun melesat ke udara menyusul tubuh Ang Mo Bin yang terlempar jauh ke angkasa luar .
"BUM !!" ...
Kembali terdengar dentuman di angkasa saat pukulan dari Shin Liong mendarat di tubuh Ang Mo Bin .
Akibat nya , tubuh Ang Mo Bin meluncur kembali turun ke Bumi seperti jatuh nya batu meteor .
"Bum !" ...
Tubuh Ang Mo Bin amblas kedalam tanah sedalam beberapa depa dengan tubuh yang sudah tidak lagi tampak ciri ciri bahwa itu tubuh manusia , tetapi gumpalan daging tidak karuan bentuk nya lagi .
Setelah turun kembali , Shin Liong menghampiri tubuh Ying Fa yang terkulai dalam pelukan Dewi Xuan Yi yang menangis histeris .
"Sudahlah Dewi , ayo kita bawa adik mu ke istana , aku akan berusaha menyembuhkan nya " kata Shin Liong sambil menggendong sang istri dan membawa nya ke dalam istana .
__ADS_1
Didalam istana , di kamar yang di sediakan khusus untuk Shin Liong dan kedua istri nya , Shin Liong memeriksa keadaan tubuh sang istri .
Untung Dewi Xuan Yi cepat menotok beberapa jalan darah Dewi Ying Fa , sehingga racun itu tidak sampai menjalar ke seluruh tubuh nya .
"Dewi aku sudah tidak memiliki pil surgawi lagi , karena sudah ku berikan kepada A Yong , aku harus pergi ke suatu tempat untuk membuat pil itu kembali , bersiap lah , kita akan pergi sekarang !" kata Shin Liong kepada Dewi Xuan Yi istri nya .
Dewi Xuan Yi menyusut air mata nya , lalu menganggukkan kepala nya .
Segera Shin Liong mengibaskan tangan nya , dan sebuah portal terbentuk .
Sambil membopong tubuh Dewi Ying Fa , Shin Liong melangkah memasuki portal itu di ikuti oleh Dewi Xuan Yi di belakang nya .
Di ujung portal , di dimensi lain , Dunia Taman Lokapala , tepat di tepi telaga , di depan sebuah istana mungil , mereka keluar .
Seorang dara cantik jelita sedang menatap kedatangan mereka dengan tatapan heran .
"Kakak , siapa yang kau bopong itu ?" tanya dara cantik itu heran .
"Mei Yin , maafkan aku , terlampau banyak masalah yang harus ku hadapi , ini Dewi Ying Fa istri ku , dia terkena racun dari Ang Mo Bin , aku kehabisan pil surgawi , aku harus membuat nya kembali , semoga saja tidak gagal , aku memerlukan bantuan mu Mei Yin!" kata Shin Liong sedikit bergetar menahan kesedihan hati nya melihat Dewi Ying Fa pucat kebiruan tanpa ada gerakan sedikit pun juga .
Fu Mei Yin putri dari Fu Chen Cao sang Sian Wu (Tabib Dewa) segera mengajak Shin Liong kedalam istana kecil itu .
Dewi Ying Fa dibaringkan di sebuah altar batu giok hijau yang berkhasiat bisa menghambat peredaran racun di dalam tubuh seseorang .
Fu Mei Yin langsung memeriksa keadaan Dewi Ying Fa .
"Istri mu masih bisa bertahan selama tiga hari kakak , ayo ku bantu mengumpulkan ramuan obat !" ajak Fu Mei Yin.
"Selamat bertemu kakak Mei Yin , saya Dewi Xuan Yi !" ujar Dewi Xuan Yi sambil menjura dihadapan putri Fu Mei Yin .
"Oh ya Dewi , tolong jaga adik mu sebentar , aku dan Mei Yin akan mengumpulkan bahan pembuat pil surgawi !" kata Shin Liong .
"Pergilah kakak , saya akan menjaga adik Dewi disini !" jawab Dewi Xuan Yi .
Shin Liong dan putri Mei Yin segera pergi mengumpulkan bahan bahan ramuan yang akan di gunakan untuk membuat pil itu .
Karena semua sudah tersedia berlimpah Ruan di Taman Lokapala ini , sehingga tidak terlalu lama semua bahan sudah terkumpul semua .
Selanjut nya mereka berdua memasak nya di dapur pembuatan obat dan pil di belakang istana kecil itu .
Hampir satu hari satu malam proses pembuatan pil itu berlangsung tanpa sedetik pun berhenti .
Akhirnya proses pembuatan pil itu pun selesai juga , seratus butir pil surgawi telah tersedia .
Setelah proses pembuatan pil surgawi yang sangat melelahkan itu selesai , Shin Liong dan putri Mei Yin segera menemui Dewi Xuan Yi yang dengan setia menunggu adik madu nya itu , tanpa beranjak sedikit pun juga .
"Bagai mana kak ?, apa pembuatan pil itu sudah selesai ?" tanya Dewi Xuan Yi dengan penuh harap .
"Ya Dewi , ini masukan kedalam mulut nya dua butir sekaligus " kata Shin Liong sambil menyerahkan dua butir pil surgawi sebesar biji pepaya itu kepada istri nya .
Segera Dewi Xuan Yi memasukan pil surgawi itu kedalam mulut adik madu nya itu .
__ADS_1
Setelah memijat di beberapa tempat di tubuh Dewi Ying Fa , akhirnya pil itu pun meluncur masuk kedalam perut sang Dewi .
Beberapa saat tidak ada reaksi apa apa .
Namun setelah itu , terlihat ada uap tipis mengepul dari sekujur tubuh Dewi Ying Fa .
Dan bersamaan dengan itu , wajah nya yang semula pucat ke biruan itu berangsur angsur menjadi kemerahan kembali .
"Ka' kakak , dimana ini ?" tanya Dewi Ying Fa setelah membuka mata nya .
"Kita berada di dunia Taman Lokapala Dewi , inilah putri Mei Yin ahli waris dari Taman Lokapala ini !" jawab Shin Liong .
"Saya cuma ahli waris dari Taman Lokapala ini saja , sedangkan pemilik Syah nya sekarang adalah kakak Shin Liong" jawab putri Mei Yin Sabil menatap wajah Shin Liong dengan tatapan yang mengandung berjuta makna .
Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa mengerti arti tatapan itu .
"Kakak Mei Yin , bersediakah kakak menjadi kakak kami , saudari kami dalam suka dan duka ?" tanya Dewi Xuan Yi lembut .
"Adik Xuan Yi , saya sudah tidak memiliki siapa siapa lagi di dunia ini , dan Taman Lokapala ini sekarang dikehendaki Dewata menjadi milik kakak Shin Liong , dan itu sudah termasuk diri saya , karena saya bagian dari Taman Lokapala ini adik !" jawab Putri Mei Yin sambil menundukkan kepala nya.
Dewi Ying Fa segera duduk dan memeluk tubuh Putri Mei Yin , begitu pula dengan Dewi Xuan Yi .
"Mulai sekarang , kau sudah menjadi bagian dari kehidupan kami , para Dewa menjadi saksi nya !" kata Dewi Xuan Yi.
Beberapa saat kemudian , Dewi Ying Fa memuntahkan beberapa gumpal darah beku berwarna hitam berbau busuk .
Sesudah memuntahkan darah berwarna hitam itu , kesehatan Dewi Ying Fa pun pulih seperti sedia kala nya .
Hari itu putri Mei Yin dan Dewi Xuan Yi serta Dewi Ying Fa membuat masakan istimewa untuk merayakan pertemuan mereka .
Karena pengaruh dari pil surgawi itu juga , kini tingkat kultivasi Dewi Ying Fa naik menjadi setingkat dengan Dewi Xuan Yi yaitu Dewa Perak menengah .
Hari itu pula , Shin Liong juga membuat pil Dewa bintang sembilan yang termasuk salah satu benda langka , karena kebanyakan para Alchemist cuma bisa membuat pil Dewa hingga kualitas bintang enam atau tujuh saja , itupun sangat jarang di temukan .
Ribuan pil Dewa bintang sembilan di buat Shin Liong yang dibantu oleh putri Mei Yin .
Sementara Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa berjalan jalan menikmati suasana Taman Lokapala yang sangat indah itu .
Setelah beberapa hari di Taman Lokapala , atau di dalam istana keKaisaran , orang orang cuma tahu Shin Liong dan kedua istri nya mengurung diri berhari hari didalam kamar mereka , dan berpesan tidak ada seorang pun yang boleh memasuki ruangan itu , hingga mereka selesai nanti .
Karena wanti wanti dari Shin Liong itu lah , maka tidak ada seorang pun yang berani memasuki ruangan itu atau sekedar membuka nya saja , meskipun itu sang Kaisar sendiri .
Bahkan sang kaisar menugaskan sepuluh orang Prajurit khusus berkepandaian tinggi , untuk menjaga pintu kamar itu siang dan malam .
Hingga pada pagi hari ke empat , pintu kamar itu terbuka , dan Shin Liong beserta kedua orang istri nya muncul di balik pintu itu .
Salah satu dari prajurit penjaga segera berlari menemui sang Kaisar , mengabarkan bahwa Kong Thai Sian sudah keluar dari ruangan nya .
Melihat Shin Liong datang dengan di iringi oleh kedua orang istri nya itu , sang Kaisar segera berdiri dari kursi kebesaran nya , berjalan kearah Shin Liong , dan memeluk pemuda itu sebagai ungkapan kegembiraan nya melihat Dewi Ying Fa berjalan dengan muka ceria seperti biasa nya , seolah olah tidak pernah terjadi apa apa kepada nya .
...****************...
__ADS_1