
Melihat para Prajurit empat pilar langit tinggal beberapa puluh orang saja lagi , itupun dengan kondisi hampir semua nya terluka parah , membuat kemarahan kedua orang bersaudara sisa dari empat pilar Dewa ini membuncah , memenuhi kepala mereka berdua dan menutupi akal sehat nya .
Kedua orang bersaudara seperguruan ini mengamuk membabi buta , menyerang kearah Shin Liong seperti bukan lagi seorang pesilat , hingga akhirnya ,
"Prok !"...
"Prok !"...
Terdengar dua kali retakan nyaring , mengakhiri perlawanan kedua orang laki laki bersaudara seperguruan ini .
Mereka berdua tewas dengan. Kepala hancur , menyusul kedua saudara seperguruan nya yang telah tewas terlebih dahu .
Di pihak Prajurit Pilar Langit , kini tertinggal cuma lima orang yang segera pergi berlari masuk kedalam hutan dan menghilang di kerimbunan pepohonan .
Bersamaan dengan habis nya para penyerang , dari dalam kota muncul jendral Quo Duan zuo yang memimpin limaratus Prajurit guna mengumpulkan mayat mayat yang berserakan di Padang datar itu untuk di kuburkan di tempat terdekat dari situ .
Setelah selesai menguburkan semua mayat , Kaisar bersama limaratus Prajurit nya bergerak masuk kembali ke dalam kota Xuzuo di sambut dengan sorak Sorai dari masyarakat kota itu .
Pasukan empat pilar langit yang selama ini sangat di takuti di mana mana itu , kini tinggal sejarah , tewas bersama ke empat pilar Dewa sang komandan mereka yang terkenal sangat tangguh itu .
Untuk pertama kali nya , negeri Liu menunjukan kemampuan nya kepada Dunia dengan mengalahkan salah satu pasukan terkuat di belahan barat Benua itu .
Hari itu juga sang Kaisar bermusyawarah dengan para pembantu dan penasihat nya , apa langkah yang harus mereka lakukan sekarang .
Atas usulan dari Biksu leluhur yang di setujui semua orang yang hadir , hari itu juga Shin Liong beserta kedua istri nya , dibantu oleh Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin , membawa seribu orang Prajurit yang di pimpin jendral Qiu Pang Kian untuk pergi ke kota raja Qiantung , untuk membersihkan kota itu dari semua pengkhianat dan penjahat , dan selanjut nya akan di jadikan pusat pemerintahan kembali seperti dahulu kala .
Sementara jendral yang lain nya , bersama Tosu Twa Kung , menemani sang Kaisar di kota Xuzuo bersama enam ratus orang Prajurit .
Karena jarak dari kota Xuzuo ke kota Qiantung tidak terlalu jauh , sehingga perjalanan tidaklah memakan waktu terlalu lama .
Pada hari ke tiga , gerbang Kota Raja Qiantung sudah berada di depan mata mereka .
Gerbang Kota Raja yang sudah berumur ribuan tahun itu , berdiri dengan megah serta kokoh dan menakjubkan , sebagai saksi kejayaan dinasti Liu di masa lalu .
Ketika masuk kedalam kota Raja , Shin Liong sedikit merasa aneh , karena semenjak dari gerbang , hingga ke pusat kota , tidak terlihat seorang pengawal pun .
Begitu pula saat mereka memasuki lingkungan istana kaisar yang besar dan megah dengan ribuan kamar itu , tidak tampak seorang pengawal pun yang berjaga di sekitar istana itu .
Dari petugas istana yang sudah sangat tua , Shin Liong mengetahui jika istana Kaisar itu , selama ini menjadi tempat kediaman dari Ban Wangwe atau Saudagar Ban Le Haw , sang penguasa kota Qiantung .
Ketika mendengar bahwa empat pilar Dewa dan pasukan nya empat pilar langit itu habis di bantai musuh di kota Xuzuo , Ban Wangwe segera mengumpulkan kekayaan nya yang sempat dia kumpulkan dan di bawa kabur ke belahan Utara benua itu menuju kota San Qwan .
Toko toko dan rumah makan serta penginapan milik Ban Wangwe yang berjumlah ratusan di kota Qiantung itu , terpaksa di tinggalkan begitu saja .
Mungkin karena pergi nya terlalu terburu buru , sehingga sangat banyak barang barang berharga yang tidak bisa mereka bawa serta .
Di beberapa sudut lain dari kota Qiantung ini , ada beberapa rumah besar mirip istana milik Ban Wangwe yang di tinggalkan begitu saja karena penghuni nya buru buru pergi .
__ADS_1
Jendral Qiu Pang Kian , setelah selesai membersihkan seluruh lingkungan istana , segera mengutus beberapa Prajurit untuk menjemput sang Kaisar beserta keluarga dan kerabat nya , untuk pindah ke istana .
Bersama dengan kedatangan dari sang Kaisar , rakyat menyambut nya dengan bersuka ria karena penindasan oleh penguasa lama kota Qiantung sudah tidak ada lagi .
Kini rakyat sudah bebas berusaha apa saja , tanpa di monopoli oleh keluarga penguasa kota .
Dengan keberhasilan orang orang Kaisar menumpas pasukan empat pilar langit yang sangat terkenal itu , membuat lima kota yang semula ragu ragu mengambil sikap , kini sudah berani menyatakan berada di bawah pemerintahan kaisar Liu Xiong Bu .
Bersamaan dengan semakin membesar nya wilayah kekuasaan negeri Liu , ratusan pemuda dari berbagai perguruan , datang untuk bergabung menjadi Prajurit keKaisaran .
Sebenar nya Shin Liong tidak ingin mengejar Ban Wangwe yang melarikan diri ke Utara , ke kota San Qwan , andai saja laki laki tua itu tidak membawa semua benda pusaka istana keKaisaran Liu .
Dari beberapa pekerja istana yang tidak ikut mengungsi , di ketahui jika Ban Wangwe membawa beberapa pusaka Dewa .
Shin Liong menugaskan Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin untuk menemani Tosu Twa Kung menjaga kota Raja , sementara dia dan kedua istri nya pergi mengejar Ban Wangwe yang melarikan diri ke Utara membawa harta benda dan pusaka Dewa .
Jarak perjalanan dari kota Qiantung menuju kota San Qwan di Utara selama sepuluh hari perjalanan berkuda melewati hutan rimba .
Karena Shin Liong dan kedua orang istrinya melakukan perjalanan dengan terbang rendah , maka pada hari ke tiga , rombongan Ban Wangwe sudah tersusul .
Hampir dua puluh buah kereta beriring iringan menyusuri jalan sempit dengan kiri dan kana jalan hutan belantara yang sangat lebat .
Sepuluh ekor kuda berjalan pelan di depan dengan penunggang nya sepuluh laki laki kasar berbadan tinggi besar.
Sedangkan di belakang iring iringan kereta itu , berjalan empat ekor kuda yang di tunggangi oleh empat laki laki aneh bermuka merah semua nya.
Ke empat orang ini adalah dedengkot di dunia hitam , bernama Ang Bin Shi Kui atau empat setan muka merah .
Tiba tiba ke empat orang setan muka merah itu berteriak , "Berhenti semua nya !!"...
Serentak semua kuda dan kereta berhenti .
Dari balik jendela kereta yang terdepan , muncul wajah seorang laki laki tua , "ada apa Ang Bin Shi Kui ?, kenapa berhenti mendadak ?" ...
"Maaf Thai Cu Ban Wangwe , ada orang yang membuntuti perjalanan kita ini Thai Cu !" kata salah seorang dari Ang Bin Shi Kui itu .
"Hei kalian semua , lindungi Thai Cu !" kata yang lain nya lagi dari Ang Bin Shi Kui sambil mengedarkan pindaian nya kesekeliling nya .
"Hei kalian bertiga , jangan berani nya membuntuti perjalanan orang saja secara sembunyi sembunyi , keluarlah bila memang kalian berani !" teriak salah seorang dari Ang Bin Shi Kui yang bergelar setan pertama .
Tiba tiba di samping kiri mereka , sudah berdiri Shin Liong dan kedua orang istri nya .
Sejenak ke empat laki laki bergelar Ang Bin Shi Kui itu terkesima menatap kearah kedua orang wanita cantik jelita itu .
Kepala Thai Cu Ban Wangwe yang masih muncul di balik jendela kereta juga terpesona menatap kecantikan kedua wanita yang berdiri di pinggir jalan itu .
Tanpa sadar lagi , Thai Cu Ban Wangwe segera bergegas keluar dari kereta dan berjalan mendekati Dewi Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa .
__ADS_1
"Jagat Dewata , betapa sempurna nya kecantikan kalian berdua , ikutlah bersama ku , akan kuserahkan seluruh harta benda dan kekayaan ku untuk kalian berdua , asal saja kalian berdua bersedia menjadi istri ku !" kata Thai Cu Ban Wangwe , penyakit mata keranjang nya kambuh lagi .
"Hei orang tua bau tanah !, kami sudah bersuami , andaipun kami belum bersuami , kami juga tidak ingin bersuamikan diri mu kakek tua !" kata Dewi Ying Fa marah .
"Ah jangan begitu lah nona , tua tua begini , masih bisa membahagia kan diri mu !" kata Thai Cu Ban Wangwe sambil mencoba memegang wajah dari Dewi Ying Fa .
"Plak !"...
Sambil menangkis tangan Thai Cu Ban Wangwe yang mau menjamah wajah nya , tangan nya juga memukul perut orang tua itu dengan perlahan .
Awal nya Thai Cu Ban Wangwe tertawa terkekeh kekeh karena pukulan dari Dewi Ying Fa , tidak terasa apa apa di perut nya .
Tetapi tanpa dia sadari , pukulan Swat Im atau inti salju itu adalah pukulan yang sangat berbahaya sekali .
Tiba tiba suara tawa dari Thai Cu Ban Wangwe terhenti , diganti dengan suara erangan dan rintihan sambil memegang perut nya yang terkena pukulan lembut dari Dewi Ying Fa tadi .
Beberapa saat kemudian , terlihat lutut kakek tua itu mulai bergetar hebat lalu berhenti bergetar diam seperti patung .
Kini tubuh dan wajah nya pun mulai berubah warna menjadi putih pucat , lalu berubah lagi menjadi ke biru biruan .
Melihat keadaan tuan mereka , ke empat Ang Bin Shi Kui itu segera berkelebat menyerang kearah Dewi Ying Fa .
Tetapi sebelum serangan itu sampai ketubuh Dewi Ying Fa , sebuah kekuatan dahsyat dari Shin Liong secara tiba tiba datang menghantam dada salah seorang dari Ang Bin Shi Kui itu .
Karena masih menganggap Shin Liong lawan yang enteng bagi mereka , salah seorang dari Ang Bin Shi Kui itu justru berani memapaki pukulan dari Shin Liong itu .
"Bum !!"...
Sebuah ledakan dahsyat terdengar menggema di tengah hutan itu akibat dari dua energi besar beradu .
Pohon pohon bergoyang hebat , dan daun daun pun beterbangan keudara .
Tubuh salah seorang dari Ang Bin Shi Kui yang berani mengadu tenaga dalam nya dengan Shin Liong itu melesat terpelanting kebelakang seperti anak panah yang lepas dari busur nya , baru berhenti setelah menabrak sebatang pohon sebesar gentong air .
Tubuh laki laki bermuka merah itu terdiam di bawah pohon dengan kondisi luluh lantak .
Sementara itu , tubuh Thai Cu Ban Wangwe yang kaku terkena pukulan dari Dewi Ying Fa , kini mulai retak retak di sekujur tubuh nya , lalu
"Prang !"...
Tubuh itupun hancur berantakan seperti kaca terhempas ke batu .
Shin Liong yang baru selesai melepas pukulan kearah laki laki yang memapaki serangan nya itu , kini segera memungut delapan buah cincin ruang yang terserak di tanah karena sang pemilik nya sudah tewas itu menjadi puing berkeping keping itu .
Ternyata di dalam kedelapan cincin ruang itu masing masing di penuhi oleh cincin cincin ruang lain nya yang berjumlah ribuan banyak nya , dan dan masing masing di penuhi dengan keping emas atau Tael serta perhiasan dan barang barang berharga lain nya .
Ketiga orang sisa dari Ang Bin Shi Kui itu segera memburu kearah tubuh saudara nya yang tewas agak jauh dari tempat itu .
__ADS_1
Terdengar suara raungan ketiga laki laki itu dengan tangisan pilu , meratapi saudara mereka yang telah tewas secara mengenaskan itu .
...****************...