Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Muncul nya Ming Cen Du.


__ADS_3

Mendengar ocehan ceracau tidak karuan yang keluar dari mulut pemuda di hadapan nya itu , kejengkelan hati Sin Mo Ko Moan Te Kung kian menjadi jadi saja .


"Bum !" ...


Sebuah serangan bertenaga maksimal dia lepaskan pada pemuda dihadapan nya itu .


Sekilas terlihat seperti bermain main saja , Bu Beng Koan Jin memapaki serangan jarak jauh dari Jendral Sin Mo Ko Moan Te Kung itu , tetapi akibat nya sungguh di luar dugaan semua orang , tubuh jendral itu terpelanting sejauh puluhan deka , lalu terhempas ditanah , sedangkan Bu Beng Koan Jin cuma tergetar sedikit , lalu meneruskan racauan nya .


Jendral mantan ketua perampok yang paling ditakuti itu bangkit berdiri sambil mulut nya menyumpah serapah tidak karuan .


Dari sela bibir nya , mengalir beberapa tetes darah segar , pertanda dia mendapatkan luka dalam .


Laki laki mantan Tai Ong dari perampok Sin Hek kui itu segera mengeluarkan senjata nya , sebilah golok ber aura hitam legam dan berbau busuk yang bernama Koai Liong Po To ( Golok Pusaka Naga Siluman) .


Untuk menandingi senjata dari sang Jendral itu , Bu Beng Koan Jin segera mengeluarkan senjata sakti nya juga , berupa sebuah kipas terbuat dari emas bernama Sin Kim Bian (Kipas Emas Sakti) .


Jendral Sin Mo Ko Moan Te Kung segera menyerang kearah Bu Beng Koan Jin dengan tebasan tebasan golok sakti ditangan nya itu .


Ternyata golok sakti itu , Disamping memang hebat , bau busuk nya itu mengandung racun berbahaya .


Untung Bu Beng Koan Jin melawan nya dengan kipas sakti nya , sehingga sekali dia kibaskan kipas nya , angin ribut besar segera bertiup membawa bau busuk beracun itu menyebar ke arah Prajurit sang jendral sendiri .


Sebagai akibat nya , satu persatu Prajurit nya mulai bertumbangan terhisap hawa racun yang sangat ganas .


Melihat itu , kemurkaan dari sang jendral kian menjadi jadi saja , dengan mengerahkan segenap kekuatan nya , dia menyerang Bu Beng Koan Jin dari segala penjuru .


Tetapi laki laki tua yang mendapat anugrah Dewata berupa tubuh muda itu bukanlah lawan yang mudah untuk dia tumbangkan , apalagi , tingkat kultivasi dari Bu Beng Koan Jin juga diatas dari sang Jendral .


Dentingan nyaring juga beberapa kali terdengar karena benturan kedua senjata sakti itu , sangat memekakan telinga , hingga bagi para Prajurit yang tidak kuat , telinga mereka mengeluarkan darah karena nya .


Tetapi ternyata golok sakti milik sang jendral itu tidak cuma semacam itu saja kesaktian nya , golok itu juga bisa melepaskan jarum jarum kecil yang sangat beracun .


Dan , tanpa disadari oleh Bu Beng Koan Jin , salah satu jarum yang sangat kecil dan sangat beracun itu menancap di pergelangan tangan nya .


Dalam waktu yang sangat singkat , Bu Beng Koan Jin pun akhirnya jatuh kehabisan tenaga karena terserang jarum beracun itu .


"Ho ho ho ha ha ha , sekarang kau baru tahu siapa aku kan , tetapi itu sudah terlambat , kau akan menyusul jendral sahabat mu itu !" kata jendral Sin Mo Ko Moan Te Kung Sabil mengayunkan golok nya kearah dada Bu Beng Koan Jin .


Karena sudah kehabisan tenaga , Bu Beng Koan Jin hanya bisa pasrah dan memejamkan mata nya saja , menantikan maut datang menjemput .


"Cross !" ...


Bersamaan dengan suara tusukan , terdengar pula suara lenguhan nyaring .

__ADS_1


Agak lama Bu Beng Koan Jin memejamkan mata nya , namun tidak dia rasakan ada tusukan atau tebasan apapun juga .


Dengan tubuh yang lemah , kehabisan tenaga , Bu Beng Koan Jin membuka mata nya .


Betapa terkejut nya Bu Beng Koan Jin melihat pemandangan di hadapan nya , terlihat Jendral Sin Mo Ko Moan Te Kung berhadapan dengan Sin Ni Seng Sian atau Bi Kwan Eng , dengan pedang dan golok yang saling menembus tubuh mereka masing masing .


Pedang di tangan Sin Ni Seng Sian menembus dada Sin Mo Ko Moan Te Kung , sedangkan golok di tangan jendral itu , juga menembus dada dari Sin Ni Seng Sian .


Wanita tua berwajah cantik itu jatuh di dalam pelukan Bu Beng Koan Jin .


Ditatap nya wajah laki laki yang sangat di cintai nya itu , air mata nya mulai luruh satu persatu .


Dengan sisa sisa tenaga nya , diangkat nya tangan nya untuk menggapai wajah Bu Beng Koan Jin .


"Maafkan Kwan Eng Gwan ko , takdir telah tersurat , nasip sudah di tentukan , moi moi mu yang bodoh ini , telah merenggut semua nya , seandainya dahulu aku bisa bersabar sedikit , tidak menuruti rasa emosi ku , semua nya akan berjalan baik baik saja , seumur hidup ku , aku cuma mengenal satu orang laki laki , dan mencintai nya seumur hidup ku , hiduplah baik baik lelaki ku , kekasih ku , kau kesayangan ku , semoga di kehidupan yang lain , kita bertemu kembali !" kata Sin Ni Seng Sian sambil memegang jemari Bu Beng Koan Jin dengan erat sekali .


"Eng moi !, Eng moooi !, tidak Eng moi !, kau wanita kuat , aku tahu kau bisa bertahan , sejak lama aku sudah memaafkan mu , aku tidak akan pernah bisa marah , apalagi benci kepada mu , karena kau adalah kecintaan ku untuk selama lama nya , bertahan lah Eng moi , bertahan lah demi aku , bertahanlah Eng moi !" kata Bu Beng Koan Jin menangis sambil memeluk tubuh Bi Kwan Eng .


Berkali kali dia meneriakkan nama Kwan Eng , namun wanita berwajah cantik itu sudah terdiam untuk selama lama nya , meninggal dalam pelukan sang kekasih .


Awan kelabu berarak dilangit , membawa butiran hujan yang jatuh ke Bumi di iringi suara dentuman petir .


Langit berduka , atas tewas nya wanita suci itu .


Bu Beng Koan Jin masih menangis sambil memeluk tubuh sang kekasih nya itu .


Beban kepedihan , yang teramat sangat , membuat penyakit nya kumat lagi .


Biksu leluhur yang melihat kejadian itu dari kejauhan , segera melesat kearah Bu Beng Koan Jin bersama Xio Er dan Xio Hua .


Kedua wanita itu meraung sedih melihat tubuh sang guru yang sudah membiru itu .


"Ayo bawa guru mu ke belakang menemui Kong Thai Sian , aku akan membopong tubuh Bu Beng Koan Jin ini !" kata Biksu leluhur sambil mengangkat tubuh sahabat nya yang lemas terkena racun dari jarum beracun itu .


Sedangkan Xio Er dan Xio Hua membopong tubuh sang guru yang tertembus golok sakti milik Sin Mo Ko Moan Te Kung .


Di barisan belakang , nampak Kaisar bersama beberapa orang lain nya , sedang memperhatikan jalan nya pertempuran .


"Tuan !, Bu Beng Koan Jin terkena racun jahat dari jarum beracun milik Jendral Negeri Sian Than , racun ini sangat sulit di cari penawar nya , hamba takut dia tidak memiliki waktu lagi !" kata Biksu leluhur khawatir dengan keadaan Bu Beng Koan Jin yang mulai membiru itu .


Shin Liong meraba pergelangan tangan Bu Beng Koan Jin , lalu mulai menotok disana sini , serta memijat di beberapa bagian tubuh laki laki itu .


Setelah selesai , sebutir pil kecil , cuma sebesar biji pepaya , dimasukan nya kedalam mulut Bu Beng Koan Jin .

__ADS_1


Setelah menelan pil kecil itu , beberapa saat kemudian , dari tubuh Bu Beng Koan Jin , keluar hawa mirip asap tipis berwarna biru , bercahaya terang .


Setelah asap tipis bercahaya biru itu sirna , nampak tubuh Bu Beng Koan Jin sudah kembali seperti sedia kala nya , dan seluruh energi nya pun kini telah pulih .


Laki laki itu segera duduk bersila menghimpun Qi murni untuk mengembalikan energi nya yang sempat hilang .


Sedangkan Sin Ni Seng Sian , karena terluka sangat parah , sewaktu di bawa pada Shin Liong , tubuh nya sudah tidak bernyawa lagi .


Xio Er dan Xio Hua menangis meraung sambil memeluk sang guru yang telah terbujur kaku .


Di sayap kiri , jendral Zhu Pang Si terus mengamuk , membabatkan pedang nya kesana sini , siapa saja Prajurit lawan yang di temui nya , maut sudah pasti menyapa nya .


Namun tiba tiba langkah kuda nya terhenti , setelah melihat siapa lawan yang ada di depan nya itu .


Dengan menunggangi seekor kuda hitam , nampak Ming Cen Du tertawa sambil menatap dengan sombong nya .


Mantan Jendral muda Negeri Hong Than itu yang terluka dalam waktu melawan A Yong dulu dan di usir dari istana itu kini nampak sehat sehat saja , seolah tidak pernah terluka dalam parah .


"Hai rupanya kau jendral pengkhianat itu ya , bukan kah kau terluka parah ?" tanya jendral Zhu Pang Si .


"Terluka ?, ha ha ha ha , kalau cuma terluka seperti itu , bagi yang mulia Kaisar Kai Ong urusan ringan , yang mati pun bisa dia hidupkan kembali !" kata Ming Cen Du .


Memang para mahluk Iblis golongan tertinggi , memiliki semacam arak yang bisa mengobati luka luar dan dalam separah apa pun yang di namakan Koai Ciu (arak siluman) .


Siapapun yang meminum arak ini , meskipun cuma beberapa tetes , niscaya luka atau penyakit apapun akan sembuh seketika .


Konon arak ini dibuat oleh Dukun Dari mahluk siluman yang berilmu pengobatan sangat tinggi , dan hanya di miliki oleh para raja raja dari mahluk Siluman , tetapi oleh raja Iblis , arak ini di curi nya .


Tetapi karena arak ini seratus persen mengandung Qi hitam , maka sudah bisa dipastikan , jika pun seseorang itu sembuh , maka bakalan menjadi setan berwujud manusia , alias tubuh manusia , tetapi berwatak setan .


Begitupun dengan Kai Ong , karena sejati nya jiwa Kai Ong ini adalah Pangeran Iblis Kalasura , maka diapun memiliki Koai Ciu ini juga .


"Jendral pengkhianat , majulah , kita tentukan sekarang , siapa yang bakalan bisa pulang kerumah dengan selamat , dan siapa yang akan berlibur disini !" kata Jendral Zhu Pang Si yang usia nya tidak jauh beda dengan Ming Cen Du .


"Ha ha ha ha , tentu saja Jendral busuk , sebelum aku membunuh anak muda itu , terlebih dahulu aku akan membunuh mu !" kata Ming Cen Du sambil melancarkan serangan nya , kearah jendral Zhu Pang Si dengan serangan yang sangat cepat serta kekuatan yang sangat besar .


Jendral Zhu Pang Si segera mengatur perlawanan nya kepada Ming Ming Cen Du dengan gerakan yang juga sangat cepat serta berkekuatan besar pula.


Kini tubuh kedua nya cuma terlihat seperti kilatan kilatan cahaya berkelebat saja layak nya .


Sepuluh jurus , seratus jurus , bahkan seribu jurus berlalu , kekuatan mereka masih saja berimbang .


Namun jiwa setan , tetaplah jiwa setan , meskipun tubuh nya berbentuk manusia , dan segala kelicikan dan keculasan adalah tehnik nya para setan .

__ADS_1


Meskipun bisa mengimbangi Ming Cen Du dalam hal kesaktian , tetapi dia kalah dalam hal kelicikan .


...****************...


__ADS_2