
Telah beberapa hari Shin Liong berada di taman Lokapala.
Setiap harinya di gunakan selain berkultivasi, juga meracik obat dan pil berbagai macam pil berkualitas bintang sembilan tentunya di bawah bimbingan Mei Yin sang putri tabib Dewa langsung.
"Nona Mei Yin, tahukah nona, bahwa saya selagi di dalam kandungan ibu saya, pernah di racun seseorang dengan racun Damar neraka, namun ibu saya mengambil resiko dengan memakan getah kayu Larantuka untuk melawan racun Damar neraka, akibat nya memang saya tidak mati, tetapi ibu saya yang mati, tetapi racun kedua macam racun ganas yang saling bertentangan itu masih mengendap didalam tubuh saya, jadi selama ini saya hidup dengan membawa dua macam racun yang mengendap di dalam tubuh saya, konon cuma dengan pil surgawi lah sisa racun ganas itu bisa di bersihkan, apakah nona tahu tentang pil surgawi itu nona?" tanya Shin Liong kepada nona Mei Yin.
"Tentu saja saya tahu Shin Liong , dahulu ayah pernah bercerita tentang pil surgawi itu, tetapi kata ayah, dia cuma berhasil membuat pil itu satu kali saja, setelah itu selalu gagal dan gagal terus, sehingga akhirnya dia memutuskan untuk menceritakan kepada orang orang bahwa tentang pil surgawi itu cuma legenda yang tidak pernah ada kepastian kebenaran nya" jawab nona Mei Yin.
Nona Mei Yin terpaksa memanggil Shin Liong dengan namanya saja, karena Shin Liong tidak bersedia di panggil tuan muda, risih kata nya.
Shin Liong menyerahkan sebuah kitab tua yang tipis terbuat dari kulit kijang, dengan sampul nya bertuliskan legenda pil surgawi kepada nona Mei Yin.
Mei Yin membaca isi kitab itu dari awal hingga akhirnya.
"Seperti nya ini sebuah resep pil surgawi yang ditulis secara tersirat Shin Liong, cobalah kita buktikan dengan mencoba resep pil yang tertera di kitab ini, bahan nya semuanya ada di taman ini Shin Liong"kata Mei Yin.
Mei Yin mengajak Shin Liong kebangunan di belakang istana kecil mereka itu.
Bangunan mirip gudang itu sudah lama terbengkalai, alias tidak di pergunakan lagi , semenjak sang tabib Dewa tidak pernah datang ke tempat itu lagi.
Didalam gudang tersebut, ternyata ada berbagai peralatan untuk membuat pil, seperti lesung batu giok lengkap dengan alu nya yang juga terbuat dari batu giok.
"Beberapa botol air mata Phoenix yang di tata di sebuah lemari.
Beberapa buah cawan berlian tersusun di lemari yang sama.
Serta sebuah tungku untuk memasak pil terbuat dari batu giok merah.
Selanjutnya Shin Liong dan Mei Yin mengumpulkan bahan bahan baku nya, seperti ginseng seribu tahun, anggrek hitam Dewi malam yang mekar nya cuma waktu tengah malam, Damar hiong yang beraroma sangat wangi, buah teratai hitam yang banyak tumbuh di telaga, buah Fir Dewa, akar gonyong atau akar abadi, akar susuk Dewa, sisik naga putih yang banyak terdapat di lembah pusara seribu Naga,tanduk rusa emas, dan kulit kayu Dewa.
Dengan hati hati semua bahan itu, setelah di bersihkan, ditumbuk di dalam lesung batu giok.
Setelah benar benar sangat *****, Shin Liong mencampur dengan beberapa tetes air mata Phoenix, barulah dimasak dengan cawan berlian pada api putih.
Untuk membuat api putih, Shin Liong berinisiatif memasukan beberapa butir batu giok putih, dan beberapa tulang naga sebagai kayu bakar nya.
Dan benar saja, sekejap mata saja, sapi putih pun sudah menyala memasak bahan ramuan yang sudah dihaluskan menjadi pil surgawi.
Cawan pun di tutup dengan tutup yang terbuat dari berlian juga.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya bau harum semerbak khusus dari pil surgawi sudah tercium pertanda pil sudah jadi.
Cawan berlian diangkat, dan di dalam cawan terlihat beberapa butir pil berbentuk kristal berwarna putih berkualitas bintang sembilan.
meskipun belum ada uji coba, tetapi kegiatan itu mereka ulangi hingga semua bahan tadi habis semua nya.
Kini tiga puluh butir pil telah mereka hasilkan dan di masukan kedalam botol keramik.
"Apakah ini Berhasil Sin Liong ?" tanya Mei Yin.
__ADS_1
Aku tidak tahu Mei Yin, tetapi aku akan mencoba nya, bila semua sisa sisa berbagai macam racun itu keluar semua nya, maka pil itu berhasil!" kata Shin Liong sambil mengambil sebutir pil sebesar biji kacang hijau itu, lalu menelan nya.
Semula Shin Liong merasa perut nya menjadi dingin, dan Semakin dingin.
Lalu berubah menjadi hangat, semakin hangat, semakin hangat, hingga terasa seperti tertelan bara api saja rasa nya.
"Hoek!".
"Hoek!".
"Hoek!".
Dua kali Shin Liong muntah cairan berwarna hitam pekat berbau sangit, lalu yang sekali nya cairan berwarna hijau berbau busuk.
Setelah itu hawa panas yang semula terasa di bagian perut nya itu, kini menyebar keseluruh tubuh nya, hingga kulit nya berwarna merah seperti terbakar api.
Shin Liong masih berusaha menahan rasa panas membakar disekujur tubuh nya, benar benar seperti rasa panas terbakar api menyala.
Akhirnya karena terlalu panas, seluruh kulit tubuh nya melepuh seperti terbakar api .
Secara ajaib, kulit nya yang melepuh tadi berganti dengan kulit nya yang baru dan terasa lebih kencang serta lebih putih dan lebih bersih dari kulit nya semula.
Mata nya pun kini terasa semakin awas saja dengan pendengaran yang sangat tajam.
Kini setelah berganti kulit, wajah dan tubuh Shin Liong semakin tampan dan semakin putih bersih, dengan alis tebal hitam,dan rambut hitam panjang.
Tetapi ternyata kehebatan pil surgawi tidak berhenti sampai di situ, setelah semua sisa sisa racun berbahaya di keluar kan dari dalam tubuh nya, tubuh Shin Liong seperti di perbarui kembali, seluruh sel sel dalam tubuh nya semua nya di perbarui kembali.
Tiba tiba ada arus energi yang sangat besar memasuki tubuh nya lewat hawa Qi murni yang sangat padat di taman Lokapala itu, bergumpal dan bergulung gulung di dalam perut nya, lalu perlahan lahan di masukan nya kedalam dantian nya.
Cepat cepat Shin Liong pergi ke luar ruangan itu, duduk diatas batu giok sebesar gajah bunting yang ada di pinggir telaga, di bawah sebatang pohon Dao surgawi.
Hawa Qi murni dari alam yang selama ini banyak terserap pada telaga dan batu batu giok di sekitar telaga itu, kini terkumpul dan tertarik kedalam tubuh Shin Liong seperti pusaran air yang menarik segala gala nya.
Setelah beberapa saat berlalu,
"Bum!" satu ledakan teredam terjadi di dalam tubuh Shin Liong sebagai akibat dari dantian nya yang membesar menampung besar nya arus energi murni yang memasuki tubuh nya.
Kini Shin Liong naik ketingkat Dewa langit menengah.
Ledakan demi ledakan teredam terjadi di dalam tubuh Shin Liong hingga lima kali ledakan, yang mengakibatkan dia kini menerobos ke tingkat Dewa Bintang menengah.
Daya reaksi dari pil surgawi itu ternyata begitu luar biasa nya.
Shin Liong berdiri diatas batu giok di pinggir telaga itu sambil merentangkan tangan nya, segenap kekuatan dia persiapkan menerima ujian dari petir kesengsaraan tingkat empat itu.
Awan berwarna kuning tiba tiba bergulung gulung diatas telaga itu dengan lidah petir yang bergerak mengerikan.
"Duar!".
__ADS_1
Satu kali Sambaran petir berwarna kuning ke hijauan menghantam tubuh Shin Liong dari arah kepala nya, yang membuat rambut dan seluruh pakaian nya hangus terbakar.
Shin Liong kembali menghimpun kekuatan nya hingga batas maksimal.
"Duar!".
Petir kesengsaraan yang kedua terdengar menggelegar, menyambar kepala Shin Liong .
Kini seluruh kulit di tubuh nya yang tadi baru saja berganti dengan yang halus, putih bersih, kini hangus terbakar.
Tetapi Shin Liong masih saja berdiri tegar menantang langit, mengumpulkan segenap energi nya hingga batas maksimal kembali.
"Duar!".
Petir kesengsaraan yang ketiga menyambar tubuh Shin Liong , kali ini seluruh kulit tubuh Shin Liong telah benar benar gosong menjadi arang.
Namun seperti tadi, tubuh Shin Liong masih saja berdiri tegak seolah tidak bisa di goyahkan oleh Sambaran petir kesengsaraan tingkat empat itu.
Awan kuning tadi tiba tiba mencurahkan air hujan nya ke tubuh Shin Liong .
Aneh nya, hujan hanya terjadi pada tubuh Shin Liong , tetapi tidak pada tempat yang lain disekitar situ.
Hujan deras berwarna putih susu itu, meluruh kan seluruh kulit Shin Liong yang tadi gosong menjadi arang, seperti tanah Becek yang lengket di kaki, lalu disiram dengan air bersih, begitulah kita kira kejadian tubuh Shin Liong .
Kulit yang tadi gosong seperti arang, perlahan sedikit demi sedikit berubah menjadi putih bersih kembali, bahkan lebih putih dan lebih bersih dari semula sehingga Shin Liong kini terlihat jauh lebih tampan dari sebelum nya.
Alis nya yang tebal, bulu mata nya juga lebih tebal serta agak lentik seperti bulu mata para Dewi, dengan pandangan mata yang sangat tajam.
Setelah mengganti semua pakaian nya yang tadi hangus tersambar petir, Shin Liong segera berjalan menemui Mei Yin di dalam istana kecil itu.
Mei Yin menyambut nya dengan senyuman manis nya.
"Kau sudah bisa menciptakan pil surgawi, dan sebentar lagi, semesta akan di buat gempar dengan pil surgawi yang dianggap legenda itu, kini terbukti ada yang bisa membuat nya, bila ayah ku adalah Dewa obat, maka kini diri mu adalah malaikat Dewa obat" ucap Mei Yin.
"Aku tidak berhak dengan gelar yang begitu tinggi itu Mei Yin, biarlah aku tetap menjadi diriku yang dulu, sekarang ataupun nanti Mei Yin" kilah Shin Liong malu dengan gelar yang terlampau tinggi itu.
"Shin Liong !, kini marilah kita berlatih beberapa saat, agar tubuh mu terbiasa bergerak dan bertindak dengan kekuatan mu yang baru itu" kata Mei Yin mengajak Shin Liong berlatih tarung di halaman belakang istana kecil itu.
Mereka berdua pun kini bergerak saling serang, saling pukul dan saling cecar dengan pukulan dan jurus jurus berbahaya nya masing masing.
Hingga beberapa saat kemudian, kedua nya selesai melakukan latihan bela diri.
Kini dia sudah bisa mengimbangi jurus jurus dari Mei Yin, padahal tadi dia terdesak hebat oleh gadis cantik jelita itu.
"Apakah kau tidak ada niatan untuk keluar bertualang kedunia luar Mei Yin?" tanya Shin Liong saat mereka duduk duduk di teras istana kecil itu sambil minum teh harum yang manis.
Mei Yin tersenyum manis menatap kearah muka Shin Liong yang terlihat kini jauh sangat tampan itu.
Aku terlahir disini Shin Liong , dan ibu ku juga di kuburkan diatas bukit sana, serta aku juga penunggu dan penjaga taman Lokapala buatan ayah ku ini, aku belum ada niatan untuk keluar ke dunia luar, apalagi setelah majikan taman Lokapala ini beralih kepada mu, aku yakin sewaktu waktu, kau pasti akan kembali ke taman ini untuk menjenguk aku, iya kan Shin Liong " kata Mei Yin.
__ADS_1
Shin Liong tersenyum ramah kepada Mei Yin, nasip mereka hampir sama, tidak ada ayah dan ibu lagi.
...****************...