Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Empat Setan Muka Merah .


__ADS_3

Melihat para Prajurit empat pilar langit tinggal beberapa puluh orang saja lagi , itupun dengan kondisi hampir semua nya terluka parah , membuat kemarahan kedua orang bersaudara sisa dari empat pilar Dewa ini membuncah , memenuhi kepala mereka berdua dan menutupi akal sehat nya .


Kedua orang bersaudara seperguruan ini mengamuk membabi buta , menyerang kearah Shin Liong seperti bukan lagi seorang pesilat , hingga akhirnya ,


"Prok !"...


"Prok !"...


Terdengar dua kali retakan nyaring , mengakhiri perlawanan kedua orang laki laki bersaudara seperguruan ini .


Mereka berdua tewas dengan. Kepala hancur , menyusul kedua saudara seperguruan nya yang telah tewas terlebih dahu .


Di pihak Prajurit Pilar Langit , kini tertinggal cuma lima orang yang segera pergi berlari masuk kedalam hutan dan menghilang di kerimbunan pepohonan .


Bersamaan dengan habis nya para penyerang , dari dalam kota muncul jendral Quo Duan zuo yang memimpin limaratus Prajurit guna mengumpulkan mayat mayat yang berserakan di Padang datar itu untuk di kuburkan di tempat terdekat dari situ .


Setelah selesai menguburkan semua mayat , Kaisar bersama limaratus Prajurit nya bergerak masuk kembali ke dalam kota Xuzuo di sambut dengan sorak Sorai dari masyarakat kota itu .


Pasukan empat pilar langit yang selama ini sangat di takuti di mana mana itu , kini tinggal sejarah , tewas bersama ke empat pilar Dewa sang komandan mereka yang terkenal sangat tangguh itu .


Untuk pertama kali nya , negeri Liu menunjukan kemampuan nya kepada Dunia dengan mengalahkan salah satu pasukan terkuat di belahan barat Benua itu .


Hari itu juga sang Kaisar bermusyawarah dengan para pembantu dan penasihat nya , apa langkah yang harus mereka lakukan sekarang .


Atas usulan dari Biksu leluhur yang di setujui semua orang yang hadir , hari itu juga Shin Liong beserta kedua istri nya , dibantu oleh Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin , membawa seribu orang Prajurit yang di pimpin jendral Qiu Pang Kian untuk pergi ke kota raja Qiantung , untuk membersihkan kota itu dari semua pengkhianat dan penjahat , dan selanjut nya akan di jadikan pusat pemerintahan kembali seperti dahulu kala .


Sementara jendral yang lain nya , bersama Tosu Twa Kung , menemani sang Kaisar di kota Xuzuo bersama enam ratus orang Prajurit .


Karena jarak dari kota Xuzuo ke kota Qiantung tidak terlalu jauh , sehingga perjalanan tidaklah memakan waktu terlalu lama .


Pada hari ke tiga , gerbang Kota Raja Qiantung sudah berada di depan mata mereka .


Gerbang Kota Raja yang sudah berumur ribuan tahun itu , berdiri dengan megah serta kokoh dan menakjubkan , sebagai saksi kejayaan dinasti Liu di masa lalu .


Ketika masuk kedalam kota Raja , Shin Liong sedikit merasa aneh , karena semenjak dari gerbang , hingga ke pusat kota , tidak terlihat seorang pengawal pun .


Begitu pula saat mereka memasuki lingkungan istana kaisar yang besar dan megah dengan ribuan kamar itu , tidak tampak seorang pengawal pun yang berjaga di sekitar istana itu .


Dari petugas istana yang sudah sangat tua , Shin Liong mengetahui jika istana Kaisar itu , selama ini menjadi tempat kediaman dari Ban Wangwe atau Saudagar Ban Le Haw , sang penguasa kota Qiantung .


Ketika mendengar bahwa empat pilar Dewa dan pasukan nya empat pilar langit itu habis di bantai musuh di kota Xuzuo , Ban Wangwe segera mengumpulkan kekayaan nya yang sempat dia kumpulkan dan di bawa kabur ke belahan Utara benua itu menuju kota San Qwan .


Toko toko dan rumah makan serta penginapan milik Ban Wangwe yang berjumlah ratusan di kota Qiantung itu , terpaksa di tinggalkan begitu saja .


Mungkin karena pergi nya terlalu terburu buru , sehingga sangat banyak barang barang berharga yang tidak bisa mereka bawa serta .


Di beberapa sudut lain dari kota Qiantung ini , ada beberapa rumah besar mirip istana milik Ban Wangwe yang di tinggalkan begitu saja karena penghuni nya buru buru pergi .

__ADS_1


Jendral Qiu Pang Kian , setelah selesai membersihkan seluruh lingkungan istana , segera mengutus beberapa Prajurit untuk menjemput sang Kaisar beserta keluarga dan kerabat nya , untuk pindah ke istana .


Bersama dengan kedatangan dari sang Kaisar , rakyat menyambut nya dengan bersuka ria karena penindasan oleh penguasa lama kota Qiantung sudah tidak ada lagi .


Kini rakyat sudah bebas berusaha apa saja , tanpa di monopoli oleh keluarga penguasa kota .


Dengan keberhasilan orang orang Kaisar menumpas pasukan empat pilar langit yang sangat terkenal itu , membuat lima kota yang semula ragu ragu mengambil sikap , kini sudah berani menyatakan berada di bawah pemerintahan kaisar Liu Xiong Bu .


Bersamaan dengan semakin membesar nya wilayah kekuasaan negeri Liu , ratusan pemuda dari berbagai perguruan , datang untuk bergabung menjadi Prajurit keKaisaran .


Sebenar nya Shin Liong tidak ingin mengejar Ban Wangwe yang melarikan diri ke Utara , ke kota San Qwan , andai saja laki laki tua itu tidak membawa semua benda pusaka istana keKaisaran Liu .


Dari beberapa pekerja istana yang tidak ikut mengungsi , di ketahui jika Ban Wangwe membawa beberapa pusaka Dewa .


Shin Liong menugaskan Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin untuk menemani Tosu Twa Kung menjaga kota Raja , sementara dia dan kedua istri nya pergi mengejar Ban Wangwe yang melarikan diri ke Utara membawa harta benda dan pusaka Dewa .


Jarak perjalanan dari kota Qiantung menuju kota San Qwan di Utara selama sepuluh hari perjalanan berkuda melewati hutan rimba .


Karena Shin Liong dan kedua orang istrinya melakukan perjalanan dengan terbang rendah , maka pada hari ke tiga , rombongan Ban Wangwe sudah tersusul .


Hampir dua puluh buah kereta beriring iringan menyusuri jalan sempit dengan kiri dan kana jalan hutan belantara yang sangat lebat .


Sepuluh ekor kuda berjalan pelan di depan dengan penunggang nya sepuluh laki laki kasar berbadan tinggi besar.


Sedangkan di belakang iring iringan kereta itu , berjalan empat ekor kuda yang di tunggangi oleh empat laki laki aneh bermuka merah semua nya.


Ke empat orang ini adalah dedengkot di dunia hitam , bernama Ang Bin Shi Kui atau empat setan muka merah .


Tiba tiba ke empat orang setan muka merah itu berteriak , "Berhenti semua nya !!"...


Serentak semua kuda dan kereta berhenti .


Dari balik jendela kereta yang terdepan , muncul wajah seorang laki laki tua , "ada apa Ang Bin Shi Kui ?, kenapa berhenti mendadak ?" ...


"Maaf Thai Cu Ban Wangwe , ada orang yang membuntuti perjalanan kita ini Thai Cu !" kata salah seorang dari Ang Bin Shi Kui itu .


"Hei kalian semua , lindungi Thai Cu !" kata yang lain nya lagi dari Ang Bin Shi Kui sambil mengedarkan pindaian nya kesekeliling nya .


"Hei kalian bertiga , jangan berani nya membuntuti perjalanan orang saja secara sembunyi sembunyi , keluarlah bila memang kalian berani !" teriak salah seorang dari Ang Bin Shi Kui yang bergelar setan pertama .


Tiba tiba di samping kiri mereka , sudah berdiri Shin Liong dan kedua orang istri nya .


Sejenak ke empat laki laki bergelar Ang Bin Shi Kui itu terkesima menatap kearah kedua orang wanita cantik jelita itu .


Kepala Thai Cu Ban Wangwe yang masih muncul di balik jendela kereta juga terpesona menatap kecantikan kedua wanita yang berdiri di pinggir jalan itu .


Tanpa sadar lagi , Thai Cu Ban Wangwe segera bergegas keluar dari kereta dan berjalan mendekati Dewi Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa .

__ADS_1


"Jagat Dewata , betapa sempurna nya kecantikan kalian berdua , ikutlah bersama ku , akan kuserahkan seluruh harta benda dan kekayaan ku untuk kalian berdua , asal saja kalian berdua bersedia menjadi istri ku !" kata Thai Cu Ban Wangwe , penyakit mata keranjang nya kambuh lagi .


"Hei orang tua bau tanah !, kami sudah bersuami , andaipun kami belum bersuami , kami juga tidak ingin bersuamikan diri mu kakek tua !" kata Dewi Ying Fa marah .


"Ah jangan begitu lah nona , tua tua begini , masih bisa membahagia kan diri mu !" kata Thai Cu Ban Wangwe sambil mencoba memegang wajah dari Dewi Ying Fa .


"Plak !"...


Sambil menangkis tangan Thai Cu Ban Wangwe yang mau menjamah wajah nya , tangan nya juga memukul perut orang tua itu dengan perlahan .


Awal nya Thai Cu Ban Wangwe tertawa terkekeh kekeh karena pukulan dari Dewi Ying Fa , tidak terasa apa apa di perut nya .


Tetapi tanpa dia sadari , pukulan Swat Im atau inti salju itu adalah pukulan yang sangat berbahaya sekali .


Tiba tiba suara tawa dari Thai Cu Ban Wangwe terhenti , diganti dengan suara erangan dan rintihan sambil memegang perut nya yang terkena pukulan lembut dari Dewi Ying Fa tadi .


Beberapa saat kemudian , terlihat lutut kakek tua itu mulai bergetar hebat lalu berhenti bergetar diam seperti patung .


Kini tubuh dan wajah nya pun mulai berubah warna menjadi putih pucat , lalu berubah lagi menjadi ke biru biruan .


Melihat keadaan tuan mereka , ke empat Ang Bin Shi Kui itu segera berkelebat menyerang kearah Dewi Ying Fa .


Tetapi sebelum serangan itu sampai ketubuh Dewi Ying Fa , sebuah kekuatan dahsyat dari Shin Liong secara tiba tiba datang menghantam dada salah seorang dari Ang Bin Shi Kui itu .


Karena masih menganggap Shin Liong lawan yang enteng bagi mereka , salah seorang dari Ang Bin Shi Kui itu justru berani memapaki pukulan dari Shin Liong itu .


"Bum !!"...


Sebuah ledakan dahsyat terdengar menggema di tengah hutan itu akibat dari dua energi besar beradu .


Pohon pohon bergoyang hebat , dan daun daun pun beterbangan keudara .


Tubuh salah seorang dari Ang Bin Shi Kui yang berani mengadu tenaga dalam nya dengan Shin Liong itu melesat terpelanting kebelakang seperti anak panah yang lepas dari busur nya , baru berhenti setelah menabrak sebatang pohon sebesar gentong air .


Tubuh laki laki bermuka merah itu terdiam di bawah pohon dengan kondisi luluh lantak .


Sementara itu , tubuh Thai Cu Ban Wangwe yang kaku terkena pukulan dari Dewi Ying Fa , kini mulai retak retak di sekujur tubuh nya , lalu


"Prang !"...


Tubuh itupun hancur berantakan seperti kaca terhempas ke batu .


Shin Liong yang baru selesai melepas pukulan kearah laki laki yang memapaki serangan nya itu , kini segera memungut delapan buah cincin ruang yang terserak di tanah karena sang pemilik nya sudah tewas itu menjadi puing berkeping keping itu .


Ternyata di dalam kedelapan cincin ruang itu masing masing di penuhi oleh cincin cincin ruang lain nya yang berjumlah ribuan banyak nya , dan dan masing masing di penuhi dengan keping emas atau Tael serta perhiasan dan barang barang berharga lain nya .


Ketiga orang sisa dari Ang Bin Shi Kui itu segera memburu kearah tubuh saudara nya yang tewas agak jauh dari tempat itu .

__ADS_1


Terdengar suara raungan ketiga laki laki itu dengan tangisan pilu , meratapi saudara mereka yang telah tewas secara mengenaskan itu .


...****************...


__ADS_2